
Tiba-tiba Ciara pingsan begitu saja di dalam pelukan Kenzie, yang membuat kekasihnya itu pun merasa sangat khawatir.
"Kenzo, buka pintunya Kenzo. Tolong aku!" Teriak Kenzie dan langsung saja Kenzo membuka pintu mobil, ia juga merasa sangat khawatir tak kalah dengan yang saudara kembarnya itu rasakan.
Setelah itu Kenzie pun langsung saja meletakkan tubuh Ciara di kursi penumpang.
"Kamu bisa setir mobil 'kan, aku mau bawa Ciara ke rumah sakit terdekat sekarang juga," ucap Kenzie.
"Oke," jawab Kenzo yang langsung saja masuk ke dalam mobil dan menyetir.
Sedangkan Kenzie berada di kursi penumpang dan meletakkan kepala Ciara di atas pangkuannya, menuju ke rumah sakit.
"Ciara, aku mohon bangun Sayang, jangan membuatku khawatir seperti ini," ucap Kenzie seraya mengguncang pelan tubuh kekasihnya itu.
*****
Baik Kenzie maupun Kenzo sama-sama merasa sangat cemas menunggu kabar Ciara yang saat ini sedang diperiksa di dalam ruang pemeriksaan. Meskipun Kenzo sudah berusaha untuk tidak terlalu bersikap berlebihan di depan Kenzie, tetapi ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya itu di dalam hati. Apalagi setelah apa yang terjadi di antara mereka waktu itu, yang membuat Kenzo semakin mencintai Ciara.
Walaupun Kenzo juga tahu bahwa cinta tersebut adalah cinta terlarang, ia tidak mungkin tega merebut kekasih saudara kembarnya sendiri. Akan tetapi bagaimanapun juga semua sudah terjadi, mereka sudah melakukannya dan jika terjadi sesuatu dengan Ciara sudah pasti Kenzo akan bertanggung jawab jika wanita itu menginginkannya.
"Ken, terima kasih karena kamu sudah membantuku membawa Ciara ke sini, apa kamu tidak mau sekaligus diperiksa saja sama Dokter? 'Kan kamu juga sedang tidak enak badan," ucap Kenzie yang teringat jika kondisi saudara kembarnya itu juga sedang tidak baik-baik saja.
"Sama-sama Ken. Oh tidak perlu, aku baik-baik saja kok. Aku hanya kecapean, dibawa istirahat saja pasti sudah kembali fit," tolak Kenzo.
"Kalau begitu kamu pulang saja bawa mobil, nanti aku dan Ciara bisa pulang ke rumah naik taksi," kata Kenzie.
"Kamu yakin? Apa tidak lebih baik aku di sini saja menunggu kalian?" Tanya Kenzo yang sebenarnya juga ingin memastikan kondisi Ciara saat ini, supaya perasaannya lebih tenang.
"Tidak usah Ken, kamu 'kan juga sangat lelah dan butuh istirahat. Jadi lebih baik kamu istirahat saja di rumah, nanti kalau ada apa-apa aku pasti akan mengabari kamu. Tolong beritahu Mama dan Papi juga ya kalau aku sedang ada di sini," ucap Kenzie.
"Ya sudah kalau seperti itu. Aku pulang dulu ya, jangan lupa mengabariku kalau Ciara sudah sadar dan bagaimana kondisinya. Jangan sungkan jika kamu memerlukan bantuanku," ucap Kenzo.
"Iya Ken, Terima kasih banyak," ucap Kenzie.
Lalu segera saja Kenzo pergi meninggalkan rumah sakit, menurutnya ini mungkin lebih baik daripada nantinya ia malah semakin menunjukkan rasa kekhawatirannya itu bahkan bersikap berlebihan di depan Kenzie. Belum tentu juga setelah sadar nanti Ciara mau menerima kehadirannya dan bisa saja malah memperburuk keadaan wanita tersebut.
_____
__ADS_1
"Loh Dokter Kenzie 'kan? Dokter ada apa datang ke rumah sakit ini, bukannya tempat Dokter Kenzie bekerja cukup jauh ya dari sini?" Tanya seorang dokter yang kebetulan mengenali Kenzie, karena waktu itu mereka pernah sama-sama bertugas untuk menangani korban bencana alam di lokasi kejadian.
"Dokter Mita, saya lupa kalau kamu bekerja di rumah sakit ini. Saya membawa pacar saya ke sini karena tadi tiba-tiba saja dia pingsan dan ini adalah rumah sakit terdekat dari rumahnya," ucap Kenzie.
"Oh … seperti itu. Saya doakan mudah-mudahan pacar Dokter Kenzie baik-baik saja ya, kalau begitu saya permisi dulu," ucap dokter tersebut.
"Iya Dok, terima kasih banyak ya Dokter," ucap Kenzie.
*****
Saat di perjalanan Kenzo tampak terus memikirkan kondisi Ciara saat ini, pikirannya tidak bisa tenang memikirkan wanita yang seharusnya tidak ada di dalam pikirannya.
"Ciara apa yang terjadi denganmu, apa kamu baik-baik saja? Aku benar-benar sangat khawatir Ra, aku tahu kamu sangat marah padaku atas kejadian waktu itu, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang? Kalau kamu mau bersama denganku, aku sama sekali tidak keberatan, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Tapi aku tahu kamu tidak mencintaiku sama sekali, kamu hanya mencintai Kenzie. Apa kondisimu tiba-tiba saja ngedrop karena kamu terpikir masalah ini?" Batin Kenzo yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
_____
Hingga di saat itu pun ia telah tiba di rumah dan masuk ke dalam dengan keadaannya yang tampak lesu.
"Kenzo, kalian sudah pulang liburan? Loh di mana Kenzie?" Tanya Dinda yang langsung menyambut kepulangan anaknya itu.
Jika Kenzo sudah bersikap seperti itu, Dinda yakin pasti saat ini anaknya sedang memiliki masalah berat yang membuatnya begitu rapuh.
"Sayang ada apa? Kamu baik-baik saja 'kan?" Tanya Dinda.
"Aku hanya merasa sangat lelah dan sekarang aku hanya ingin memeluk Mama sebentar saja, supaya aku lebih tenang," ucap Kenzo, sebisa mungkin menahan air matanya agar tidak jatuh, takut ibunya merasa curiga atau khawatir padanya.
"Iya Sayang, peluk saja semau kamu. Peluk Mama sampai kamu merasa lebih tenang," ucap Dinda seraya mengusap lembut punggung anaknya tersebut.
Beberapa menit kemudian setelah merasa beban di hatinya sedikit berkurang, Kenzo pun melerai pelukannya.
"Ma, saat ini Kenzie sedang berada di rumah sakit. Tadi tiba-tiba saja Ciara pingsan di depan rumahnya, aku yang mengantar mereka ke sana dan aku pulang dulu karena kondisi aku juga lagi tidak enak badan, aku mau istirahat," ucap Kenzo.
"Apa yang terjadi dengan Ciara Ken, kenapa Ciara bisa sampai pingsan seperti itu? Dan kamu juga, kenapa kamu tidak berobat sekaligus," kata Dinda sembari memeriksa kondisi anaknya.
"Aku baik-baik saja Ma, aku hanya kecapean. Kalau dibawa istirahat juga akan hilang. Kalau Ciara aku belum tahu bagaimana kondisinya sekarang, tapi nanti Kenzie pasti akan mengabari kita," kata Kenzo.
"Ya sudah kalau seperti itu. Kamu sudah makan?" Tanya Dinda.
__ADS_1
"Sudah Ma, tadi sebelum pulang kami semua makan dulu dan sekarang aku juga masih kenyang," jawab Kenzo.
"Iya Sayang sekarang kamu istirahat saja, tapi nanti kalau lapar kamu makan ya. Mama mau menghubungi Kenzie dulu dan menanyakan kondisi Ciara saat ini," kata Dinda.
"Iya Ma. Oh iya Papi di mana Ma?" Tanya Kenzo.
"Papi tadi keluar, ada urusan sebentar," jawab Dinda.
"Oh … iya Ma. Ya sudah aku ke kamar dulu ya," pamit Kenzo, lalu segera saja ia meninggalkan ibunya itu.
"Apa hubungannya Ciara dengan Kenzo? Kenapa Kenzo seperti terlihat sangat khawatir? Sudahlah, jangan berpikir macam-macam Dinda, mungkin karena Kenzo hanya merasa peduli saja dengan calon Adik iparnya. Aku harus menghubungi Kenzie sekarang dan menanyakan kondisi Ciara," ucap Dinda yang langsung saja menuju ke kamarnya untuk mengambil ponsel.
*****
Saat ini Kenzie sudah berada di ruang pemeriksaan menemani kekasihnya. Belum bisa dipastikan apa yang terjadi dengan Ciara karena dokter masih menunggu hasil pemeriksaannya keluar dulu supaya lebih akurat.
"Sayang, kita pulang saja ya sekarang. Aku baik-baik saja kok, tidak perlu menunggu hasil itu keluar," kata Ciara, entah kenapa ia merasa sangat khawatir dengan kondisinya sendiri.
"Kita tunggu saja ya dulu ya, justru aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi denganmu supaya aku yakin kalau kamu baik-baik saja," ucap Kenzie.
Hingga di saat itu pun dokter yang tadi sudah memeriksa Ciara masuk ke dalam ruangan itu kembali dan menghampiri keduanya.
"Dokter, bagaimana keadaan Ciara?" Tanya Kenzie.
"Tuan selamat ya, istri Anda positif hamil," ucap dokter yang membuat Kenzie dan Ciara tersentak karena kabar mengejutkan yang baru saja mereka dengar.
"Apa? Ciara hamil Dok?" Tanya Kenzie untuk memastikan bahwa apa yang didengarnya tidak salah.
"Iya Tuan, istri Anda hamil dan saat ini usia kandungannya sudah memasuki 4 minggu," jawab dokter.
Dokter yang memeriksa kondisi Ciara adalah dokter pindahan dari luar kota, sehingga tidak mengetahui jika Kenzie dan Ciara juga profesi sebagai dokter di kota tersebut karena mereka juga bekerja di rumah sakit yang berbeda dan jaraknya cukup jauh.
"Tidak, ini tidak mungkin, tidak … !" Teriak Ciara.
Ciara tak bisa mempercayai apa yang baru saja didengarnya, ia benar-benar sangat syok dan juga takut. Saat ini ia pun tidak tahu harus mengatakan apa kepada Kenzie yang terlihat menatapnya tajam, seakan penuh tanda tanya dan meminta penjelasan.
...*****...
__ADS_1