Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Mulai Kontraksi


__ADS_3

"Novia, maaf kalau aku dengan terpaksa menulis surat ini, karena kita tidak pernah lagi berkomunikasi dan aku tidak tahu apakah kita bisa berbicara langsung lagi atau tidak, Tapi aku sangat tahu apa yang ada di dalam hatimu, kamu pasti sangat takut kalau keluargamu mengetahui tentang keberadaanku, kamu tenang saja Novia, Aku tidak akan menyusahkanmu, kebetulan aku kerja online, kalau nanti kamu melahirkan dan Bunda mau datang, Aku tidak akan keluar rumah, aku janji demi ketenangan hatimu dan kenyamanan bayimu yang aku yakin itu adalah bayiku!" - David -


Novia meremas surat itu, meskipun surat itu dari David, tapi setidaknya Novia sedikit tenang karena David berjanji tidak akan menampakkan dirinya saat Bundanya nanti datang.


Novia sangat percaya, kalau David bisa memegang janjinya, Novia tau betul pada dasarnya David itu sangat baik, dan sangat memahami dirinya tanpa harus Dia berkata apa-apa.


Namun tetap saja, entah mau sampai kapan hal ini akan berlangsung, tapi yang penting Novia sudah bisa bernafas lega, karena dia tidak perlu khawatir lagi mengenai David saat Bunda Lasmi datang untuk menjenguk calon cucunya.


"Sayang!"


Tiba-tiba Reno memanggilnya dari tangga, Reno nampak sudah rapi berpakaian dan rambutnya terlihat basah karena habis mandi.


Novia yang terkejut, kemudian langsung memasukkan kertas surat yang diremasnya itu ke dalam saku bajunya.


"Mas Reno sudah selesai mandi? Mau makan sekarang Mas?" tanya Novia yang berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.


"Nanti saja makannya sayang, ngomong-ngomong Kenapa wajahmu kelihatan tegang begitu? Dan kamu keringetan seperti orang yang habis berlari-lari saja!" tanya Reno sambil memperhatikan wajah Novia dengan seksama.


Novia semakin gugup dan salah tingkah.


"Eh, tidak Mas, tadi kan memang aku lagi jalan-jalan di taman samping, ya sudah kalau begitu Mas Reno Duduk dulu, aku akan buatkan minuman hangat buat Mas Reno!" kata Novia yang langsung berdiri dan berjalan ke arah dapur, supaya Reno tidak lagi melihat ketegangan di wajahnya itu.


Reno yang kemudian duduk hanya bisa memandang Novia dengan tatapan heran, sikap istrinya kenapa jadi berbeda seperti ini, seolah ada sesuatu yang tersembunyi tapi entah apa itu.


Sesampainya di dapur, Novia langsung membuatkan minuman hangat untuk suaminya itu.


Karena gugup, Novia salah menaruh gula, karena yang dia taruh di minuman Reno itu adalah garam, karena pandangan matanya tidak fokus.


Untung saja Mbak Darmi melihat semua itu.

__ADS_1


"Bu, itu minuman buat Bapak kan? Kenapa Ibu masukin garam?" tanya Mbak Darmi bingung.


Novia kaget saat menyadari kesalahannya, kemudian dia langsung membuang minumannya itu ke wastafel, dan kembali membuatkannya lagi.


"Aduh, karena buru-buru aku sampai lupa! Aku pikir itu gula, tidak tahunya garam!" ujar Novia.


"Ibu kenapa Bu? Sepertinya Ibu kelihatan gelisah, kan Ibu juga bisa menyuruh saya membuat minuman ini, Kalau ibu lagi kurang fit!" tanya Mbak Darmi.


"Ah, sudah selesai! Hanya membuat teh hangat saja kok Mbak, aku tadi cuma lupa saja, maklum mungkin grogi sudah mau melahirkan!" ucap Novia yang kemudian langsung beranjak meninggalkan dapur, Kembali menuju ke ruang di mana suaminya tengah duduk menunggunya.


Reno kemudian langsung meminum, minuman yang disodorkan oleh Novia yang kemudian duduk di samping Reno.


"Sayang, ada investor besar di Singapura yang mengundang Aku untuk datang besok, kami akan membuat suatu kerjasama bisnis yang besar!" kata Reno sambil terus menyeruput minumannya itu hingga Habis tak tersisa.


"Jadi, besok Mas Reno akan ke Singapura?" tanya Novia.


"Iya sayang, tidak lama kok, hanya dua hari saja, nanti setelah urusan selesai, aku langsung pulang!" jawab Reno.


"Tadinya aku berpikir untuk membatalkan proyek ini, tapi ini adalah proyek yang bagus! Semuanya ini kan untuk masa depan kita, tidak apa-apa kan aku tinggal satu hari?" tanya Reno.


"Tidak apa-apa Mas, lagi pula kan besok lusa bunda sudah datang ke sini, jadi aku juga banyak teman di sini, Mas Reno jangan khawatir!" jawab Novia.


"Baiklah kalau begitu sayang, aku kan jadi tenang, besok subuh aku harus sudah berangkat ke sana!" ucap Reno sambil merangkul bahu istrinya itu.


****


Sejak subuh tadi Reno sudah terbang ke Singapura, sementara Novia di rumah ditemani oleh Mbak Darmi dan Pak Sukri.


Bunda Lasmi akan datang hari Sabtu dua hari lagi, Begitu juga dengan ayah dan ibunya Reno juga kemungkinan akan datang sekitar minggu depan.

__ADS_1


Seperti rutinitas pagi-pagi seperti biasanya, Novia berjalan-jalan mengelilingi taman rumahnya itu bolak-balik.


Tiba-tiba Novia merasakan sedikit kram di perutnya, lalu Novia duduk di bangku taman itu untuk beristirahat sejenak, siapa tahu saja kram di perutnya itu akan berangsur pulih.


Tapi entah mengapa, ada rasa aneh yang masih Novia rasakan, dia seperti mules walaupun menghilang Kemudian datang lagi.


Sepertinya Novia sudah mulai kontraksi, tapi Novia tidak berpikir kalau dia kontraksi, karena dia terus berpegang ucapan Dokter yang mengatakan kalau dia akan melahirkan di minggu depan.


Dari arah gerbang rumahnya, tiba-tiba masuklah Silvi, dengan senyum khasnya Silvi berjalan mendekati Novia yang masih duduk di bangku tamannya, dengan sedikit meringis karena menahan rasa sakit di perutnya.


"Mbak Novia, tadi pagi aku masak bubur, ini cobain Mbak, Siapa tahu suka!" kata Silvi yang langsung duduk di samping Novia dan menyodorkan rantang yang di bawa nya itu.


"Iya, terima kasih ya Sil!" ucap Novia.


"Mbak Novia, dengar-dengar minggu depan Mbak Novia sudah mau melahirkan ya, nanti pas Mbak Novia ke rumah sakit, Aku boleh ikut ya, aku kan juga ingin tahu bagaimana proses persalinan, ya Mana tahu aku cepat hamil mbak!" kata Silvi.


"Jangan repot-repot, nanti aku jadi merasa tidak enak kalau kamu repot-repot, soalnya kan masih ada Mas Reno, bundaku, juga Mertuaku yang akan datang!" ujar Novia.


"Tidak repot kok Mbak, Bang David sendiri yang menyuruhku untuk menemani Mbak Novia saat melahirkan, Katanya supaya aku belajar, tapi itu juga kalau mbak Novia mengizinkan lho!" ungkap Silvi.


Novia terdiam, apa maksud David menyuruh Silvi untuk menemaninya saat melahirkan nanti? Apakah David sangat ingin sekali memantau keadaan Novia, sehingga Dia menyuruh istrinya untuk menemani Novia.


Apakah David akan menepati janjinya, kalau dia tidak akan keluar selama Bundanya itu datang dari Semarang.


Pikiran-pikiran mulai kembali berkecamuk dalam diri Novia, hingga rasa sakit di perutnya kembali dia rasakan, hingga dia mulai meringis dan memegangnya perutnya itu.


"Mbak Novia kenapa? Aduh, mukanya pucat Mbak, juga keringetan, apa Mbak Novia mau melahirkan ya?" tanya Silvi bingung, saat melihat Novia yang nampak menahan sakit itu.


"Silvi, Tolong panggilkan Mbak Darmi!" pinta Novia.

__ADS_1


"Iya Mbak, Atau mau saya bantu untuk masuk ke dalam, Ayo saya bantu untuk masuk ke dalam saja Mbak!" kata Silvi yang kemudian langsung memapah Novia berjalan perlahan masuk ke dalam rumahnya.


Bersambung ....


__ADS_2