
Salsa terlihat semakin syok karena mendengar kabar yang menurutnya sangat sulit untuk diterima dan tentu saja membuatnya mengerti bagaimana perasaan Kenzie saat ini.
"Percaya atau tidak percaya itulah kenyataannya. Aku minta maaf karena harus membuatmu juga kecewa terhadap Kenzo. Tapi aku mohon tolong jangan beritahu ini ke siapapun, aku mohon jaga rahasia ini, bagaimanapun juga ini adalah aib. Aku cerita padamu karena aku emang membutuhkan teman curhat, aku tidak bisa menyimpan ini sendirian," ucap Kenzie.
"Tidak apa-apa kok, lagi pula aku dan Sersan Kenzo juga tidak memiliki hubungan apapun. Asal kamu tahu Ken, meskipun Ciara itu sahabat aku tapi aku sama sekali tidak membenarkan apa yang terjadi saat ini, bagaimanapun juga Ciara dan Kenzo sudah salah. Tapi kamu yang sabar ya Ken, selagi kamu mau cerita, cerita saja supaya hati kamu lebih plong dan aku janji aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun," ucap Salsa yang mencoba untuk menenangkan Kenzie.
*****
Setelah dari rumah sakit dan baru saja tiba di rumah, Kenzie merasa terkejut karena melihat Ciara yang ternyata mengikutinya dari belakang dan kini ia pun juga turun dari mobil serta menghampirinya.
"Untuk apa kamu mengikuti ke sini?" Tanya Kenzie.
"Ken, tolong maafkan aku Ken dan kita harus bicara," ucap Ciara.
"Oh ya aku lupa, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan juga padamu Ciara. Mulai saat ini kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi, kita putus. Jadi kamu jangan pernah lagi menemuiku ataupun berusaha untuk menjelaskan apapun," ucap Kenzie, terdengar sangat menyakitkan bagi Ciara.
"Aku tidak mau putus denganmu, aku tidak mau Ken. Dengar aku baik-baik Ken, aku akan menggugurkan kandungan ini. Aku tidak mau menerima kehadiran anak ini karena aku melakukannya bukan dengan sengaja, aku dijebak. Aku juga tidak mencintai Kenzo, aku hanya mencintai kamu Kenzie," ucap Ciara yang membuat Kenzie tersentak.
"Kamu bicara apa Cia, kamu sudah gila ya. Dengan teganya setelah kamu membuat kesalahan dan sekarang kamu mau membuang bayi yang tidak berdosa karena kesalahan kalian, iya? Sini kamu, ayo ikut aku," ucap Kenzie seraya mencengkram erat tangan Ciara, sehingga membuat wanita itu pun merasa kesakitan.
"Akh, lepaskan aku Ken. Tanganku sakit," rintih Ciara tetapi Kenzie sama sekali tak menggubrisnya.
Bagi Ciara, sosok Kenzie yang sangat lemah lembut dan begitu menyayanginya, kini telah berubah menjadi monster yang dengan tega menyakitinya. Tetapi Ciara juga sadar jika sikap Kenzie bisa berubah seperti itu karena kesalahannya, kesalahan yang tidak sengaja ia lakukan bahkan sama sekali tak pernah ia inginkan di dalam hidupnya. Ciara sendiri merasa sangat hancur dengan apa yang terjadi saat ini, tetapi kenapa di saat ia sedang rapuh malah Kenzie tak mau mempercayainya sama sekali?
_____
"Mama … Papi … !" Teriak Kenzie yang membawa Ciara hingga masuk ke dalam rumahnya.
Kenzie juga melepaskan tangan Ciara, sejujurnya ia merasa kasihan melihat wanita tersebut merasa kesakitan bahkan terlihat ada bekas memerah di tangannya. Tetapi baginya rasa sakit yang Ciara rasakan saat ini tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan dan entah kenapa rasa sakit itu seakan berubah menjadi rasa benci yang menyelimuti hatinya, sehingga ia terlihat tak peduli dengan wanita tersebut.
"Apa yang mau kamu lakukan Ken?" Tanya Ciara.
"Nanti kamu juga akan tahu," jawab Kenzie Ketus.
"Kamu benar-benar sudah berubah Ken. Kalau kamu mencintaiku kenapa kamu sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasanku. Aku tahu aku salah, tapi aku dan Kenzo melakukannya dalam keadaan tidak sadar. Aku sama sekali tidak menginginkan hal ini Kenzie, aku juga merasa tersiksa dan sakit," batin Ciara yang meneteskan air matanya.
"Lebih baik hapus air matamu Ciara, aku tidak mau Papi dan Nama malah menganggap aku telah menyakitimu," ucap Kenzie.
"Apa kamu tidak sadar Kenzie, kamu memang telah menyakitiku, sangat menyakitiku," batin Ciara lagi tanpa bisa untuk mengucapkannya langsung.
Lalu ia pun menghapus air matanya, sebisa mungkin untuk menangkan perasaannya dan bersikap biasa saja. Hingga di saat itu pun terlihat kedua orang tua Kenzie yang muncul dan menghampiri mereka.
"Kenzie, ada apa sih? Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu. Eh ternyata ada Ciara," kata Dinda yang melihat kekasih anaknya tersebut.
"Oh … ada tamu. Tapi kenapa harus berteriak Kenzie, kamu 'kan bisa panggil Papi dan Mama," ucap Nathan.
__ADS_1
Ciara pun menyapa ayah dan ibu si kembar itu, lalu menyalami serta mencium punggung telapak tangannya.
"Maaf Ma, Pi, tapi ada hal penting yang harus aku sampaikan kepada kalian," ucap Kenzie.
Deg!
Belum lagi bisa tenang, saat ini jantung Ciara harus berdetak kencang kembali dan darahnya terasa mengalir lebih deras dari biasanya karena merasa sangat takut. Ia yakin jika Kenzo akan menyampaikan kondisinya saat ini kepada kedua orang tuanya itu.
"Ada apa Kenzie, ayo lebih baik kita duduk di sana saja," aja Dinda.
"Tidak perlu Ma, aku mau bicara sekarang juga," tukas Kenzie yang terlihat sangat serius.
"Cepat katakan!" Titah Nathan.
"Kenzie, aku mohon Ken," ucap Ciara lirih diiringi gelengan kepalanya, meminta kepada Kenzie untuk tidak memberitahu hal tersebut.
Akan tetapi Kenzie tak peduli, ia malah terlihat manarik nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara perlahan. Ia sudah memikirkan dan memutuskan akan berbicara kepada orang tuanya itu.
"Kenapa kamu diam Ken? Sebenarnya ini ada apa Kenzie, Ciara, kenapa wajah kalian tegang seperti itu. Ada masalah apa, apa yang sudah kalian sembunyikan dari Mama dan Papi?" Tanya Dinda yang mendadak cemas.
"Ciara hamil," ucap Kenzie.
Duar!
"Sayang, kamu baik-baik saja?" Ucap Nathan yang merasa khawatir.
"Mama, Mama baik-baik saja 'kan?" Tanya Kenzie yang juga merasa khawatir dan menghampiri ibunya tersebut.
"Stop! jangan mendekat," sergah Nathan, ia melarang Kenzie untuk mendekati istrinya.
Kenzie pun terlihat mundur, di dalam hatinya merasa sangat sakit dan hancur melihat kekecewaan yang terpancar dari raut wajah kedua orang tuanya itu.
"Kamu tidak sedang bercanda 'kan Ken? Ciara, katakan kepada Tante, apa benar kamu hamil?" Tanya Dinda untuk memastikannya lagi, karena ia benar-benar tak bisa mempercayai akan hal tersebut.
Ciara masih tampak terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa tetapi tidak mungkin juga ia berbohong kepada kedua orang tua Kenzie yang begitu baik padanya.
"Ciara, jawab Ciara. Kamu tidak perlu takut, Tante mohon jawab apa benar kamu hamil?" Dinda mengulangi pertanyaannya.
"Iya Tante, aku hamil," jawab Ciara lirih dan sangat gugup.
"Apa yang sudah kalian berdua lakukan, kenapa kalian bisa melakukannya, bahkan sampai Ciara hamil," kata Dinda yang tak habis pikir.
"Benar-benar keterlaluan kamu Kenzie. Bisa-bisanya kamu pacaran di batas kewajaran seperti itu, Papi sama sekali tidak pernah mengajarimu untuk menghancurkan masa depan seorang wanita, tapi apa yang sudah kamu lakukan terhadap Ciara? Kamu harus bertanggung jawab, sebagai laki-laki jika sudah berani melakukannya maka harus berani bertanggung jawab," tegas Nathan seraya menatap anaknya dengan tajam.
"Ya Papi memang benar, laki-laki yang sudah melakukan hal ini harus bertanggung jawab. Tapi sayangnya itu bukan aku Pi, bukan aku yang menghamili Ciara, jadi aku tidak akan menikahinya," ucap Kenzie apa adanya.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Kenzie? Kamu sudah menghamili Ciara dan sekarang kamu malah tidak mengakui perbuatan kamu sendiri. Laki-laki seperti apa kamu!" Bentak Nathan.
"Kenzie, jelaskan maksud kamu berbicara seperti itu apa? Ciara ini kekasih kamu, kamu harus bertanggung jawab dan menikahinya. Apalagi Ciara sekarang sedang hamil, jangan sampai dia menanggung beban berat itu sendirian. Kasihan Ciara," ucap Dinda yang tak tahan lagi untuk meneteskan air matanya.
Hati Kenzie semakin terasa sakit, padahal ia belum menyampaikan hal yang sebenarnya tetapi sudah harus melihat ibunya menangis seperti itu.
"Maafkan Kenzie Ma," ucap Kenzie yang langsung saja memeluk tubuh ibunya tersebut.
"Jujur Mama dan Papi merasa sangat kecewa atas apa yang sudah kalian lakukan, tapi ini semua sudah terjadi, harus bagaimana lagi. Solusi terbaiknya kalian harus menikah, kamu harus menikahi Ciara," ucap Dinda.
Kenzie melerai pelukannya tersebut dan kembali menatap sang ibu dengan tatapan sendu.
"Ya Papi benar-benar kecewa dengan kalian berdua, tapi benar kata Mami semuanya sudah terjadi seperti ini. Tidak ada pilihan lain, Papi akan menemui orang tua Ciara dan kalian berdua harus menikah," ucap Nathan yang mencoba untuk bersabar.
"Aku tidak mungkin menikahi Ciara, karena pria yang menghamili Ciara lah yang harus menikahinya. Tapi Papi benar, Papi memang harus menemui orang tua Ciara untuk membahas soal pernikahan mereka," kata Kenzie.
Ciara kembali menggelengkan kepalanya, ia tidak mau jika Kenzie mengatakan kepada orang tuanya itu siapa yang sebenarnya telah menghamilinya.
"Maksud kamu apa Kenzie?" Tanya Dinda yang merasa semakin bingung.
"Itu bukan Anakku Ma, Pi. Bukan aku yang menghamili Ciara," ucap Kenzie.
"Bukan kamu, jadi siapa?" Tanya Dinda.
"Itu Anakku! Aku yang sudah menghamili Ciara."
Tiba-tiba saja terdengar suara Kenzo yang baru pulang dan menghampiri keluarganya itu. Tentu saja kehadiran dan ucapannya itu telah membuat kedua orang tuanya, Kenzie dan juga Ciara sangat terkejut.
"Ini maksudnya apa? Kenzo, kenapa kamu mengatakan jika kamu yang menghamili Ciara, bagaimana bisa ini terjadi?" Tanya Dinda yang terlihat syok.
"Kenzo, Kenzie, Ciara, tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jangan mempermainkan kami seperti ini! Apa benar Ciara hamil dan yang menghamilinya bukan Kenzie melainkan Kenzo. Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Nathan, emosi yang tadinya sudah mereda kini kembali muncul.
"Om, Tante, maaf aku sudah mengecewakan kalian. Ya itu memang benar tapi ini semua terjadi karena tidak sengaja," ucap Ciara diiringi air matanya yang tampak mengalir deras.
"Tidak sengaja? Tidak sengaja bagaimana Ciara?" Tanya Dinda.
"Ma, Pi, kalau kalian mau marah, marah saja padaku. Aku yang salah, aku yang sudah menghamili Ciara. Mama dan Papi ingat di malam pesta pernikahan kalian aku dan Ciara tiba-tiba menghilang, itu karena kami berdua dijebak, kami berdua melakukan hubungan terlarang di kamar belakang dan sekarang membuat Ciara hamil. Itu Anakku! Anak yang ada di dalam kandungan Ciara adalah Anakku, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan," ucap Kenzo yang mengakui semuanya.
Bugh!
Nathan yang merasa emosinya sudah mencapai di Puncak ubun-ubun itu pun langsung saja memukul wajah anaknya tersebut dengan sekuat tenaga, seakan melampiaskan rasa kekecewaannya saat ini.
"Stop!" Teriak Dinda.
...*****...
__ADS_1