Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Menyatakan Perasaan.


__ADS_3

Kenzo berdecak kesal, ia merasa jika semua orang benar-benar membuatnya merasa emosi, bahkan sahabatnya sendiri pun seperti tidak mendukung apa yang dilakukannya saat ini. Tetapi Kenzo membuang rasa kesalnya itu jauh-jauh karena ada hal yang lebih penting, ia harus menyelesaikan laporan setelah hasil akhir dari rumah sakit baru saja dikirim oleh Salsa lewat email-nya.


Akan tetapi di saat itu tiba-tiba saka Kenzo mengingat jika ucapan sahabatnya tadi memang ada benarnya, bagaimanapun juga Dinda lah orang yang selama ini selalu mendukungnya dan saat ini pasti ibunya itu sangat mengkhawatirkan keadaannya karena tidak menghubunginya secara langsung. Sehingga pada akhirnya Kenzo pun mengaktifkan ponselnya kembali dan langsung saja menghubungi ibunya tersebut.


"Halo Kenzo, kamu dari mana saja. Kenapa kamu baru menghubungi Mama? Dari tadi Mama hubungi nomor kamu juga tidak aktif, kamu baik-baik saja 'kan?" Terdengar suara Dinda dari seberang telepon yang begitu sangat khawatir.


"Iya Ma, Mama tenang ya, aku baik-baik saja. Maaf ponselku lowbat tadi Ma, baru saja aku charge dan ini aku sedang ada pekerjaan. Dokter Salsa baru saja mengirim hasil akhir dari rumah sakit dan sekarang aku sedang menyelesaikan laporannya untuk diberikan langsung kepada Komandan. Aku minta Mama jangan mengkhawatirkanku ya," ucap Kenzo.


"Iya Sayang, syukurlah kalau seperti itu. Oh iya di sini ada istri kamu, tadi Ciara pingsan. Tapi untunglah kata Dokter Andini istri dan calon anak kamu baik-baik saja, hanya saja Ciara tidak boleh terlalu stres karena akan sangat berpengaruh buruk untuk kondisi janin dan ibunya. Kenzie yang tadi sudah menolong Ciara dan membawanya ke ruang Dokter Kandungan," terang Dinda.


"Oh iya Ma. Syukurlah kalau memang Ciara baik-baik saja. Kalau begitu aku mau lanjut kerja lagi ya Ma, Mama tidak perlu mengkhawatirkanku," ucap Kenzo.


Kenzo mengepal erat kedua tangannya menahan emosi, mendengar nama Kenzie apalagi jika saudara kembarnya itu sudah menolong Ciara itu artinya keduanya baru saja bertemu, .embuat Kenzo benar-benar tak menyangka jika dalam kondisi seperti ini Ciara masih sempat untuk berdua dengan Kenzie. Kenzo berpikir sudah pasti kekhawatiran Ciara terhadapnya hanyalah sandiwara saja, tetapi ia juga tak mau menampakkannya di depan sang ibu, hanya saja ia terlihat cuek kepada istrinya tersebut.


"Sebentar Kenzo, apa kamu tidak mau bicara dulu dengan Ciara?" Tanya Dinda.


"Sepertinya tidak perlu Ma, dia juga sudah mendengar kabarku dari Mama dan Dokter Salsa 'kan, jadi aku rasa aku tidak perlu mengabarinya lagi," kata Kenzo.


"Iya Mama tahu, tapi apa salahnya kalau kamu bicara sebentar. Dari tadi Ciara juga sangat mengkhawatirkan keadaan kamu Kenzo," kata Dinda.


"Halo Kenzo, bagaimana kondisimu sekarang? Apa kamu masih marah sama aku?"


Baru saja Kenzo hendak menolaknya, di saat itu sudah terdengar suara Ciara dari seberang telepon.


"Kamu pikirkan saja sendiri Ciara, bagaimana kondisiku sekarang setelah apa yang kamu lakukan dengan berulang kali menyakiti hatiku," ucap Kenzo dan mengakhiri telepon begitu saja.


******


"Ada apa Ciara?" Tanya Dinda yang melihat Ciara tampak lesu.


"Kenzo langsung memutuskan panggilan teleponnya Ma, sepertinya Kenzo benar-benar sangat marah dan tidak mau bicara sama aku," jawab Ciara yang terlihat sedih.


"Kamu yang sabar ya Sayang. Nanti kalau Kenzo sudah pulang ke rumah, kamu bicara ya dengan suami kamu itu baik-baik," ucap Dinda.


"Tapi kalau Kenzo tidak pulang ke rumah gimana Ma?" Ujar Ciara.


"Nanti Mama yang akan menyuruh Kenzo pulang ke rumah. Kamu percaya sama Mama, semarah apapun Kenzo pasti di saat kemarahannya nanti sudah mereda dia akan pulang ke rumah. Lagi pula dia sudah punya istri dan istrinya sedang hamil, dia tidak akan mungkin tega meninggalkanmu di rumah sendirian Sayang," ucap Dinda yang menenangkan menantunya tersebut.


"Terima kasih ya Ma, ya mudah-mudahan saja nanti Kenzo pulang," ucap Ciara penuh harap.

__ADS_1


"Iya sama-sama Sayang. Bagaimana keadaan kamu sekarang? Kalau memang keadaan kamu sudah tidak memungkinkan untuk bekerja, lebih baik sekarang kamu pulang saja ya, biar Mama yang antar kamu pulang. Sebelum pulang kita makan dulu, ini sudah lewat waktunya makan sian. Mama juga lapar," kata Dinda.


"Ya sudah Ma kalau begitu, aku mau izin dulu ya," ucap Ciara menyetujui, ia juga sudah tidak memiliki pekerjaan karena pekerjaannya tadi sudah dikerjakan oleh Salsa.


Dinda menganggukkan kepalanya, lalu keduanya pun keluar dari ruangan tersebut dan Ciara langsung saja meminta izin agar ia diperbolehkan pulang cepat kepada pihak yang bersangkutan. Sedangkan Dinda tampak menunggu menantunya tersebut.


Di saat itu pun Kenzie yang kebetulan hendak ke kantin bersama Salsa melihat ibunya tersebut dan menghampirinya.


"Mama, Mama sedang apa di sini?" Tanya Kenzie.


"Oh itu, Mama sedang menunggu Ciara izin pulang cepat. Kondisi Ciara 'kan lagi kurang sehat, dia juga tidak bisa bekerja, jadi lebih baik beristirahat saja di rumah dan Mama yang akan mengantar Ciara pulang," terang Dinda.


"Itu memang lebih baik Tante, daripada dipaksa kerja nanti Ciara malah kenapa-napa di sini. Memang lebih baik Ciara istirahat di rumah sambil menunggu Kenzo pulang," kata Salsa.


"Iya kamu benar Sa, maka itu Tante ajak Ciara pulang. Untung saja dia mau," ucap Dinda.


"Ya sudah Mama hati-hati ya Ma, aku dan Salsa mau ke kantin dulu makan siang. Mama sudah makan?" Tanya Kenzie.


"Belum, nanti saja Mama makan dengan Ciara. Ya sudah kalian berdua makan yang banyak ya," ucap Dinda.


Kenzie dan Salsa menyalami serta mencium punggung telapak tangan Dinda, lalu keduanya melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke kantin. Sedangkan Dinda dan Ciara bergegas meninggalkan rumah sakit saat Ciara sudah mendapatkan izin untuk pulang.


_____


"Sama-sama Sayang, tapi Mama langsung pulang saja ya. Mama sudah pesan taksi online dan mungkin sebentar lagi akan sampai, Papi juga sudah meminta Mama untuk pulang. Kamu istirahat saja ya di rumah, jangan kemana-mana. Mama yakin kok nanti Kenzo pasti akan pulang," ucap Dinda.


"Iya Ma, terimakasih banyak ya Ma," ucap Ciara.


"Iya Sayang sama-sama. Nanti kalau ada apa-apa jangan lupa menghubungi Mama ya, jangan sungkan-sungkan," kata Dinda.


"Iya Ma, sekali lagi terima kasih banyak karena Mama sudah begitu baik dan peduli sama aku meskipun aku sudah menyakiti hati Kenzo. Mama hati-hati di jalan, kirim salam untuk Papi," ucap Ciara.


"Jangan berbicara seperti itu Sayang. Mama sangat mengerti bagaimana perasaanmu dan juga perasaan Kenzo, Mama juga sama sekali tidak berhak untuk ikut campur masalah rumah tangga kalian. Tapi Mama mohon nanti selesaikan ya masalah kalian dengan kepala dingin, kalau Kenzo marah Mama harap kamu bisa bersabar menghadapinya," ucap Dinda dan ditanggapi anggukan kepala oleh Ciara.


Di saat itu pun taksi online yang dipesan Dinda sudah tiba di kediaman Ciara, karena tadi dari rumah sakit mereka menggunakan mobil Ciara dan Dinda menolak saat Ciara hendak mengantarnya pulang ke rumah. Ya itu karena memang Dinda yang berniat untuk mengantar menantunya itu pulang, bahkan Dinda yang menyetir mobil karena kondisi Ciara tidak memungkinkan.


*****


"Dokter Kenzie, apa hari ini kamu lembur lagi?" Tanya Salsa yang bertemu Kenzie masih tampak mondar-mandir di rumah sakit, sementara ia sudah selesai bekerja dan hendak pulang.

__ADS_1


"Tidak, sebentar lagi juga aku akan pulang. Ada apa Dok?" Tanya Kenzie.


"Hm … kalau Dokter tidak keberatan, aku mau ajak kamu makan sore sebelum pulang ke rumah. Gimana?" Tanya Salsa.


Kenzie yang selama ini selalu saja bersikap jutek dan juga selalu menolak permintaan Salsa, padahal di saat ia bercerita wanita itu selalu saja menjadi pendengar yang baik, bahkan selalu berusaha untuk menenangkan hatinya di saat rapuh karena Ciara. Satu hal lagi Salsa juga tidak pernah menolak di saat ia hanya memanfaatkannya untuk memanas-manasi Ciara serta tidak pernah merasa sakit hati atas sikap cueknya itu, pada akhirnya pun membuat ia merasa sangat kasihan jika terus saja menolak permintaan wanita itu.


"Ya sudah kalau begitu. Kamu tunggu saja di luar, aku mau ganti baju dulu," jawab Kenzie menyetujui.


"Dokter Kenzie kamu serius, kamu mau?" Tanya Salsa yang tak mempercayainya.


"Iya aku serius," jawab Kenzie yang langsung saja pergi meninggalkan Salsa.


"Oke, kalau begitu aku tunggu ya," ucap Salsa yang merasa sangat senang.


"Yes, akhirnya Dokter Kenzie mau menerima ajakanku juga setelah sekian purnama. Lagi kesambet apa ya dia? Ah bodo amat lah, yang penting rencanaku untuk mendekati Kenzie akan berhasil. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini," ucapnya kegirangan seraya melangkahkan kaki menuju ke parkiran mobil.


_____


Saat ini Kenzie dan Salsa sudah berada di salah satu restoran dan juga baru saja memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan.


"Ken, aku boleh tanya nggak?" Ucap Salsa sambil menunggu pesanan mereka tiba.


"Ya silahkan, tanya aja," ucap Kenzie.


"Maaf kalau aku lancang, tapi aku benar-benar ingin tahu. Apa sampai sekarang kamu masih mencintai Ciara, apa kamu belum bisa melupakannya? Padahal 'kan Ciara itu sudah menjadi Kakak ipar kamu, dia adalah istri saudara kembar kamu sendiri Ken," kata Salsa yang membuat Kenzie pun langsung saja menatap tajam ke arahnya.


Melihat tatapan itu membuat Salsa bergidik dan tahu sudah membuat pria di depannya itu marah, tetapi ia sudah terlanjur bertanya jadi harus mendapatkan jawabannya.


"Ken, aku benar-benar minta maaf. Tapi aku bertanya seperti ini karena ada alasannya," ucap Salsa.


"Apapun alasannya kamu sama sekali tidak berhak menanyakan masalah pribadiku, apalagi soal Ciara. Apa kamu pikir melupakan seseorang itu bisa semudah membalikkan telapak tangan hah! Meskipun aku sangat membenci mereka berdua, aku sangat membenci perilaku mereka karena sudah mengkhianatiku, bahkan mereka menikah tanpa memikirkan perasaanku sama sekali, tapi kamu tidak berhak tahu bagaimana perasaanku saat ini terhadap Ciara. Kamu juga bukan siapa-siapa aku," tukas Kenzie dengan emosi.


"Aku tahu Kenzie, aku tahu itu. Tapi sudah aku bilang kalau aku bertanya karena ada alasannya, ini semua juga menyangkut perasaanku. Aku sangat berharap kamu bisa move on dari Ciara Kenzie," ucap Salsa.


"Untuk apa? Memang apa sangkut pautnya denganmu?" Tanya Kenzie.


"Apa kamu tidak menyadarinya juga Kenzie, aku sudah lama mencintai kamu," ucap Salsa yang membuat Kenzie benar-benar merasa sangat terkejut mendengar Salsa menyatakan perasaan untuknya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2