
Meskipun di mulut ia mengatakan sangat membenci Ciara, tetapi dari perlakuannya saat ini tidak bisa bohong bahwa Kenzie masih begitu peduli terhadap wanita itu, bahkan ia juga masih mencintainya. Saat melihat Ciara dalam kondisi seperti ini, Kenzie pun langsung saja membopong tubuhnya dan membawanya ke ruang Dokter Kandungan karena ia juga tahu jika Ciara dalam kondisi hamil.
"Dokter Kenzie, ada apa dengan Dokter Ciara?" Tanya Andini.
"Saya tidak tahu Dok, tiba-tiba saja Dokter Ciara pingsan," kata Kenzie yang terlihat sangat khawatir.
"Ya sudah kalau begitu saya akan memeriksanya langsung," ucap Andini.
"Terima kasih Dokter," ucap Kenzie.
Setelah membaringkan Ciara di atas brankar, Kenzie pun keluar dari ruangan tersebut. Ia sadar bahwa ia bukanlah siapa-siapa Ciara dan tidak berhak berada di dalam sana.
Di saat itu Kenzie juga mengingat ucapan Ciara tadi yang mengatakan kondisi Kenzo cukup memprihatinkan. Sebenarnya ia juga merasa khawatir dengan kondisi saudaranya itu, tetapi gengsinya terlalu besar sehingga tidak bisa mengakui akan hal tersebut. Apalagi setelah tadi malam ia merenung di kamar Kenzo, mengingat kenangan masa lalu mereka, membuatnya pun sangat ingin meminta maaf kepada saudara kembarnya. Akan tetapi lagi-lagi rasa gengsinya menghalangi segalanya.
Setelah memikirkannya, pada akhirnya Kenzie memutuskan untuk melawan rasa gengsi itu dengan menghubungi Farid, sahabat Kenzo untuk menanyakan keberadaan saudaranya.
"Halo Sersan Farid, ini saya Kenzie saudara kembarnya Sersan Kenzo," ucap Kenzie.
"Oh iya Dokter Kenzie, ada apa? Apa Dokter memerlukan bantuan saya?" Tanya Farid dari seberang telepon.
"Begini Sersan, saya mau tanya apakah Kenzo hari ini ada datang ke kantor atau dia sedang ada tugas di luar?" Tanya Kenzie.
"Kebetulan dari tadi saya belum melihat Sersan Kenzo ke kantor dan dia juga tidak menghubungi saya sama sekali. Sebenarnya komandan juga mencarinya karena tugasnya belum selesai, malah saya pikir Sersan Kenzo langsung pergi ke rumah sakit. Dari tadi dihubungi juga tidak aktif nomor ponselnya," kata Farid.
"Kenzo belum ke sini, justru saya ingin menanyakan keberadaannya karena belum melihat keberadaan Kenzo. Tadi istrinya mencari karena katanya pagi-pagi Kenzo sudah tidak ada di rumah dan sekarang istrinya pingsan, saat ini berada di dalam ruang Dokter Kandungan. Nanti kalau memang Kenzo datang ke kantor, tolong kabarkan saja padanya Sersan," ucap Kenzie.
"Saya ikut prihatin dengan kondisi istri Sersan Kenzo, baiklah nanti akan saya sampaikan kalau saya melihat Sersan Kenzo. Mudah-mudahan saja beliau ke kantor hari ini," ucap Farid.
"Terima kasih banyak Sersan," ucap Kenzie dan mengakhiri telepon tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Lebih baik aku hubungi Mama saja supaya Mama bisa menemani Ciara di sini," gumam Kenzie yang langsung saja menghubungi ibunya tersebut, karena ia juga sudah tidak punya pilihan lain lagi dan merasa kasihan dengan kondisi Ciara.
_____
"Dokter Andini, saya kenapa Dok?" Tanya Ciara yang di saat itu pun sudah sadar saat Dokter Andini sedang memeriksanya.
"Dokter Ciara, syukurlah Anda sudah sadar. Tadi Dokter Ciara pingsan dan Dokter Kenzie yang sudah membawa Anda ke sini," jawab Andini.
__ADS_1
"Dokter Kenzie?" Tanya Ciara.
"Iya Dokter, Dokter Kenzie yang tadi menggendong Anda ke sini dalam keadaan panik karena katanya tiba-tiba saja Dokter Ciara pingsan," terang Andini.
Ciara pun mengingat kejadian tadi saat ia masih berbicara dengan Kenzie di koridor rumah sakit dan tiba-tiba saja ia merasa kepalanya pusing.
"Di mana Dokter Kenzie sekarang Dok, apa saya boleh bertemu dengannya? Saya mau bertanya di mana keberadaan Kenzo," kata Ciara.
"Oh iya, mungkin Dokter Kenzie masih berada di luar. Sebentar ya akan saya panggilkan," ucap Andini, lalu ia pun keluar dari ruangannya tetapi tidak menemukan keberadaan Kenzie di sana.
'Maaf dokter Ciara, ternyata Dokter Kenzie sudah tidak ada. Mungkin beliau sudah bertugas," ucap Andini yang kembali menghampiri Ciara.
"Kalau begitu biar saya saja yang mencarinya, apa saya sudah boleh pergi Dokter?" Tanya Ciara.
"Sabar Dokter, Anda masih lemah. Lebih baik Dokter Ciara beristirahat saja dulu," ujar Andini.
"Tidak bisa Dok, saya harus bertemu dengan Dokter Kenzie saat ini juga. Hanya dia yang bisa membantu saya untuk mencari tahu di mana keberadaan Kenzo sekarang," imbuh Ciara.
Meskipun tak mengerti dengan ucapan Ciara, tetapi pada akhirnya Andini pun memberikan izin.
Beberapa menit kemudian …
"Dokter Ciara, Anda harus banyak beristirahat. Jangan sampai stres karena banyak pikiran, harus makan yang banyak dan bergizi seperti yang saya katakan kemarin malam. Kalau tidak ini akan membahayakan kondisi janin berikut juga dengan kondisi Anda sendiri Dok. Saya pernah bilang kalau perkembangan bayi Anda baik, tapi kalau kondisi Ibu tidak baik itu pasti akan berpengaruh pada janinnya juga. Jadi saya mohon Dokter Ciara jangan terlalu stres ya," ucap Andini yang menjelaskan penyebab Ciara tadi tiba-tiba pingsan.
"Baik Dokter, terima kasih banyak ya. Saya akan berusaha untuk mengikuti semua saran-saran Dokter," ucap Ciara.
"Ya sudah kalau begitu Dokter boleh keluar mencari Dokter Kenzie tapi hati-hati ya," ucap Andini yang membantu Ciara turun dari brankar.
"Terima kasih banyak Dokter Andini," ucap Ciara, lalu ia pun keluar dari ruangan tersebut dengan kondisinya yang masih sangat lemah, sehingga jalannya masih tampak sempoyongan.
"Salsa … !" Panggil Ciara.
Untungnya di saat itu Ciara melihat Salsa yang kebetulan lewat, sehingga ia pun berniat meminta bantuan sahabatnya itu untuk mengantarnya mencari keberadaan Kenzie.
"Apa yang terjadi dengan kamu Ciara, kenapa kamu bisa ada di sini? Pantas dari tadi aku mencari kamu tapi tidak ketemu, aku pikir kamu belum datang.
Ciara pun menceritakan kepada Salsa tentang kondisinya dan Kenzo yang tidak ada di rumah, ia juga menanyakan keberadaan Kenzie saat ini kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku juga belum melihat dokter Kenzie. Pantas kamu terlihat lemah seperti ini, nanti setelah ketemu Kenzie kamu tidak usah bekerja ya. Hari ini semua pekerjaan kamu biar aku saja yang menangani, kamu tenang saja pasti semua akan baik-baik saja," ucap Salsa.
"Apa Kenzo tidak ke rumah sakit? Bukankah penyelidikan kita sama Kenzo belum selesai?" Tanya Ciara.
"Aku tidak tahu ke mana Sersan Kenzo, aku sudah menghubunginya tapi nomornya tidak aktif. Aku baru saja mau menanyakan padamu ternyata Kenzo tidak ada di rumah dari pagi," kata Salsa.
"Iya dan ini aku mau tanya sama Kenzie, tadi dia mau memberi nomor sahabatnya Kenzo tapi belum sempat tiba-tiba saja aku pingsan," ucap Ciara.
_____
Karena Salsa juga tidak melihat keberadaan Kenzie, akhirnya ia pun menemani Ciara untuk mencari dokter tersebut dan setelah bertanya kepada beberapa rekannya, ternyata di saat itu Kenzie sedang berada di ruang operasi karena ia akan menangani pasien.
Di saat itu pun terlihat Dinda yang baru saja tiba di rumah sakit dan langsung menghampiri kedua wanita cantik itu.
"Mama, kenapa Mama bisa ada di sini?" Tanya Ciara.
"Tadi Kenzie yang mengabari Mama tentang kondisi kamu dan Kenzo, bagaimana keadaan kamu sekarang Sayang?" Tanya Dinda.
"Aku baik-baik saja Ma, tapi Kenzo yang belum ada kabarnya," jawab Ciara.
"Iya Sayang, tapi kamu tenang saja ya Kenzie sudah menghubungi Farid, sahabatnya Kenzo. Mama juga tadi sudah menghubunginya dan memang Kenzo belum ke kantor, kalau nanti ada kabar tentang Kenzo pasti mereka akan mengabari kita," imbuh Dinda.
"Tante," sapa Salsa lalu menyalami serta mencium punggung telapak tangan ibu mertua Ciara.
"Salsa kamu baik-baik saja 'kan Sayang? Maaf ya karena terlalu mengkhawatirkan Ciara, Tante sampai melupakan kamu," ucap Dinda.
"Tidak apa-apa Tante, aku baik-baik saja kok. Tante dan Om juga sehat 'kan?" Tanya Salsa.
"Iya, kami juga baik-baik saja Salsa," jawab Dinda.
"Syukur lah kalau memang seperti itu. Oh ya Tante, aku tinggal dulu ya masih ada pekerjaan. Ciara, kamu lebih baik istirahat saja dulu ditemani sama Tante Dinda. Sersan Kenzo juga tidak datang 'kan, jadi biar aku saja yang menyelidikinya di lab. Kamu tenang saja 'kan hanya tinggal penyelidikan akhir, aku rasa ini tidak akan jadi masalah kalau Sersan Kenzo tidak datang dan kamu juga tidak ikut menyelidiki," kata Salsa.
"Benar apa yang Salsa katakan Sayang, lebih baik kamu istirahat dulu ya, biar Mama yang menemani kamu," ucap Dinda.
Hingga pada akhirnya pun Ciara setuju, lalu ia dan ibu mertuanya itu menuju ke ruangnya dan beristirahat di sana. Sedangkan Salsa langsung saja pergi menuju ke laboratorium untuk bekerja.
...*****...
__ADS_1