
Kenzie tampak pusing ke sana kemari mencari keberadaan Ciara yang sampai saat ini tidak bisa ditemukan, bahkan ponsel Ciara juga tidak bisa dihubungi, yang membuatnya pun merasa sangat khawatir.
"Ken bagaimana, apa kamu sudah bertemu Ciara?" Tanya Dinda yang di saat itu juga ikut mencari keberadaan kekasih anaknya itu.
"Belum, aku tidak tahu di mana Cia sekarang Ma. Sampai sekarang aku belum menemukannya juga," jawab Kenzie
"Papi juga sudah meminta scurity untuk mencari keberadaan Ciara melalui CCTV, tapi tidak bisa terlihat Ciara pergi ke mana. Apalagi CCTV bagian belakang itu 'kan juga rusak," ucap Nathan.
"Om, Tante aku juga tidak menemukan keberadaan Ciara," kata Salsa yang menghampiri mereka, ia juga merasa khawatir karena sahabatnya itu tiba-tiba saja menghilang.
"Apa di antara kalian ada yang melihat Kenzo? Di mana Kenzo sekarang, kenapa di juga tidak terlihat?" Tanya Nathan yang baru menyadari akan hal itu.
"Aku juga tidak tahu Pi Kenzo ada di mana, tapi tadi kata salah satu temannya di sana Kenzo tiba-tiba saja pergi. Aku rasa Kenzo pergi meninggalkan rumah karena dia bosan dengan acara seperti ini," jawab Kenzie.
"Aku minta maaf ya, pasti Kenzo pergi karena dia tidak suka harus menemani aku di sini," ucap Salsa yang terlihat sedih dan merasa bersalah.
"Salsa, kamu jangan sedih ya, apalagi merasa bersalah seperti itu. Sebenarnya Kenzo tidak seperti itu kok orangnya, dia tidak pernah berpacaran jadi harap maklum ya. Tante harap jangan kamu masukkan ke dalam hati, nanti Tante akan menasehatinya," ucap Dinda.
"Iya Tante, terima kasih ya. Ya sudah lebih baik sekarang kita fokus saja untuk mencari Ciara, apa mungkin ya Ciara sudah pulang duluan?" Ujar Salsa.
"Tidak mungkin Sa, mana mungkin Cia pulang tapi tidak mengabariku," bantah Kenzie
"Begini saja, ini 'kan sudah malam dan takut terjadi apa-apa dengan Ciara, jadi coba sekarang kamu ke rumah Ciara saja Ken. Pastikan jika Ciara benar-benar sudah ada di rumah atau belum," kata Nathan.
"Iya Pi, aku akan pergi sekarang," jawab Kenzie.
"Dokter Kenzie, apa boleh aku ikut?" Tanya Salsa.
"Ya sudah ayo," jawab Kenzie.
Lalu Kenzie dan Salsa pun segera saja pergi menuju ke kediaman Ciara.
Di saat itu pesta juga telah berakhir, para hadirin juga sudah tampak bubar dan pulang ke kediamannya masing-masing.
____
Setibanya di sana, rumah Ciara tampak sepi seperti tidak berpenghuni. Kenzie dan Salsa juga sudah beberapa kali mencoba mengetuk pintu dan menekan bel tetapi sama sekali tidak ada yang membukanya.
Memang Ciara hanya tinggal sendiri di rumah karena Asisten Rumah Tangganya sedang pulang kampung, sementara kedua orang tuanya sedang berada di luar negeri karena sang ayah yang bertugas di sana. Karena tempat tinggal Ciara merupakan komplek perumahan, tidak ada satpam khusus yang berjaga di depan rumahnya melainkan di pos saat hendak masuk ke dalam komplek perumahan tersebut.
__ADS_1
Setelah mengantar Salsa pulang, Kenzie pun memutuskan untuk mencari Ciara malam itu juga. Ia tidak bisa tenang dan tidak akan pernah menyerah sampai menemukan kekasihnya itu.
*****
Pagi menyingsing dengan begitu cepat, suara kicauan burung terdengar begitu merdu menemani indahnya sinar mentari di pagi hari. Ciara mengerjap-mengerjapkan matanya dan merasakan seluruh tubuhnya sangat lelah, di saat matanya sudah terbuka lebar ia merasa sangat terkejut melihat seorang pria yang berada di sampingnya. Yang lebih mengejutkan lagi, Ciara melihat tubuhnya dalam keadaan polos dan hanya ditutupi selimut saja.
"Akh … !" Teriak Ciara, sehingga pria yang ada di sampingnya itu pun ikut terbangun dan juga merasa sangat terkejut.
Karena Cara menarik selimut untuk menutupi keseluruhan tubuhnya itu, sehingga sang pria pun terpaksa menarik seprai untuk menutupi kepemilikannya yang tampak berdiri.
"Ciara, aku minta maaf Ciara. Aku bisa menjelaskannya, aku -"
"Kenzie, apa yang sudah kamu lakukan padaku? Kenapa kamu melakukannya, apa yang sudah kita lakukan tadi malam, hah!" Tukas Ciara yang menyela ucapan Kenzo begitu saja.
"Kenzie? Jadi Ciara menganggap kalau aku adalah Kenzie?" batin Kenzo yang tampak termenung.
"Kenapa kamu diam saja Ken. Cepat katakan padaku apa yang terjadi tadi malam dan apa yang sudah kita lakukan? Ini tidak mungkin 'kan? Kamu jahat Kenzie, kamu sudah menghancurkan masa depanku," ucap Ciara diiringi tangisannya.
"Ciara, aku mohon jangan berteriak. Kalau ada yang mendengar di luar, kita akan ketahuan ada di dalam kamar ini berdua. kamu tenang dulu ya," ucap Kenzo.
Kenzo memutuskan untuk berpura-pura menjadi Kenzie karena perasaan takutnya, ia yakin Ciara pasti akan sangat marah jika mengetahui yang menidurinya tadi malam bukanlah kekasihnya melainkan saudara kembar kekasihnya itu. Sehingga untuk saat ini Kenzo terpaksa harus bersandiwara dulu, sampai waktunya nanti sudah tepat ia akan menjelaskan semuanya.
Ciara pun mencoba mengingat kejadian apa yang sudah terjadi tadi malam, saat itu ia baru saja meneguk minuman yang diberikan oleh pelayan hingga beberapa menit kemudian tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya pusing, serta tubuhnya yang terasa sangat gerah. Sehingga ia pun berjalan menuju ke toilet dan merasakan jika kepalanya semakin pusing dan sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Ciara juga mengingat jika memang ada seorang pria yang menghampirinya dan menolongnya, lalu membawanya ke sebuah ruangan sehingga terjadilah hubungan terlarang yang telah mereka lakukan itu. Meskipun Ciara tidak bisa mengingat dengan jelas tetapi ia masih mengingat bagaimana permainan panas yang mereka lakukan tadi malam.
Lagi-lagi Ciara menangis, ia benar-benar menyesali perbuatannya dan tidak menyangka jika kesucian yang selama ini telah ia jaga telah ia serahkan begitu saja kepada pria yang belum sah menjadi suaminya. Tetapi apa yang harus ia lakukan sekarang? Karena semuanya sudah terlanjur, nasi telah menjadi bubur dan tidak akan mungkin bisa berubah menjadi nasi kembali.
Kenzo sendiri merasa sangat bersalah karena telah meniduri kekasih kembarannya sendiri, tetapi ia juga tidak bisa melakukan apapun karena semuanya sudah terjadi.
"Ciara, aku mohon maafkan aku Ciara. Sepertinya tadi malam ada orang yang sengaja ingin menjebak kita dengan menaruh sesuatu di dalam minuman, maka itu kita bisa dikuasai oleh obat tersebut sampai akhirnya kita melakukan hal ini. Tapi aku janji, apapun yang terjadi denganmu nanti aku akan bertanggung jawab," ucap Kenzo.
"Kamu yakin akan bertanggung jawab?" Tanya Ciara untuk memastikan.
"Tentu saja Ciara, aku mencintaimu. Aku juga sudah melakukannya, jadi sudah pasti aku akan bertanggung jawab" kata Kenzo yang terus aja membujuk Ciara.
Hingga pada akhirnya Ciara pun menganggukkan kepalanya, lalau Kenzo meraih tubuh Ciara ke dalam dekapannya.
Ciara yang menganggap jika pria tersebut adalah kekasihnya, saat ini merasa lebih tenang mendengar ucapan tersebut. Sedangkan Kenzo terlihat diam kembali karena memikirkan sesuatu, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya nanti, bagaimana caranya ia membongkar sandiwaranya sendiri di depan Ciara. Yang pasti untuk saat ini ia sudah berhasil menenangkan wanita yang dicintainya itu dan ia juga mengucapkan kata tersebut benar-benar tulus dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebagai Kenzo, bukan hanya sekedar untuk mengada-ngada atau menyempurnakan sandiwara yang telah Ia buat.
Jadi bagaimana caranya aku keluar dari sini Ken, pasti keluargamu akan mengetahuinya dan aku yakin pasti tadi malam kita sudah dicari oleh keluarga kamu," ucap Ciara yang merasa panik.
__ADS_1
Kenzo tampak kebingungan, karena apa yang dikawatirkan oleh Ciara sekarang sama juga dengan apa yang dikawatirkan olehnya. Apalagi mereka mengetahui yang tadi malam menghilang saat pesta adalah Ciara dan Kenzo, seandainya itu Kenzie pastinya mereka tidak akan terlalu merasa khawatir karena mereka memiliki hubungan. Tetapi tentu saja Kenzo tidak mau membuat Ciara merasa khawatir juga dengan menunjukkan kekhawatirnya itu, sudah pasti sandiwaranya juga akan terbongkar.
"Ciara, kamu tenang ya. Kita ini 'kan pasangan, aku yakin kok Papi dan Mama tidak akan mencari kita. Mereka pasti mengerti jika tahu aku tiba-tiba saja pergi bersama kamu, jadi kamu tenang saja ya," ucap Kenzo.
"Tapi bagaimana kalau kedua orang tua kamu dan Kenzo menganggap aku tidak sopan karena main pergi begitu saja, tanpa pamit dulu kepada mereka," imbuh Ciara.
"Kalau masalah itu kamu tenang saja ya, nanti biar aku yang mencari alasannya. Mama dan Papi tidak akan pernah menganggapmu seperti itu," ucap Kenzo yang terus menenangkan Ciara.
"Iya Ken, tapi aku masih takut Ken," ucap Ciara lirih.
"Jangan takut Ciara, ada aku. Oh iya aku tahu bagaimana caranya kita keluar dari sini tanpa diketahui orang lain," kata Kenzo.
Secara perlahan Kenzo membawa Ciara keluar dari kamar yang memang tidak ditempati oleh siapapun, hanya untuk kamar cadangan saja. Bahkan toilet di belakang juga jarang digunakan karena para ART sendiri menggunakan toilet yang berada di dekat dapur. Di belakang sana juga ada pintu menuju keluar dan juga jarang dilewati oleh penghuni rumah.
Kenzo membawa Ciara ke pintu tersebut, lalu keluar dari sana. Setelah memastikan keadaan di sekitar aman Kenzo dan Ciara langsung ke luar gerbang hingga saat ini mereka sudah berada di tepi jalan raya.
"Kamu tunggu di sini sebentar ya, biar aku ambil mobil dulu dan mengantar kamu pulang," kata Kenzo.
"Tidak usah Ken, biar aku pulang sendiri saja ya. Takutnya nanti keluargamu malah semakin curiga, lebih baik kamu masuk saja ke dalam rumah. Tapi kamu pasti bisa menangani masalah ini 'kan," kata Ciara yang terlihat masih sangat khawatir.
"Tenang saja Ciara, aku pasti bisa menanganinya kok. Kamu hati-hati ya," ucap Kenzo dan di saat itu terlihat sebuah taksi yang lewat, sehingga langsung saja Ciara memberhentikannya dan masuk ke dalam taksi tersebut.
*****
Saat sudah tiba di rumahnya, Ciara langsung saja menghubungi Kenzie untuk mengabarkan kondisinya saat ini.
"Ken, aku sudah berada di rumah dan aku baik-baik saja," ucap Ciara.
"Ya ampun Ciara, kamu ini membuatku khawatir. Kamu dari mana saja?" Tanya Kenzie dari seberang telepon.
"Dari rumah kamu aku langsung pulang kok Ken. Tapi kepala aku sedikit pusing, aku mau mandi dulu ya Ken," ucap Ciara.
"Ya sudah lebih baik kamu tidak usah ke rumah sakit hari ini, nanti biar aku yang minta izin untuk kamu," kata Kenzie.
"Iya Ken, terima kasih banyak ya," ucap Ciara mengakhiri telepon tersebut.
_____
Kenzie merasa lebih tenang karena ternyata kekasihnya itu berada di rumah. Ia yang di saat itu sedang berada di tepi jalan dan tidak sengaja tertidur di dalam mobil saat sedang mencari Ciara, saat ini pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk segera pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Bersambung …