
"Dinda …?
"Nathan …?
Keduanya secara bersamaan menyebut nama siapa yang mereka lihat saat ini. Cynthia berpikir jika dugaannya tidak salah lagi bahwa mereka berdua memang sudah saling mengenal dekat bukan hanya sebagai pelanggan dan pelayan restauran.
"Mama, maksud Mama apa suruh aku dan Dinda datang ke sini?" Tanya Nathan.
Cynthia mencoba untuk bersikap tenang, meskipun saat ini sudah terpendam berbagai macam pertanyaan di dalam benaknya dan segera ingin ia lontarkan.
"Nathan, sebaiknya kamu duduk dulu ya. Mama memang sengaja mengajak Dinda ke sini dan meminta kamu datang karena ada yang mau Mama bicarakan kepada kalian berdua," kata Cynthia.
"Ada apa ini? Apa jangan-jangan Mama sudah tahu tentang hubunganku dengan Dinda? Tapi baguslah kalau Mama memang sudah tahu, berarti kesempatanku untuk berpisah dengan Clara lebih besar dan aku akan bersatu dengan Dinda," gumam Nathan dalam hati sembari menampilkan senyum tipis.
Nathan pun segera saja duduk di samping Dinda.
"Kamu duduk di sini Nathan," kata Cynthia sembari menepuk bantal sofa yang ada di sampingnya.
Nathan pun mengikuti keinginan Mamanya itu dengan duduk di sampingnya.
"Nathan, Dinda, Mama sudah tahu kalau kalian berdua itu tidak hanya kenal sebagai pelanggan dan pelayan restauran," ucap Cynthia yang membuat Nathan dan Dinda sama-sama terkejut, rasanya seperti maling ayam yang baru saja tertangkap basah.
__ADS_1
"Ma, tapi aku bisa jelaskan tentang ini semuanya. Aku-" ucapan Nathan terhenti.
"Stop Nathan! Kamu jangan jelaskan ini sekarang. Biar Mama yang berbicara terlebih dulu, kamu dan Dinda cukup menyimaknya saja. Nanti kalau Mama sudah selesai bicara dan meminta kalian untuk bicara, baru kalian berbicara," kata Cynthia yang mencela ucapan Nathan dan membuat Nathan pun terdiam.
"Sebenarnya Mama sudah curiga melihat kedekatan kalian sewaktu kita berada di restauran kemarin, terlebih lagi ditambah dengan video yang tersebar itu. Jadi Mama memutuskan meminta seseorang untuk menyelidiki kalian. Dan dari situ orang suruhan Mama memberitahu kalau kalian sangat dekat, Nathan sering bolak-balik ke restauran hanya untuk menemui Dinda dan sering juga Nathan mengantar dan menjemput Dinda pulang kerja. Jelaskan ke Mama, sebenarnya apa hubungan kalian?" Tanya Cynthia.
"Syukurlah, ternyata orang suruhan Mama hanya mengatakan hal itu," ucap Nathan dalam hati.
Sama halnya dengan Nathan, Dinda juga merasakan sangat lega meskipun sebenarnya ini juga menjadi masalah untuknya.
"Ma, jadi sebenarnya-" ucapan Nathan terhenti lagi karena Dinda memotongnya.
"Tante, aku dan Tuan Nathan hanya teman biasa. Kita memang dekat tapi sebagai sahabat aja nggak lebih Tante. Kita berdua tidak ada hubungan apa-apa," jelas Dinda yang membuat Nathan membisu. Mana mungkin Dinda akan membocorkan tentang hubungan terlarang yang saat ini sedang mereka jalin seperti keinginan Nathan yang ingin membongkarnya.
"Iya Ma, apa yang dikatakan Dinda memang benar, kita hanya bersahabat, nggak lebih," sahut Nathan.
"Kalau memang seperti itu syukurlah. Mama harap kalian memang tidak mempunyai hubungan serius, karena Dinda kamu juga tahu kan kalau Nathan itu adalah seorang pria yang sudah beristri? Jujur Tante sangat menyukai kamu, kamu adalah gadis yang baik. Seandainya Tante mempunyai anak laki-laki lain yang belum menikah, pastinya Tante akan menjodohkan anak Tante dengan kamu. Tapi kenyataannya anak Tante hanya satu dan telah menikah. Apa kamu tahu saat ini menantu Tante itu juga sedang hamil," ucap Cynthia.
Duar …
Bagai tersambar petir di siang bolong, hati Dinda seakan bergetar dan terasa sangat sakit saat mendengar kabar bahwa Nathan telah menghamili istrinya. Bukankah ia sengaja membeli rahimnya untuk memiliki anak karena istrinya tidak mau hamil? Lalu apa gunanya itu semua? Bahkan Nathan saat ini sudah mengatakan cinta kepada Dinda, mereka juga telah melakukannya dengan cinta bukan hanya karena semata-mata ingin memiliki anak. Tapi kenapa saat ini ia mendengarkan kabar yang sangat menyakitkan hatinya bahwa Clara hamil anak Nathan. Apa itu berarti Nathan hanya memperdayanya selama ini, terus membawa nama cinta dan berjanji bahwa mereka nanti akan bersama?
__ADS_1
"Dinda, bisa kan Tante minta tolong sama kamu, jauhi Nathan. Hati Seorang istri mana yang tidak sakit melihat suaminya dekat dengan wanita lain, meskipun itu hanya sebagai teman dekat. Maafkan Tante Dinda, tapi Tante harap kamu mengerti apa yang Tante maksud," pinta Cynthia.
"Ma, nggak seperti itu Ma. Sebenarnya-" Lagi-lagi Nathan tidak dapat melanjutkan ucapannya itu.
"Stop Nathan! Kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi, semuanya sudah cukup jelas. Kalian berdua tidak boleh mempunyai hubungan terlalu dekat, karena bagaimanapun kamu telah memiliki istri yang saat ini sedang hamil. Bukan hanya kondisi istrimu yang harus kamu jaga, tapi juga perasaannya. Karena mood perasaannya itu sangat mempengaruhi kondisinya saat ini. Wanita hamil itu sangat sensitif Nathan, Mama tidak mau terjadi sesuatu yang akan memperburuk kondisi Clara. Kamu harus menjaganya dengan baik," kata Cynthia.
"Tante, aku mengerti dengan posisi aku. Aku janji tidak akan pernah lagi untuk berdekatan dengan anak Tante, Nathan. Aku mengerti semua yang Tante ucapkan itu untuk kebaikan dan keutuhan rumah tangga anak Tante. Tante tidak perlu meminta maaf kepadaku, justru aku yang harus meminta maaf sama Tante dan juga istri Nathan karena telah membuat kehebohan dalam video itu dan juga berani dekat dengan Nathan," ucap Dinda menahan perih di dadanya.
"Terima kasih Dinda karena kamu telah mengerti," ucap Cynthia.
"Sama-sama Tante, kalau begitu Dinda permisi ya," ucap Dinda segera beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari rumah Cynthia.
"Dinda tunggu! Kita harus bicara," kata Nathan dan hendak mengejar Dinda.
"Stop Nathan! Kalau kamu masih menganggap Mama ini Ibu kamu, kamu tetap diam di sini. Biarkan Dinda pergi," cegah Cynthia.
Nathan pun mengurungkan niatnya untuk mengejar Dinda, ia lebih memilih duduk di tempat. Sedangkan Dinda pergi begitu saja membawa luka di hatinya.
Sebenarnya Cynthia sendiri sangat terpaksa melakukan hal ini, ia tahu betul jika hal ini akan menyakiti hati Dinda wanita yang sangat baik dan ia merasa telah menyayangi Dinda. Tetapi ini semua juga demi kebaikan rumah tangga anaknya. Sebagai seorang ibu, Cynthia tidak mungkin mendukung anaknya untuk mengkhianati istrinya sendiri. Jadi Cynthia melakukan ini semua untuk kebaikan, ia juga tidak mau Dinda terkena masalah atau dinilai tidak baik oleh orang lain.
*****
__ADS_1
Beberapa kali Nathan mencoba menghubungi Dinda tetapi ponselnya tidak aktif, ia bingung apa yang harus dilakukannya sekarang, sementara gerak-geriknya sedari tadi diperhatikan oleh ibunya. Dalam pikiran Nathan, pasti Dinda saat ini merasa sakit hati dengan kesalahpahaman yang telah terjadi. Ia juga kesal dengan dirinya sendiri karena tidak dapat membongkar apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itu semua semata-mata hanya karena ingin menjaga perasaan ibunya.
...………… Bersambung ………...