Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Sama-Sama Merasakan.


__ADS_3

Ciara masih tampak fokus menatap ke arah keduanya dan terlihat sangat bingung. Bagaimana tidak, bukan hanya penampilan atau wajah mereka yang sangat mirip, tetapi suara mereka pun sama. Bahkan gaya bicaranya saat ini juga membuat Ciara benar-benar salah sulit untuk membedakan yang mana Kenzie dan yang mana Kenzo.


Pada akhirnya dengan modal nekat dan yakin Ciara pun menebak jika pria yang berada di sebelah kanan yaitu bukan pria yang tadi menantangnya adalah kekasihnya, dengan menunjuknya serta tersenyum kepadanya. Sehingga pria yang ditunjuk juga membalas senyuman tersebut.


"Sayang, ternyata kamu benar-benar mengetahui kalau aku adalah kekasihmu," kata Kenzie dengan sangat bangga.


Meskipun sebenarnya Kenzie merasa bingung kenapa saudara kembarnya memberi tantangan seperti itu terhadap Ciara, tetapi ia juga cukup senang karena ternyata Ciara bisa menebak dengan benar.


"Huft … untung saja. Padahal aku hanya sembarang menebak, tetapi ternyata memang benar," batin Ciara.


"Ternyata Ciara memang sangat mencintai Kenzo, buktinya dia bisa menebak yang mana Kenzie," batin Kenzo.


"Ya ampun Ciara, kamu benar-benar sangat hebat karena bisa menebak dengan benar. Padahal ya tadi itu Tante saja sampai bingung yang mana Kenzo dan mana Kenzie dan kamu Salsa pasti kamu juga tidak bisa 'kan membedakan mereka berdua," ucap Dinda.


"Iya Tante, aku bingung. Mungkin karena Ciara sudah begitu dekat sehingga memiliki ikatan batin dengan Dokter Kenzie, jadi bisa menebak dengan benar," ucap Salsa asal.


Sedangkan Ciara hanya menanggapinya dengan senyuman saja karena merasa malu-malu kucing.


"Ya mungkin itu benar. Tapi apa kalian mau tahu, kedua Kakak Kenzo dan Kenzie juga sering keliru. Apalagi saat mereka sedang berpenampilan sama seperti ini, pasti tidak ada yang bisa menebaknya," kata Nathan.


"Oh, jadi si kembar ini memiliki kakak ya Om?" Tanya Salsa yang memang belum mengetahuinya.


Berbeda dengan Ciara yang sudah mendengar cerita tersebut dari Kenzie tetapi ia memang belum pernah menceritakan hal tersebut kepada Salsa, karena menurutnya ini adalah masalah pribadi Kenzie. Apalagi Ia juga baru menjalin hubungan dengan pria tersebut.


"Iya benar Salsa, Ciara. Jadi si kembar ini memiliki kakak yang sudah menikah dan mempunyai dua orang anak kembar seperti mereka berdua, tapi mereka ada di luar negeri dan kali ini tidak bisa pulang. Nanti lain kali kalau mereka pulang akan Tante kenalkan ya kepada kalian berdua secara langsung," kata Dinda.


"Iya Tante, aku akan menunggu hari itu," ucap Ciara.


"Aku juga Tante, aku senang kalau memang mau dikenalkan dengan kakaknya Sersan Kenzo dan Dokter Kenzie," ucap Salsa pula. "Kedua orang tua Kenzo dan Kenzie ini benar-benar sangat baik dan care, beruntung banget kalau bisa menjalin hubungan dengan salah satu di antara mereka berdua. Ciara, hidup kamu itu benar-benar sangat beruntung," batinnya.


"Ya sudah ayo nikmati hidangannya Ciara dan Salsa, Om dan Tante mau menemui para tamu yang baru datang dulu ya. Kenzie, kamu temani dan ajak Ciara untuk menikmati jamuannya dan kamu Kenzo, temani Salsa," ucap Nathan.

__ADS_1


"Tapi Pi kenapa harus aku yang menemaninya, yang undang wanita ini ke sini bukan aku," protes Kenzo.


"Tidak boleh seperti itu Kenzo. Salsa di sini hanya sendiri dan kamu juga sendiri, jadi apa salahnya jika kamu menemani Salsa," kata Nathan.


"Tapi ada teman-teman aku di sini Pi, aku bisa melayani mereka," imbuh Kenzo yang terus saja mencari alasan untuk menolaknya.


"Tidak apa-apa kok Om, aku bisa sendiri, tidak masalah. Lagi pula di sini 'kan ramai, meskipun aku tidak memiliki pasangan dan aku rasa banyak juga kok yang lain tidak memiliki pasangan. Aku akan tetap menikmati pesta ini," ucap Salsa. Entah apa tujuannya berkata seperti itu, karena jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam tentu saja ia sangat mengharap Kenzo mau menemaninya.


"Jangan dong Ciara, masa iya kamu sendirian. Kenzo, kamu juga tidak boleh seperti itu. Kamu tetap harus bersama dan menemani Salsa malam ini, kamu bisa menemui teman-teman kamu dengan membawanya 'kan. Jangan mengabaikan seorang wanita, coba jika Mama yang diabaikan seperti itu, apa kamu akan terima," kata Dinda, sehingga membuat Kenzo pun mengikuti saja apa kata kedua orang tuanya itu.


"Sepertinya sudah mendapat signal tuh dari Mama dan Papi, kalian tinggal mengembangkannya saja," goda Kenzie.


"Diam kamu, ini semua gara-gara kamu," kata Kenzo ketus, terlihat tidak menyukainya. Tetapi pada akhirnya dengan sangat terpaksa ia pun mengajak Salsa untuk menikmati hidangan yang ada di atas meja.


Sementara Kenzie dan Ciara hanya mengambil minuman saja, lalu mereka pun berdiri di samping kolam renang. Terlihat sangat romantis meskipun keduanya hanya sekedar minum bersama dan sambil bercerita, tertawa bahagia.


Dinda dan Nathan merasa sangat senang karena melihat anak mereka itu bisa bersama dengan seorang wanita. Meskipun Kenzo dan Salsa tidak memiliki hubungan tetapi mereka tahu jika dari gerak-gerik Salsa dia menyukai anak mereka.


"Iya aku tahu kok. sama sekali tidak masalah. Jangankan kamu, bahkan Mama dan Papi aku saja sempat bingung dan seperti yang Papi katakan tadi kedua Kakakku juga suka keliru. Apalagi saat kami sedang seperti ini, sudah pasti mereka juga tidak akan bisa menebaknya. Yang penting kamu bisa menebaknya dengan benar, aku sudah sangat senang," ucap Kenzie.


"Syukurlah kalau kamu nggak marah. Aku tadi hanya bermodal nekat dan keyakinan saja, ternyata aku bisa menebaknya dengan benar," ucap Ciara yang masih tak menyangka.


_____


Setengah jam kemudian, Ciara dan Kenzie pun sudah tampak duduk. Masih di tempat yang sama yaitu di samping kolam renang yang memang ukurannya sangat luas dan juga merupakan taman samping rumah kediaman Collin. Bukan hanya menikmati minuman saja, Kenzie juga sudah mengambilkan beberapa cemilan dan mereka nikmati bersama-sama.


"Sayang ada Om aku yang baru datang, aku mau ke sana dulu nemani mereka. Kamu mau ikut nggak?" Tanya Kenzie seraya menunjuk ke dalam, tepatnya ke arah seorang pria paruh baya yang membawa istrinya.


"Kalau aku di sini saja boleh nggak, aku masih malu kalau harus bertemu dengan Om-mu juga," ucap Ciara.


"Ya sudah aku mengerti kok. Kalau begitu aku ke sana dulu ya, aku hanya sebentar jadi kamu jangan kemana-mana ya," kata Kenzie.

__ADS_1


Ciara menganggukkan kepalanya dan tersenyum, hingga di saat itu pun Kenzie sudah pergi meninggalkannya.


"Nona, apa Nona mau menambah minuman? Sepertinya minuman Nona sudah habis tapi masih ada kue di atas meja," kata seorang pelayan yang tiba-tiba saja muncul di belakang Ciara.


"Oh iya boleh, terima kasih banyak ya Mbak. Kebetulan aku memang masih haus," ucap Ciara yang menerima minuman tersebut.


Tanpa menundanya lagi, Ciara pun langsung meminumnya karena memang minumannya tadi sudah habis. Akan tetapi tidak lama kemudian tiba-tiba saja Ciara merasakan kepalanya sedikit pusing, tidak tahu entah kenapa. Sehingga ia pun memutuskan untuk pergi ke toilet, untungnya sebelumnya Ciara sudah pergi ke kediaman Collin sehingga ia tahu di mana letak toilet yang berada di belakang.


Semakin lama Ciara merasakan kepalanya semakin pusing, Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, tetapi dengan sekuat tenaga Ciara berusaha untuk berjalan agar segera tiba di toilet.


Sementara itu Kenzo yang juga baru saja meneguk minuman bersama dengan temannya, tiba-tiba saja merasakan kepalanya sedikit pusing dan merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam dada. Sehingga ia juga memutuskan untuk pergi ke toilet dan tanpa sengaja Kenzo melihat Ciara jalan sempoyongan, bahkan tubuhnya juga terhuyung dan hampir saja terjatuh. Untungnya dengan cepat Kenzo berlari dan menangkap tubuh wanita itu.


"Ciara, kamu kenapa Ciara? Ada apa denganmu, kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanya Kenzo yang merasa sangat khawatir.


Di saat itu terlihat keadaan Ciara yang semakin lemah sembari memegangi kepalanya, pandangannya juga berkunang-kunang, bahkan ia tidak mengetahui siapa yang ada di hadapannya saat ini. Apalagi untuk membedakan antara Kenzo dan Kenzie.


Di saat yang bersamaan Kenzo juga merasakan tubuhnya bergetar hebat dan terasa sangat gerah, serta tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirinya saat ini. Sehingga ia yang merasa sangat kebingungan itu pun langsung saja membopong tubuh Ciara ala bridal dan membawanya ke dalam sebuah kamar kosong yang ada di belakang sebelum menuju ke toilet.


Setibanya di dalam kamar tersebut, Kenzo membaringkan tubuh Ciara di atas tempat tidur serta menyelimuti tubuhnya.


"Gerah, rasanya sangat gerah," racau Ciara yang menyibakkan selimut dan hendak membuka gaunnya karena merasa kepanasan.


"Ciara, apa yang mau kau lakukan?" Tanya Kenzo yang merasa sangat terkejut dengan apa yang Ciara lakukan.


"Aku sangat gerah, tolong hidupkan AC-nya," pinta Ciara.


Kenzo merasa sangat kebingungan, padahal AC di dalam kamar tersebut sudah full tetapi Ciara masih saja merasa gerah sudah seperti cacing kepanasan. Yang membuatnya sadar ternyata apa yang sedang dirasakan oleh Ciara saat ini sama dengan apa yang dirasakannya. Ia benar-benar tak tahu harus melakukan apa, sedangkan untuk menahan hasratnya sendiri saja rasanya sangat sulit. Apalagi ia harus membantu Ciara, bisa saja ia menggarap Ciara saat ini untuk sama-sama melepaskan hasrat yang menggebu-gebu.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku," pinta Ciara di saat Kenzo hendak menuju ke kamar mandi menuntaskan hajatnya, bahkan Ciara langsung saja menarik tubuh Kenzo hingga terjatuh di dalam pelukannya.


Entah setan apa yang sedang merasuki keduanya saat ini, mereka langsung saja bercumbu mesra dengan saling me lu mat bibir, saling bertukar lidah dan mengakses rongga mulut pasangan masing-masing, serta sesekali bertukar saliva. Hingga tanpa sadar kini keduanya pun telah polos tanpa sehelai benang pun dan terjadilah adegan panas di atas ranjang yang seharusnya tidak mereka lakukan.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2