Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Disidang


__ADS_3

Nathan melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya, entah kenapa Cynthia memintanya untuk pulang ke rumah sekarang juga. Yang jelas Nathan tahu jika akan ada hal yang sangat penting, ia dapat mendengar dari suara Cynthia tadi jika ibunya itu juga sangat murka.


Nathan tiba di kediaman orang tuanya, tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Nathan segera saja melangkahkan kakinya dan menghampiri orang tuanya yang saat itu telah menunggu di ruang keluarga. Tidak hanya Cynthia yang berada di ruangan tersebut, tetapi juga dan Clara dan kedua orang tuanya.


"Ini ada apa? Kenapa kalian semua berkumpul di sini?" Tanya Nathan kebingungan.


"Nathan, sebaiknya kamu duduk saja dulu di sin!" Perintah Cynthia.


Nathan yang merasa bingung dan meminta penjelasan itu pun segera saja duduk agar dia segera tahu ada masalah apa.


"Nathan jelaskan, apakah ini kamu? Siapa wanita ini? Kenapa kamu dan pria yang ada di dalam video ini terlihat begitu sangat membela wanita ini?" Tanya Vira yang merupakan ibunya Clara.


Nathan meraih ponsel yang Vira pegang itu untuk melihat video apa yang mereka maksud. Cynthia hanya diam saja meskipun ia tahu betul siapa wanita yang ada di video tersebut, ia juga ingin mendengar Nathan menjelaskan secara langsung siapa wanita itu baginya.


Tentu saja Nathan sangat terkejut melihat video tersebut, video dimana ia dan Gery tadi berseteru untuk membela Dinda.


"Bagaimana bisa video ini ada di tangan kalian, siapa yang merekamnya?" Tanya Nathan.


"Dari mananya itu tidak penting Nathan, yang jelas video ini sudah tersebar," jawab Clara.


"Sebaiknya kamu jelaskan sekarang, bukan malah melemparkan pertanyaan lagi kepada kami," hardik Anton, ayah Clara.


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Clara yang saat ini sangat sedih melihat video ini, dia merasa tertekan dan cemburu melihat suaminya malah terang-terangan membela wanita lain sampai viral seperti ini," kata Vira.


"Aku tidak merasa melakukan apapun, kenapa Clara harus sedih? Ini hanya video yang tidak bermutu. Aku hanya membela wanita ini karena dia hanyalah pelayanan kecil di restauran ini yang ditindas oleh pria itu, aku hanya menegakkan keadilan. Memang apa salahnya?" kata Nathan membela diri.


"Apa kamu yakin hanya gara-gara itu?" Tanya Anton.


"Tentu saja aku yakin," Jawab Nathan.


"Ya sudah kalau memang seperti itu. Tapi ingat Nathan, kalau sampai kamu berani mengkhianati dan menyakiti putriku, Papa tidak akan memaafkan kamu," ancam Anton.


"Iya Pa aku mengerti, aku tidak akan menyakitinya terkecuali Clara dulu yang memulai menyakitiku," ucap Nathan sembari melirik Clara.


Clara tersentak, ia merasa mendapat tamparan dari sindiran yang Nathan lontarkan tadi.

__ADS_1


"Apa yang Nathan maksud? Kenapa dia berbicara seperti itu? Apa jangan-jangan … ," batin Clara.


"Clara, apa kamu sudah puas dengan jawaban dari Nathan?" Tanya Vira.


"Iya Mah, aku sudah puas. Aku lega karena ternyata wanita itu bukan siapa-siapa Nathan," jawab Clara.


"Ya sudah kalau begitu kami permisi dulu ya Jeng Cynthia, kami serahkan Clara kepada Nathan. Mudah-mudahan masalah ini tidak akan terulang lagi," ucap Vira.


"Baik Jeng. Ya sebagai orang tua aku juga berharap seperti itu. Hati-hati ya Jeng di jalan," ucap Cynthia.


"Permisi Bu Cynthia," ucap Anton.


"Iya Pak hati-hati," ucap Cynthia lagi.


Setelah kedua orang tua Clara itu sudah pergi, kini tinggallah Cynthia bersama Clara dan Nathan yang masih berada di ruang keluarga dan akan melanjutkan perbincangan dengan topik pembahasan yang lain.


"Clara, Nathan, bagaimana? Apa kalian sudah melakukan program hamil? Kapan kalian akan memberikan cucu untuk Mama?" Tanya Cynthia to the point.


"Mumpung Clara juga ada di sini, lebih baik aku katakan saja langsung kepada Mama kalau aku ingin berpisah dengannya. Ya itu ide bagus," gumam Nathan dalam hati.


"Ma, saat ini aku sedang hamil Ma," ucap Clara yang membuat Nathan tercengang mendengarnya.


Sudah jelas rencananya berantakan. Kenapa bisa-bisanya Clara mengatakan jika dia hamil? Padahal mereka sama sekali belum melakukannya. Apa maksud dari ini semua?


"Benarkah? Kenapa kalian tidak memberitahukannya kepada Mama?" Tanya Cynthia.


"Maaf Ma, tadinya kami ingin memberikan Mama kejutan, tapi karena mama sudah menanyakan hal ini duluan, jadi tidak ada salahnya jika aku langsung memberitahukannya kepada Mama," terang Clara.


"Syukurlah Mama senang sekali mendengarnya, jadi sudah berapa bulan usia kandunganmu Clara?" Tanya Cynthia


"Masih awal Ma," jawab Clara.


"Alhamdulillah. Nathan, kamu harus menjaga istrimu dengan sangat baik. Mama tidak mau kejadian seperti di video tadi terulang kembali, kasihan istrimu lagi hamil malah memikirkan masalah seperti ini," ucap Cynthia.


"Baik Ma," jawab Nathan.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang kalian istirahat saja di kamar. Mama juga mau istirahat," kata Cynthia.


"Tidak Ma, aku akan membawa Clara pulang ke apartemen," ucap Nathan.


"Loh kenapa? Lebih baik hari ini kalian menginap saja di rumah Mama. Ini juga kan sudah malam," kata Cynthia.


"Tidak Ma, aku tetap ingin pulang karena ada pekerjaan kantor yang harus aku selesaikan di rumah," Nathan beralasan.


"Lagi-lagi soal pekerjaan," ucap Cynthia.


"Sudah ya Ma, tidak apa-apa ya kami pulang dulu, tapi besok-besok kami akan datang lagi ke sini mengunjungi Mama dan menginap," kata Clara.


"Ya sudah, kalau begitu kalian hati-hati ya," ucap Cynthia.


Setelah itu Nathan langsung saja membawa istrinya pulang ke apartemen.


*****


"Katakan, apa maksud dari ucapanmu tadi?" Tanya Nathan yang sedari tadi sudah memendam pertanyaan itu hingga tiba di apartemen.


"Aku tidak bermaksud apa-apa Nathan, aku hanya ingin membuat mamamu tenang dan tidak menanyakan akan hal itu," jelas Clara.


"Tapi kau sadar tidak dengan ucapanmu tadi, kau semakin membuat Mama bertambah mengharap!" Bentak Nathan.


"Kalau soal itu kenapa kau harus memusingkannya, kita tinggal melakukannya saja sekarang dan aku yakin aku akan hamil," kata Clara


"Sudah aku katakan kalau aku tidak mau melakukannya bersamamu, karena aku sudah melakukan dengan wanita lain. Bagaimana jika wanita itu hamil dan kau juga hamil?" tolak Nathan.


"Ya sudah jelas kau harus lebih memilih anak dari rahimku, karena sudah jelas-jelas ini adalah anak kita berdua. Sedangkan wanita itu, dia bukan siapa-siapa. Jangan-jangan wanita yang di video tadi adalah wanita itu?" Tanya Clara.


"Ya benar, dia memang wanita itu. Maka dari itu aku membelanya. Karena aku tidak mau terjadi sesuatu padanya, bagaimana kalau saat ini dia sudah mengandung anakku," kata Nathan.


"Aku tidak yakin, kalau dia memang bisa cepat hamil pasti sekarang dia sudah hamil. Tapi kenyataannya belum kan? Begini saja kalau sampai bulan ini wanita itu tidak hamil juga, maka kau harus melupakannya dan kita akan melakukannya agar segera memiliki anak," kata Clara.


"Baiklah! Aku menyetujuinya," jawab Nathan tanpa berpikir panjang. Ia sangat yakin jika Dinda pasti akan segera mengandung anaknya.

__ADS_1


...……… Bersambung ………...


__ADS_2