Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Mengungkap Rahasia


__ADS_3

Cynthia menatap Santi dan Nathan secara bergantian dengan ekspresi kebingungan seolah meminta penjelasan.


"Jadi begini Nyonya, karena kesalahpahaman ini menyebabkan saya membuat kesalahan besar terhadap anak saya sendiri. Saya menyesal, seharusnya saya tidak melakukan hal bodoh ini, tetapi semuanya sudah terjadi dan Naya sendiri sudah ikhlas serta mengambil hikmahnya dari apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Saya-" Santi tak mampu untuk melanjutkan ucapannya, kini malah tampak matanya yang berkaca-kaca, terlihat jika ia sedang menahan perih di dadanya.


"Ada apa Santi, ada apa Nathan? Ini sebenarnya ada apa? Tolong jelaskan! Saya benar-benar bingung," pinta Cynthia.


"Ma, sebenarnya ini karena masalah rumah tangga aku dan Clara," ucap Nathan.


"Clara? Ini apa lagi sih? kenapa harus terlibat juga dengan Clara?" Tanya Cynthia yang semakin tidak mengerti.


"Nyonya, ini tidak sepenuhnya salah Tuan Nathan, tetapi karena kesalahan saya sendiri. Saya yang tidak punya hati dan dengan tega mengorbankan anak saya sendiri, karena saya sangat mencintai suami saya, saya tidak mau suami saya masuk penjara," ucap Santi yang mulai terdengar isak tangisnya, tetapi ia sudah bertekad akan membongkar rahasia besar ini meskipun Dinda melarangnya.


"Santi, kamu atur nafas dulu. Ada apa Santi? coba ceritakan yang jelas kepada saya," pinta Cynthia.

__ADS_1


"Mama, biar Nathan yang menjelaskan semuanya ya," kata Nathan dan Santi pun mengangguk menyetujuinya.


Nathan menceritakan semuanya yang terjadi kepada Cynthia tentang masalah rumah tangganya dengan Clara yang pada awalnya istrinya itu tidak ingin memiliki anak, sehingga Nathan memanfaatkan keadaan di saat Doni mengkorupsi uang perusahaan ayahnya. Santi yang meminta Dinda untuk menjual rahimnya, hingga mereka menjalin hubungan karena keduanya merasa nyaman. Tetapi akhirnya Dinda pergi setelah mengetahui Clara hamil.


"Astaga, jadi seperti itu ceritanya. Ternyata saya tidak salah waktu itu berpikiran bahwa Nathan dan Dinda mempunyai hubungan. Pantas saja Dinda bilang apa yang saya lakukan adalah hal yang benar, dia sadar kalau dia hanyalah orang lain sehingga memilih untuk pergi. Jadi ternyata semuanya karena ini," kata Cynthia.


"Maafkan aku Ma, tapi aku juga terpaksa waktu itu, aku benar-benar tidak mempunyai cara lain. Mama sangat menginginkan seseorang cucu sedangkan Clara sama sekali tidak ingin memiliki anak, ini juga idenya agar aku tidur dengan wanita lain dan membeli rahimnya. Tetapi tiba-tiba Clara ngotot meminta kami untuk berhubungan, alasannya karena Dinda belum juga hamil setelah satu bulan kami melakukannya. Kami sempat melakukannya lagi hingga akhirnya Dinda pergi meninggalkanku setelah Mama menyidang kami saat itu. Akhirnya aku berhubungan dengan Clara untuk pertama kalinya. Maaf ya Ma kami selama ini bersikap seperti orang lain di apartemen meskipun tinggal satu atap Ma. Kami benar-benar baru pertama kali melakukannya setelah 3 tahun menikah dan Clara langsung hamil Ma," jelas Nathan.


"Jadi bagaimana nasib Dinda? Bagaimana nasibnya setelah dia memberikan tubuhnya kepada Nathan? Saya yang tidak tahu apa-apa malah memintanya untuk pergi dari kehidupan Nathan. Bagaimana kondisi Dinda Santi?" Tanya Cynthia.


"Seperti yang nyonya lihat, Dinda baik-baik saja. Bahkan berkat kegigihannya dia bisa membangun toko kue ini. Meskipun pada awal kehidupannya terasa sangat berat, terlebih lagi di saat Dinda melahirkan Nadine sendirian tanpa seorang suami. Di awal kehamilannya Dinda masih bisa menutupi perutnya dengan baju longgar, hingga saat kehamilan Dinda sudah terlihat membuncit, kami pun memutuskan menyembunyikan Dinda di dalam rumah dengan mengatakan kepada orang-orang jika Dinda sedang bekerja keluar kota. Kami sudah pernah meminta Dinda untuk menggugurkan kandungannya, tapi dia tidak mau dan tetap kekeh mempertahankan anaknya. Sehingga di saat mendekati hari kelahiran Nadine, diam-diam pada malam hari kami pergi dengan mobil yang disewa oleh ayah Dinda untuk pergi ke Jakarta. Sungguh semua itu butuh perjuangan, tapi saya salut dengannya karena Dinda dapat menghadapi semuanya dengan semangat. Terlebih lagi setelah hadirnya Nadine, buah cintanya dengan Tuan Nathan," jelas Santi.


"Apa? Jadi benar Nadine itu anak aku? Bukankah waktu itu Dinda bilang dia sudah menikah? Aku tidak sengaja bertemu Dinda di Bandung dan dia bilang kalau saat itu sedang hamil anak suaminya," ucap Nathan.

__ADS_1


"Dinda sama sekali tidak pernah menikah Tuan. Dia masih mencintai Tuan Nathan, buktinya sampai saat ini dia masih betah sendirian. Tapi Dinda sadar dan tahu betul jika kalian tidak akan bisa bersama, baginya dengan kehadiran Nadine di dalam hidupnya sudah membuatnya begitu bahagia," ucap Santi.


"Pantas saja aku merasa begitu dekat dengan Nadine, aku sudah merasa mengenalnya lama. Jadi ternyata Nadine benar-benar anak aku. Tapi kenapa waktu itu Dinda tidak mengakuinya? Aku benar-benar merasa bersalah dengan Dinda, dulu aku berjanji akan bertanggung jawab kepadanya Ma, Bi," ucap Nathan dengan matanya yang berkaca-kaca, ia sangat terkejut mengetahui bahwa Dinda selama ini telah menanggung derita sendirian, hamil, melahirkan bahkan membesarkan Nadine tanpanya.


Begitu juga dengan Cynthia, begitu sulit untuknya mempercayai ini semua. Cynthia tidak tahu harus senang atau sedih, ia senang karena ternyata Nadine adalah cucunya, tetapi anak dari hubungan terlarang antara Nathan dan Dinda. Benar-benar kondisi yang sangat membingungkan baginya.


"Jika memang seperti itu keadaannya, berarti ini semua juga salah saya. Saya yang waktu itu menuntut Nathan dan Clara untuk segera memiliki anak karena saya sangat ingin memiliki cucu tanpa tahu situasi rumah tangga mereka. Saya juga yang meminta Dinda untuk pergi jauh dari kehidupan anak saya demi keutuhan rumah tangga anak dan menantu saya," ucap Cynthia.


"Ma, ini bukan salah Mama. Aku yang salah karena tidak pernah jujur kepada Mama kalau aku dan Clara tidak pernah saling mencintai Ma. Mama bisa lihat kan sikap Clara saat ini, bagaimana aku bisa mencintainya Ma, tapi aku benar-benar mencintai Dinda Ma. Hanya Dinda yang mampu mengobati luka aku di masa lalu," ungkap Nathan.


"Sudahlah semua sudah terjadi. Sebenarnya Dinda sangat melarang saya untuk menceritakan masalah ini kepada kalian. Tapi saya benar-benar sudah tidak kuat lagi melihat penderitaan Dinda selama ini. Meskipun saat ini dia sudah bahagia, tetapi dia sama sekali tidak mau menikah, dia tidak mau mencarikan ayah untuk Nadine meskipun umurnya sudah mau menginjak 31 tahun. Jika ditanya oleh orang-orang dimana ayah Nadine, Dinda selalu menjawab jika ayahnya sudah tiada. Saya tau Dinda sangat terpaksa mengatakan hal itu, terutama kepada Nadine, Dinda selalu menangis menahan sakit di hatinya. Banyak juga pria yang datang untuk melamar Dinda, tetapi sama sekali tak ada yang dia terima. Bahkan saat di Bandung dulu Dinda mempunyai teman dekat pria satu-satunya yang mengetahui kondisinya, pria itu melamarnya dan mau bertanggung jawab, tetapi tetap saja ditolak mentah-mentah. Dinda seperti trauma untuk membuka hatinya lagi kepada pria, saya benar-benar bingung," ucap Santi dengan air matanya yang terus saja mengalir.


...……… Bersambung ………...

__ADS_1


__ADS_2