
Jauh kaki melangkah menelusuri jalan setapak tetapi tidak tahu arah tujuannya, hatinya juga merasa tidak tenang diselimuti amarah yang menggebu. Bahkan ia tampak menendang apapun yang berada di jalanan tersebut untuk melampiaskan rasa emosinya saat ini.
Tiba-tiba saja Kenzo memiliki satu tujuan yaitu menuju kediaman orang tuanya, entah apa yang hendak dilakukannya di sana. Hingga di saat itu pun ia sudah tiba di tepi jalan raya dan tampak memberhentikan taksi yang lewat, lalu segera saja ia masuk ke dalam taksi tersebut dan meminta sang supir untuk mengantarnya menuju ke kediaman Collin.
*****
"Kenzie!" Teriak Kenzo saat ia baru saja tiba di kediaman orang tuanya dan melihat Kenzie yang baru saja pulang dan hendak masuk ke dalam rumah.
Kenzie yang mendengar namanya itu dipanggil pun langsung saja menoleh dan melihat Kenzo yang di saat itu sedang mendekatinya serta menatapnya dengan sangat tajam.
"Ada apa? Untuk apa kamu datang ke sini lagi, bukankah Papi sudah melarangmu untuk datang ke sini. Kamu sekarang sudah hebat 'kan, sudah menikah dan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang tua," tukas Kenzie.
"Banyak bacot," umpat Kenzo yang di saat itu sudah berada di dekat Kenzie.
Bugh!
Dengan sangat emosi Kenzo pun langsung saja menyerang Kenzie dengan memukul wajah saudara kembarnya itu sebanyak dua kali, hingga Kenzie kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas tanah.
Kenzie benar-benar merasa sangat terkejut akan perlakuan Kenzo, ia langsung saja bangkit dan hendak membalas pukulan tersebut. Akan tetapi karena Kenzo sudah mengantisipasi, sehingga ia pun menangkap tangan Kenzie dan malah Kenzie yang terkena pukulan Kenzo sekali lagi.
"Kenapa kamu memukulku Kenzo, apa salahku?" Tukas Kenzie.
"Brengsek! Kamu masih bertanya apa salahmu. Sudah jelas-jelas kamu sudah membuat rumah tanggaku dan Ciara tidak berjalan mulus, kamu selalu saja berada di dalam otak Ciara dan menjadi orang yang selalu pikirkan istriku. Kenapa kamu sama sekali tidak bisa menjauhi Ciara Kenzie, aku dan Ciara sudah menikah selama dua bulan dan kami akan memiliki anak. Apa kamu sama sekali tidak bisa move on dan mencari wanita lain hah!" Bentak Kenzo sembari mencengkram kerah baju Kenzie dengan sangat kuat.
Buhg!
Hal itu pun dijadikan kesempatan oleh Kenzie untuk membalas pukulan Kenzo dengan sangat kuat, meskipun hanya sekali tetapi berhasil meninggalkan luka di sudut bibir saudaranya itu. Cengkraman tangan Kenzo juga terlepas dan pria itu terlihat meringis sembari mengusap darah yang ada di bibirnya.
"Kamu sudah gila ya, kalau Ciara yang terus memikirkanku itu bukan kesalahanku. Tapi memang Ciara saja yang tidak bisa melupakanku, bukan aku yang tidak bisa melupakannya. Dia juga terpaksa 'kan menikah denganmu, itu artinya dia memang masih mencintaiku. Lalu kenapa kamu malah menyalahkanku," tukas Kenzie.
"Aku yakin itu karena kamu yang selalu saja mencari perhatian Ciara saat di rumah sakit, kamu selalu saja membuatnya merasa bersalah. Kamu juga tidak pernah tegas agar Ciara melupakanmu. Kalau kamu memang membenci Ciara kenapa kamu tidak memintanya untuk melupakanmu, kenapa kamu tidak mengatakan supaya Ciara benar-benar tidak terus merasa bersalah terhadap kamu Kenzie. Atau kamu memang sengaja supaya Ciara terus memikirkanmu dan berharap agar kamu bisa kembali lagi padanya. Apa tidak ada wanita lain di dunia ini selain Ciara sampai kamu tidak bisa melupakannya, apa jangan-jangan kamu yang masih mengharap agar Ciara bisa kembali bersamamu lagi," tuding Kenzo dengan emosinya yang semakin menjadi.
__ADS_1
"Cih bisa-bisanya kamu bicara seperti itu padaku, seharusnya kata-kata itu lebih pantas untuk dirimu sendiri Kenzo. Aku yang seharusnya bertanya, apa di dunia ini tidak ada wanita lain sampai kamu merebut kekasih saudara kembarmu sendiri, sampai kamu meniduri kekasih saudaramu sendiri untuk mendapatkannya. Kamu itu benar-benar licik Kenzo," ucap Kenzie yang membuat Kenzo tersentak.
"Apa maksudmu berkata seperti itu, maksudmu aku sudah sengaja memperkosa Ciara, begitu? Kamu boleh tanya sendiri dengan Ciara, kami melakukannya itu dalam keadaan tidak sadar dan sama-sama melakukannya. Bukan aku yang sengaja melakukannya," kata Kenzo tak terima.
"Alah, omong kosong. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu menemukan Ciara dalam kondisi yang sudah terpengaruh obat, seharusnya kamu itu menyelamatkannya dengan memanggilku bukan malah membawanya ke kamar dan malah kalian berdua sama-sama melepaskannya di sana. Itu sama saja kamu memang sengaja 'kan ingin memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan Ciara. Aku tahu Kenzo kalau dari awal kamu itu sudah menyukai Ciara," ujar Kenzie dan ia mendengar cerita tentang malam pesta itu dari Dinda.
Kenzo sendiri lah yang sudah menceritakan semuanya kepada ibunya tersebut, Dinda mengatakannya kepada Kenzie berharap agar ia bisa mengerti dan memaafkan saudara kembarnya itu.
"Ya itu memang benar, tapi aku sendiri juga sudah terpengaruh obat. Aku juga ingin menyelamatkan diriku sendiri, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyentuh Ciara. Tapi kami juga tidak tahu apa yang terjadi saat itu Kenzie, seharusnya kamu lebih percaya padaku," ucap Kenzo.
"Aku sama sekali tidak percaya ucapanmu. Kamu itu hanyalah seorang pengkhianat dan aku tidak ingin memiliki hubungan apapun lagi denganmu ataupun mengenal wanita yang tidak tahu diri itu, rela menyerahkan tubuhnya untuk pria yang belum sah menjadi suaminya," tegas Kenzie yang membuat Kenzo merasa sangat emosi karena mendengar istrinya dihina, sehingga ia pun kembali menyerang Kenzie dan perkelahian sengit pun tak terelakkan.
"Stop! Berhenti Kenzo, Kenzie," teriak Dinda.
"Berhenti! Apa yang kalian lakukan, apa kalian berdua mau saling membunuh di sini? Jika kalian mau bertengkar jangan di depan rumah ini, buat malu saja. Saudara kembar malah bertengkar hanya gara-gara masalah yang tidak tahu kapan akan selesai," ucap Nathan sehingga saudara kembar itu pun menghentikan perkelahiannya.
Nathan dan Dinda keluar dari rumah setelah mendengar keributan di luar, baru saja satpam juga melaporkan kepada mereka karena sebelumnya sudah gagal untuk melerai pertengkaran itu.
"Aku sama sekali tidak peduli lagi dengan wanita itu, kamu yang tiba-tiba saja datang ke sini menuduh dan memukulku terlebih dulu. Sekarang kamu malah mau mencari pembelaan dari Papi," cibir Kenzie.
"Ck, untuk apa juga aku mencari pembelaan dari Papi. Papi juga sama sekali tidak akan pernah membelaku, bahkan Papi sudah mengusirku dari rumah dan mungkin tidak menganggapku sebagai anak lagi karena Papi begitu menyayangimu. Meskipun kita saudara kembar, tapi aku tahu Papi sama sekali tidak pernah menyayangiku," hardik Kenzo.
Plak!
Hingga di saat itu pun sebuah tamparan dari Nathan mendarat di pipi kanan Kenzo, yang membuat Dinda dan Kenzie merasa sangat terkejut.
"Apa yang kamu lakukan Mas, bukannya menenangkan anak-anak tapi kamu malah ikut menyakiti Anakmu sendiri seperti ini," ucap Dinda dan langsung saja mendekati Kenzo.
"Kenzo, kamu apa kamu baik-baik saja Nak?" Tanya Dinda yang merasa sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja Ma, Mama tidak perlu merasa cemas seperti itu," jawab Kenzo yang meyakinkan ibunya tersebut.
__ADS_1
"Jangan terus membela yang salah. Kamu tidak dengar anak ini tadi bicara apa, seenaknya saja berbicara tanpa menyadari kesalahannya sendiri," ujar Nathan.
"Aku tidak sembarangan berbicara Pi. Memang benar 'kan Papi tidak pernah menyayangiku, bahkan sekarang saja Papi menyakitiku demi membela anak kesayangan Papi ini," ucap Kenzo yang menahan air matanya agar tidak jatuh, tak bisa dipungkiri jika saat ini ia merasa sangat sedih dan hatinya juga terasa sangat hancur.
Di saat itu juga ia membalikkan badannya lalu pergi meninggalkan kedua orang tua serta saudaranya itu.
"Kenzo … tunggu Mama Kenzo … !" Panggil Dinda hingga ia meraih tangan anaknya itu lalu memeluknya dengan sangat erat, diiringi air matanya mengalir deras.
"Kenzo, jangan pergi dulu ya. Bicara dulu baik-baik dengan Papi dan Adik kamu, sini Mama obati dulu luka di wajah kamu," ucap Dinda.
"Biarkan saja dia pergi Ma, ada istrinya 'kan di rumah yang bisa mengobati lukanya. Di sini aku juga terluka, apa Mama sama sekali tidak berniat untuk mengobatiku," ucap Kenzie.
"Kamu dan Kenzo sama-sama Anak Mama, kalian berdua akan Mama obati," ucap Dinda.
"Maafkan aku Ma, aku harus pergi sekarang. Luka di wajah ini sama sekali tidak berbanding dengan luka di hati aku Ma, saat ini aku hanya ingin sendiri untuk menenangkan hatiku," ucap Kenzo yang melepaskan pelukan ibunya tersebut lalu pergi meninggalkan kediaman Collin.
Untungnya taksi yang tadi membawanya memang sudah dicarter sehingga masih tampak menunggunya, sehingga Kenzo pun masuk ke dalam taksi tersebut dan berlalu.
Sementara Dinda tampak menangis tersedu-sedu melihat kepergian Kenzo, hatinya terasa sangat sakit. Ia sama sekali tak menyangka jika keluarganya akan menjadi berantakan seperti ini, membuatnya benar-benar merasa sangat terpukul.
Di saat itu pun Nathan mendekati istrinya serta menyentuh pundaknya. Ia juga merasa sedih dengan kondisi keluarganya seperti saat ini, tetapi ia merasa lebih sakit lagi melihat istrinya yang saat ini menangis, membuat hatinya ikut hancur dan terasa pilu.
"Lepaskan! Jangan menyentuhku," sergah Dinda yang kini terlihat murka.
"Ma, kamu kenapa Ma? Apa gara-gara Kenzo kamu menjadi seperti ini," kata Nathan.
"Hanya gara-gara Kenzo, hanya? Kamu ini benar-benar keterlaluan ya Mas, benar apa kata Kenzo kalau kamu sudah pilih kasih. Apa kamu tidak puas melihat penderitaan Kenzo selama ini, dia bahkan sudah keluar dari rumah karena keegoisan ayahnya sendiri. Apa sekarang sama sekali tidak ada rasa empati di hati kamu Mas, apa kamu sama sekali sudah tidak menyayanginya Kenzo lagi? Dan kamu juga Kenzie, Mama tahu kamu merasa sangat sakit hati terhadap Kenzo karena dia sudah menikah dengan kekasihmu, tapi mau sampai kapan? Apakah dengan kamu bersikap seperti ini maka semuanya akan kembali seperti semula, apakah dengan kamu bersikap seperti ini Ciara akan kembali lagi denganmu? Kalau kamu memang mau bertanggung jawab atas Ciara, kenapa waktu itu kamu tidak mau menikahinya dengan menerima apapun kondisinya, kenapa setelah semuanya terjadi kalian malah menyalahkan Kenzo? Mama benar-benar kecewa terhadap kalian berdua," ucap Dinda dengan air mata yang membanjiri pipinya, lalu ia pun masuk ke dalam rumah meninggalkan anak dan suaminya itu.
Sedangkan Kenzie hanya terlihat tertunduk, merasa sangat sedih melihat kesedihan ibunya itu, tetapi ia juga tak bisa untuk menahan amarahnya apalagi memaafkan Kenzo dan Ciara dengan mudah.
"Sudah Kenzie, cepat masuk, obati lukamu dan beristirahat," ucap Nathan lalu masuk ke dalam rumah menyusul istrinya tersebut.
__ADS_1
...*****...