
Melihat Kenzie yang menatap begitu tajam, Salsa pun tahu pasti perasaannya saat ini sedang tidak tenang serta diselimuti rasa amarah yang menggebu. Sehingga ia pun sangat ingin menenangkan pria tersebut meskipun tidak tahu bagaimana hasilnya, yang terpenting ia akan berusaha.
Salsa pun memberanikan diri untuk menyentuh serta mengusap punggung Kenzie dengan lembut, berharap jika pria yang berada di sampingnya saat ini bisa tenang.
"Ken, yang sabar ya. Tapi seperti yang aku katakan tadi kalau kamu harus ingat Ken, kamu harus sadar kalau Ciara sekarang sudah menjadi istri Kenzo. Kamu sama sekali tidak ada hak untuk melarang apapun yang mereka lakukan," ucap Salsa.
Kenzie sama sekali tak menggubris ucapan Salsa, ia malah pergi begitu saja meninggalkan wanita tersebut.
"Ken bukannya kita mau pulang bareng?" Tanya Salsa.
"Kamu pulang saja, aku masih banyak pekerjaan," kata Kenzie, sehingga membuat Salsa sadar jika tadi ia hanya dimanfaatkan oleh Kenzie untuk membuat Ciara cemburu.
*****
Jika saat ini Kenzie merasa sangat marah karena melihat apa yang baru saja terjadi, berbeda dengan Ciara yang terlihat hanya diam saja karena merasa sangat bersalah atas apa yang sudah terjadi.
Meskipun sudah menjalani rumah tangga bersama saudara kembar mantan kekasihnya itu selama dua bulan, tetapi Ciara sama sekali belum bisa melupakan Kenzie, apalagi untuk mencoba mencintai Kenzo yang rasanya benar-benar sangat sulit. Bahkan pernikahan yang saat ini dijalaninya saja terasa sangat menyiksa batin dan tidak tahu sampai kapan ia akan bertahan. Sehingga sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah Ciara hanya tampak melamun memikirkan akan hal tersebut, membuat Kenzo pun merasa tidak nyaman.
"Ara, kamu kenapa? Apa kamu memikirkan Kenzie soal tadi, apa kamu masih tetap merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi dengan kita?" Tanya Kenzo.
Ciara yang di saat itu mengalihkan pandangannya ke arah luar, langsung saja menatap ke arah Kenzo setelah mendapatkan pertanyaan tersebut.
"Sebelumnya aku mau tanya dulu, kenapa tadi kamu berbicara seperti itu? Sepertinya kamu sengaja memamerkan, mau membuat Kenzie cemburu dan juga bertambah sakit hati. Kamu sengaja 'kan bicara seperti itu untuk mengingatkan Kenzie kalau aku ini adalah istri kamu dan kamu sangat peduli denganku dan pernikahan kita ini bahagian, iya 'kan Kenzo?" Tuding Ciara.
__ADS_1
"Kenapa kamu malah menuduhku seperti itu? Aku sama sekali tidak bermaksud apa-apa Ra. Memang kenyataannya 'kan kamu itu istriku dan apa yang aku katakan semuanya benar, Dokter Andini sendiri yang menyarankan seperti itu. Aku tahu kamu memang tidak pernah bahagia dengan pernikahan kita, bahkan aku juga tidak tahu sebenarnya kamu menganggap pernikahan ini ada atau tidak. Tapi untuk soal perhatian aku memang selalu perhatian dan selalu peduli denganmu, kamu saja yang tidak pernah merasakan hal itu. Lagi pula memang apa salahnya dengan ucapanku tadi, jadi dari tadi kamu memikirkan tentang ini dan merasa tidak enak hati karena merasa bersalah dengan Kenzie, iya?" Tukas Kenzo yang terlihat mulai emosi
"Ya, aku memang merasa sangat bersalah terhadap Kenzie. Sampai kapanpun aku tidak akan mungkin pernah melupakan masalah yang sudah terjadi di antara kita dan aku tidak akan mungkin melupakan rasa bersalahku ini terhadap Kenzie," ucap Ciara.
"Tapi itu tidak sepenuhnya kesalahan kita Ra, kita juga dijebak. Kita juga tidak pernah tahu hal ini akan terjadi di dalam hidup kita, kita hanya bisa berencana tapi sudah ada yang mengatur semuanya. Sekarang kita sudah menikah, sebentar lagi kita akan memiliki anak, apa kamu sama sekali tidak bisa melupakan Kenzie dan belajar untuk mencintai aku," ucap Kenzie.
"Tidak, sama sekali tidak bisa karena sudah aku katakan berulang kali padamu kalau aku tidak akan pernah mencintaimu Kenzo. Meskipun kamu adalah saudara kembar Kenzie dan kalian sangat mirip, bahkan sangat sulit untuk dibedakan, tetapi hati ini tahu siapa yang dia pilih. Aku hanya mencintai Kenzie, sampai kapanpun itu tidak akan pernah berubah. Aku-"
Cheat …
Ucapan Ciara terhenti dan merasa sangat terkejut karena tiba-tiba saja Kenzo mengerem mobilnya secara mendadak. Bukan tanpa alasan Kenzo melakukannya, ia merasa sangat emosi mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya tersebut.
"Kamu benar-benar keterlaluan Ciara. Sepertinya kamu harus diberi pelajaran supaya bisa menghargai apa yang kamu miliki sekarang dan tidak bersikap semena-mena lagi padaku," ucap Kenzo dengan tatapan tajam tetapi pandangannya lurus ke depan.
"Apa maksud kamu, pelajaran apa?" Tanya Ciara.
"Kenzo, pelankan mobilnya Kenzo … aku takut. Kenzo …!" Teriak Ciara tetapi pria itu sama sekali tak peduli.
Kenzo tetap melaju, bahkan membelok-belokkan setir mobil menyalip banyaknya kendaraan yang berada di jalan raya. Ia benar-benar melampiaskan rasa amarahnya itu, bahkan melupakan jika saat ini Ciara sedang mengandung anaknya dan mereka baru saja pulang kontrol karena kondisi istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.
*****
Hingga tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun telah tiba di depan rumah. Ciara tampak bernafas lega karena ia yang sudah pasrah jika memang malaikat akan mencabut nyawanya malam ini, ternyata masih bisa sampai di rumah dengan selamat. Hanya saja tubuhnya terasa sangat lemah dan juga mual, sehingga langsung saja keluar dari mobil serta membanting pintu mobil dengan sangat kasar.
__ADS_1
Melihat akan hal itu bukan membuat Kenzo merasa bersalah, ia malah terlihat semakin murka dan mengejar Ciara hingga masuk ke dalam rumah.
"Ciara … tunggu aku Ciara. Ciara !" Panggil Kenzo tetapi Ciara terus melangkahkan kakinya semakin cepat, bahkan setengah berlari menuju ke kamarnya.
Akan tetapi dengan kuatnya tenaga Kenzo sebagai laki-laki apalagi di dalam kondisi Ciara yang saat ini sedang lemah dan juga sedikit pusing karena berada di dalam mobil dengan kecepatan tinggi, sehingga ia pun dapat meraih tangan Ciara lalu mendorong tubuhnya hingga terantuk ke dinding.
"Akh, apa yang kau lakukan padaku Kenzo?" Tanya Ciara seraya merintih kesakitan.
Tak hanya itu saja Kenzo juga mencengkram erat tangan Ciara serta menatapnya dengan begitu tajam, tetapi sama sekali tak membuat wanita itu merasa takut dengannya.
"Dengarkan aku baik-baik Ciara, aku ini suamimu, selama ini aku sudah mencoba untuk bertahan dan terus bersabar menghadapi sikapmu yang selalu saja bersikap semaunya padaku. Aku bisa terima kalau kamu belum bisa mencintaiku, kamu mengacuhkanku, bahkan kamu tidak menggubris saat aku berbicara atau tidak menganggap aku ada. Kamu juga tidak mau menerima semua perhatianku untukmu, oke tidak masalah Ciara. Aku masih tetap bertahan denganmu meskipun kamu tidak mau aku sentuh, tidak mau memberikan hakku sebagai suami dan menjalankan kewajibanmu sebagai istri, itu juga sama sekali tidak masalah Ciara, karena aku tahu kamu memang belum bisa mencintaiku. Tapi apa bisa kamu menghargaiku perasaanku sedikit saja, aku masih punya perasaan yang bisa merasa sakit juga Ciara. Tolong hargai apa yang sudah aku lakukan untukmu, hargai aku sebagai suamimu. Aku selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu, selalu berusaha untuk membuatmu mencintaiku meskipun itu belum pernah berhasil. Tapi kalau kamu terus saja menyebut nama Kenzie dan mengatakan bahwa kamu masih mencintainya dan tidak akan pernah mencintaiku, itu benar-benar membuatku merasa hancur dan sangat sakit hati Ciara. Apa kamu pernah memikirkan perasaanku selama ini? Tidak, sama sekali tidak dan tidak pernah 'kan. Kamu benar-benar keterlaluan Ciara!" Ucap Kenzo yang pada akhirnya mengeluarkan seluruh unek-unek di dalam hati karena sudah tidak kuat lagi untuk memendamnya.
Ciara tersentak mendengar ucapan Kenzo, tetapi itu bukan salahnya karena pernikahan yang terjadi bukanlah pernikahan yang diinginkan olehnya.
"Seharusnya kamu sadar Kenzo, kita itu menikah hanya karena terpaksa, semua hanya karena anak di dalam kandungan ini. Kamu juga 'kan yang memaksa untuk menikah denganku dan memintaku untuk mempertahankan kandungan ini, kalau tidak sudah pasti aku akan menggugurkan kandungan ini dan kita tidak perlu menikah. Jadi jangan pernah menyalahkanku jika pernikahan kita menjadi seperti ini dan terus membuatmu sakit hati, aku tidak bisa memaksakan hatiku atau terus menjaga perasaanmu Kenzo. Aku sendiri merasa sakit dan menderita atas pernikahan ini," ucap Ciara yang membuat Kenzo pun terdiam.
Kenzo melepaskan cengkraman tangannya serta mengepal kedua erat kedua tangannya itu karena menahan emosi, rasanya ia sudah tidak tahan lagi tetapi masih tetap mencoba untuk bersabar. Seandainya emosinya sudah tidak bisa terkontrol, pastinya saat ini juga ia akan menghajar Ciara untuk melampiaskan rasa amarah.
Tetapi Kenzo uga tidak tahan untuk terus menahan emosi yang rasanya sudah meluap sampai ke puncak ubun-ubun, sehingga ia memilih untuk memukul tembok dengan kepalan tangannya dan sangat kuat hingga berkali-kali, yang menyebabkan tangannya itu terluka serta mengeluarkan banyak darah.
"Kenzo stop! Apa yang kamu lakukan Kenzo?" Teriak Ciara.
Lalu Kenzo melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan menutup pintu dengan sangat kasar, tetapi ia tidak membawa mobil, hanya berjalan kaki dan tak tahu entah ke mana.
__ADS_1
Sedangkan Ciara tampak meringkuk dan menangis karena apa yang baru saja terjadi. Baru kali ini ia melihat Kenzo yang begitu marah padanya, tetapi Ciara juga tidak tahu harus bagaimana untuk menghadapi situasi dan suaminya saat ini.
...*****...