Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Ke Kantor Tina


__ADS_3

Vio berlari riang menuju ke lobby di mana beberapa orang guru berdiri berjejer untuk memberikan salam selamat pagi.


Di depan gerbang sekolah, Novia Melambaikan tangannya, sampai Vio berjalan masuk menuju ke kelasnya. Setelah itu Novia kembali berjalan ke arah mobil David yang terparkir tidak jauh dari gerbang sekolah itu.


"David, Vio sudah masuk sekolah, sekarang Kamu boleh pulang, aku akan pesan taksi online saja, lagi pula aku ingin mampir ke kantor Tina!" kata Novia.


"Kenapa kamu harus memesan taksi online? Memangnya kamu pikir aku ini penjahat yang harus dihindari?" tanya David.


"Bukan begitu David, Aku hanya tidak ingin ada orang yang melihat kalau kita jalan bersama, itu akan menimbulkan fitnah nanti!" sahut Novia.


"Fitnah Bagaimana maksudmu? Memangnya kita melakukan apa? Wajar dong sebagai seorang tetangga, sebagai teman, kita jalan bersama, apalagi di tempat umum, tidak ada yang ditutup-tutupi!" ujar David.


"Ya Kamu benar David, tapi kan .... "


"Sudah jangan banyak pikir, Ayo Naiklah ke mobilku, aku akan mengantarmu ke kantornya Tina, sudah lama juga aku tidak bertemu dengan dia!" potong David cepat.


Dengan ragu-ragu akhirnya Novia kembali masuk ke dalam mobil David, lagi pula David kan juga temannya Tina semasa kuliah dulu, Wajar saja kalau David ikut dan ingin mengobrol dengan Tina .


Setelah Novia masuk ke dalam mobilnya, David kemudian langsung melajukan mobilnya itu keluar dari parkiran sekolah Vio, mereka Langsung meluncur ke kantornya Tina.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di kantornya Tina. Mereka pun langsung masuk ke dalam cafe yang ada di bawah kantornya Tina itu, dan duduk di sana.


"David, sebentar lagi jam makan siang, aku baru akan menelepon Tina, Karena kalau sekarang aku takut mengganggu dia yang sedang bekerja!" kata Novia yang kini duduk di hadapan David.


"Iya santai saja, sambil menunggu Tina aku pesankan minuman dulu ya!" kata David.


Novi yang menganggukkan kepalanya, setelah itu David memesankan minuman untuk Novia dan dirinya, sambil menunggu jam makan siang.


"Qku baru tahu kalau ternyata Tina bekerja di sini, selama ini aku tidak pernah berkontak sama sekali dengan dia!" kata David.


"Ya iyalah, dari dulu kan kamu tidak pernah dekat dengan Tina, Tina itu sahabatku, jadi aku memang sering janjian dengannya untuk mengobrol dan curhat!" sahut Novia.


"Nov, kalau aku boleh saran, jangan terlalu terbuka, meskipun pada seorang sahabat, Ingat, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kita harus bisa menyimpan apa yang harus kita simpan, dan mengungkapkan Apa yang harus kita ungkapkan!" ucap David.


"Wah, Sejak kapan David jadi sebijak ini? Sepertinya ditinggal istrimu kok semakin dewasa saja Vid!" ledek Novia.

__ADS_1


"Dari dulu kan aku memang dewasa, aku yang suka mengalah, aku yang sering diam tapi kau baru menyadarinya sekarang!" sahut David.


Mereka mengobrol hingga hampir jam makan siang, beberapa orang karyawan kantor nampak masuk untuk makan siang di cafe ini. Novia kemudian Mulai mengambil ponselnya berniat untuk menelepon Tina.


"Halo Novia?"


"Tina? Kamu sudah mau istirahat kan? Tahu tidak aku sedang menunggumu lho di cafe bawah!" kata Novia.


"Sejak kapan kamu menungguku di cafe Nov?" tanya Tina.


"Kamu pasti tidak menyangka aku datang dengan siapa! Ayo Makanya cepat turun supaya kita bisa mengobrol!" ujar Novia.


"Oke, aku turun sekarang ya!" sahut Tina yang kemudian langsung menutup teleponnya.


Tak lama kemudian, Tina pun datang dan dia tersenyum saat melihat ada David yang duduk di hadapan Novia.


"Ternyata kau datang dengan David Nov? Hai David, apa kabar?" sapa Tina yang langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan David.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku sehat, dan aku baik-baik saja!" Jawab David.


"Ya ampun, Aku turut berduka cita ya David, Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan keluargamu!" ucap Tina.


"Sudahlah Tin, dia sudah tenang di sana, kini aku yang harus menata diri dan menata hati, karena statusku sekarang sudah benar-benar menjadi duda!" sahut David.


"Eh kalian mau makan apa? Aku langsung pesankan makanan ya, kita makan sambil ngobrol-ngobrol di sini!" tanya Tina yang langsung memanggil seorang pelayan cafe untuk melayani.


Tak lama kemudian pelayan pun datang dan langsung mencatat semua apa yang dipesan oleh mereka. Sementara mereka melanjutkan mengobrol.


"Novia, hati-hati lho David sekarang sudah duda!" kata Tina sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apa maksudmu Tin? Kan kamu tahu David ini tetanggaku, dari dulu sampai sekarang pun begitu, Kenapa juga aku harus hati-hati, kami ini kan hanya berteman!" jawab Novia.


"Ya aku tahu kalian hanya berteman, tapi di dunia ini ada yang namanya CLBK!" ujar Tina.


"Kamu ini apa sih Tin, tidak ada yang namanya CLBK! Sudahlah, makin lama makin melantur saja!" sergah Novia yang kemudian menyeruput minuman dingin yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Tina menutup hidungnya setelah pelayan kafe mengantarkan makanan yang mereka pesan tadi.


"Kamu kenapa Tin?" tanya Novia bingung.


"Perutku mual kalau mencium makanan!" sahut Tina.


"Kamu ini seperti orang hamil saja!" cetus David.


"Ya memang aku sedang hamil! Maaf ya, aku tidak bisa mengundang kalian pada saat pernikahanku waktu itu, sebenarnya waktu aku mengambil cuti 3 hari, saat itu aku menikah!" ucap Tina.


Novia dan David saling berpandangan.


"Kok secepat itu Tin? Kau jahat sekali tidak mengundang aku!" ujar Novia cemberut.


"Maaf, kamu tahu tidak aku sudah isi duluan, makanya aku harus cepat-cepat menikah, aku bukannya tidak ingin mengundang kalian, tapi ku harap kalian mengerti situasinya!" ungkap Tina.


"Oke, aku paham! Tapi aku turut berbahagia karena akhirnya kau bisa menikah dan akan punya anak juga, kapan-kapan perkenalkanlah suamimu pada kami!" ucap Novia.


"Kamu tenang saja Nov, suatu hari nanti aku pasti akan memperkenalkan suamiku pada kalian, Ayo dimakan makanannya!" kata Tina, Mereka pun kemudian mulai menyantap makan siang mereka.


Sementara David tidak terlalu banyak bicara, sejak tadi dia diam saja hanya menyimak pembicaraan Novia dan Tina.


hingga akhirnya mereka selesai menyantap makan siang, dan saatnya Novia dan David pamit karena harus kembali menjemput Vio di sekolah.


David melajukan mobilnya keluar dari Cafe kantornya Tina, Kembali menuju ke sekolah, dan sepanjang perjalanan itu David juga nampak diam saja


"David, Kamu kenapa sih? Sejak tadi kamu diam saja!" tanya Novia.


"Nov, entah mengapa perasaanku tidak enak, aku merasa kalau Tina itu tidak benar-benar tulus terhadapmu!" jawab David.


"Apa maksudmu David? Kamu jangan sembarangan ngomong! Tina itu dari sejak kuliah sampai sekarang adalah sahabatku, kamu tahu kan?" protes Novia.


"Entahlah, tapi aku melihat sesuatu dari sorot matanya, yang aku sendiri tidak tahu, sudahlah lupakan saja!" sahut David yang masih mengemudikan mobilnya itu dengan pandangan fokus ke depan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2