Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Pulang Ke Semarang


__ADS_3

Pagi itu Vio menatap heran ke arah Novia Mamanya, karena Mamanya tidak memakaikan seragam padanya, seperti rutinitas biasa setiap harinya.


"Mama, hari ini aku tidak sekolah?" tanya Vio.


"Tidak Vio, hari ini Vio libur dulu sekolahnya, Mama sudah izin sama ibu guru, karena kita akan pergi ke Semarang, ke rumah nenek Lasmi!" jawab Novia.


"Ke rumah nenek Lasmi? Tumben Mama ajak ke rumah nenek Lasmi sekarang? Biasanya kita kalau ke sana kan bareng papa, kalau akhir tahun atau pas liburan panjang!" kata Vio.


"Tidak apa-apa kita ke rumah nenek Lasmi sekarang! Lagian Mama kan juga kangen sama nenek Lasmi, Sudahlah, Vio menurut saja, nanti di rumah nenek kita akan belajar pelajaran, supaya Vio tidak ketinggalan pelajaran!" sahut Novia.


Vio pun hanya diam saja sambil menganggukkan kepalanya, dia menurut saja apa yang diinginkan oleh Mamanya itu.


Setelah selesai semuanya, Novia kemudian berjalan ke depan dan mulai memesan taksi online untuk mengantarnya ke stasiun.


Reno masih berada di rumah itu, sejak semalam dia bahkan tidak tidur dan tidak makan, hanya Untuk menunggui Novia, melihat Novia yang sudah keluar dari kamar Vio, cepat-cepat Reno berjalan mendekatinya.


"Novia, kamu benar-benar akan pergi dari rumah ini? Apa yang harus aku lakukan supaya kamu membatalkan niatmu itu?" tanya Reno yang wajahnya pagi ini nampak begitu kacau.


"Biarkan aku pergi ke Semarang Mas, ke rumah orang tuaku! Mungkin di sana aku akan lebih tenang, lagi pula di rumah ini, sudah terlalu banyak rahasia yang membuat kepalaku menjadi pusing!" ucap Novia.


"Rahasia apalagi yang kamu maksud? Bahkan semua rahasiaku sudah terbongkar, dan Aku sudah jujur padamu! Asal kamu tahu Novia, meskipun saat ini aku menikahi Tina, bukan berarti aku mencintai dia, terus terang dia itu hanya pelampiasan, saat itu aku begitu marah padamu gara-gara kecemburuanku pada David!" ungkap Reno.


Novia terdiam mendengar ucapan Reno, memang saat ini Reno telah jujur, karena dia juga sudah terciduk ada hubungan dengan Tina, dan itu sangat membuat Novia begitu sakit hati, bahkan setengah jiwanya serasa pergi dari tubuhnya.


Namun ada satu rahasia lagi yang belum terungkap, yaitu Vio, sampai saat ini Novia masih ragu-ragu, Apakah Vio anak kandung Reno atau David.


Sebenarnya Novia ingin mengubur rahasia itu dalam-dalam dan dia tidak berniat untuk mengungkapkannya sampai kapanpun, membiarkan saja orang lain beranggapan bahwa Vio itu memang darah daging Reno.

__ADS_1


Tapi bagaimana dengan David? Selama ini David selalu menganggap Vio adalah benihnya, dan dia menyayangi Vio selayaknya anak kandung sendiri, karena David memang menganggap Vio adalah anak kandungnya.


Tin ... Tin ... Tin


Taksi online yang di pesan Novia sudah tiba di depan gerbang, tanpa bicara lagi Novia kemudian mendorong kopernya dan menuntun Vio untuk berjalan ke depan gerbang, Mbak Darmi yang membukakan pintu gerbang menatap mereka dengan tatapan sedih.


"Novia! Kalau kamu pergi ke Semarang aku juga ikut pergi ke Semarang! Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri bersama dengan Vio!" seru Reno yang kemudian langsung naik terlebih dahulu ke dalam taksi online yang sudah dipesan oleh Novia itu.


"Mas Reno apa-apaan sih! Aku mohon Mas, saat ini aku tidak ingin berdebat denganmu, aku tidak ingin melihatmu untuk sementara, hatiku masih sakit! Aku mohon mengertilah!" ujar Novia.


"Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu juga dengan Vio! Aku tahu aku salah, tapi aku manusia biasa yang bisa khilaf dan tak luput dari kesalahan!" tukas Reno.


"Kalau Mas Reno masih menghargai aku dan Vio, tolong turun sekarang juga, dan biarkan aku pergi bersama Vio, Tolong Mas!" ucap Novia.


"Baiklah, kali ini aku akan membiarkanmu pergi, tapi kupastikan Besok aku akan menyusul kalian ke Semarang!" jawab Reno yang kemudian turun kembali dari dalam taksi itu, dan membiarkan Novia dan juga Vio masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya.


"Vio sayang, di dalam hati papa hanya ada Mama, hanya saja Mama dan Papa sedang ada masalah, yang kami sendiri masih belum bisa untuk menyelesaikannya dengan baik!" jawab Reno.


Taksi online itu pun bergerak perlahan meninggalkan rumah itu, Reno pun hanya bisa terpaku menatap kepergian mereka tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, namun dia bertekad akan menyusul Novia dan juga Vio ke Semarang, dia akan memberikan kesempatan Novia untuk menenangkan diri sejenak.


Mbak Darmi juga nampak berdiri terpaku dengan tatapan sedih atas kepergian Novia dan Vio, yang entah sampai berapa lama.


Sementara David dari balik balkon kamarnya, juga berdiri menyaksikan kepergian Novia dan juga Vio dan membiarkan Mereka menyelesaikan urusan rumah tangga mereka.


Setelah mobil yang ditumpangi Novia dan Vio benar-benar pergi dan hilang dari pandangan, dengan langkah gontai Reno pun kembali masuk ke dalam rumahnya, diikuti oleh Mbak Darmi yang langsung menutup kembali pintu gerbang rumah itu.


"Pak, Apakah bapak ingin saya bikinkan kopi? Barangkali pikiran Bapak lebih tenang kalau minum kopi dulu!" tawar Mbak Darmi.

__ADS_1


"Boleh Mbak, Terima kasih ya, Tetaplah disini, karena suatu hari mereka juga pasti akan kembali lagi!" jawab Reno yang kini sedang duduk bersandar di sofa ruang keluarga rumahnya itu.


Mbak Darmi menganggukkan kepalanya setelah itu dia segera pergi ke dapur untuk membuatkan kopi panas buat Reno.


Ting ... Tong ...


Tiba-tiba kembali terdengar suara bel dari arah depan gerbang rumah Reno, Mbak Darmi yang sedang membuatkan kopi kemudian berjalan cepat dan menaruh kopi panas itu di atas meja, setelah itu dia segera bergegas ke depan untuk membukakan pintu gerbang.


Tak lama kemudian, Mbak Darmi terlihat kembali masuk, namun dengan seseorang yang berjalan di belakangnya, Reno memicingkan matanya melihat Tina yang datang dan kini sedang berjalan mendekatinya.


"Reno, Kamu ini kenapa sih? Aku telepon kau tidak angkat-angkat, aku kirim pesan singkat kau juga tidak membalasnya! Kenapa kau seperti ini hanya karena Novia sudah memergokimu bersama denganku!" tanya Tina beruntun yang kini mulai duduk di hadapan Reno.


"Kenapa kau datang kemari Tina? Apa kau tidak malu atas setiap yang sudah kau perbuat pada Novia? Sekarang kau dengan entengnya datang ke rumah ini?" tanya Reno balik sambil menatap tajam ke arah Tina.


"Kenapa aku harus malu? Toh apa yang kita lakukan bukan atas dasar paksaan, kita melakukan karena suka sama suka, dan mau sama mau, kau paham itu?" sahut Tina setengah berbisik.


"Ya, tapi akhirnya aku menyesal! Kau memang benar-benar ular Tina! Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa sebodoh itu terjebak denganmu!" Sungut Reno.


"Aku tidak peduli kamu menyesal atau tidak! Tapi kamu harus ingat, ini ini semakin lama semakin besar, dan ini harus dipertanggungjawabkan, kau jangan macam-macam meninggalkanku begitu saja!" kata Tina sambil menunjuk perutnya yang terlihat masih rata itu.


"Kamu jangan takut! Bukankah aku sudah bertanggung jawab? Aku akan terus menafkahi bayimu itu, bahkan sampai dia dewasa kelak, tapi aku tidak bisa terus hidup bersamamu!" ujar Reno.


"Tapi aku ingin hidup bersamamu Reno, Oh iya, karena Novia dan Vio sudah pergi dari sini, sepertinya malam ini aku akan menginap di sini, aku ingin merasakan Berada di posisi Novia, Pasti sangat menggembirakan!" ucap Tina sambil tersenyum.


Seketika itu juga mata Reno langsung melotot, dan menatap tajam ke arah Tina yang masih tersenyum duduk di hadapannya itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2