
Ciara tak tahu harus berkata apa sekarang, sejujurnya ia merasa sungkan karena harus diperhatikan seperti itu oleh orang lain yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya meskipun pria itu sangat mirip dengan kekasihnya.
Akan tetapi tetap saja ia juga merasa bersyukur dan berterima kasih karena bagaimanapun juga Kenzo adalah calon ipar yang begitu peduli padanya dan dalam hal ini tidak mungkin juga jika ia akan marah padanya, tidak bisa dipungkiri juga wanita mana yang tidak suka diperhatikan oleh siapapun termasuk Ciara.
"Terima kasih ya Sersan Kenzo. Aku baik-baik saja kok, aku tidak apa-apa," jawab Ciara yang merasa sangat gugup.
"Oh … syukurlah kalau begitu. Maaf ya Ciara, aku tidak bermaksud untuk bersikap sok perhatian, aku hanya melakukan apa yang harus akau lakukan. Tidak mungkin aku diam saja melihatmu seperti tadi, jika terjadi sesuatu dengannya pasti Kenzie juga akan sangat marah padaku," ucap Kenzo yang menyadari sikapnya, ia takut jika Ciara malah merasa tidak nyaman.
"Iya tidak apa-apa Sersan, terima kasih banyak ya dan aku juga tahu kok kalau kamu hanya mau menolongku," jawab Ciara.
"Syukurlah kalau kamu mengerti. Oh ya kamu juga tidak perlu memanggilku dengan sebutan Sersan jika kita tidak sedang bertugas Ra, kamu ini sudah seperti dengan orang lain saja. Bagaimanapun juga kita ini 'kan akan menjadi saudara nantinya," ucapnya.
"Oh iya Sersan, eh Kenzo. Maaf aku hanya belum terbiasa," ucap Ciara.
"Kamu ini benar-benar sangat lucu Ara," ucap Kenzo lirih.
"Maaf, kamu bicara apa Ken?" Tanya Ciara karena memang hanya mendengarnya hanya samar-samar saja.
"Tidak, aku tidak bicara apa-apa. Ya sudah ayo lanjutkan makannya, kamu pasti mau bekerja lagi 'kan," ucap Kenzo sengaja mengalihkan ke arah pembicaraan lain.
"Iya, ini aku juga 'kan sambil makan. Kamu juga dong, kamu pasti mau ke kantor juga 'kan. Maaf ya karena menemaniku kamu jadi terlambat ke kantornya," ucap Ciara.
"Kenapa harus minta maaf Ra, kamu tidak salah apapun. Aku juga tidak sedang buru-buru untuk ke kantor, kamu tenang saja ya," ucap Kenzo.
Lalu keduanya pun saling melempar senyuman dan di saat itu Kenzo melihat ada makanan yang belepotan di sudut bibir Ciara, yang membuat jiwa perhatiannya bergejolak. Sehingga lagi-lagi dengan reflek Kenzo langsung saja membersihkan dengan jarinya.
Entah dari mana Kenzo belajar atau melihatnya, meskipun ia sama sekali tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya karena memang tidak pernah berpacaran dan melakukannya terhadap wanita lain, bahkan Ciara adalah satu-satunya wanita yang saat ini dekat dengannya, tetapi ia bisa melakukan itu semua tulus dari dalam hatinya.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Kenzo tentu saja membuat Ciara sangat terkejut dan langsung menatap ke arah pria itu, sehingga Kenzo langsung tersadar jika sikapnya kali ini sudah sangat keterlaluan dan segera mengalihkan tangannya dengan perasaan yang begitu tak karuan.
"Ciara, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja Ra, aku hanya reflek. Maaf karena aku sudah lancang," ucap Kenzo yang merasa sangat takut jika Ciara akan marah padanya.
"Ya sudah tidak apa-apa Kenzo, tapi lain kali jangan seperti ini lagi ya. Aku juga tidak enak jika ada orang yang lain melihat, pasti mereka akan salah paham. Apalagi sekarang ini 'kan kamu juga sedang bertugas, aku yakin siapapun pasti tahu bahwa kamu itu bukan Kenzie melainkan kamu adalah saudara kembarnya Kenzie. Aku hanya tidak mau ada pandangan buruk nantinya tentang kamu juga," kata Ciara.
"Iya Ciara, aku benar-benar minta maaf ya. Lain kali aku akan lebih menjaga sikapku," ucap Kenzo dan hanya ditanggapi anggukan kepala serta senyuman dari Ciara.
Setelah makan siang Ciara langsung saja melanjutkan pekerjaannya, begitu juga dengan Kenzo yang langsung berpamitan untuk kembali ke kantor.
__ADS_1
*****
Hari-hari terus berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa sudah 1 bulan lamanya Ciara dan Kenzie menjalin hubungan. Karena keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak ada waktu untuk mereka berkencan di luar atau seperti yang orang lain lakukan. Bahkan saat di rumah sakit pun kadang mereka jarang sekali untuk bersama atau hanya sekedar bercerita karena jadwal pekerjaan keduanya yang suka bertabrakan. Paling hanya bertemu sebentar, sekedar saling menyapa atau disempatkan untuk makan bersama. Itupun selalu saja terburu-buru, kalau tidak Kenzie maka Ciara lah yang memiliki pekerjaan lain.
Ya memang dalam satu bulan terakhir ini, selain Kenzie yang banyak memiliki jadwal operasi, Ciara juga banyak menangani kasus yang ia tangani bersama Kenzo. Sehingga membuat Ciara dan Kenzo malah semakin dekat, terkadang tanpa sadar Kenzo juga selalu memberikan perhatian-perhatian kecil layaknya sebagai kekasih kepada Ciara, yang membuat wanita itu lama-lama mulai terbiasa menerima kebaikan yang menurutnya masih dibatas kewajaran.
Ciara juga yakin jika perhatian yang selalu Kenzo berikan padanya itu bukanlah rasa cinta melainkan hanya menganggapnya sebagai kekasih kembarannya saja atau sebagai calon ipar. Kenzie sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, bahkan ia senang karena di saat ia sendiri sedang sibuk dan tidak bisa memperhatikan Ciara, ada saudara kembarnya yang selalu berada di dekat kekasihnya itu. Sehingga membuatnya tidak perlu merasa khawatir saat Ciara sedang bekerja dengan Kenzo.
_____
"Sayang, kamu masih ada jadwal operasi setelah ini?" Tanya Ciara saat menghampiri kekasihnya di depan ruang operasi.
"Alhamdulillah sudah tidak ada lagi dan setelah ini aku bisa pulang, kamu sendiri bagaimana?" Tanya Kenzie pula.
"Aku juga sudah selesai. Kenzo baru saja pergi dan Salsa juga baru saja pulang," jawab Ciara.
"Hm … syukurlah. Akhirnya kita punya waktu berdua. Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita siap-siap pulang, mumpung masih ada banyak waktu kita makan dulu sebelum aku mengantarmu pulang," ajak Kenzie.
"Boleh, ya sudah yuk," jawab Ciara yang terlihat begitu antusias.
Meskipun keduanya sama-sama sibuk tetapi mereka bisa saling mengerti dalam kondisi seperti apapun dan inilah resiko yang harus diterima karena mereka sudah memutuskan untuk menjalin hubungan. Ciara juga selalu memperhatikan Kenzie saat berada di rumah sakit seperti memberikannya makan siang, apalagi Kenzie lah yang tidak bisa mengatur waktu kerjanya karena jadwal operasi yang sudah tersusun. Berbeda dengan Ciara yang terkadang masih bisa menyempatkan diri untuk makan dengan menunda pekerjaannya sebentar, setelah itu baru ia akan melanjutkannya kembali.
*****
"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Kenzie.
"Aku mau makan spaghetti aja deh," jawab Ciara.
"Ya sudah kalau begitu aku pesankan ya," kata Kenzo yang langsung saja memesan makanan tersebut berikut dengan minuman Ciara serta yang ia inginkan.
Tidak lama kemudian pesanan pun telah tiba dan tersaji di atas meja, di saat itu Ciara tampak terdiam melihat makanannya yang membuat Kenzie merasa kebingungan.
"Sayang, ada apa? Ayo dong dimakan, kenapa hanya dilihat saja. Kamu mau spaghetti 'kan?" Tanya Kenzie.
"Kenzie, sepertinya kamu lupa ya kalau aku tidak bisa makan pedas dan ini spaghettinya pedas Ken," kata Ciara.
"Oh iya aku lupa, aku benar-benar minta maaf ya Sayang. Aku tadi lupa untuk bilang sama pelayan," ucap Kenzie yang merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Ara, ini aku bawakan spaghetti kesukaanmu dan ini tidak pedas sama sekali karena aku ingat kamu tidak bisa makan pedas."
Tiba-tiba saja Ciara teringat akan Kenzo yang waktu itu pernah membawakannya spaghetti saat sedang bertugas di rumah sakit.
"Kenapa malah Kenzo yang lebih perhatian padaku dibandingkan Kenzie dan aku juga merasa jika sikap Kenzie ada yang berbeda. Sebenarnya Kenzie ini masih mencintaiku atau tidak? Duh … Ciara kamu ini mikir apa sih. Jangan berpikiran yang bukan-bukan dong, apalagi sampai meragukan cinta Kenzie. Kamu juga 'kan tahu sendiri akhir-akhir ini Kenzie sangat sibuk, bahkan kamu sendiri juga banyak pekerjaan 'kan. Mungkin Kenzie benar-benar lupa," batin Ciara.
"Sayang jangan marah ya. Aku benar-benar minta maaf karena sudah lupa, aku tidak sengaja," ucap Kenzie.
"Ya sudah tidak apa-apa Sayang, aku tidak marah kok. Dan ini juga masalah besar, sekali-sekali makan pedas tidak masalah dong," kata Ciara.
Tetapi dengan cepat Kenzie mengambil sepiring spaghetti yang berada di hadapan kekasihnya itu.
"Loh kenapa diambil? Tanya Ciara merasa kebingungan.
"Tidak boleh, kamu tidak bisa makan pedas kenapa harus memaksanya? Aku ganti dulu ya," ucap Kenzie lalu memanggil pelayan kembali dan memesan spaghetti yang baru sesuai keinginan Ciara.
"Ternyata Kenzie masih peduli sama aku. Buktinya dia langsung mengganti spaghettinya karena tidak ingin aku sakit," batin Ciara mengulas senyum tipis.
_____
Setelah makan Kenzie langsung saja mengantar Ciara pulang ke kediamannya karena waktu juga sudah hampir malam. Mereka ingin segera beristirahat setelah satu bulan belakangan ini kurang untuk beristirahat di rumah.
"Terima kasih ya Sayang untuk hari ini, kamu hati-hati di jalan," ucap Ciara saat sudah tiba di depan rumahnya tetapi masih berada di dalam mobil.
"Iya sama-sama Sayang, kamu langsung mandi dan istirahat ya," kata Kenzie.
"Iya kamu juga ya, kalau sudah sampai rumah langsung kabari aku," kata Ciara.
"Oke," jawab Kenzie.
Di saat itu Kenzie tampak mendekatkan wajahnya, sehingga membuat Ciara pun langsung memejamkan mata karena mengira kekasihnya itu akan menciumnya.
"Ini kenapa bisa ada potongan daun di rambut kamu," ucap Kenzie yang membuat Ciara pun langsung membuka matanya dan merasa sangat malu, karena ternyata Kenzie hanya mengambil sesuatu di rambutnya.
"Oh iya, aku juga tidak tahu. Mungkin tadi ada yang berterbangan di jalan. Ya sudah kalau begitu aku turun dulu ya," ucap Ciara yang langsung saja keluar dari mobil, sedangkan Kenzie langsung pergi meninggalkan kediaman Ciara.
"Aneh, ada yang berbeda dengan sikap Kenzie. Padahal kami sudah melakukannya, tetapi kenapa setelah itu Kenzie seperti tidak mau berciuman sama sekali selain hanya mencium kening atau berpegangan tangan," gumam Ciara.
__ADS_1
Bersambung …