Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Paket Misterius


__ADS_3

Pagi ini Reno sudah kelihatan rapi, laki-laki itu kini duduk di tepi ranjangnya, menatap lembut wajah istrinya yang nampak masih lelap tertidur.


Perlahan Reno mengusap pipi Novia, hingga Novia mengerjapkan matanya, karena di rasakannya sentuhan di pipinya itu.


Novia terkejut saat melihat Reno sudah rapi dan kini duduk di sampingnya.


"Mas Reno? Aku kesiangan lagi ya, maaf ..."


"Ssst, kamu tidak kesiangan sayang, ini bahkan masih subuh, semalam saat kau sudah tidur, Ayah menelepon, katanya Ibu sakit, makanya pagi ini aku harus terbang ke Malaysia!" ucap Reno.


Novia langsung bangun dari posisinya dan kini duduk di sisi Reno.


"Ibu sakit? Sakit apa?" tanya Novia.


"Entahlah, kata Ayah darah tingginya kumat, sekarang sedang di rawat dirumah sakit, makanya aku ijin mau menjenguk Ibu, ingin mengajakmu tapi tidak tega melihat kandunganmu!" jawab Reno.


"Aku tidak apa-apa Mas, aku sangat ingin ikut, aku ingin menjenguk Ibu juga!" kata Novia.


"Jangan sayang, kan sudah ada aku yang pergi, mungkin aku akan bermalam satu hari di sana, setelah itu aku akan langsung pulang ke rumah, jaga calon bayi kita baik-baik!" tukas Reno.


"tapi... "


"Sudahlah sayang, waktuku tidak banyak, aku harus ke bandara sekarang, kamu jaga diri baik-baik ya!" ucap Reno yang kemudian mengecup kening Novia dengan lembut.


Setelah itu mereka pun keluar dari kamar, dan berjalan ke arah garasi, Reno kemudian langsung naik ke dalam mobilnya, Pak Supri sudah siap di depan kemudi, sementara Mbak Darmi nampak membukakan pintu gerbang rumah itu.


"Mas Reno hati-hati ya!" ucap Novia sambil mencium tangan suaminya itu.


"Iya sayang, maafkan aku ya, seharusnya hari ini kamu jadwal kontrol kehamilan, tapi dengan terpaksa aku tidak bisa menemanimu, nanti kamu minta ditemani Mbak Darmi saja ya!" kata Reno dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa Mas, yang penting cepat-cepatlah menjenguk ibu! Sampaikan salamku kepada ibu ya, juga Ayah!" sahut Novia.


Kemudian Reno menoleh ke arah Mbak Darmi yang berdiri menatap mereka.

__ADS_1


"Mbak Darmi, aku titip istriku, tolong jaga dia baik-baik, dan temani dia saat kontrol ke rumah sakit!" kata Reno.


"Iya Pak, jangan khawatir, ibu akan aman bersama saya!" jawab Mbak Darmi.


Reno tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, setelah itu dia segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukan mobilnya itu keluar dari rumahnya menuju ke bandara.


"Pak Reno itu baik sekali ya Bu, perhatian dan sayang banget sama ibu! beruntung deh Ibu jadi istrinya!" kata Mbak Darmi.


"Ah, Mbak Darmi bisa saja, ayo masuk Mbak, Aku mau langsung mandi!" ujar Novia yang kemudian langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya. Mbak Darmi pun mengikuti di belakangnya.


Novia berjalan kembali ke kamarnya, kemudian dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya, kini dia duduk bersandar di dipan tempat tidurnya itu, sambil mengelus perutnya yang kini terlihat sangat buncit.


Benar kata Mbak Darmi, Reno adalah sosok suami yang baik. Sejak Novia menikah dengan Reno, Reno tidak pernah mempermasalahkan tentang dirinya yang sudah tidak perawan lagi, bahkan bertanya pun Reno tidak pernah.


Perlakuan Reno begitu lembut, bahkan bicara keras pun dia tidak pernah. Reno begitu penyayang dan bertanggung jawab terhadap dirinya, hatinya begitu tulus.


Tiba-tiba bola mata Novia terasa panas, dan kini butiran-butiran bening mulai kembali menetes di pipinya.


Entah kenapa ada perasaannya bersalah yang muncul di atas diri Novia.


Meskipun luka itu bisa dia kubur dalam-dalam, dia buang jauh-jauh dari setiap ingatannya, namun sebuah kenyataan tidak akan pernah hilang, dan sampai saat ini Novia tidak tahu, apakah yang dikandungnya itu adalah anak David atau anak Reno, karena kejadian itu hanya berselang satu minggu saja sebelum pernikahannya.


Novia kemudian meraih ponselnya, dia mulai menelpon Tina sahabatnya.


"Halo, Novia? Ada apa nih!" tanya Tina dari seberang telepon.


"Tin, hari ini kamu libur kan, Bisa ketemu nggak sebentar?" tanya Novia balik.


"Oke, kebetulan Hari ini aku belum ada jadwal, jadi aku ada waktu senggang untuk mengobrol denganmu!" jawab Tina.


"Baguslah kalau begitu, nanti agak siang aku datang ke apartemen mu ya!" kata Novia.


"Eh, masa iya kamu lagi hamil besar gitu yang datang ke sini, sudah kamu di rumah saja, biar aku yang ke rumahmu nanti!" ujar Tina.

__ADS_1


"Nah, begitu dong, kamu yang main ke sini! Kamu kan belum tahu rumahku, nanti aku akan share lokasinya ya!" kata Novia.


"Oke bumil! Ditunggu deh sherlock-nya, nanti setelah aku sarapan dan beres-beres aku langsung meluncur ke sana!" sahut Tina yang kemudian langsung menutup panggilan teleponnya.


Novia menarik nafas lega, Setelah dia menelepon Tina sahabatnya, paling tidak hari ini dia bisa sedikit mencurahkan beban yang ada di dalam hatinya.


Novia kemudian langsung bangun dan menyambar handuknya, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi dan berpakaian, Novia kemudian keluar dari kamarnya, sinar mentari sudah nampak terang menimbul, Mbak Darmi terlihat Sedang membereskan pakaian yang hendak dicuci.


Novia kemudian duduk di sofa ruang keluarga, ingin kembali melanjutkan rajutannya yang sempat tertunda waktu itu.


Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu, ada sebuah kotak di atas meja yang terbungkus rapi.


"Mbak Darmi!" Panggil Novia.


Mbak Darmi nampak tergopoh-gopoh datang menghampiri majikannya itu.


"Ada apa Bu?" tanya Mbak Darmi.


"Itu kotak milik siapa Mbak? Seperti paket kiriman!" tanya Novia balik.


"Nah itu dia Bu, saya juga tidak tahu itu paket dari siapa, tiba-tiba saja ada yang melempar dari balik gerbang, pas saya lihat tidak ada orang!" jawab Mbak Darmi.


"Lho, kok aneh, sebenarnya milik siapa sih? Kenapa harus dilempar juga?" gumam Novia bingung.


"Tapi di kotak itu ditulis untuk Bu Novia! Ibu buka saja kotak itu, siapa tahu memang ada paket kiriman walaupun tidak ada nama pengirimnya!" usul Mbak Darmi.


Novia kemudian mulai membuka perlahan bungkusan kotak itu, di dalamnya ada beberapa dus susu hamil, juga ada beberapa perlengkapan bayi.


Novia mengerutkan keningnya, tidak mengerti siapa yang mengirimkan paket itu.


Kemudian Novia menemukan ada Sepucuk Surat di dalamnya, dan mata Novia membola tatkala dia membaca isi surat itu.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2