Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Akan Bertanggung Jawab.


__ADS_3

Betapa terkejutnya Kenzo mendengar Ciara yang mengatakan akan hal itu dan tentu saja ia sangat tidak setuju dengan keputusannya.


"Aku mohon Ciara, jangan berbicara sembarangan seperti itu, jangan gugurkan kandunganmu. Kasihan Anak kita yang sama sekali tidak berdosa, tapi kita lah yang berdosa karena sudah melakukannya. Aku akan bertanggung jawab jika Kenzie dak mau menikahimu," ucap Kenzo.


"Bagaimana mungkin Kenzie mau bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan, tentu saja dia tidak mau dan aku juga tidak mau menikah denganmu," tukas Ciara.


"Tapi Ra, ini semua demi anak yang berada di dalam kandunganmu. Bagaimanapun juga kamu sedang mengandung Anakku dan aku tidak setuju dengan keputusan kamu untuk menggugurkannya. Aku janji Ra, jika kamu mau menikah denganku, aku akan membuatmu bahagia tak kalah dengan apa yang sudah Kenzie lakukan padamu. Bahkan bisa lebih dari itu karena aku juga mencintaimu Ciara, kamu juga tahu itu 'kan," ucap Kenzo.


"Cih, anak apa maksudmu? Anak hasil dari hubungan terlarang, iya? Aku sama sekali tidak menginginkannya dan aku juga sama sekali tidak membutuhkan pendapatmu Kenzo. Aku yang sekarang sedang mengandung, jadi tidak ada satupun orang yang berhak untuk melarangku. Satu lagi jangan pernah membicarakan soal cinta, apalagi jika Kenzie mendengarnya, dia akan semakin yakin jika aku benar-benar sudah berkhianat. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumahku, pergi!" Usir Ciara.


"Oke aku akan pergi sekarang, aku tidak akan mengganggu kamu sampai kamu tenang. Tapi aku mohon pikirkan baik-baik Ra, jangan sampai kamu menggugurkan kandunganmu. Aku mohon," ucap Kenzo mengiba.


"Untuk apa hah! Untuk apa aku mempertahankan anak yang sama sekali tidak aku harapkan. Apa kamu menginginkanku terus mengingat kesalahan yang pernah aku lakukan denganmu, iya? Itu tidak bisa Kenzo, ini akan membuatku semakin tersiksa," ucap Ciara.


"Bukan itu maksudku Ara, aku mohon dengarkan aku dulu. Anak itu tidak bersalah, aku akan bertanggung jawab, aku janji," ucap Kenzo yang langsung saja memeluk Ciara, karena sedari tadi wanita itu tampak menangis histeris.


Ciara memberontak, ia memukuli punggung Kenzo minta untuk dilepaskan. Akan tetapi Kenzo tak peduli, ia malah memeluk Ciara semakin erat yang membuatnya pun tak kuasa untuk menghindar. Pada akhirnya ia hanya bisa pasrah berada di dalam dekapan Kenzo sembari menangis tersedu-sedu, meskipun ia tak membalas pelukan tersebut.


Kenzo juga tak dapat membendung air matanya untuk tidak jatuh, ia merasa tidak tega melihat Ciara yang tampak rapuh seperti saat ini.


*****


Sementara itu Kenzie yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi, terus saja mengingat kenyataan pahit yang terjadi di dalam hidupnya. Ia merasa sangat rapuh, hatinya benar-benar begitu hancur dan hanya bisa menangis di bawah guyuran air shower untuk meluapkan segalanya. Tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, di dalam hatinya yang paling dalam ia masih sangat mencintai Ciara tapi tak bisa juga dipungkiri jika ia begitu kecewa bahkan sangat membenci pengkhianat yang sudah dengan sengaja menyakiti hatinya.


"Apa yang aku harus lakukan sekarang? Apa aku harus bertanggung jawab atas apa yang tidak aku lakukan? Tidak, itu tidak mungkin. Kalau memang Kenzo yang telah melakukannya, Kenzo juga yang harus bertanggung jawab, bukan aku," batin Kenzie.


Setelah mandi dan memakai pakaiannya, Kenzie hanya mengurung diri di dalam kamar. Sementara itu Nathan yang saat ini sudah berada di rumah dan Dinda yang sudah selesai menyajikan makan malam tampak kebingungan karena kedua anaknya sama sekali belum menampakkan diri.


Di saat itu pun terlihat Kenzo yang baru saja pulang dan masuk ke dalam rumah dengan kondisi yang tampak lesu, bahkan wajahnya juga terlihat memerah seperti sehabis menangis.


"Apa yang terjadi denganmu Ken dan dari mana saja kamu, bukannya kata Mama tadi siang kamu sudah pulang?" Tanya Nathan.


"Iya Kenzo tadi 'kan kamu sudah di rumah, kenapa kamu pergi lagi dan tidak izin dengan Mama, sebenarnya ada apa?" Tanya Dinda.


"Maaf Ma, Pi, tadi aku buru-buru karena ada hal penting," jawab Kenzo yang melanjutkan langkah kakinya hendak menuju ke kamar.


"Tunggu Kenzo!" Panggil Nathan sehingga langkah kaki Kenzo pun terhenti, tanpa melihat ke arah kedua orang tuanya itu.


Lalu Nathan dan Dinda berjalan mendekati anaknya tersebut.


"Ada apa? Apa yang terjadi, kenapa kamu terlihat lesu seperti itu? Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Nathan.


"Ini hanya soal pekerjaan saja Pi, jangan khawatir," jawab Kenzo.

__ADS_1


"Jangan bohong Kenzo, Papi tahu kamu sekarang sedang berbohong. Jangan coba-coba untuk membohongi Papi," tegas Nathan.


"Maaf Ma, Pi, aku mau istirahat," ucap Kenzo dan kembali melanjutkan langkah kakinya itu.


"Kenzo tunggu! Papi belum selesai bicara Kenzo," panggil Nathan.


"Mas, sudah Mas. Mungkin untuk sekarang Kenzo belum bisa mengatakannya dan dia lagi butuh waktu untuk sendiri, jadi biarkan saja dulu Kenzo menenangkan dirinya. Nanti dia pasti akan cerita kalau memang sudah waktunya," ucap Dinda, sehingga membuat Nathan pun manjadi lebih sabar.


"Ya sudah. Lalu di mana Kenzie? Kalau Kenzo memang tidak mau makan, panggil saja Kenzie untuk makan malam bersama kita," ucap Nathan.


"Tadi sewaktu Mama ke kamarnya menanyakan kondisi Ciara katanya sih dia mau mandi, tapi sekarang pasti sudah siap. Ya sudah Mama panggil dulu ya, Papi ke ruang makan saja dulu," ucap Dinda.


_____


Tidak berapa lama kemudian, Dinda pun telah kembali ke ruang makan tetapi hanya sendirian.


"Di mana Kenzie Ma, apa dia juga tidak mau makan?" Tanya Nathan.


"Kenzie sudah istirahat Pa, katanya dia capek jadi mau langsung tidur. Tapi nanti kalau lapar Kenzie akan makan," jawab Dinda.


"Ada apa dengan si kembar? Tidak seperti biasanya mereka seperti ini. Apa mereka sedang ada masalah?" Tanya Nathan.


"Sudah ya Pi. Menurut Mama apapun masalah yang saat ini sedang mereka hadapi, selagi mereka bisa menanganinya sendiri kita tidak perlu ikut campur," ucap Dinda yang sebenarnya juga merasa khawatir terhadap anak kembarnya itu, tetapi ia hanya tidak mau menampakkan saja.


"Ya sudah kalau begitu, lagi pula mereka juga sudah dewasa," ucap Nathan.


"Apa saja, masakan kamu semuanya enak," jawab Nathan yang membuat Dinda tersenyum.


*****


Hari-hari terus saja berlalu, saat ini hubungan Kenzie dan Ciara sudah tampak renggang. Bahkan saat di rumah sakit pun Kenzie terlihat menghindari Ciara dan enggan berbicara dengan kekasihnya itu jika bukan soal pekerjaan. Hal tersebut ternyata telah diperhatikan oleh Salsa, yang membuatnya merasa kebingungan. Tetapi jika ia bertanya kepada Ciara, pasti sahabatnya itu tidak mau memberitahunya.


"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian, sudah tiga hari aku melihat kalian seperti orang asing yang tidak saling mengenal, apalagi berpacaran. Ada apa Ciara?" Tanya Salsa entah untuk ke berapa kalinya.


"Ada masalah sedikit saja, jangan khawatir ya," jawab Ciara.


"Masalah sedikit tapi sampai seperti itu. Padahal 'kan kita baru saja pulang liburan, masa sih kalian langsung bertengkar sampai tidak teguran seperti ini," ucap Salsa.


"Aku yang sudah membuat kesalahan sampai membuat Kenzie benar-benar marah padaku Sa," ucap Ciara.


Di saat itu pun Ciara melihat Kenzie dari kejauhan, sehingga ia langsung saja melangkahkan kakinya mendekati pria yang masih menjadi kekasihnya itu.


"Ken, aku mau bicara sama kamu sebentar saja. Sudah tiga hari kamu mendiami aku seperti ini, hubungan kita sekarang juga gantung Ken. Tolong dengarkan penjelasan aku dulu," ucap Ciara.

__ADS_1


"Maaf aku sibuk," ucap Kenzie.


"Jangan bohong Ken, aku sudah memeriksa jadwalmu dan 2 jam lagi baru ada jadwal operasi lagi. Kita makan siang sama-sama ya sekalian ngobrol," ucap Ciara.


"Dokter Salsa, apa kamu sudah makan?" Tanya Kenzie yang malah mengajak temannya itu untuk berbicara, bukan meladeni Ciara.


"Dokter Kenzie sedang berbicara denganku?" Tanya Salsa yang menghampiri keduanya.


"Iya kamu, memang ada siapa lagi di sini," kata Kenzie.


"Oh … belum sih. Ada apa ya Dok?" Tanya Salsa.


"Kalau begitu apa kamu mau menemaniku makan siang?" Tanya Kenzie yang membuat Salsa benar-benar terkejut dan bingung harus menjawab apa, ia juga merasa tidak enak dengan Ciara.


"Salsa, tidak apa-apa kalau kamu mau. Kalian pergi saja," ucap Ciara.


"Memangnya kamu tidak ikut sekalian Ciara?" Tanya Salsa.


"Tidak, aku masih ada pekerjaan," jawab Ciara.


"Oh ya sudah kalau begitu, maaf ya Ra," ucap Salsa.


Lalu Salsa dan Kenzie pun melangkahkan kaki hendak menuju ke kantin, sementara Ciara hanya tampak diam saja menahan perih di dadanya. Rasanya sangat sedih menghadapi sikap Kenzie yang benar-benar sudah berubah total terhadapnya.


Kenzie sendiri juga menyimpan kesedihan yang amat mendalam di dalam hatinya dan menyayangkan hubungan mereka yang saat ini sama sekali sudah tidak ada artinya lagi dan tidak tahu harus dibawa kemana.


_____


"Maaf Dokter Kenzie, sebenarnya kalian berdua ada masalah apa sih. Kenapa sampai seperti ini? Ciara juga tidak mau cerita padaku, aku 'kan jadi penasaran," tanya Salsa yang memberanikan diri untuk bertanya dengan Kenzie.


"Yang jelas masalahnya ini benar-benar sangat berat. Ciara sudah berkhianat," jawab Kenzie.


"Berkhianat, maksudnya berkhianat bagaimana? Ciara itu 'kan orang yang sangat baik dan setia, tidak mungkin kalau berkhianatnya karena selingkuh," kata Salsa.


"Tapi itu kenyataannya Sa. Bukan hanya selingkuh, bahkan Ciara sudah melakukan hubungan terlarang dengan saudara kembarku sendiri," ucap Kenzie yang memang sangat membutuhkan teman untuk bercerita, hingga pada akhirnya ia pun jujur terhadap Salsa yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya juga.


"Apa? Ciara dan Sersan Kenzo, mereka melakukan hubungan terlarang?" Tanya Salsa yang terlihat syok dan tidak mempercayainya.


"Tenang Sa, aku tahu pasti kamu sangat terkejut 'kan. Apalagi kamu juga menyukai Kenzo, tapi malah Kenzo melakukan hal tidak sewajarnya seperti itu," ucap Kenzie.


"Kamu serius 'Ken? Kamu tidak sedang membohongiku 'kan?" Tanya Salsa yang terlihat tidak mempercayainya.


"Aku sama sekali tidak bohong, itulah kenyataannya Sa. Kalau kamu jadi aku bagaimana perasaan kamu, bahkan sekarang Ciara hamil anak Kenzo," ucap Kenzie.

__ADS_1


"Apa?"


...*****...


__ADS_2