Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan
Pernikahan Tersembunyi


__ADS_3

Malam ini Reno nampak memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper, dia mengatakan pada Novia kalau dia ada pertemuan dengan Para investor di luar kota, Reno akan pergi selama 3 hari.


Novia membantu Reno membereskan pakaian dan beberapa perlengkapan untuk dibawa suaminya itu.


"Tumben Mas Reno meeting di luar kota dengan investor, biasanya kan Para investor itu yang datang ke kantor kalau ingin mengadakan pertemuan dengan mas Reno!"ujar Novia.


"Ya, sesekali tidak apa aku yang datang, lagi pula kan ini juga demi perusahaan bisa berkembang, Sayang kalau dilewatkan!" sahut Reno.


"Iya juga sih Mas, mudah-mudahan bisa cepat selesai dan Mas segera pulang kembali, pasti Vio akan terus menanyakanmu nanti!" kata Novia setelah selesai menyiapkan semua pakaian dan keperluan Reno.


Reno pun menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya, disusul oleh Novia, kini mereka saling berhadapan.


"Aku janji, pasti akan segera kembali, tunggu aku di rumah bersama dengan Vio ya sayang!" ucap Reno sambil membelai rambut Novia.


"Iya Mas, entah kenapa hatiku agak sedih, sepertinya Mas akan pergi jauh saja!" kata Novia.


"Sudah, jangan berpikiran macam-macam, pokoknya aku pergi tidak lebih dari 3 hari, sebelum berangkat besok, aku ingin malam ini menumpahkan seluruh hasratku!" bisik Reno sambil mulai maju dan memeluk Novia sambil mengecupi wajahnya.


Novia paham betul Apa maksud suaminya itu, dia hanya pasrah saja saat Reno menggerayangi tubuhnya, begitulah Reno kalau sudah ingin tidak akan ada yang bisa untuk membendungnya.


Hingga malam ini mereka bertempur sampai larut malam. Reno pun terkapar di tempat tidur dengan keringat dan nafas yang tersengal-sengal.


Pagi-pagi sekali Reno sudah berangkat, kali ini dia menggunakan jasa taksi online, tidak diantar Pak Sukri ataupun membawa mobil sendiri.


"Aku berangkat dulu ya sayang, jaga diri baik-baik, juga Vio, kalau butuh apapun bisa langsung telepon atau menulis pesan singkat!" pamit Reno.


"Iya Mas, tapi kenapa mas Reno tidak minta tolong Pak Sukri untuk mengantar? Lagi pula dia juga tidak ada kerjaan, daripada harus naik taksi online keluar kota, kan lumayan jauh!" tanya Novia.


"Tidak apa-apa, lagi pula biar Pak Sukri di sini, untuk mengantarkan kalian ke manapun yang kalian mau, termasuk untuk mengantar Vio ke sekolah, aku tidak apa-apa naik taksi online!" jawab Reno.

__ADS_1


Novia menganggukkan kepalanya, setelah itu dia mengantarkan suaminya sampai ke depan, saat taksi online yang di pesan Reno sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.


Karena hari masih subuh, Vio belum bangun dari tidurnya, tapi tadi malam Reno sudah pamit pada Vio.


"Hati-hati ya Mas!" Seru Novia sambil Melambaikan tangannya saat taksi online yang ditumpangi oleh Reno mulai bergerak meninggalkan rumahnya.


Entah mengapa, ada yang aneh yang dirasakan oleh Novia, kepergian Reno kali ini terasa begitu ganjil, bahkan selama ini Reno tidak pernah meeting dengan para investor di luar, kecuali memang ada jadwal khusus dari perusahaan.


Novia kemudian kembali masuk ke dalam rumahnya, Mbak Darmi nampak mulai sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


"Katanya Bapak mau pergi ke luar kota ya Bu, meeting sama orang?" tanya Mbak Darmi.


"Iya Mbak, cuma 3 hari saja kok!" jawab Novia.


"Aneh lho bu, selama ini kan Bapak jarang sekali pergi, kecuali menjenguk orang tua di Malaysia, atau ada acara-acara dari perusahaan, Kalau ketemuan sama orang sih sepertinya belum pernah!" ungkap Mbak Darmi.


"Ya namanya bisnis Mbak, siapa tahu juga dengan mereka bertemu di luar kota, bisnis juga akan semakin lancar!" sahut Novia.


Sementara itu Reno yang kini berada di dalam taksi online mulai merogoh ponselnya, sesungguhnya dia tidak benar-benar pergi meeting dengan investor di luar kota.


Reno terpaksa berbohong pada Novia, Karena pada hari ini dia akan pergi ke Sukabumi, di mana Tina sudah menunggunya, mereka akan melangsungkan pernikahan siri mereka.


Meskipun Reno tidak ingin menikahi Tina, bahkan tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya untuk menjadikan Tina istri, namun dia menyadari akibat dari perbuatannya dengan Tina, kini Tina tengah mengandung anaknya.


Sebagai seorang laki-laki sejati, Reno harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah diperbuatnya, meskipun dengan penuh rasa penyesalan.


Namun Reno menutupi semuanya ini dari Novia, dia tidak ingin Novia atau siapapun tahu mengenai hubungan gelapnya dengan Tina.


Selain reputasinya yang akan hancur, Reno juga tidak ingin kembali melukai hati Novia, wanita yang dengan sepenuh hati dicintainya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya Reno pun tiba di tempat tujuan, di mana Tina sudah menunggunya di sana.


Itu adalah kampung halaman Tina, di rumah itu sudah ada beberapa keluarga dan kerabat Tina, mereka akan melangsungkan pernikahan Siri.


Tina sudah mengenakan balutan kebaya sementara Reno langsung mengganti pakaiannya setelah dia sampai di tempat itu.


Dan pada hari itu juga, mereka pun melangsungkan pernikahan mereka, pernikahan yang hanya disaksikan oleh kerabat dan saudara dari pihak wanita.


Namun semua relasi, teman-teman Reno dan keluarga Reno tidak ada yang mengetahui mengenai pernikahan yang tersembunyi ini.


"Aku sudah memenuhi keinginanmu dan sudah menikahimu, sekarang aku mohon jangan pernah kau beritahukan masalah ini pada Novia juga pada orang-orang di kantor maupun keluargaku!" kata Reno.


"Tenang saja, semuanya bisa diatur, yang penting sekarang aku sudah menjadi istrimu juga, dan sebentar lagi kamu juga akan menjadi ayah dari anakku!" sahut Tina sambil mencubit dagu Reno.


Reno melengos ketika Tina mencubit dagunya, sesungguhnya dalam hati dia melakukan ini dengan sangat terpaksa, dia baru menyadari bahwa Tina amat berbahaya dan bisa mengancam kebahagiaannya.


"Tapi asal kau tahu Tina, aku memang pernah berhubungan dan melakukan kesalahan bersama denganmu, tapi aku tidak akan pernah bisa untuk mencintaimu!" ucap Reno.


"Aku tidak peduli, yang penting sekarang kamu sudah menjadi milikku, walaupun tidak seutuhnya, dan kamu harus bersikap adil padaku dan juga Novia!" sahut Tina.


Reno tidak lagi menjawab apa yang diucapkan oleh Tina, ada perasaan bersalah dan berdosa yang menggelayuti dirinya, betapa dia telah berbohong pada Novia istrinya dan juga pada semua orang dan menyembunyikan pernikahannya ini.


Setelah pernikahan selesai dilangsungkan, beberapa orang kerabat dan saudara Tina sudah pulang satu persatu, karena mereka tidak merayakan acara itu secara besar-besaran atas permintaan Reno.


Reno melepaskan jasnya di kamar pengantin yang sudah didekorasi sedemikian rupa, dekorasi yang terlihat indah itu namun tidak seindah hati Reno. Wajahnya terlihat mendung dan kurang tersenyum, meskipun dipaksakan.


Tina nampak keluar dari kamar mandi sudah berganti pakaian dan kini dia mengenakan pakaian yang terlihat seksi, dan menonjolkan beberapa bagian tubuhnya.


"Sekarang giliranmu mandi Sayang, aku akan menunggumu di tempat tidur, malam ini Nikmatilah surga bersama denganku!" ucap Tina dengan senyumnya yang menyeringai.

__ADS_1


Dengan langkah gontai, Reno akhirnya masuk ke dalam kamar mandi itu, untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti semua pakaiannya.


Bersambung ....


__ADS_2