
Dania tampak terdiam dan kebingungan karena tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.
"Dokter tidak salah kan? Apa benar seperti itu Dok?" Tanya Cynthia untuk memastikan.
"Iya Nyonya, sejak awal kehamilan Nona Clara, saya lah yang menanganinya, saya yang memeriksanya hingga sampai saat ini saya juga yang membantu proses melahirkannya. Selama ini Nona Clara selalu datang kontrol bersama ibunya, tetapi akhir-akhir ini di saat ibunya sedang luar Negeri, Nona Clara hanya datang sendirian. Mungkin itu sebabnya Nyonya tidak mengetahui perkembangan usia kandungan menantu Nyonya," jelas dokter.
"Oh seperti itu Dok. Iya kemungkinan memang saya yang salah dengar waktu itu," ucap Cynthia. "Ada apa ini? Kenapa Clara menyembunyikannya? Kalau memang usia kehamilannya sudah 9 bulan, kenapa dia harus menguranginya menjadi 7 bulan. Memang apa salahnya, dia juga kan sudah lama menikah dengan Nathan, jelas saja itu sama sekali bukan masalah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi, pantas saja selama ini Clara selalu menolak jika aku ingin mengantarnya kontrol," batin Cynthia.
"Ya sudah Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu ya. Saya masih ada urusan," ucap dokter.
"Baik dokter, terimakasih," ucap Cynthia pula.
Saat itu juga Clara pun dibawa keluar oleh suster dari ruang operasi dalam kondisi yang masih tidak sadarkan diri karena efek obat bius. Salah satu suster juga menggendong bayi Clara, tampak juga Nathan yang saat itu mengiringi sang istri di samping brankarnya itu.
"Sayang, bagaimana kondisi Clara?" Tanya Cynthia, padahal ia sudah mengetahuinya.
"Anak aku sudah lahir Ma, dia tampan sekali," kata Nathan tersenyum lalu menghamburkan pelukannya.
Setelah Clara dipindah ke ruang rawat inap bersama sang bayi, Cynthia dan Nathan pun juga berada di ruangan tersebut untuk menemaninya. Cynthia tersenyum saat melihat cucunya yang sangat tampan itu, akan tetapi ia juga penasaran dengan apa yang Clara sembunyikan darinya. Kenapa Clara harus menyembunyikan usia kandungannya. Tetapi untuk saat ini Cynthia hanya memilih untuk diam terlebih dahulu tanpa memberitahunya kepada Nathan. Sudah jelas saat ini Nathan sedang merasa sangat bahagia melihat kelahiran anaknya, ia tidak mungkin tega menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri walaupun kenyataannya itu pahit.
***
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Clara telah siuman dan saat ini sedang berkumpul bersama suami anak dan juga kedua mertuanya, sedangkan kedua orang tua Clara yang saat ini sedang berada di luar Negeri akan segera pulang setelah mendapat kabar bahwa anak mereka itu telah melahirkan.
"Sepertinya Mama dan Nathan sama sekali tidak curiga kenapa aku bisa melahirkan di usia kandunganku yang masih 7 bulan," gumam Clara dalam hati, karena Clara melihat semuanya tampak biasa saja.
"Alhamdulillah cucu kita sudah lahir dengan selamat, tampan sekali ya," ucap Cynthia dangan senyum yang mengambang.
"Iya tampan keturunan dari kakeknya," sahut Frans.
Clara dan Nathan hanya tersenyum, sebenarnya Nathan cukup bahagia dengan kehadiran sang buah hati, tetapi tak bisa dipungkiri jika ia juga merasa ada yang janggal dan tak bisa merasa bahagia sepenuhnya. Ia tetap saja terbayang wajah Dinda dan pastinya akan merasa lebih bahagia jika Dinda lah yang melahirkan anak untuknya. Nathan tersadar dari lamunannya dan mencoba menepis pikirannya itu jauh-jauh. Sudah jelas-jelas ada Clara istrinya yang saat ini sudah memberikannya anak dan juga cucu untuk kedua orang tuanya.
"Nathan kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu," tanya Cynthia yang melihat anaknya itu termenung. "Nathan kenapa ya? Atau jangan-jangan dia merasakan sesuatu yang janggal sama seperti yang aku rasakan," batinnya.
"Aku tidak kenapa-napa Ma, aku hanya tidak menyangka saja jika aku sudah menjadi seorang ayah," jawab Nathan. "Terima kasih ya Clara kamu telah melahirkan anak untukku," ucapnya lalu mencium kening sang istri.
***
Setelah melahirkan, Clara memutuskan untuk tinggal di rumah Cynthia sesuai permintaan mertuanya itu. Karena selain untuk membantu Clara, Cynthia juga ingin selalu dekat cucunya. Tentu saja kedua orang tua Clara juga tidak melarangnya, mereka juga tidak bisa berlama-lama di Indonesia karena pekerjaan ayah Clara yang belum selesai di sana. Hingga setelah satu minggu mereka berada di Indonesia, kini mereka pun kembali ke luar Negeri.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan berada di rumah mertua kamu ini? Mama minta maaf ya karena tidak bisa lama-lama menjaga kamu," ucap Vira.
"Iya tidak apa-apa Ma, aku mengerti kok. Aku juga tidak ada masalah tinggal di sini. Lagipula semuanya juga sudah berjalan lancar kan Ma," jawab Clara.
__ADS_1
"Ya kamu benar Sayang. Mama juga tidak menyangka jika Nathan dan ibunya itu benar-benar bodoh, mereka sama sekali tidak menyadari usia kehamilan kamu yang sebenarnya sudah lebih dari yang kamu katakan kepada mereka. Malah mereka benar-benar menganggap kalau kamu lahir secara prematur, tapi karena anak kamu kuat jadi semuanya baik-baik saja," ucap Vira.
"Iya Ma, tapi syukurlah. Kalau tidak, aku tidak tahu bagaimana nasib hubunganku dengan Nathan. Aku tidak mau dengan Bryan yang sudah selingkuh dengan wanita lain Ma, aku tidak peduli meskipun ini darah dagingnya," ucap Clara.
"Sayang sudahlah, itu semua hanya masa lalu. Bryan juga tidak akan berani lagi mengganggumu karena Papa sudah mengancam akan memasukkannya ke dalam penjara, jadi kamu tenang saja ya," kata Vira lalu memeluk anaknya itu.
Vira begitu menyayangi anaknya sehingga rela berkorban apapun, sampai harus menyembunyikan rahasia besar soal anaknya. Begitu juga dengan Anton ayah Clara yang juga sudah mengetahui masalah sebenarnya.
Tanpa mereka sadari, ternyata di saat itu Cynthia yang hendak masuk menghampiri Clara di kamarnya tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka berdua. Tentu saja Cynthia begitu sangat syok dan hatinya hancur berkeping-keping karena ternyata selama ini mereka dibohongi. Terlebih lagi Clara sudah menghianati anaknya itu. Cynthia yang begitu sangat murka langsung saja menghampiri keduanya dan langsung menjambak rambut besannya itu.
"Dasar kurang ajar, apa yang kalian lakukan terhadap anakku? Kalian berdua benar-benar tidak tahu malu, seharusnya kalian tidak melakukan hal ini kepada anakku. Kenapa kalian begitu tega," ucap Cynthia.
"Awh lepaskan, lepaskan rambutku, sakit… ," rintih Vira sembari membalas menjambak rambut Cynthia.
Perang tarik rambut terjadi sehingga mereka berdua merasakan kesakitan yang sama.
"Lepaskan, lepaskan aku … lepaskan … lepaskan!" Teriak Cynthia dalam tidurnya.
"Ma, Mama … Mama … !" Panggil Frans saat mendengar istrinya itu berteriak dengan mata yang masih terpejam.
Cynthia membelalakkan matanya dan tersadar jika semua hanyalah mimpi buruk. Ia benar-benar tidak menyangka jika akan mengalami mimpi yang rasanya begitu nyata.
__ADS_1
...……... Bersambung ...……...