
"Selamat ya Adik-Adik Kakak karena sudah berhasil mewujudkan cita-cita kalian. Kenzo, kamu sudah berhasil menjadi seorang Polisi jadi jangan sampai melalaikan tugasmu sebagai Abdi Negara, bekerjalah dengan jujur. Dan kamu Kenzie, kamu juga sudah berhasil menjadi seorang Dokter Ahli Bedah, bekerjalah dengan baik sesuai prosedur. Kalian berdua benar-benar sudah membuat Kakak bangga," ucap Nadine dari seberang telepon.
"Dengar apa kata Kakak, jangan sampai kalian menggunakan title seenaknya, apalagi menyalahi aturan dengan berbuat semau kalian. Tanggung jawab kalian sekarang itu juga semakin berat selain penjaga Mama dan Papi di rumah," sambung Keenan.
Saat ini Kenzo dan Kenzie sedang melakukan panggilan video dengan kakak mereka yaitu Keenan dan Nadine serta keponakan mereka yang berada di luar negeri.
"Terima kasih banyak ya Kak Nadine, Kak Keenan, aku paham kok. Aku janji pasti akan selalu bekerja sesuai prosedur dan sumpahku sebagai seorang Dokter dan aku akan membantu orang-orang yang sakit dengan semampu dan sekuat tenagaku, membantu orang-orang yang kesusahan karena tidak memiliki uang untuk berobat," ucap Kenzie.
"Iya Kak Keenan, Kak Nadine, aku juga akan bekerja dengan baik. Selain itu aku pasti akan terus menjaga Mama dan Papi di sini, kalian berdua tenang saja ya. Oh iya kapan kalian akan kembali ke Indonesia? Kami sudah sangat merindukan kalian," ucap Kenzo.
"Bagus, Kakak percaya kok kalian berdua itu memang Adik-Adik yang bisa diandalkan. Kalian tunggu saja ya, Kakak masih banyak pekerjaan di sini. Setelah semua pekerjaan bisa ditinggal kami pasti akan pulang ke Indonesia," jawab Keenan.
"Ditunggu ya Kak. Sebenarnya bukan kalian berdua sih yang aku rindukan tapi yang paling aku rindukan itu adalah dua keponakan kembar yang sangat lucu itu. Mereka berdua itu 'kan titisan aku dan Kenzie sama-sama kembar, jadi kami seperti memiliki ikatan batin yang sangat kuat," ucap Kenzo.
"Benar sekali apa yang dikatakan Kenzo, aku juga sangat merindukan Kiano dan Kinara. Jangan lama-lama dong Kak pulang ke Indonesia," Kenzie menimpali.
"Kalian berdua ini memang ya. Ya sudah kalau memang hanya merindukan keponakan kalian ini, kalian dong yang datang ke sini," kata Nadine yang terlihat kesal.
"Cieh … ada yang ngambek. Jangan ngambek dong Kak Nadine, tetap aja kok aku dan Kenzo merindukan Kakak kami yang paling cantik yaitu Kak Nadine tersayang," ucap Kenzie yang memakai jurus andalnnya untuk membujuk sang kakak.
"Kenzo, Kenzie, kalian berdua ini ya meskipun lewat ponsel tetapi tetap saja mengganggu Kakak kalian."
Terdengar suara Dinda yang tiba-tiba muncul dan baru saja dari dapur, sedangkan Nathan sedang pergi ke kantor karena ada urusan mendadak yang harus ditanganinya.
"Mama, sini Ma ngobrol-ngobrol dengan Kak Keenan, Kak Nadine dan cucu-cucu Mama," kata Kenzo.
Lalu Dinda pun bergabung dengan mereka, hingga akhirnya satu jam sudah waktu berlalu dan panggilan video itu pun berakhir.
Ya saat ini adik kembar Nadine itu telah berhasil mewujudkan cita-cita yang mereka inginkan sedari kecil. Kenzie telah menjadi seorang Dokter Ahli Bedah dan bekerja di salah satu rumah sakit terbesar di kota tersebut. Sedangkan Kenzo menjadi seorang Polisi yang bertugas pada unit Satreskrim, menyelidiki kasus pembunuhan dan tindakan kriminal lainnya.
*****
Saat ini Kenzo sedang menjalani tugas barunya untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di salah kawasan perumahan elit di kota tersebut. Jenazah pasangan suami istri itu sedang diotopsi guna untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut di salah satu rumah sakit terbesar tepatnya di mana Kenzie, saudara kembarnya itu bekerja.
__ADS_1
"Di mana Dokter Forensik yang menangani kasus ini, apakah saya bisa bertemu dengannya?" Tanya Kenzo saat berada di rumah sakit, karena selain berhubungan dengan Dokter Medikolegal tugasnya itu sangat berhubungan dengan dokter yang sedang dicarinya.
"Sebentar lagi beliau juga akan datang, saya harap Sersan Kenzo bisa menunggu sebentar," jawab Dokter Medikolegal yang bernama Salsa Dirgantara atau akrab disapa Dokter Salsa.
Hingga di saat itu pun terlihatlah seorang wanita cantik dengan menggunakan seragam dokter yang masuk ke dalam ruang jenazah, membuat Kenzo begitu sangat terpesona melihat kecantikan dokter tersebut.
Bukan hanya Kenzo saja, Dokter Ciara Elvani Abimana itu juga sempat tercengang tapi bukan karena kagum melihat ketampanan Kenzo melainkan ia seperti mengenali seseorang yang sangat mirip dengannya. Tetapi setelah itu ia tampak terlihat lebih tenang.
"Maaf saya terlambat, tadi ada sedikit halangan di jalan," ucap Ciara.
"Oh iya Dokter tidak apa-apa," jawab Kenzo dan keduanya pun saling berkenalan.
Dokter Ciara pasti terkejut 'kan melihat Sersan Kenzo sangat mirip dengan Dokter Kenzie. Tadinya saya pikir Dokter Kenzie yang beralih profesi, tapi ternyata kembarannya," kata Salsa.
"Iya, tadinya saya berpikir seperti itu," jawab Ciara singkat.
Lalu segera saja mereka bertiga membahas masalah yang saat ini sedang terjadi untuk menyelidiki kasus kematian tak wajar.
Untuk pertama kalinya karena kesibukannya selama ini dan sama sekali tidak pernah memikirkan masalah percintaan, Kenzo merasa jika ada yang aneh saat ia berdekatan dengan Ciara. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih kencang, seakan merasakan sesuatu yang tak bisa untuk dijelaskan.
"Ciara, apa kamu sudah selesai kerjanya? Ayo makan siang," ajak Kenzie yang menghampiri sahabatnya saat keluar dari ruang jenazah bersama dengan seorang polisi, hanya saja Kenzie belum mengetahui siapa polisi tersebut.
"Kenzie," tegur Kenzo.
"Kenzo? Jadi kamu Polisi yang menangani kasus ini?" Tanya Kenzie.
"Iya Ken, kebetulan ini adalah tugas baruku setelah kasus kemarin selesai dan aku bekerja sama dengan Dokter Ciara menangani kasus pembunuhan ini," terang Kenzo.
"Oh … begitu, bagus lah. Selamat bekerja ya saudara kembarku," ucap Kenzie.
"Ya terima kasih banyak Ken," ucap Kenzo.
"Oh ya Ra, bagaimana perasaanmu tadi saat pertama kali melihat Kenzo? Kenzo ini 'kan sangat mirip denganku, ya namanya juga saudara kembar," tanya Kenzie.
__ADS_1
"Jujur saat pertama kali masuk ke ruang jenazah aku sempat syok karena wajah Sersan Kenzo sangat mirip sekali denganmu, tapi setelah aku lihat lagi masih ada sedikit perbedaan sih. Untungnya kamu juga sudah pernah bilang kalau kamu memiliki saudara kembar yang berprofesi sebagai Polisi," jawab Ciara.
"Pantas saja saya melihat Dokter Ciara begitu santai, tidak excited seperti Dokter Salsa, jadi ternyata Dokter Ciara sudah tahu jika saya adalah kembaran Dokter Kenzie. Tapi kenapa tadi Dokter tidak membahasnya, saya malah tidak mengingat jika Kenzie bekerja di rumah sakit ini," kata Kenzo.
"Ya untuk apa juga kita membahasnya, ada masalah penting yang harus kita bahas tadi," ujar Ciara.
"Oh iya, kamu benar Dokter. Ya sudah kalau seperti itu, saya harus kembali ke Kantor Polisi sekarang untuk memberi laporan. Kalian lanjutkan saja jika mau makan siang," ucap Kenzo.
"Sersan Kenzo, apa kamu tidak mau ikut kami makan siang dulu?" Tanya Kenzie.
"Terima kasih Dokter Kenzie, tapi sekarang aku benar-benar sangat buru-buru. Mungkin next time," kata Kenzo dan segera saja pergi setelah berpamitan kepada Ciara juga.
Sementara itu, Kenzie dan Ciara melangkahkan kaki menuju ke kantin untuk menikmati makan siang bersama.
*****
Tok … tok … tok …
Terdengar suara ketukan pintu kamar Kenzie dan di saat itu pun terlihat Kenzo yang membuka pintu lalu masuk ke dalam.
"Kenzo, ada apa?" Tanya Kenzie.
"Maaf aku mengganggumu, kamu belum tidur 'kan?" Tanya Kenzo.
"Pertanyaan seperti apa ini? Sudah jelas kamu melihatku sedang bermain game. Lagi pula biasanya juga kamu langsung nyelonong masuk ke kamarku tanpa bertanya dulu, kenapa sekarang kamu begitu sopan?" Tukas Kenzie.
"Ya aku minta maaf, tapi kali ini aku menemuimu karena ada hal penting yang ingin aku tanyakan," imbuh Kenzo.
"Ada apa?" Tanya Kenzie.
"Kamu tahu 'kan aku tidak suka berbasa-basi, aku hanya ingin bertanya apakah Dokter Ciara itu sudah memiliki kekasih?" Tanya Kenzo yang membuat Kenzie cukup terkejut.
"Apa jangan-jangan Kenzo menyukai Ciara?"
__ADS_1
Bersambung …