Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Perhatian.


__ADS_3

Ciara masuk ke dalam kamar mandi, ia membuka baju dan membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower. Air matanya mengalir tetapi tersamarkan karena derasnya air yang menerpa wajahnya, ia terus menyesali apa yang telah terjadi pada dirinya. Meskipun ia melakukannya dengan kekasihnya sendiri, tetap saja membuat Ciara tak pernah menyangka jika ia akan menyerahkan kesuciannya kepada seorang pria sebelum menikah.


"Ciara, meskipun Mama jauh tapi ingat ya kamu harus selalu menjaga diri kamu Sayang. Mama tidak bisa menjagamu dari dekat, tapi mama tahu kalau kamu pasti bisa menjaga diri kamu sendiri. Ingat di saat kamu berpacaran kamu tidak boleh melakukan hal di luar batas kewajaran. Mama sayang sama Ciara, Mama ingin terus menjaga Ciara, tapi Mama tahu kamu sudah dewasa dan pasti kamu tidak mau 'kan diatur-atur sama Mama terus. Jadi Mama hanya menyampaikan pesan, jaga diri kamu baik-baik ya Sayang."


Tiba-tiba saja Ciara teringat akan pesan ibunya yang saat ini berada di luar negeri, membuat Ciara semakin menangis sejadi-jadinya


"Maafkan aku Ma, aku tidak bisa menjaga kepercayaan Mama. Aku sudah kotor Ma. Meskipun aku tidak sengaja melakukan hal ini, tapi aku tidak bisa menjaga diriku sendiri. Maafkan Ciara Ma, rasanya saat ini aku ingin bercerita sama Mama supaya hatiku lebih tenang. Tapi ini tidak mungkin, pasti Mama akan sangat marah dan kecewa sama aku," gumam Ciara.


Di saat itu Ciara juga teringat akan Kenzie yang memintanya untuk tenang dan berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Lagi pula dalam hal ini bukan hanya ia saja tetapi pasti Kenzie sendiri juga merasa sangat takut, sehingga Ciara memutuskan untuk menghadapinya bersama-sama dengan kekasihnya itu.


"Apakah benar Kenzie akan tanggung jawab atas perbuatannya? Aku yakin pasti Kenzie akan tanggung jawab karena dia adalah pria yang bisa menepati janjinya. Ya Kenzie adalah Dokter yang tidak pernah mengingkari janji, dengan kisah percintaan juga pasti akan seperti itu," gumam Ciara sembari menenangkan hatinya.


Ciara terus menggosok tubuhnya yang terasa sangat kotor diiringi tangisannya hingga satu jam lamanya, ia merasa jika dengan mandi saja rasanya tidak bisa untuk membersihkan dirinya. Hingga kini perasaannya lebih tenang, barulah ia keluar dari kamar mandi.


_____


Siang harinya setelah kondisinya sedikit lebih baik, apalagi setelah mendapatkan telepon dari rumah sakit jika ia akan menangani sebuah kasus dan lagi-lagi bersama dengan Kenzo, pada akhirnya Ciara pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Ia tidak boleh meratapi dirinya terus seperti saat ini, mungkin dengan bekerja bisa melupakan kesedihan itu. Apalagi Kenzie juga sudah berjanji tidak akan mungkin meninggalkannya dengan apa yang sudah mereka lakukan.


Ciara sendiri juga sangat mencintai Kenzie, sehingga ia akan berusaha untuk bersikap biasa saja supaya pria itu merasa bahwa ia sudah baik-baik saja dan tidak terlalu memikirkannya. Karena jika Kenzie tidak fokus dalam pekerjaannya, sudah pasti akan berakibat sangat fatal terhadap pasien.


*****


Sementara itu, Kenzie yang berada di rumah sakit tampak sibuk melakukan tindakan operasi kepada pasien. Bahkan setelah ini Kenzie juga harus menangani pasien lain sesuai dengan jadwal.


Sedangkan kembarannya juga sudah berada di ruang jenazah untuk menyelidiki kasus mayat yang saat ini sudah diotopsi bersama dengan Salsa, sambil menunggu kedatangan Ciara yang sudah berada di perjalanan menuju ke rumah sakit.


"Dokter Salsa, apa kamu tahu kenapa dokter Ciara hari ini tidak datang pagi ke rumah sakit?" Tanya Kenzo.


"Tadi sih aku tanya sama Dokter kenzie katanya Dokter Ciara kurang enak badan, maka dari itu tadi malam dia menghilang begitu saja, ternyata dia sudah pulang ke rumah. Oh iya kamu sendiri tadi malam kemana?" Jawab Salsa dan bertanya balik.


Kenzo tampak terdiam sejenak, di dalam hatinya merasa sedikit lega ternyata Kenzie sama sekali tidak tahu jika Ciara tadi malam berada di rumah, bahkan bersama dengannya.


"Oh seperti itu. Tadi malam saya hanya pergi saja mencari udara segar," jawab Kenzo.


"Sersan, apa Sersan itu benar-benar menyukai Dokter Ciara?" Tanya Salsa yang merasa penasaran.


"Kamu ini bicara apa sih. Sudahlah jangan membahas soal lain, sekarang kita bahas saja soal pekerjaan," kata Kenzo.


"Oke," jawab Salsa diiringi anggukan kepalanya.


_____


Tok … tok … tok …

__ADS_1


Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan terlihat Ciara yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Baik Salsa dan Kenzo sama-sama menatap ke arah wanita tersebut, dan lagi-lagi terbesit rasa bersalah dalam hati Kenzo terhadap Ciara dengan apa yang telah ia lakukan tadi malam.


"Ciara, kamu sudah datang? Bagaimana keadaan kamu sekarang, kamu baik-baik saja 'kan? Kata Dokter Kenzie kamu tidak enak badan," ucap Salsa yang merasa sangat khawatir dan langsung menghampiri sahabatnya itu, lalu merangkul tangannya dan membawanya mendekati Kenzo.


"Ciara, apa kamu sudah baik-baik saja?" Tanya Kenzo.


"Aku baik-baik saja kok Sa, Sersan, Aku hanya merasa sedikit pusing, tapi sekarang sudah tidak apa-apa," jawab Ciara.


"Kamu yakin? Kamu benar sudah baik-baik saja 'kan Ra?" Kalau kamu masih sakit seharusnya kamu jangan datang dulu ke rumah sakit, aku dan Dokter Salsa bisa kok menangani masalah ini berdua dulu," ucap Kenzo yang tak bisa untuk menyembunyikan rasa khawatirnya dan bersikap perhatian terhadap Ciara.


"Tidak apa-apa Sersan Kenzo, aku sudah baik-baik saja sekarang. Kalau tidak mana mungkin aku ada di sini," ucap Ciara dengan sangat yakin.


"Ya sudah kalau memang seperti itu, tapi kalau ada apa-apa, kalau kamu masih merasa tidak enak badan lagi, lebih baik kamu kasih tahu aku ya," kata Kenzo dan Ciara hanya menanggapinya dengan anggukan kepala saja.


Lalu mereka bertiga pun mulai membahas dan menyelidiki jenazah atas kasus yang sedang diselidiki secara bersama-sama.


"Kalau begitu aku akan menyelidikinya sebentar ke lab. Aku tinggal sebentar ya Dok, Sersan," ucap Salsa.


"Iya Dok, silahkan!" ucap Kenzo, sedangkan Ciara lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya saja.


Salsa pun segera pergi meninggalkan keduanya dengan senyuman di sudut bibirnya, entah apa maksudnya hanya dia sendiri lah yang tahu.


*****


Tok … tok … tok …


Kenzie mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruang tersebut, menghampiri mereka bertiga.


"Kenzie, kamu sudah selesai operasinya? Tanya Ciara.


"Iya baru saja selesai. Maaf ya aku baru melihat pesan dari kamu. Bagaimana keadaan kamu sekarang, apa kamu sudah baik-baik saja?" Tanya Kenzie.


"Iya Ken, aku sudah baik-baik saja kok. Maka dari itu aku sekarang ada di sini," tanya Ciara tersenyum.


Kenzie membalas senyuman tersebut. "Syukurlah kalau emang seperti itu. Kamu benar-benar sudah membuatku khawatir, tadi ma-"


"Dokter Ciara, Dokter Salsa, sepertinya hari ini sudah cukup. Saya akan mencocokkan dulu dengan data di kantor dan kemungkinan besok adalah hari terakhir kita menyelidiki kasus ini," ucap Kenzo tiba-tiba, sehingga membuat ucapan Kenzie pun terhenti.


"Oh iya, baik Sersan Kenzo," jawab Salsa.


"Ya, baiklah," jawab Ciara pula.


Di saat itu Ciara memegangi kepalanya karena tiba-tiba saja ia merasa kepalanya pusing serta pandangannya yang berkunang-kunang.

__ADS_1


"Cia, kamu kenapa?" Tanya Kenzie yang menangkap tubuh Ciara saat terhuyung.


"Kepalaku pusing, mungkin ini karena dari pagi aku belum ada makan apa-apa," kata Ciara.


"Ya ampun Ara, kenapa kamu sampai tidak makan sama sekali. Seharusnya sebelum ke rumah sakit tadi kamu harus makan dulu," ucap Kenzo yang membuat Salsa dan Kenzie terkejut karena Kenzo terlihat begitu perhatian terhadap Ciara, terutama dengan panggilannya itu yang tak biasa.


Akan tetapi Kenzie tak terlalu ambil pusing karena Kenzo adalah saudara kembarnya dan ia tidak perlu merasa cemburu terhadap saudaranya sendiri. Bisa juga Kenzo merasa khawatir hanya tidak mau Ciara kenapa-napa, karena saat ini mereka sedang terlibat kerja sama.


Kenzo sendiri menyadari jika ucapannya tadi pasti sudah membuat Kenzie dan Salsa merasa curiga terhadapnya, sehingga ia pun harus berusaha sebisa mungkin menahan sikap dan ucapannya itu.


"Benar apa kata Kenzo Ci, seharusnya tadi kamu makan dulu baru ke rumah sakit." Kenzie menimpali.


"Tadi sudah tidak sempat lagi, aku buru-buru ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar kerja sama ini. Tapi sekarang aku mau makan di kantin, kamu bisa menemani aku 'kan?" Tanya Ciara.


"Maaf Cia bukan aku tidak mau menemani kamu, tapi setengah jam lagi aku ada jadwal operasi pasien lain. Kamu tahu sendiri 'kan itu artinya aku harus bersiap-siap dari sekarang," ucap Kenzie. "Oh ya Dokter Salsa apa kamu bisa menemani Ciara?" Tanyanya.


"Maaf Dokter Kenzie, tapi aku juga sedang ada pekerjaan lain dan sekarang aku permisi dulu ya Dokter Kenzie, Sersan Kenzo dan Dokter Ciara," ucap Salsa dan segera berlalu.


"Kenzo apakah sebelum kembali ke kantor kamu bisa menemani Ciara makan dulu? Aku benar-benar merasa sangat khawatir terhadap Ciara tapi aku tidak bisa menemaninya," ucap Kenzie penuh harap.


Kenzo tersentak, tetapi ia juga tidak mungkin menolak permintaan Kenzie apalagi dengan rasa khawatirnya terhadap Ciara.


"Iya aku bisa, tapi apa Dokter Ciara sendiri tidak masalah kalau aku yang menemaninya?" Kata Kenzo.


"Sama sekali tidak masalah, tapi kalau memang kamu memang sedang terburu-buru aku bisa sendiri kok," imbuh Ciara.


"Jangan Ciara, aku takut nanti malah terjadi sesuatu. Kenzo, aku benar-benar membutuhkan bantuanmu. Tolong jaga Ciara, aku harus ke ruang operasi sekarang," ucap Kenzie.


"Ya Ken kamu tenang saja, lebih baik urus saja pekerjaanmu dulu," ucap Kenzo.


"Terima kasih Kenzo. Maaf ya Cia, nanti setelah operasi selesai aku akan langsung mencarimu," ucap Kenzie lalu ia pun segera saja menuju ke ruang operasi.


Sedangkan Kenzo dan Ciara pergi menuju ke kantin.


_____


"Uhuk … uhuk … ."


Ciara yang di saat itu sedang makan tiba-tiba saja tersedak, sehingga dengan reflek Kenzo langsung memberikan minuman kepada Ciara serta menepuk pelan punggungnya.


"Ciara, kamu baik-baik saja 'kan? Pelan-pelan ya makannya," ucap Kenzo yang membuat Ciara benar-benar sangat terkejut Karena Kenzo begitu perhatian padanya, bahkan jauh lebih perhatian dibandingkan Kenzie.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2