Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Diusir dari Rumah.


__ADS_3

Bugh!


Tak hanya sekali, Nathan pun kembali memukul wajah Kenzo hingga anaknya itu tersungkur di atas lantai. Tak peduli meskipun Dinda berteriak memintanya untuk berhenti.


"Stop Mas stop! Dinda kembali berteriak diiringi tangisannya, ia juga berlari menghampiri anaknya tersebut.


"Kenzo, kamu tidak apa-apa Nak?" Tanya Dinda.


"Kenzo," ucap Ciara lirih.


Ciara merasa kasihan melihat Kenzo saat ini tetapi juga tak tahu harus melakukan apa. Ia hanya bisa berdiam diri di tempat karena merasa sangat bingung dan juga syok melihat kemarahan Nathan.


"Cukup Mas, aku tahu Kenzo sudah berbuat kesalahan tapi apa pantas kamu memukulinya seperti itu? Atau kamu sengaja ingin membunuh Kenzo, iya?" Tukas Dinda penuh emosi.


"Ma tidak apa-apa Ma, aku baik-baik saja. Wajar kalau Papi marah, aku mengerti," ucap Kenzo.


"Bangun kamu, bangun Kenzo!" Titah Nathan dengan suara menggelegar, mengisi seluruh ruangan.


Lalu Kenzo pun membangunkan tubuhnya dengan dibantu oleh sang ibu, hingga kini ia telah berdiri tegap dan menghadap ayahnya tersebut.


"Pukul aku lagi Pi, pukul kalau itu bisa membuat Papi tenang dan kemarahan Papi mereda. Aku tahu memang aku yang salah, aku sudah berbuat kesalahan dengan menghamili Ciara, tapi itu tidak sengaja dan aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Aku akan menikahi Ciara karena aku juga mencintainya," ucap Kenzo.


Kenzie mengepal erat kedua tangannya menahan emosi karena mendengar ungkapan cinta Kenzo untuk wanita yang dicintainya. Rasanya saat ini juga Kenzie ingin menghajar Kenzo untuk melampiaskan amarahnya, akan tetapi daripada harus menyakiti saudara kembarnya sendiri sementara Kenzo juga sudah babak telur dipukuli oleh ayahnya, Kenzie pun memilih untuk pergi meninggalkan Ciara dan keluarganya itu.


"Ken, kamu mau kemana? Jangan pergi Ken," sergah Ciara yang menarik tangan Kenzo.


"Lepaskan dan jangan menggangguku lagi," tegas Kenzie, sehingga perlahan pun Ciara melepaskan genggaman tangannya itu.


Lalu Kenzo kembali melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Kenzie, kamu mau ke mana Kenzie?" Panggil Dinda.


"Biarkan saja, biarkan Kenzie menenangkan dirinya. Sudah pasti dia merasa kecewa dan sakit hati karena dikhianati oleh saudara dan kekasihnya sendiri," ucap Nathan.


"Om, Tante, aku benar-benar minta maaf atas apa yang sudah terjadi saat ini. Aku janji akan pergi jauh dan tidak akan mengganggu keluarga ini lagi. Kenzo juga tidak perlu bertanggung jawab karena aku akan menggugurkan kandungan ini," ucap Ciara yang membuat Nathan dan Dinda benar-benar sangat terkejut.


"Kamu ini berbicara apa? Apa kamu tidak punya hati, setelah melakukan kesalahan sekarang kamu malah mau membuang bayi yang tidak berdosa. Kalian berdua harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kalian lakukan tapi saya sama sekali tidak mau tahu," ucap Nathan.


"Jangan berbicara sembarangan seperti itu Ciara, jangan pernah mengatakan kalau kamu mau menggugurkan kandungan, itu sama sekali tidak benar Ciara. Seharusnya kalian mempertanggungjawabkan apa yang sudah kalian lakukan," ucap Dinda pula.


"Tapi untuk apa Om, Tante. Tidak ada yang menginginkan bayi ini dan bayi ini hanya akan membuat masalah. Belum lagi nanti di saat kedua orang tuaku tahu, pasti mereka akan merasa sangat kecewa terhadapku," ucap Ciara.


"Tante tahu bagaimana perasaan kamu, tapi semuanya sudah terjadi dan orang tua kamu juga harus mengetahui hal ini secepatnya. Kenzo juga mau bertanggung jawab, dia pasti akan menikahimu," kata Dinda.


"Tapi bagaimana dengan Kenzie Tante, saat ini saja Kenzie sudah sangat marah, pasti dia akan merasa lebih kecewa lagi jika aku menikah dengan Kenzo," ucap Ciara.


"Lalu apa yang bisa dilakukan sekarang? semua juga sudah terlanjur terjadi. Kamu menikah atau tidak dengan Kenzo, Kenzie juga sudah merasa kecewa dan Kenzie juga tidak mau 'kan bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan," kata Dinda.


Ciara hanya menggelengkan kepala tanpa mengucap kata, ia sama sekali tidak menginginkan untuk menikah dengan Kenzo karena sama sekali tidak mencintainya, meskipun saat ini telah mengandung benih dari pria tersebut.


"Saya tidak mau tahu, kalian berdua urus aja sendiri karena masalah ini juga terjadi karena kalian berdua yang melakukannya. Kenzo, sekarang juga kamu pergi dari sini, kamu benar-benar sudah membuat malu keluarga ini," usir Nathan.


"Mas, kamu ini apa-apaan. Kenapa kamu malah mengusir Kenzo?" Kata Dinda tak terima.


"Lebih kamu diam Dinda, tolong hargai keputusanku kali ini. Aku ingin anak ini cepat keluar dari rumah ini sebelum kemarahanku semakin memuncak. Cepat keluar dan jangan pernah kamu menginjakkan kaki ke rumah ini lagi," ucap Nathan dengan tatapan serius.


"Oke kalau itu mau Papi, aku akan pergi sekarang juga," ucap Kenzo.


"Tunggu! Sebelum pergi kembalikan semua aset yang sudah saya berikan, mobil, kartu kredit dan semuanya. Kamu hanya boleh mengambil uang atau barang hasil jerih payahmu sendiri," kata Nathan.

__ADS_1


Tanpa membantah, Kenzo pun langsung saja menyerahkan seluruh aset pemberian ayahnya yaitu kunci mobil, kartu kredit, bahkan jam tangan termahal yang dibelikan oleh ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-20 tahun dan jam tersebut adalah jam yang sama dengan saudara kembarnya, Kenzie.


Kenzo hanya mengambil kartu ATM yang berisi tabungan dari gajinya selama ia menjadi polisi yang jumlahnya tidak seberapa, serta ponselnya karena memang ponsel tersebut ia beli dari hasil keringatnya sendiri. Setelah itu Kenzo langsung saja pergi, tetapi ia juga membawa Ciara bersamanya.


"Kenzo, Mama mohon jangan pergi Kenzo," sergah Dinda yang hendak mengejar anaknya tersebut, tetapi ditahan oleh Nathan.


"Tetap berdiam diri di sini Ma!" Ucap Nathan.


Nathan yang benar-benar merasa sangat kecewa dengan perbuatan Kenzo, tidak memiliki pilihan lain selain mengusirnya. Supaya anaknya itu juga bisa merenungi kesalahannya sendiri, menyelesaikannya serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.


_____


"Lepaskan aku Kenzo, lepaskan!" Teriak Ciara saat mereka sudah berada di luar rumah, ia juga memberontak sehingga genggaman tangan Kenzo pun terlepas dari tangannya.


"Ciara, kamu lihat 'kan aku sudah diusir dari rumah oleh orang tuaku atas kesalahan yang tidak sengaja kita lakukan. Kamu dan Kenzie marah padaku, bahkan Papi juga memukuliku serta mengusirku seperti ini. Apakah ini semua kesalahanku sendiri Ciara? Aku juga tidak mau hal ini terjadi, bukan hanya masa depanmu tapi masa depanku juga hancur. Aku melakukannya dengan tidak sengaja, kita sama-sama melakukannya karena kita dijebak waktu itu. Tapi kenapa kalian semua menyalahkanku, kenapa? Dan sekarang aku ingin bertanggung jawab padamu, tapi kamu juga tidak mau, apa itu juga kesalahanku Ra? Katakan apa yang harus aku lakukan sekarang supaya kamu mau memaafkanku dan tidak menyalahkanku terus, apa kamu juga ingin aku pergi dari hidup kamu," ucap Kenzo dengan air matanya yang tampak menetes, membuat Ciara pun merasa iba tetapi tetap saja ia tidak bisa menerima Kenzo untuk menikah dengannya.


"Sudahlah Kenzo, jangan membahas ini lagi. Aku tidak bisa berpikir sekarang, aku benar-benar stres, kepalaku sakit. Tolong jangan mengikutiku, aku mau menenangkan diriku sendiri," ucap Ciara yang langsung saja masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Kenzo.


Kenzo tak mencegahnya, ia juga tak tahu harus berkata apa dan di saat itu ia memberhentikan taksi di depan rumahnya tetapi tidak tahu harus pergi ke mana. Bahkan Kenzo tidak tahu bagaimana kehidupannya nanti setelah ia diusir dari rumah.


_____


"Kamu benar-benar tega Mas, kamu lupa ya dengan apa yang pernah terjadi dulu di antara kita. Apa kamu tidak pernah terpikir bahwa ini semua adalah karma atas perbuatan kita waktu dulu, dulu Nadine dan Keenan yang mengalami hal seperti ini, sekarang Kenzo dan Ciara. Apa kamu tega Mas membiarkan Ciara yang saat ini sedang hamil seorang diri. Dengan Kamu mengusir Kenzo itu sama saja kamu membiarkan Ciara bernasib sama denganku saat dulu, tapi bedanya ada orang tuaku yang selalu mendukungku waktu itu. Sementara Ciara, dia hanya sendiri Mas karena orang tuanya sibuk di luar negeri. Kamu tidak dengar tadi bahkan Ciara mengatakan ingin menggugurkan kandungannya, itu karena dia benar-benar stres. Aku tahu bagaimana rasanya jadi Ciara saat ini," ucap Dinda yang tak habis pikir dengan suaminya itu.


"Aku tahu, aku tahu itu dan aku tidak meminta Kenzo untuk lepas dari tanggung jawabnya. Dia memang harus bertanggung jawab, tapi Kenzo juga harus diberi pelajaran supaya dia tahu bahwa kesalahannya itu benar-benar fatal. Jika dia memang mencintai Ciara dan mau bertanggung jawab atas wanita itu, Kenzo pasti bisa melakukannya tanpa bantuan kita dan kamu jangan sekali-sekali berani untuk membantu mereka," tegas Nathan yang memperingatkan istrinya tersebut.


"Terserah kamu saja," ucap Dinda yang merasa sangat kesal dan juga kecewa terhadap suaminya.


Lalu ia juga pergi meninggalkan Natha masuk ke dalam kamarnya, serta mengunci pintu dengan sangat rapat.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2