Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Reno Menggugat Cerai


__ADS_3

Siang ini Novia nampak sibuk di rumah David, membantu mengemasi barang-barang pesanan online dari produk-produk milik David.


Sehabis Novia mengurusi Reno, Dia kemudian langsung membantu pekerjaan David, karena belakangan ini pesanan David membludak, produk-produknya mulai dikenal dan David mengalami banyak pesanan yang membuat dia kewalahan.


Saat itulah Novia membantu pekerjaan David, mereka saling menguntungkan, David mendapatkan asisten untuk mempermudah pekerjaannya, sementara Novia mendapatkan pekerjaan untuk menambah penghasilannya.


Namun semuanya itu dia sembunyikan dari Reno, Reno tidak tahu kalau selama ini Novia bekerja bersama dengan David, Novia sengaja melakukan itu untuk menjaga hati dan perasaan Reno.


Novia tidak ada pilihan, dia tidak mungkin bekerja di luar, waktu dan jarak membuat dia kesulitan, apalagi Kini dia mengurusi Reno juga Vio yang masih sangat butuh perhatiannya.


Bunda Lasmi juga sudah beberapa waktu ini tinggal di rumah Reno, dia hanya ingin berada dekat dengan anak cucu dan menantunya, lagi pula kini usaha yang di Semarang pun sudah di delegasikan pada saudaranya, jadi bunda Lasmi tidak terlalu sibuk mengurusi usaha miliknya yang di Semarang.


"Novia, hari ini ada berapa order?" tanya David yang saat itu baru pulang dari minimarket untuk membeli keperluan pribadinya.


"Hari ini lumayan banyak, ada sekitar 50 order! Tanganku sampai pegal mengemasi semua barang-barang itu, aku salut pada ketekunanmu untuk merintis usaha ini!" jawab Novia.


"Ya, kamu kan tahu dari dulu Aku memang menyukai bidang seperti ini, hanya saja seringkali apa yang aku sukai dipandang sebelah mata oleh orang, ya termasuk Bunda Lasmi!" ungkap David.


"Sudahlah David! lagi-lagi kau mengungkit masalah itu! Yang penting kan sekarang kamu sudah sukses dan aku turut bangga atas keberhasilanmu!" ucap Novia .


"Ya, memang seharusnya kita melihat ke depan sih, bukan ke belakang, Oh ya bagaimana kondisi suamimu? Sudah ada kemajuan apa?" tanya David.


"Kondisinya masih sama, dia masih ada di kursi roda, sedikit demi sedikit dia terapi berjalan, berbicara pun dia masih kesulitan, paling hanya mengungkapkannya lewat tulisan ataupun dengan bahasa tubuh!" jawab Novia.

__ADS_1


"Aku turut prihatin dengan keadaan Reno, terlebih aku sangat kasihan pada dirimu, itu pasti bukan hal yang mudah untukmu, kamu memang Wanita Luar Biasa!" ucap David.


"Kamu jangan berlebihan David! Semua itu adalah bentuk Pengabdianku padanya, sejak aku menikah dengan mas Reno, Aku bahkan diperlakukan layaknya seorang Ratu, dan aku tahu belakangan dia berselingkuh dengan Tina, itu bukan semata-mata karena dia mencintai Tina, tapi karena luapan hati dan kecemburuannya padamu!" ungkap Novia.


"Yah, yang penting sekarang kamu dan dia kembali seperti dulu, meskipun dalam kondisi yang berbeda, kurasa Tina juga tidak akan mungkin mau lagi dengan Reno, hanya istri sejati yang bisa menerima keadaan suami apa adanya!" ucap David.


Novia terdiam tanpa menjawab lagi perkataan dari David, dia membenarkan Semua ucapan David, semuanya itu memang tidak mudah, mengurus suami yang sakit dalam keadaan lumpuh, juga anak yang masih perlu bimbingan khusus, sangat menguras tenaga dan pikirannya, terlebih kini dirinya juga harus bekerja untuk menopang perekonomian keluarganya, yang kini sedang tidak baik-baik saja.


Tanpa terasa, ada tetesan yang mengalir dari pelupuk mata Novia, buru-buru Novia menghapus air matanya yang sudah terlanjur jatuh itu.


"Hei, kenapa kamu menangis? Aku tidak suka melihatmu menangis! Aku tidak suka melihatmu sedih!" cetus David.


Novia cepat-cepat menggelengkan kepalanya, kemudian mencoba untuk tersenyum menutupi segala perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.


*****


Kini di kamar ini, Reno nampak duduk di kursi rodanya sambil memandang keluar melalui jendela balkon kamarnya itu.


Perlahan Novia mendekati suaminya itu, biasanya jam segini tak lama setelah makan malam, Reno sudah tertidur, tapi sepertinya Reno malam ini tidak terlihat mengantuk sama sekali.


"Mas Reno, Kita tidur yuk, sudah malam, aku bantu ya?" tawar Novia.


Reno menggelengkan kepalanya, Novia mengerti bahwa Reno tidak ingin tidur, mungkin saja karena masih ingin memandang keluar jendela bersama dengan Novia.

__ADS_1


"Oh Mas Reno masih mau di sini ya, Baiklah kalau begitu, aku temani ya, malam ini kelihatan cerah, tuh lihat ada bintang-bintang di langit, bulannya juga terlihat terang, bagusnya Mas! "kata Novia.


Reno hanya menganggukkan kepalanya tanpa mampu untuk menjawab setiap ucapan dari Novia namun malam ini wajah Reno terlihat berbeda, wajahnya terlihat Sendu dan ada kesedihan yang terpancar dari matanya.


"Mas Reno kenapa? Apa Sedang ada yang dipikirkan? Apa Mas Reno memikirkan Tina? Sudah lama juga ya Tina tidak datang ke sini, mungkin Mas Reno memikirkan bayi yang ada dalam kandungan Tina, kalau mau aku bisa kok mencari Tina dan memanggilnya ke sini!" tanya Novia.


Lagi-lagi Reno menggelengkan kepalanya, kali ini Reno menggelengkan kepalanya beberapa kali, sambil menatap ke arah Novia, seolah banyak hal yang ingin Reno sampaikan pada istrinya itu.


"Kalau bukan itu, lalu apa? Mas Reno bisa menuliskan apa saja yang Mas Reno ingin Katakan padaku, aku akan menyimak dan membacanya apapun itu!" ucap Novia.


Reno kemudian mulai menulis di sebuah buku yang dia Bawa kemanapun, sejak dia tidak bisa bicara, dia terlihat sedang menuliskan sesuatu di buku itu, tak lama kemudian dia menyerahkannya pada Novia dan Novia langsung membacanya.


"Novia, kamu istri yang terlalu baik dan sempurna bagiku, Maafkan Aku!" tulis Reno.


"Mas Reno, Mas Reno juga sangat baik padaku, mungkin semua yang terjadi itu karena takdir, aku tahu Mas Reno sangat peduli padaku, dan juga, kesalahan yang dulu itu hanya kesalahan yang tanpa sengaja yang saat ini aku bisa memakluminya! dan ucap Novia.


Lagi-lagi Reno menggelengkan kepalanya sambil menatap Novia dengan mata yang berkaca-kaca, Reno seolah ingin menyampaikan sesuatu yang dia sendiri tidak sanggup untuk menyampaikannya.


Hingga Reno mengangkat tangannya dan menunjuk ke sebuah meja yang ada di sudut kamar itu.


Novia mengamati arah tangan Reno yang menunjuk pada satu kertas yang ada di atas sebuah Map, perlahan Novia menghampiri meja dan membaca kertas itu.


Matanya membola saat melihat kertas itu, itu adalah kertas gugatan cerai Reno pada Novia di mana Novia harus menandatangani kertas itu.

__ADS_1


Tiba-tiba dada Novia merasa begitu sesak, Benarkah Reno akan menggugat cerai dia? Lalu apa kesalahan Novia sehingga Reno dengan tega memberikan surat cerai pada Novia, Novia tidak mampu berkata apa-apa lagi selain meneteskan air mata yang tiba-tiba saja tumpah dari bola matanya.


Bersambung ...


__ADS_2