
Vio nampak tertidur ketika Sore itu mereka pulang dari berlibur di pantai. Mereka sengaja memutuskan untuk pulang di sore hari, tidak jadi menginap, karena permintaan Novia.
Sementara David terlihat masih fokus menyetir, perjalanan mereka lumayan panjang karena sejak sore tadi jalanan begitu macet, dan hingga menjelang malam begini mereka belum sampai ke rumah.
Sebenarnya Novia tidak terlalu tenang pergi berlibur bersama dengan David, apalagi sampai sekarang Reno pun tak mengirim kabar pada Novia, Entah di mana keberadaannya.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah, Mbak Darmi kemudian turun dari mobil dan langsung membukakan gerbang rumah yang tidak terkunci itu.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat Reno sudah berdiri di sana sambil menatap tajam ke arah mobil David yang kini terparkir tepat di depan rumahnya.
Novia pun turun sambil menggendong Vio yang masih tertidur disusul oleh David.
Tanpa basa-basi lagi, Reno kemudian langsung keluar dari rumahnya dan dapat menghampiri David.
Buughhh!!
Sebuah bogem mentah mendarat di wajah David yang kini jatuh tersungkur. Dengan penuh kemarahan Reno kembali memukul David hingga David kembali terjatuh tanpa perlawanan.
"Mas Reno hentikan!" teriak Novia.
David segera berdiri sambil mengusap bibirnya yang kini meneteskan Darah segar.
"Dasar brengsek kau! Aku sudah tahu modusmu mendekati istriku!" sentak Reno, wajahnya menyiratkan kemarahan.
"Hei Bung! Seharusnya kau berpikir! lelaki sejati itu tidak akan membiarkan anak istrinya menunggu dengan ketidakpastian!" sahut David sambil merapikan bajunya yang terlihat acak-acakan.
"Jangan kau campuri urusan Rumah tanggaku! Ayo Novia masuk ke dalam!" hardik Reno yang langsung menarik tangan Novia ke dalam rumahnya.
"Kau Jangan kasar dengan wanita! Terjadi apa-apa dengan Novia akan ku buat perhitungan!" teriak David.
Dengan wajah kesal David pun kemudian kembali naik ke mobilnya dan memarkirkannya di depan rumahnya. Sementara Mbak Darmi buru-buru menutup pintu gerbang rumah Reno.
Setelah itu Mbak Darmi langsung masuk ke dalam, Reno nampak berdiri di ruang keluarga, sedangkan di hadapannya Novia juga berdiri sambil menggendong Vio, cepat-cepat Mbak Darmi berinisiatif untuk mengambil Vio dari gendongan manusia dan memindahkannya ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak menyangka, aku tidak ada di rumah, kau malah memanfaatkan kesempatan itu untuk bersenang-senang dengan laki-laki itu!" sengit Reno.
"Mas Reno, Kenapa kau justru menyalahkan aku? Mas Reno ke mana selama ini? Tidak tahu betapa setiap malam aku menunggu Mas Reno pulang, apakah lupa akan janji yang Mas Reno ucapkan sendiri?" balas Novia.
"Ya, Aku tahu aku salah, tapi bukan berarti kau dengan seenaknya pergi dengan laki-laki lain!" ketus Reno.
"David itu hanya membantu menenangkan Vio, yang saat itu terlalu marah dan kecewa terhadapmu!" ujar Novia.
"Kau selalu membela dia, memang sejak awal mungkin kalian berdua memang berjodoh, pantas saja dia selalu hadir dimanapun kamu berada, bahkan kini istrinya meninggal dan terbukalah jalan untuk kalian!" kata Reno.
Plakk!!
Tiba-tiba Novia menampar pipi Reno dengan keras, kemudian dia menatap tajam ke arah suaminya itu.
Reno terkejut mendapat tamparan dari Novia, selama ini sejak mereka menikah, sedikitpun Novia tidak pernah kasar ataupun menampar Reno, namun kali ini Novia terlihat sudah diambang batas kesabarannya.
"Mas Reno! Mas Reno boleh menuduhku dengan David! Tapi apa pernah orang-orang sekitar melihat aku berbuat macam-macam pada David? Apakah pernah selama ini aku mengabaikan tugasku sebagai seorang istri??" jerit Novia dengan suara yang lantang.
Reno terdiam, tidak dapat menjawab semua pertanyaan Novia, sejujurnya dia mengakui, meskipun David adalah mantan kekasih Novia di masa lalu, namun dia tidak pernah mendengar gosip atau apapun atau mempergoki Novia berbuat yang aneh-aneh, selama ini Novia selalu menjaga keutuhan rumah tangganya, bahkan sedikitpun pelayanannya tidak kurang terhadap suami dan anaknya
"Sayang maafkan aku, kemarin itu Aku tidak pulang karena ..... "
"Cukup Mas! Aku tidak peduli kamu mau pulang ke rumah atau tidak, aku juga tidak peduli di luar sana kau berselingkuh atau tidak, satu-satunya yang jadi prioritas dalam hidupku saat ini adalah Vio dan demi kebahagiaan Vio yang kecewa terhadapmu karena kamu mengingkari janjimu, apa salah jika David datang memberikan Vio kebahagiaan yang sempat hilang dari Vio?" ungkap Novia.
Sementara Reno hanya termangu tanpa bisa berbuat apapun, dia nampak seperti orang bodoh yang sedang terdakwa, dan tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya dia bisa jawab.
Novia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, kemudian dia mengunci kamarnya itu, dia ingin melampiaskan semua perasaan hatinya di dalam kamarnya, tanpa ada satu orang pun yang mengganggunya termasuk Reno.
Reno pun berjalan menyusul Novia, namun pada saat dia membuka pintu kamarnya pintu kamar itu sudah dikunci dari dalam, Reno menyadari saat ini Novia bukan membutuhkan dirinya tapi dia membutuhkan kesendirian, membutuhkan waktu untuk menata lagi hati dan perasaannya yang sempat terluka oleh karena Reno.
Drrrt .... Drrrt .... Drrrt
Tiba-tiba ponsel Reno bergetar dari dalam saku jasnya, Reno kemudian mengambil ponselnya itu ada panggilan dari Tina. Reno kemudian langsung mengusap layar ponselnya itu untuk menjawab panggilan dari Tina.
__ADS_1
"Mau apa lagi kau meneleponku? Kau tahu karena ulahmu kini Rumah tanggaku di ujung tanduk! Aku tidak ingin kehilangan Rumah tanggaku aku mohon jangan ganggu aku!" cetus Reno.
"Hei, kamu jangan lupa Sayang, aku ini juga istrimu dan calon ibu dari Anakmu! Kau jangan melupakan tanggung jawabmu begitu saja hanya karena mempertahankan rumah tangga yang kau anggap paling berharga itu!" sahut Tina.
"Aku menyesal pernah mengenalmu! sekarang Katakan padaku apa maumu? Tapi jangan katakan kalau kau menginginkan aku datang ke tempatmu karena itu tidak akan mungkin terjadi saat ini!" ujar Reno.
"Oh begitu ya, oke, Kamu pikir aku tidak bisa berbuat sesuatu? Ingat Reno, kunci ada di tanganku, kau tahu kan Novia itu sahabatku? sekali saja aku membuka kartu, maka kamu pasti tahu apa yang akan terjadi!" sahut Tina.
Lagi-lagi Reno terdiam, dia menyadari kalau Tina itu adalah sahabat yang dianggap Novia adalah sahabat terbaiknya, Apa yang akan terjadi dengan Novia kalau Novia tahu bahwa Reno bermain di belakang Novia bersama dengan Tina sahabatnya, ini bahkan lebih dari sekedar menyakitkan.
"Kau boleh minta apapun dari aku, asal kau jangan memberitahu Novia! Aku belum siap kehilangan dia sepenuhnya!" kata Reno dengan suara sedikit bergetar.
"Baiklah, aku tidak akan memberitahukan dia mengenai hubungan kita, tapi aku hanya ingin malam ini kau datang seperti biasa, Karena aku membutuhkanmu!" sahut Tina.
"Oke, kalau memang kamu hanya ingin aku datang aku akan datang sekarang!" cetus Reno yang kemudian langsung menutup layar ponselnya itu dengan kesal.
Reno tidak ada pilihan lain selain menuruti Tina untuk sementara waktu, atau rumah tangganya benar-benar akan berakhir.
"Mbak Darmi!"Panggil Reno.
Mbak Darmi yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu datang menghampiri Reno yang memanggilnya dengan wajah sedikit takut.
"Ada apa Pak?" tanya Mbak Darmi
"Malam ini aku harus pergi keluar, kalau nanti istriku menanyakan, Bilang saja aku sedang menenangkan diri! "jawab Reno.
"Bapak mau pergi lagi? Kasihan Ibu Pak, sejak kemarin itu ibu selalu menunggu Bapak, Vio juga selalu menanyakan bapak!" tukas Mbak Darmi.
"Iya aku tahu Mbak, aku juga sedang berusaha memperbaiki diri, tapi aku butuh waktu, tolong jaga mereka baik-baik untukku, Besok aku akan kembali!" kata Reno sambil melangkah keluar dari rumahnya itu.
Mbak Darmi tidak bisa berbuat apapun dia juga tidak bisa mencegah kepergian Reno. Dia kemudian mengikuti langkah Reno dan membukakan pintu gerbang, setelah itu membiarkan Reno pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Setelah itu Mbak Darmi kembali masuk dia menuju ke kamar Vio dan membukanya perlahan, Vio nampak tertidur dengan nyenyak di tempat tidurnya, ada rasa kasihan yang terbersit dari diri Mbak Darmi.
__ADS_1
Dulu majikannya itu begitu harmonis, pasangan yang diidam-idamkan oleh banyak orang, selalu mesra dan romantis tiap hari, namun saat ini, semuanya telah berubah, tidak ada lagi kehangatan dan keromantisan di rumah ini seperti dulu.
Bersambung ....