Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Bertemu Lagi


__ADS_3

Ada apa denganku? Kenapa perutku terasa begitu mual? Kepalaku juga tiba-tiba pusing. Pasti aku kecapean gara-gara terlalu banyak bekerja. Duh … bagaimana ini? Hari ini aku ada pemotretan penting. Kalau tidak ikut pemotretan hari ini bisa gawat," gerutu Clara.


Saat Clara kembali ke kamarnya, ponselnya berdering ada panggilan telepon dari Roy, managernya. Lalu Clara pun segera saja menjawab telepon tersebut.


"Halo inces Clara, kau itu dari mana saja sih? Aku dari tadi meneleponmu, tetapi kau baru menjawabnya," Tanya Roy dari seberang telepon.


"Aduh Roy, tidak usah berisik kenapa sih. Aku lagi tidak enak badan," kata Clara.


"What's?? Tidak enak badan? Pokoknya kau harus segera minum obat. Apa kau tahu, Tuan Marvin baru saja mengabariku jika pemotretannya akan dipercepat menjadi jam 01.00 siang," kata Roy.


"Apa? Bukannya jam 03.00 sore?" Clara begitu syok mendengarnya.


"Sudahlah Clara. Apa kau mau menyia-nyiakan kesempatan ini? Sebaiknya sekarang kau minum obat agar lekas sembuh, lalu kau datang segera ke lokasi!" Perintah Roy.


"Tapi badanku benar-benar tidak enak Roy," kata Clara.


"Ingat ya Inces Clara, kalau kau melewati kesempatan ini , maka peluang kau untuk ke Paris akan terhambat. Apa kau mau kalau Lita artis baru itu yang akan menggantikanmu? Tentu tidak kan? Clara, kau itu artis go internasional masa iya kalah dengan artis baru," kata Roy.


Clara tampak memikirkannya, tentu saja dia tidak akan rela karena selama ini ia sudah bersusah payah untuk menjadi artis go internasional dengan merawat tubuhnya, menjaga makanannya, jadi tidak mungkin jika dia akan menyerahkannya begitu saja kepada artis pendatang baru. Akan tetapi tubuhnya benar-benar terasa begitu lelah saat ini.


"Ya sudah, kau tunggu saja. Sebentar lagi aku akan ke sana," kata Clara lalu menutup teleponnya.


Dengan sangat terpaksa dan berusaha sekuat tenaga Clara pun segera saja bersiap-siap. Meskipun saat itu tubuhnya begitu lelah, terasa sangat pusing dan mual, tetapi ia berusaha untuk menahannya.


*****


Saat ini, Cynthia sedang berbelanja kebutuhan bulanan. Memang ia lebih suka bila pergi berbelanja sendiri dibandingkan harus mengajak Asisten Rumah Tangganya, paling sesekali ia mengajak Nathan jika anaknya itu ada waktu di rumah.

__ADS_1


Setelah lelah berbelanja, Cynthia pun berniat mampir ke salah satu restauran untuk makan karena tadi pagi sebelum pergi ke pusat perbelanjaan, ia juga belum sempat untuk sarapan. Jadi meskipun Sekarang waktu masih menunjukkan pukul 10.00 pagi, tapi Cynthia sudah merasakan perutnya begitu lapar.


Cynthia masuk ke dalam sebuah restauran dan duduk sendirian di meja sudut. Seorang pelayan datang menghampirinya dan menyodorkan menu makanan.


"Mbak, saya mau pe-" ucapan Cynthia terhenti saat ia dan pelayan tersebut saling berpandangan.


"Loh Dinda," ucap Cynthia yang terlihat terkejut.


"Tante Cynthia," ucap Dinda pula.


"Ya ampun, jadi kamu kerja di sini? Tante tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi," kata Cyntia.


"Iya Tante, Dinda kerja di sini. Aku juga tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi," ucap Dinda pula.


"Dunia itu memang sempit ya Din, Tante baru saja kemarin memikirkan kamu. Tante ingin sekali bertemu dengan kamu lagi tapi tidak tahu bagaimana caranya. Tante lupa meminta kontak kamu ataupun Jeny. Eh tidak tahunya Tante bisa bertemu kamu lagi di sini. Jujur ya Din, Tante sebenarnya jarang sekali makan siang di luar seperti ini sendirian. Tetapi entah kenapa setelah Tante siap belanja tadi, itu tuh di swalayan seberang sana, seperti ada sesuatu yang menarik Tante supaya Tante harus mampir ke sini. Ternyata memang sudah takdirnya Tante buat bertemu dengan kamu lagi," kata Cynthia dengan begitu bersemangat.


"Tante serius seperti itu?" Tanya Dinda tidak percaya. Dalam hatinya ia merasa sangat senang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Cynthia itu.


"Iya Tante, memangnya kenapa Tante mau bertemu lagi dengan Dinda?" Tanya Dinda.


"Ya Tante tidak tahu juga kenapa, tapi yang pasti Tante senang kalau lagi ngobrol sama kamu, dekat sama kamu. Mungkin karena Tante tidak pernah dekat dengan wanita muda seperti kamu sebelumnya. Tante tidak memilki anak perempuan, terus anak laki-laki Tante satu-satunya juga sudah menikah, tetapi istrinya sama sekali tidak pernah melihat Tante, tidak pernah perduli dengan Tante, selalu sibuk dengan pekerjaannya," ucap Cynthia yang terlihat begitu kecewa.


"Maaf Tante, aku tidak bermaksud buat Tante sedih," ucap Dinda.


"Tidak Dinda, kamu tidak perlu minta maaf. Ini bukan kesalahan kamu. Memang Tante yang sangat ingin menceritakan tentang ini sama kamu. Karena selama ini Tante hanya memendamnya sendirian," kata Cynthia.


"Makasih ya Tante karena Tante sudah percaya cerita sama aku. Padahal kita baru saja kenal," ucap Dinda.

__ADS_1


"Dinda, kamu bisa duduk dulu tidak? Tidak enak karena kita ngobrol dan kamu dalam keadaan berdiri seperti itu," kata Cynthia.


"Ya sudah Tante, Dinda akan duduk sebentar temenin Tante tapi setelah aku ambil orderan Tante dulu ya," kata Dinda.


"Ya sudah kalau begitu, Tante pesan ini ya," ucap Cynthia lalu ia pun memesan makanan dan minuman.


Dinda segera saja meninggalkan Cynthia untuk memesankan pesanannya tersebut. Dinda juga tampak sibuk melayani pelanggan lain sambil menunggu pesanan Cynthia itu selesai.


Bersaman dengan itu, terlihat Nathan baru saja tiba di restauran tersebut. Ia yang melihat mamanya itu ada di restauran yang sama segera menghampirinya.


"Mama? Mama kok bisa ada di sini sendrian?" Tanya Nathan.


"Nathan? Ya bisalah, ini kan tempat umum. Mama kan memang selalu sendiri, Papa kamu sibuk dan kamu juga sibuk. Punya menantu juga tidak pernah tuh menyempatkan waktu untuk bertemu atau menemani ibu mertuanya," kata Cynthia dengan mode ngambek.


"Maaf deh Ma. Mama kan tahu kalau Nathan memang lagi banyak kerjaan, Papa juga. Terus Nathan juga kan tidak tinggal di rumah Ma, bagaimana coba Nathan mau temenin Mama. Lagipula bukannya Mama punya pembantu ya, kenapa tidak diajak aja pembantu untuk belanja," kata Nathan.


"Mama tidak mau, Mama lebih suka belanja sendirian atau ditemenin keluarga. Mama juga kasihan sama Bibi, Bibi itu sudah punya pekerjaan di rumah," kata Cynthia.


"Ya, ya, jadi Mama ke sini mau makan?" Tanya Nathan.


"Iyalah Nathan, jadi kamu pikir Mama mau ngapain," jawab Cynthia ketus.


"Sudah dong Ma jangan ngambek-ngambek gitu, sekarang aku temani Mama makan ya," kata Nathan yang langsung saja duduk di kursi seberang Mamanya itu.


"Permisi Tante, ini makanan Tante sudah siap," ucap Dinda.


Nathan yang sangat tidak asing mendengar suara pelayan wanita itu pun langsung saja menoleh ke arah pelayan tersebut.

__ADS_1


"Dinda," gumam Nathan.


...……… Bersambung ………...


__ADS_2