Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Kembalilah Padaku


__ADS_3

Padatnya jalanan kota Jakarta membuat Dinda saat ini sangat kesulitan untuk memberhentikan angkutan kota, terlebih lagi angkot yang ingin ia berhentikan juga semuanya telah dipenuhi banyaknya orang di dalam sana.


"Duh … gimana nih, aku bisa telat kalau seperti ini terus. Mau naik ojek sepertinya uang aku sudah nggak cukup. Aku harus berhemat karena gajian masih lama," gumam Dinda.


Saat itu, tiba-tiba berhenti sebuah mobil sport mewah di depan matanya yang ternyata adalah Gery. Gery pun mendongakkan kepalanya keluar dari jendela mobil untuk berbicara dengan Dinda.


"Din, ayo masuk. Aku akan mengantarmu ke restauran," tawar Gery.


"Tidak perlu, terimakasih. Aku naik angkot saja," tolak Dinda.


"Kamu mau nunggu angkot sampai kapan Din? kamu bisa terlambat, memang kamu mau dimarahin sama manager kamu itu," Gery menakuti Dinda.


Dinda tampak berpikir, memang benar saat ini waktunya sudah sangat dekat dengan jam masuk kerja. Jika masih menunggu angkot yang entah kapan itu sudah pasti ia akan terlambat dan akan dimarahi oleh managernya, atau bahkan bisa dipecat karena ia sudah mendapatkan surat peringatan sebanyak dua kali.


Akhirnya dengan sangat terpaksa Dinda pun menyetujui ajakan Gery. ia langsung saja masuk ke dalam mobil dan Gery segera melajukan mobilnya menuju ke restauran.


Tidak ada perbincangan di dalam mobil, Dinda hanya diam saja sambil melihat pemandangan diluar dari balik jendela mobil. Sedangkan Gery fokus menyetir sambil sesekali menatap wanita cantik yang ada di sampingnya itu.


"Dinda!" Panggil Gery memecah kesunyian.


"Hem," Dinda menjawab singkat tanpa melihat.


"Aku ingin berbicara serius padamu Din," kata Gery.


"Apalagi yang mau kamu bicarakan padaku Gery, aku rasa di antara kita sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," kata Dinda ketus yang menatap Gery sekilas lalu memutar bola matanya malas.


"Din aku mohon, dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan ini," pinta Gery sembari menatap Dinda.


"Gery awas!" Teriak Dinda.


Chit …


Gery mengerem mobilnya secara mendadak karena hampir saja menabrak seorang pengendara motor.

__ADS_1


"Gery hampir saja. Lebih baik kamu fokus saja menyetir dulu, jangan melihat ke arahku," kata Dinda.


"Aku hanya ingin berbicara padamu Din, please kasih aku kesempatan supaya aku lebih fokus nyetirnya," rayu Gery.


"Ya sudah, lebih baik kita berbicara di depan restauran saja nanti jika kita sudah sampai. Yang penting kita harus sampai dulu ke restauran," kata Dinda.


Dengan sangat senang, Gery segera saja melajukan mobilnya hingga tanpa sadar mereka telah tiba di restauran tersebut.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan? Jangan terlalu lama, aku takut Managerku akan marah," tanya Dinda.


"Oke Din hanya sebentar saja. Din, aku mohon kembalilah Padaku Din. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu," ucap Gery.


"Apa aku tidak salah dengar? Kamu memintaku untuk kembali setelah apa yang sudah terjadi. Sepertinya kamu sangat suka melihat aku dimarahi oleh kedua orang tuamu," hardik Dinda.


"Din, aku yakin kalau kamu masih sangat mencintaiku. Kita bisa berjuang bersama-sama Din, aku janji akan memperjuangkanmu, aku sudah tidak peduli lagi dengan ancaman orang tuaku. Karena menurutku yang terpenting saat ini adalah kamu, aku rela kehilangan semuanya dan memulai lagi bersamamu dari awal. Asal ada kamu yang selalu menemaniku, ada di sisiku, aku yakin aku akan bisa," Gery berusaha untuk meyakinkan Dinda. Tapi sayangnya Dinda sama sekali tak tertarik dengan ucapan Gery.


"Din tolong jawab aku, kenapa kamu diam saja?" Tanya Gery yang sangat berharap jika Dinda akan menerimanya kembali.


"Sudahlah Gery, aku benar-benar sudah tidak mau membahas soal ini, aku sudah muak. Satu hal lagi yang ingin aku sampaikan padamu, aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadapmu. Jadi jangan pernah memintaku untuk kembali lagi," ucap Dinda dengan sangat serius. Lalu ia pun segera saja keluar dari mobil Gery dan masuk ke dalam restauran.


"Lihat saja Dinda, sekarang kau boleh menolakku. Tapi lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti, kau pasti akan menyesal dan memohon memintaku untuk kembali," gumam Gery dengan tatapan tajam.


*****


"Tante, ada apa Tante datang menemui ku?" Tanya Dinda.


"Dinda, maaf kalau Tante mengganggu kamu. Ada sesuatu yang mau Tante bicarakan tapi tidak di sini, apa kamu bisa?" kata Cynthia.


"Ya sudah Tante tunggu ya, kebetulan aku juga sudah mau selesai kerjaannya. Jadi kita bisa bicara," jawab Dinda.


"Iya Dinda, Tante tunggu di luar ya," kata Cynthia.


"Iya Tante," jawab Dinda lalu ia pun segera saja menyelesaikan pekerjaan terakhirnya, setelah itu ia bersiap-siap untuk pulang dan menemui Cynthia yang saat ini menunggunya di parkiran mobil.

__ADS_1


Dinda dan Cynthia segera saja pergi menuju ke suatu tempat yang dituju oleh Cynthia itu.


Cynthia memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah mewah bak istana bagi Dinda, tentu saja Dinda merasa kebingungan karena ia sama sekali tidak mengetahui rumah siapa ini dan kenapa Cynthia membawanya ke sini.


"Ayo Dinda kita masuk," ajak Cynthia.


"Tapi Ini rumah siapa Tante? Kenapa Tante membawaku ke sini?" Tanya Dinda.


"Lebih baik sekarang kamu masuk saja ya, di dalam nanti kamu akan tahu. Dan ini rumah Tante Dinda," ucap Cynthia.


Dinda semakin dibuat bingung, apa sebenarnya yang hendak Cynthia katakan sampai harus mengajaknya datang ke rumah. Tetapi untuk saat ini Dinda hanya diam saja dengan mengikuti cynthia masuk ke dalam rumahnya. Ia yakin rasa penasarannya itu pasti akan segera berakhir karena Cynthia akan memberitahu ada yang hendak dibicarakannya.


"Dinda kamu tunggu sebentar ya, Tante mau ke belakang," ucap Cynthia.


Dinda mengangguk menyetujui untuk menunggu Cynthia di ruang tamu rumah besar berlantai 5 itu.


Tidak lama kemudian, Cynthia pun kembali dengan membawakan dua gelas minuman untuk mereka.


"Silahkan diminum dulu Dinda," pinta Cynthia.


"Terimakasih Tante," ucap Dinda. "Tante mau bicara apa sama aku?"Tanyanya. Rasa penasarannya itu sudah sangat menggebu-gebu.


"Sebentar ya masih ada seseorang yang sedang Tante tunggu," kata Cynthia.


"Seseorang?" Gumam Dinda.


"Iya, seseorang yang akan datang ke sini," jawab Cynthia yang melihat wajah bingung Dinda.


Bersamaan dengan itu, terdengar suara mobil yang baru saja tiba di depan rumah Cynthia, orang yang berada di dalam mobil tersebut pun langsung saja masuk ke dalam rumah.


"Nah itu orangnya sudah datang, kita tunggu dulu ya orangnya masuk," kata Cynthia.


Beberapa saat kemudian, seseorang itu masuk ke dalam rumah, Dinda begitu sangat terkejut melihat siapa sosok pria yang dilihatnya. Sama halnya dengan pria itu, ia juga begitu syok melihat Dinda yang saat ini berada di hadapannya.

__ADS_1


...……… Bersambung ………...


__ADS_2