
Keesokan hari saat terbangun, Dinda merasakan tubuhnya sakit, entah berapa kali tadi malam ia bergelut dengan sang suami setelah lama tidak melakukan hal itu. Di bawah sana juga terasa perih meskipun ini bukanlah pertama kali mereka lakukan, karena kali ini memang berbeda. Mereka telah menjadi pasangan suami istri, tentunya Nathan terlihat lebih ganas dan sangat bergairah menjelajahi tubuh sang istri hingga mereka berdua kelelahan dan ketiduran dalam keadaan polos, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.
"Pagi Sayang," ucap Nathan tersenyum. Ia begitu senang karena melihat wajah sang istri pertama kali saat ia bangun.
Begitu juga dengan Dinda, ia merasakan sangat bahagia dan tidak percaya jika saat ini telah memiliki kehidupan yang baru bersama dengan Nathan, pria yang sejak lama dicintainya.
"Pagi," ucap Dinda tersenyum dan langsung saja mencium sekilas bibir suaminya itu.
"Kamu mancing aku aja nih pagi-pagi, lagi dong Sayang," kata Nathan.
"Ih kamu ya, dikasih hati minta jantung ya," kata Dinda.
"Kan kamu duluan yang mulai, junior aku juga bangun nih gara-gara sentuhan kamu," goda Nathan.
"Apaan sih kamu. Loh bukannya wajib morning kiss ya," kata Dinda.
"Oh iya, kamu masih ingat aja ya Sayang," kata Nathan.
Memang sewaktu dulu mereka pernah mengatakan jika sudah menikah nanti dan hidup bersama, maka setiap pagi harus ada morning kiss baik itu Dinda ataupun Nathan yang memulainya.
"Ingat dong, ya udah aku mau mandi dulu ya. Tadi malam juga nggak jadi mandi gara-gara kamu," gerutu Dinda.
Akan tetapi baru saja Dinda hendak membangunkan tubuhnya, tanpa aba-aba Nathan langsung saja melahap dan melum** bibir istrinya itu serta memperdalam ciumannya hingga Dinda pun tak dapat menolaknya, justru ia menikmatinya dengan penuh gairah. Di saat Nathan ingin melakukan penyatuan, tiba-tiba Dinda mendorong dada bidang suaminya itu.
__ADS_1
"Kenapa Sayang?" Tanya Nathan kebingungan.
"Masih sakit," jawab Dinda.
"Nggak apa-apa, itu karena belum terbiasa aja. Aku yakin kalau kita sudah sering melakukannya, pasti tidak akan sakit lagi," kata Nathan.
"Tapi aku capek Sayang, tadi malam aku udah nggak tahu lagi berapa kali kamu melakukannya sampai aku ketiduran," kata Dinda.
"Namanya juga pengantin baru, aku janji pelan-pelan Sayang dan kamu tinggal menikmatinya aja," bisik Nathan.
"Tapi-" belum sempat Dinda mengucapkan kata-katanya, Nathan pun langsung saja membungkam mulut sang istri dengan ciuman mautnya hingga Dinda pun pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
Nathan tersenyum penuh kemenangan melihat Dinda yang tampak pasrah seolah meminta segera dipuaskan, langsung saja ia melakukan penyatuan dengan sangat lembut sambil memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat sang istri begitu menikmatinya dan tidak bisa menolak kenikmatan yang diberikan olehnya. Setelah mereka sama-sama pelepasan, mereka berdua pun menuju ke kamar mandi untuk mandi bersama dan mengulangi aktivitas intim itu sekali lagi di bawah guyuran air shower.
*****
Saat ini Dinda dan Nathan sedang berada di rumah orang tua Nathan setelah tadi mereka berdua juga ke rumah orang tua Dinda terlebih dahulu untuk mengambil beberapa pakaian milik Dinda. Kini saatnya mereka mengemasi pakaian Nathan karena esok pagi pasangan pengantin baru ini akan pergi ke Paris untuk honeymoon selama beberapa minggu. Sedangkan Keenan dan Nadine masih tetap stay di rumah oma dan neneknya terlebih dahulu sambil menunggu kepulangan kedua orang tuanya itu.
"Iya Ma tenang saja, kita bakalan pulang bawa calon cucu lagi kok buat Mama, adiknya Keenan dan Nadine," jawab Nathan. Sedangkan Dinda hanya tersenyum saja menanggapi ucapan suami dan mertuanya itu.
"Mama sama Papi mau jalan-jalan ya? Kok nggak ajak Keenan sama Nadine sih," protes Keenan.
"Sayang, nanti ada saatnya Papi dan Mama ajak Nadine sama Keenan jalan-jalan ya, kita ajak sekalian deh Oma, Opa, Nenek dan Kakek. Tapi kali ini khusus buat Papi dan Mama dulu ya," ucap Nathan.
__ADS_1
"Oh gitu ya Pi, iya deh. Tapi Keenan mau main ke rumahnya Nadine ya, ke rumah adiknya Keenan, boleh kan Ma," kata Keenan.
"Boleh dong Sayang, Nadine pasti juga senang kalau Kakaknya sering main ke sana. Keenan sabar ya, nanti kalau Mama dan Papi sudah pulang dari Paris, kita akan tinggal bersama. Jadi Keenan dan Nadine bisa main sama-sama terus," ucap Dinda.
"Iya Ma, Keenan jadi nggak sabar. Tapi Mama sama Papi jangan lupa bawain oleh-oleh ya buat Keenan dan Nadine," ucap Keenan.
"Iya Sayang tenang aja kalau soal oleh-oleh," jawab Dinda tersenyum.
"Keenan, sudah malam, yuk kita ke kamar. Biar Mama sama Papi istirahat juga, soalnya besok pagi harus segera berangkat ke Paris," ajak Cynthia.
"Iya Oma," jawab Keenan lalu mengikuti Omanya itu keluar dari kamar Dinda dan Nathan menuju ke kamarnya.
*****
Singkat cerita, Nathan dan Dinda pun sudah melakukan perjalanan menuju ke Paris untuk berbulan madu. Selama kurang lebih dua minggu di luar Negeri, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena pekerjaan Nathan dan Dinda yang sudah menunggu.
Karena Dinda tidak ingin meninggalkan usaha toko kuenya tersebut, Dinda pun memutuskan untuk tetap melanjutkan bisnis toko kuenya itu meskipun mereka sudah pindah rumah. Untungnya Nathan membelikan rumah yang lokasinya berada di tengah-tengah antara rumahnya dan rumah Dinda, sehingga tidak terlalu jauh dari rumah jika Dinda harus menuju ke tokonya, begitu juga Nathan yang tidak terlalu jauh menuju ke kantornya.
Keenan juga meminta pindah ke sekolah yang sama dengan Nadine karena teman-teman yang dulu di sekolahnya sudah tidak mau lagi bersahabat dengannya. Saat ini Keenan juga menjadi anak yang lebih baik karena ia mendapatkan perhatian lebih dari Dinda dan juga Nathan. Meskipun Dinda terkadang sibuk dengan pekerjaannya, tetapi ia tidak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri untuk mengurus dan memberikan kasih sayang kepada keluarganya. Keenan terlihat begitu bahagia, tidak seperti dulu saat ia masih tinggal bersama dengan ibu kandungnya, Clara.
2 bulan Kemudian, 2 keluarga itu pun mendapatkan kabar bahagia dengan kehamilan Dinda yang sudah memasuki usia 4 minggu. Mendadak Nathan berubah menjadi suami yang overprotektif, ia tidak ingin melihat istrinya kelelahan karena takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya.
"Sayang, aku nggak enak dong kalau harus menolak permintaan customer. Apalagi customer ini udah langganan sama aku. Nggak apa-apa Ya aku buatkan pesanannya dulu," ucap Dinda, karena dari tadi suaminya itu sama sekali tidak mengizinkannya yang hendak membuat kue pesanan .
__ADS_1
"Nggak, aku bilang enggak ya enggak. Aku nggak mau kamu kecapean, lagipula ini sudah malam. Pokoknya kamu istirahat aja ya, batalkan aja dulu pesanan itu. Nanti ada saatnya kamu buat kue lagi, yang penting aku mau sekarang kamu fokus dulu sama kehamilan kamu, oke.!" kata Nathan yang membuat Dinda pun bungkam.
...……… Bersambung ………...