
Kenzie mengucap di dalam hatinya, sedangkan Kenzo merasa kebingungan melihat Kenzie yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Ken, kamu jangan salah paham. Aku bertanya itu nggak ada maksud apa-apa kok, aku hanya takut nanti ada yang cemburu karena akhir-akhir ini aku selalu bekerja sama dengan Dokter Ciara, siapa tahu Dokter Ciara memiliki kekasih di rumah sakit terus nanti kekasihnya malah salah paham melihat kedekatan kami," terang Kenzo sebelum saudara kembarnya itu berpikir terlalu jauh.
"Ya ampun Sersan Kenzo, kalau masalah pekerjaan meskipun pacarnya Dokter Ciara melihatnya aku rasa itu sama sekali tidak akan menjadi masalah. 'Kan memang sudah menjadi tuntutan pekerjaan. Lagi pula memangnya apa yang kalian lakukan selama bekerja? Pegang-pegangan tangan? Peluk-pelukkan? Nggak 'kan?" Ujar Kenzie.
"Ya kamu bener juga, ya sudah kalau begitu terima kasih jawabannya. Jangan main game sampai larut malam kamu, sudah jadi dokter juga masih saja menerapkan kebiasaan buruk seperti bocil," kata Kenzo sembari menepuk kepala saudara kembarnya itu.
"Syirik aja kamu, makanya belajar main game biar nggak suntuk. Kerja ya kerja, hiburan juga penting kali," kata Kenzie tak terima.
"Lebih baik aku mengerjakan hal penting yang lainnya, lagi pula tidak ada waktu untuk bermain game sepertimu," imbuh Kenzo yang langsung saja keluar dari kamar adik yang lahir berbeda 5 menit saja dengannya.
"Huft … syukurlah. Aku pikir Kenzo menyukai Ciara, ternyata hanya karena masalah itu," gumam Kenzie yang merasa sangat lega.
Seperti yang dirasakan oleh Kenzie, Kenzo sendiri juga merasa sangat lega mendengar jawaban saudara kembarnya itu.
Baik Kenzo maupun Kenzie, keduanya sama-sama memiliki sifat yang pemalu jika sudah membahas soal percintaan. Mereka pasti akan lebih memilih memendamnya daripada harus bercerita satu sama lain atau mengungkapkan. Bisa dikatakan pengalaman percintaan si kembar juga tidak pernah mulus sejak dulu.
*****
Saat baru saja keluar dari ruang operasi, Kenzie terperanjat karena merasa terkejut melihat kemunculan Salsa yang tiba-tiba saja ada di hadapannya.
"Ya ampun Dokter Kenzie, kamu seperti melihat hantu saja sampai terkejut seperti itu," imbuh Salsa.
"Maaf Dokter Salsa bukan seperti itu, tapi kamu benar-benar mengejutkanku. Kamu 'kan tahu sendiri bagaimana rasanya keluar dari ruang operasi yang penuh dengan ketegangan dan tiba-tiba saja kamu muncul, bagaimana saya tidak terkejut," kata Kenzie.
"Maaf Dok, aku juga sama sekali nggak bermaksud membuat Dokter terkejut. Oh ya Bisa nggak sih Dokter itu nggak usah berbicara kaku seperti itu saat berbicara denganku? Ya kita ini 'kan sudah cukup lama menjadi partner di rumah sakit ini," kata Kenzie.
"Oh iya, maaf saya hanya sudah terbiasa saja berbicara seperti ini dengan pasien atau Dokter lainnya," kata Kenzie.
"Oh ya, tapi yang aku lihat tidak seperti itu jika Dokter Kenzie sedang berbicara dengan Dokter Ciara," ujar Salsa.
"Maaf ada apa ya Dokter Salsa tiba-tiba muncul di sini, apa kamu mencari saya?" Tanya Kenzie yang mengarahkan ke arah pembicaraan lain.
"Iya, aku memang sedang mencari Dokter dan kebetulan sekali saat aku sampai di sini Dokter keluar dari ruang operasi," jawab Salsa.
"Ada apa?" Kenzie mengulangi pertanyaannya.
"Kalau Dokter ada waktu, ada yang ingin aku bicarakan sebentar," kata Salsa yang terlihat sangat serius.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu katakan saja Dokter," ucap Kenzie.
"Jangan di sini dong Dok, bagaimana kalau kita sambil jalan saja. Dokter Kenzie mau ke mana?" Tanya Salsa.
"Saya mau ke ruang ganti. Ya sudah kita sekalian jalan ke sana saja," kata Kenzie.
Lalu keduanya pun melangkahkan kaki secara berdampingan.
"Dokter, sebenarnya aku hanya ingin bertanya soal saudara kembar Dokter Kenzie yaitu Sersan Kenzo. Apakah dia sudah punya pacar?" Tanya Salsa yang membuat Kenzie tersentak.
"Ada apa ini? Tadi malam Kenzo yang bertanya Ciara sudah punya pacar atau belum, sekarang malah Dokter Salsa yang bertanya soal Kenzo. Apa mereka? Tidak, tidak, mikir apa sih aku ini, lebih baik aku dengarkan saja dulu apa alasan Dokter Salsa bertanya seperti itu," batin Kenzie. "Memangnya kenapa Dok?" Tanyanya.
"Kalau Dokter tidak keberatan apa aku boleh meminta kontaknya? Jadi begini Dok, aku 'kan bekerja sama dengan Sersan Kenzo, tapi aku tidak punya kontaknya sama sekali," ucap Salsa yang sedikit malu-malu.
"Kenapa tidak minta langsung saja dengan orangnya, bukankah kalian terlibat kerjasama?" Tanya Kenzie.
"Nah itu dia, aku lupa dan hari ini ada laporan penting yang ingin aku sampaikan padanya,".kata Salsa beralasan.
"Oh … seperti itu, ya sudah ini," ucap Kenzo sembari memberikan kontak WhatsApp Kenzo kepada Salsa karena alasan pekerjaan.
"Terima kasih ya Dok," ucap Salsa.
"Ya sama-sama," jawab Kenzie. "Ciara … !" Panggilnya saat melihat dokter cantik itu dari kejauhan.
"Dokter Salsa, jika tidak ada keperluan lagi saya tinggal ke sana dulu ya," ucap Kenzo yang langsung saja pergi meninggalkan Salsa.
"Hm … kalau tidak bisa mendapatkan Dokter Kenzie, aku pasti bisa mendapatkan kembarannya," batin Salsa seraya tersenyum tipis.
"Sudah selesai operasinya?" Tanya Ciara saat Ken sudah berada di dekatnya.
"Iya, sudah nih. Oh ya nanti malam jadi 'kan ke rumahku, aku mau mengenalkanmu dengan orang tuaku," kata Kenzie.
"Tapi Ken, sepertinya aku belum siap," jawab Ciara.
"Ciara, aku sudah memikirkan hal ini matang-matang. Nanti malam aku akan menjemputmu, kita akan menemui kedua orang tuaku dan aku juga sudah meminta Kenzo untuk pulang cepat hari ini. Kamu mau 'kan?" Kata Kenzie.
"Ya sudah deh kalau memang seperti itu. Aku hanya malu saja Ken," imbuh Ciara.
"Kamu tidak perlu malu Ra, pasti orang tuaku senang karena setelah sekian lama kini aku membawa seorang wanita pulang ke rumah," kata Kenzie.
__ADS_1
"Ya sudah aku tunggu ya nanti malam. Sekarang aku masih ada pekerjaan, aku tinggal dulu ya," kata Ciara.
"Iya Ra, hati-hati ya dan selamat bekerja," ucap Kenzie, lalu keduanya saling melemparkan senyuman.
*****
Malam harinya sesuai kesepakatan Kenzie pun sudah menjemput Ciara di kediamannya dan saat ini mereka sedang berada di dalam perjalanan. Di sepanjang perjalanan itu pula entah kenapa Ciara merasa sangat gugup, apakah mungkin karena ini merupakan pengalaman pertamanya akan dikenalkan kepada orang tua seorang pria?
"Duh … Ciara, kenapa juga sih kamu harus gugup seperti ini. Kamu dan Kenzie 'kan hanya sahabatan, masa iya harus gugup setengah mati seperti mau bertemu dengan calon mertua," batin Ciara.
"Ciara, kamu kenapa kelihatan tegang seperti itu? Kamu tenang saja Ra, orang tuaku nggak akan memakanmu kok. Apalagi Kenzo, kamu 'kan juga sudah mengenal Kenzo," kata Kenzie.
"Iya aku tahu, memangnya keluargamu keluarga kanibal apa? Tapi Ken sebenarnya kamu mengajak aku bertemu dengan orang tuamu ada apa sih?" Tanya Ciara.
"Nanti kamu juga akan tahu," imbuh Kenzie tersenyum.
_____
Tidak lama kemudian mereka pun telah tiba di kediaman Collin dan langsung saja Kenzie membawa Ciara menuju ke ruang keluarga, tempat di mana ayah, ibu dan kakaknya berada.
"Kenzie, kamu sudah pulang. Kamu bawa siapa?" Tanya Dinda yang melihat Kenzie dan Ciara terlebih dulu.
Sehingga Nathan dan Kenzo pun ikut menatap ke arah mereka dan tentu saja Kenzo merasa terkejut melihat kehadiran Ciara yang ada di hadapannya saat ini.
"Kenalkan Ma, Pi ini Ciara yang ingin aku kenalkan dengan kalian," ucap Kenzie.
Lalu segera saja Ciara memperkenalkan dirinya dengan menyalami kedua orang tua si kembar itu dengan malu-malu.
"Dokter Ciara? Jadi kamu meminta kami ngumpul di sini karena mau mengenalkan Dokter Ciara Ken, tapi ada apa?" Tanya Kenzo.
"Tunggu sebentar dong Kenzo, kami duduk dulu ya," sahut Kenzie.
"Oh iya, silahkan duduk Dokter Ciara," ucap Kenzo.
"Kenzie, sudah lama kamu tidak pernah membawa wanita pulang ke rumah dan kali ini kamu membawa Dokter Ciara tanpa mengabari kami dulu, ini ada apa?" Tanya Nathan di saat Kenzie dan Ciara sudah duduk di hadapan mereka.
"Maaf, aku sengaja tidak memberitahu kalian karena mau memberi kalian kejutan. Aku juga mau bilang kalau aku dan Dokter Ciara ini sudah lama dekat, sejak pertama kali kami bertemu di rumah sakit tempat kami bekerja. Jujur sebenarnya aku sudah jatuh cinta dengan Ciara sejak pandangan pertama, hanya saja selama ini aku memendamnya. Kalian juga tahu 'kan kalau aku selalu tertutup soal percintaan, apalagi aku juga pernah mempunyai trauma yang buruk di masa lalu. Tapi kali ini aku yakin bahwa cintaku untuk Ciara benar-benar tulus dan aku ingin memperjelas hubungan kami karena selama ini kami hanya bersahabat, saat ini aku ingin menjalin hubungan dengan Ciara," ucap Kenzie.
Mendengar hal tersebut tentunya membuat kedua orang tua Kenzie merasa sangat terkejut, terutama Kenzo dan Ciara yang tak bisa mempercayai akan hal itu.
__ADS_1
Bersambung …