Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Pernikahan Kenzo Dan Ciara.


__ADS_3

"Apa? Ciara, kamu serius mau menikah dengan Kenzo dua minggu lagi, apa ini tidak terburu-buru?" Tanya Salsa yang begitu terkejut mendengar kabar dari sahabatnya itu.


Sudah 3 hari Ciara tidak bekerja dan setelah kembali, sahabatnya itu malah memberikan kabar yang menurut Salsa begitu mengejutkan.


"Ya mau bagaimana lagi Sa, aku tidak punya pilihan lain lagi. Lagi pula tidak baik juga 'kan menundanya dan kalau seandainya pihak rumah sakit tahu aku akan menikah karena masalah ini, aku yakin aku pasti akan dikeluarkan. Jadi aku minta tolong ya Sa kamu rahasiakan masalah ini," ucap Ciara.


"Cia, kamu tenang saja ya kalau soal itu. Aku ini 'kan sahabat kamu, masa iya sih aku malah membocorkan rahasia sahabatku sendiri. Lagi pula kalau aku mau membocorkannya mungkin dari kemarin seluruhnya pegawai di rumah sakit ini sudah tahu, tapi buktinya tidak ada yang tahu 'kan. Bahkan Dokter Kenzie yang merasa sangat sakit hati pun sama sekali tidak memberitahu masalah ini ke siapapun. Tapi yang aku lihat Dokter Kenzie merasa sangat sedih, bahkan terkadang dia terlihat tidak fokus dan melamun. Kemarin sewaktu ada jadwal operasi Dokter Kenzie juga tidak ikut dengan alasan tidak enak badan dan dia beristirahat di ruangannya. Itu pasti karena Dokter Kenzie terpikir masalah ini, ya dari pada harus dipaksakan operasi dan nanti malah pasien yang kenapa-napa jadi lebih baik mundur 'kan," ucap Salsa, yang membuat Ciara merasa semakin bersalah.


"Iya Sa, terima kasih banyak ya karena kamu sudah menjaga rahasia ini. Iya, aku juga mengerti kok. Pasti kenzie merasa sakit hati dengan apa yang sudah terjadi dan sekarang aku malah mau menikah dengan saudara kembarnya sendiri. Salsa, apa aku boleh minta tolong sama kamu?" Tanya Ciara.


"Minta tolong apa Ci? Selagi aku bisa bantu, aku pasti akan membantumu," ucap Salsa.


"Kamu 'kan tahu sendiri hubungan aku dan Kenzie sudah berakhir dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Kenzo, itu artinya aku juga sudah tidak bisa lagi berada di samping Kenzie. Aku minta maat mungkin aku sudah membuatmu kecewa, karena kamu menyukai Kenzo tapi malah aku yang menikah dengannya. Tapi saat ini aku minta tolong apa kamu bisa untuk selalu berada di dekat Kenzie, untuk memberinya semangat supaya dia tidak rapuh," ucap Ciara dengan tatapan mendamba, yang membuat Salsa merasa sangat terkejut.


"Cia, kenapa kamu berbicara seperti itu. Kalau masalah Kenzo aku sama sekali tidak merasa sakit hati kok, Kenzo itu bukan siapa-siapa aku. 'Kan aku juga sudah pernah bilang sama kamu kalau aku tidak mencintai Sersan Kenzo, aku hanya menyukainya dan sekedar kagum saja. Lagi pula kamu 'kan juga tahu sendiri Kenzo tidak pernah open sama aku, dia sama sekali tidak meladeniku, berbeda saat sedang bersama kamu. Jadi aku sama sekali tidak merasa sakit hati dan lagi pula aku senang kok karena ternyata Kenzo benar-benar pria yang baik dan mau bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan. Kamu yang sabar ya Cia, meskipun saat ini kamu tidak mencintai Kenzo tapi karena niatmu baik tidak mau menyia-nyiakan anak di dalam kandunganmu dan tidak mau anak itu lahir tanpa seorang ayah, aku yakin kok nantinya kamu pasti akan bisa mencintai Kenzo dan melupakan Kenzie. Kalau masalah untuk selalu berada di dekat Kenzie aku juga tidak keberatan, bagaimanapun juga aku sekarang 'kan sudah menjadi sahabatnya Kenzie. Dari kemarin aku juga sudah berusaha untuk menenangkan Kenzie meskipun tidak tahu bagaimana hasilnya, karena selama ini Kenzie juga cuek sama aku karena dia begitu mencintai kamu," ucap Salsa panjang lebar.


"Aku juga yakin kok Sa suatu saat nanti Kenzie juga pasti bisa melupakanku," ucap Salsa.


"Cia, kamu yang sabar ya," ucap Salsa lalu memeluk sahabatnya itu.


"Terima kasih banyak ya Sa, selama ini kamu yang selalu berada di dekatku, mendukungku dan selalu memberikan semangat untukku. Aku benar-benar rapuh saat ini Sa, tapi untung saja ada kamu yang membuat perasaanku lebih tenang," ucap Ciara dengan air matanya yang tampak menetes.

__ADS_1


Karena masalah yang sedang menimpanya saat ini, memang sudah tidak pernah lagi terlihat senyuman yang mengambang di sudut bibir Ciara, yang ada hanyalah kesedihan, air mata dan di saat bekerja pun ia berusaha untuk tetap tenang dan menyelesaikan tanggung jawabnya.


Selama di rumah sakit Ciara dan Kenzie sama sekali tidak pernah bertegur sapa. Jika mereka tidak sengaja bertemu dan Ciara menegurnya terlebih dulu, maka Kenzie kan berpura-pura tidak melihat lalu pergi meninggalkannya begitu saja.


*****


Dua minggu pun telah terlalu, kini sudah tiba saatnya hari pernikahan Kenzo dan Ciara diadakan. Pernikahan tersebut hanya dilakukan secara sederhana di sebuah gedung serbaguna yang disewa oleh Kenzie sesuai dengan keuangan yang ia miliki. Bahkan pernikahan tersebut juga benar-benar murni menggunakan hasil tabungannya selama bekerja sebagai polisi dalam 2 tahun ini.


Kenzo juga tidak mau menerima bantuan ibunya, ia benar-benar ingin membuktikan bahwa tekadnya untuk menikahi Ciara karena ia sudah mampu dan tidak mau menyusahkan orang tuanya. Apalagi jika Nathan tahu ia menerima bantuan Dinda, sudah pasti ayahnya tersebut akan marah besar.


Ciara sendiri sama sekali tak keberatan, ia sendiri juga meminta pernikahan itu diadakan hanya sederhana saja. Dihadiri oleh teman-teman dekat dan keluarga saja, bahkan tidak ada satupun saudara Ciara yang hadir kecuali kedua orang tuanya yang datang dari luar negeri.


_____


"Mami, Papi, terima kasih banyak ya karena kalian sudah hadir di pernikahanku dan Papi juga sudah mau menjadi wali nikahku," ucap Ciara.


"Iya Mi, Pi, aku juga benar-benar mengucapkan terima kasih karena kalian sudah hadir serta merestui pernikahanku dan Ciara. Aku janji tidak akan pernah mengecewakan Ciara nantinya, aku akan berusaha bekerja keras semaksimal mungkin untuk membuat Ciara dan Anak kami bahagia," ucap Kenzo.


"Sudahlah tidak perlu banyak mengucapkan terima kasih. Papi dan Mami hadir hanya untuk menuntaskan kewajiban terakhir kami. Ciara, saat ini kamu sudah menikah dan ini adalah pilihan kamu sendiri. Jujur rasa kecewa Mami dan Papi sama sekali tidak bisa hilang begitu saja karena kamu sudah membuat malu keluarga, tapi apa boleh buat semua juga sudah terjadi. Sekarang kamu bukanlah tanggung jawab kami lagi, kamu sudah memiliki suami dan terserah bagaimanapun kehidupan kamu nanti jangan pernah menyesal, apalagi mencari Mami dan Papi untuk mengadu nasibmu itu," ucap Hery, ayahnya Ciara.


Ciara begitu sangat sedih mendengarnya, kenapa bisa ada orang tua yang begitu kejam dan mengatakan hal seperti itu kepada anaknya sendiri meskipun ia sudah melakukan kesalahan, yang membuatnya tak mampu untuk berkata-kata.

__ADS_1


"Papi dan Mami tenang saja, aku pastikan Ciara tidak akan mungkin pernah menyesal dengan pilihannya sekarang," ucap Kenzo yang memasang badan untuk melindungi wanita yang baru saja sah menjadi istrinya tersebut.


"Ada satu hal lagi Ciara, karena sekarang kamu sudah menikah jadi tinggalkan rumah Mami dan Papi karena kami akan menjualnya. Terserah kamu mau tinggal di mana karena kamu sekarang adalah tanggung jawab suamimu," ucap Citra, ibunya Ciara.


Setelah itu kedua orang tua Ciara itu pun langsung saja berpamitan dan pergi meninggalkan lokasi acara pernikahan tersebut.


Sedangkan Kenzo dan Ciara kini beralih mendekati kedua orang tua Kenzo yang memang tadi jaraknya cukup jauh dari kedua orang tua Ciara, sehingga Nathan dan Dinda tidak mendengar percakapan antara Hery dan Citra bersama anak dan menantunya itu.


Ya setelah berpikir dan juga atas bujukan sang istri, akhirnya Nathan pun hadir dan memberikan restu di pernikahan Kenzo. Sementara Kenzie yang mengatakan tidak akan hadir, ia memang sama sekali tidak menampakkan wajahnya di hadapan mereka.


"Papi, Mami terima kasih banyak karena Papi sudah hadir di sini," ucap Kenzo.


"Jangan berbicara seperti itu Kenzo, sudah pasti Mama akan hadir di sini karena ini adalah pernikahan Anak dan menantu Mami. Selamat ya atas pernikahan kalian berdua, semoga kalian bahagia," ucap Dinda.


"Terima kasih banyak Ma," ucap Ciara, lalu ia dan Kenzo pun berpelukan dengan Dinda sejenak secara bersamaan.


"Papi harap kamu bisa bertanggung jawab atas Anak dan istri kamu nantinya tanpa campur tangan Papi sedikitpun. Buktikan kalau kamu benar-benar bisa hidup tanpa bantuan kedua orang tua kamu dengan pilihan kamu ini," ucap Nathan.


"Iya Pi aku janji, setelah menikah aku akan langsung keluar dari rumah Papi. Aku yakin kalau aku bisa menghidupi Anak dan Istriku dengan hasil kerja kerasku sendiri," ucap Kenzo dengan penuh keyakinan.


Meskipun masih merasa sangat kecewa dan marah terhadap Kenzo, pada akhirnya Nathan pun sedikit melunakkan hatinya dengan menerima pelukan dari Kenzo meskipun hanya sebentar. Sementara itu dari kejauhan terlihat seseorang yang mengepal erat kedua tangannya menahan emosi, melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2