
Reno menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur di apartemen Tina. Wajahnya terlihat kesal, karena seseorang telah menaruh beberapa foto Novia bersama dengan David di atas meja kerjanya Reno.
Hal itu membuat Reno begitu emosi, apalagi dia merasa Novia masih istrinya, dan dia pergi bersama dengan David tanpa seizinnya.
Tina yang baru selesai mandi dan keluar dari kamar mandi nampak berjalan mendekati Reno, lalu duduk di tepi tempat tidurnya itu.
"Kenapa pulang-pulang kamu kesal?" tanya Tina.
"Novia sudah berselingkuh di belakangku bersama dengan David! David itu kan memang mantan pacarnya dulu di kampus, tapi entah Mengapa sampai sekarang mereka terlihat semakin akrab!" jawab Reno.
"sudahlah Reno, kamu tak usah memikirkan itu, kamu sendiri kan sekarang bersama denganku, untuk apa kamu memikirkan Novia?" kata Tina sambil membelai rambut dan wajah Reno.
"Aku sangat cemburu! Tidak rela rasanya Novia bersama David si pecundang itu! Apalagi sekarang Vio mulai dekat kembali dengan David!" lanjut Reno.
"Sudahlah sayang, lagi pula kan kamu juga akan memiliki anak lagi denganku, soal Vio, pernahkah kamu berpikir kalau antara David dan Novia pernah melakukan hubungan intim?" tanya Tina.
Reno sedikit terkejut mendengar pertanyaan Tina, kemudian dia bangun dari tidurnya dan duduk di hadapan Tina di atas tempat tidur itu.
"Apa maksudmu? Novia itu wanita baik-baik! Walaupun mereka dulu pernah berpacaran, bukan berarti mereka pernah melakukan hubungan yang tidak tidak-tidak kan!" cetus Reno.
"Terkadang orang dibutakan oleh cinta, apakah kamu pernah merasakan pada saat kamu bercinta dengan Novia, di malam pertama, apa kamu tahu dia masih perawan atau tidak?" tanya Tina kembali.
Reno terdiam, bahkan selama ini dia tidak pernah berpikir sampai ke situ, Dulu dia sangat mencintai Novia, bahkan pada saat malam pertama pun dia tidak sadar Apakah Novia masih perawan atau tidak, karena cintanya yang besar itu menutupi semuanya.
Namun Reno ingat, bahwa ketika malam pertama itu Novia memang tidak mengeluarkan darah perawan, tapi dulu Reno mengabaikan itu, dia merasa kalau darah itu tidak terlalu penting, yang penting adalah rasa cinta dan kasih sayang yang seutuhnya.
"Kenapa kamu diam? Apakah kamu menemukan sesuatu kejanggalan di atas diri istrimu itu?" tanya Tina yang kini bergelayut manja di bahu Reno.
"Tidak! Aku tidak percaya kalau Novia pernah berbuat macam-macam, aku kenal betul siapa dia, kau jangan mengadu domba aku dan Novia!" sahut Reno yang kini kembali merebahkan tubuhnya dan memeluk guling membelakangi Tina.
"Terserah kau mau percaya atau tidak Reno! Tapi kau harus ingat, aku ini adalah teman Novia saat dia masih kuliah dulu, dan aku tahu betul Bagaimana hubungan Novia dengan David! bahkan Vio, Apakah kau yakin kalau dia benar-benar darah dagingmu?" Kata Tina.
__ADS_1
Reno langsung membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Tina.
"Kau jangan macam-macam menuduh Novia! Jaga mulutmu! Aku lebih percaya dia daripada dirimu, Kau hanya mengaku sahabat tapi kau juga menusuk dia dari belakang!" sengit Reno.
"Oke! Terserah Kalau kau memang tidak percaya! Tapi kau lihat saja nanti!" sahut Tina.
Reno kemudian bangkit dari tidurnya lalu berdiri dan menyambar dompet juga ponselnya, dia hendak keluar dari kamar itu, rasanya Kepalanya pusing mendengar setiap ocehan dari Tina.
"Kamu mau ke mana Reno?" tanya tindak saat Reno melangkah menuju ke pintu.
"Aku pikir aku datang ke sini aku menemukan kenyamanan! Tapi ternyata sama saja, lebih baik aku pergi!" sahut Reno yang kemudian langsung membuka pintu dan menutupnya.
Tina terkejut, tidak menyangka reaksi Reno akan seperti itu, kemudian dia berusaha mengejar Reno namun Reno sudah terlebih dahulu berjalan dengan cepat keluar dari apartemen itu, menuju ke tempat di mana mobilnya terparkir.
"Reno! Kamu dengar aku dulu! Nanti kamu benar-benar menyesal!" teriak Tina
Namun Reno tidak memperdulikan panggilan Tina, dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan tanpa menunggu lagi, dia segera melajukan mobilnya itu keluar dari area apartemen Tina, dan saat ini Dia tidak memiliki tujuan ke mana dia akan pulang.
Sementara itu di kamar Vio, Novia baru saja membacakan dongeng untuk putranya itu, namun Vio tak juga memejamkan matanya.
Biasanya saat dibacakan dongeng, Vio selalu tertidur, namun malam ini Vio belum juga tertidur, matanya masih menerawang memandang ke langit-langit kamar bernuansa biru itu.
"Apakah Vio mau dibacakan lagi dongeng yang lain?" tanya Novia.
"Tidak mau ah Ma, papa sekarang kalau pulang selalu malam ya ma!" kata Vio.
"Ya mungkin Papa sedang ada kerjaan Nak, Vio tidur saja duluan!" jawab Novia.
"Terus sekarang Mama kalau tidur selalu denganku di sini, mama sudah tidak satu kamar lagi dengan papa?" tanya Vio.
"Memangnya Mama tidak boleh tidur di sini dengan Vio? Lagian Mama juga kan takut tidur sendirian apalagi kalau Papa belum pulang!" jawab Novia.
__ADS_1
Novia sebenarnya bingung menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari Vio, dia berusaha untuk menutupi semuanya dan terlihat tegar di depan anaknya itu, Namun sepertinya Vio mulai memahami apa yang terjadi, terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang Vio lontarkan pada Novia.
"Mama, waktu dulu Papa memindahkan aku ke rumah sakit, sebenarnya di situ ada Tante Tina!" ucap Vio.
"Tante Tina?"
"Iya Ma, waktu aku pindah rumah sakit, di situ ada Tante Tina yang menemani papa, lalu setelah aku diperbolehkan pulang oleh dokter, aku malah menginap di apartemennya Tante Tina!" kata Vio.
Novia membulatkan matanya mendengar apa yang diucapkan oleh buah hatinya itu, selama ini yang Novia tahu kalau Reno itu tidak terlalu mengenal Tina, hanya mengenal Tina sebagai sahabat Novia saja, tidak lebih dari itu, tapi mengapa Vio mengatakan kalau Tina ada bersama dengan Reno.
"Mungkin pas kebetulan Tante Tina bertemu dengan Papa di rumah sakit, jadi tante Tina sekalian jenguk Vio deh!" kata Novia.
"Tapi kan setelah aku dari rumah sakit Aku tidur di rumah Tante Tina, terus Papa dan tante Tina itu kelihatan akrab, tapi aku tidak suka sama Tante Tina!" ungkap Vio.
Tiba-tiba dada Novia bergemuruh, jantungnya berdegup dengan sangat cepat.
Apakah mungkin Reno ada main dengan tina tanpa sepengetahuannya? Rasanya Novia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dipaparkan oleh Vio, namun perkataan anak kecil itu tidak mungkin berbohong.
Novia mulai berpikir dan mengingat-ingat semua kejadian yang pernah dialaminya, selama ini dia selalu curhat dengan Tina, bahkan hal sekecil apapun dia curahkan pada Tina, mungkinkah Tina menghianatinya?
"Vio Sayang, sudah malam Vio bobo ya, kan besok Vio harus sekolah, ayo pejamkan mata dan jangan lagi berbicara!" ucap Novia sambil membelai lembut rambut Vio.
Meskipun pikirannya begitu berkecamuk, namun Novia berusaha bersikap biasa di depan Vio, dia tidak mau membuat Vio semakin bertanya-tanya, apalagi di usianya yang masih kecil, banyak hal yang terjadi yang dialami oleh Vio.
Dan Tak lama kemudian, Vio pun tertidur.
Melalui Pengakuan dari mulut Vio, entah mengapa tiba-tiba Novia merasa kalau Reno ada main dengan Tina di belakangnya.
Entah mereka sudah sejauh mana. namun Novia berusaha mengendalikan dirinya, dia tidak mau bersikap bodoh yang hanya melampiaskan emosi sesaat, dia harus bermain cerdas, dia harus mengumpulkan banyak bukti, sehingga semuanya bisa terkuak dan tidak ada lagi yang tersembunyi.
Bersambung ....
__ADS_1