Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Salah Paham.


__ADS_3

Melihat ekspresi wajah Ciara, Dinda tahu jika menantunya pasti merasa tidak enak hati dan Dinda juga mengerti apa yang sedang dipikirkannya saat ini.


"Sayang kamu jangan berpikiran yang bukan-bukan ya, yang penting sekarang kita sudah tahu 'kan Kenzo ada di mana dan dia baik-baik saja," ucap Dinda.


"Maafkan aku ya Cia, aku hanya menyampaikan pesan Sersan Kenzo saja. Tapi Sersan Kenzo tahu kalau saat ini kamu lagi sama Tante Dinda, mungkin maksudnya dengan menyampaikannya kepada Tante Dinda itu 'kan sama saja sudah menyampaikan padamu. Dan kenapa Sersan Kenzo menghubungiku itu karena dia mau menanyakan soal pekerjaan kita, karena 'kan Sersan Kenzo tahu kalau aku yang melakukan penyelidikan akhir, bukan kamu. Apalagi dalam kondisi kamu yang sakit, pasti kamu juga tidak bisa ikut bekerja. Tapi tadi dia sempat menanyakan bagaimana kondisi kamu sekarang dan aku bilang kalau kamu sudah lumayan membaik," ucap Salsa yang juga mengerti bagaimana perasaan Ciara saat ini.


Salsa yang merasa tidak enak terpaksa berbohong dan mengarang cerita, padahal Kenzo sama sekali tidak menanyakan keadaan Ciara.


"Iya Ma, Salsa, terima kasih ya. Iya, jujur aku senang karena sudah mendengar kabar Kenzo baik-baik saja. Jadi bagaimana Sa, apa sudah selesai pekerjaan kita? Kalau belum biar aku ikut membantu kamu menyelidikinya ya, aku sudah baik-baik aja kok," ucap Ciara.


"Tidak perlu Ra, kamu istirahat saja ya di sini sama Tante Dinda. Sedikit lagi selesai dan aku akan mengirimkan laporannya segera kepada Sersan Kenzo melalui email-nya. Lebih baik sekarang kamu hubungi saja Sersan Kenzo, nomor ponselnya sudah aktif," ucap Salsa yang begitu perhatian terhadap sahabatnya.


"Salsa, terima kasih banyak ya Sayang. Kamu benar-benar wanita yang sangat baik, sama persis seperti Ciara. Memang sangat pantas kalian berdua itu menjadi sahabat, sangat mengerti bagaimana kondisi sahabatnya saat ini. Kalau memang diizinkan Tante sangat ingin kalau kamu juga menjadi menantu Tante," ucap Dinda.


"Tante bisa saja, tapi aku tidak lebih baik dari Ciara Tante. Justru Ciara yang selalu mengerti kondisi aku dan banyak membantuku. Kalau masalah menjadi menantu Tante aku juga sama sekali tidak menolak, ya mudah-mudahan saja Tante kalau jodoh nggak akan ke mana," ucap Salsa yang merasa sangat senang.


Sementara Ciara hanya terlihat diam saja, dalam hati ia juga berdoa semoga saja keinginan Dinda itu menjadi kenyataan. Ia juga sadar sampai kapanpun tidak akan mungkin pernah bersama dengan Kenzie lagi karena saat ini ia telah menjadi istri Kenzo, yang entah sampai kapan ia akan bertahan dengan pernikahan tanpa Cinta.


Di saat itu Dinda baru menyadari jika ucapannya tadi mungkin sudah menyakiti hati menantunya, karena ia tahu betul bagaimana perasaan Ciara untuk Kenzie hingga saat ini. Bagaimanapun juga Ciara dan Kenzo menikah karena sebuah kecelakaan, yang membuat hubungannya dengan Kenzie harus berakhir meskipun keduanya masih saling mencintai. Begitu pula dengan Salsa yang juga tanpa sengaja malah menyetujui ucapan Dinda, sehingga membuat keduanya sama-sama saling bertatapan dan menatap ke arah Ciara dengan perasaan yang tidak enak.


"Ciara, maafkan Mama ya. Mama sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu, Mama-"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Ma, Mama tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti kok, lagi pula seperti yang Mama katakan tadi kalau Salsa ini memang wanita yang baik, dia adalah sahabat terbaikku Ma. Aku juga sangat setuju kalau Salsa bisa bersama dengan Kenzie," ucap Ciara yang menyela ucapan Dinda.


"Maksudnya Tante Dinda tidak seperti itu Ra, kami mengerti kok kalau kamu baru saja berpisah dengan Kenzie dan itu semua juga bukan karena keinginan kalian. Aku juga tadi nggak bermaksud apa-apa kok, tapi memang jodoh 'kan tidak ada yang tahu," ucap Salsa.


"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, Mama dan Salsa tidak perlu merasa tidak enak. Aku dan Kenzie sudah tidak memiliki hubungan apapun, justru aku senang kalau memang Kenzie bisa bersama dengan sahabat terbaikku. Karena aku tahu Sa kamu itu orang yang baik dan hanya kamu yang pantas untuk Kenzie," ucap Ciara tersenyum. Meskipun ia tidak bisa bohong rasa sakit di dalam hatinya itu pasti ada, tetapi ia harus mengikhlaskan pria yang masih sangat dicintainya bersama sahabat terbaiknya itu.


"Ya sudah kalau memang seperti itu, kita memang tidak tahu bagaimana kehidupan kita karena semua sudah ada yang mengaturnya. Tapi Cia Mama benar-benar minta maaf sama kamu, Mama tidak bermaksud untuk menyakiti hati kamu atau tidak mengerti perasaan kamu," ucap Dinda.


"Aku sama sekali tidak merasa sakit hati Ma, aku senang dan aku sangat mendukung. Mama bisa tanyakan kepada Salsa kalau waktu itu aku pernah memintanya untuk menjaga Kenzie, karena aku sudah tidak bisa menjaganya lagi," ucap Ciara.


"Iya Tante memang waktu itu Ciara pernah mengatakan padaku, dia menitipkan Kenzie padaku, tapi aku tahu jika sampai saat ini perasaan Kenzie masih ada untuk Ciara. Bahkan dari dulu Kenzie memang tidak pernah mendekatkan diri dengan wanita selain Ciara, meskipun itu aku rekan kerjanya sendiri," ucap Salsa.


"Tante tahu ini semua tidak mungkin mudah untuk Ciara dan Kenzie, tapi bagaimanapun juga sekarang Ciara sudah memiliki kehidupan sendiri. Sedangkan Kenzie nantinya juga pasti bisa melupakan Ciara, hati bisa saja berubah dan kita tidak akan pernah bisa untuk mencegahnya," ucap Dinda.


"Sayang, mau kamu atau Mama yang menghubungi Kenzo?" Tanya Dinda.


"lebih baik Mama saja, ponselku lowbat Ma," ucap Ciara beralasan.


"Ya sudah kalau begitu, biar Mama saja ya yang menghubungi Kenzo. Lagi pula sama saja 'kan karena sekarang kita sedang bersama," ucap Dinda.


Ciara menganggukkan kepalanya, lalu segera saja Dinda menghubungi anaknya tersebut. Akan tetapi ternyata di saat itu ponsel Kenzo kembali tidak aktif, sehingga Dinda pun ingin menghubungi Farid tetapi Ciara mencegah dan mengatakan kepada mertuanya itu untuk tidak usah mengganggu Kenzo dulu. Mungkin Kenzo masih membutuhkan waktu untuk sendiri, apalagi pria itu juga tahu jika saat ini Dinda sedang bersama dengannya, sehingga Kenzo pun terlihat menghindar.

__ADS_1


_____


"Aku tidak menyangka Ciara, ternyata kamu benar-benar licik. Kamu sudah merencanakan ini semua karena kamu mau bersama dengan Kenzo, lalu kamu seenaknya menitipkan aku dengan Salsa. Kamu pikir aku ini sebuah barang yang bisa kamu titipkan seperti itu," umpat Kenzo yang merasa sangat emosi.


Pasalnya beberapa menit yang lalu setelah selesai menangani operasi, Kenzo pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang istirahat Ciara karena ingin tahu bagaimana kondisi wanita itu saat ini serta menghampiri ibunya. Akan tetapi ia malah mendengar percakapan mereka yang membuatnya salah paham, hingga pada akhirnya Kenzie pun mengurungkan niatnya itu dan menuju ke ruangannya.


****


"Kenzo, kamu menonaktifkan ponsel kamu lagi ya. Tante Dinda baru saja chat aku dan menanyakan kamu sedang apa, apa kamu sedang sibuk sampai ponsel kamu tidak aktif," ucap Farid yang menghampiri Kenzo.


"Katakan saja ponselku lowbat. Lagi pula kamu bisa lihat 'kan aku memang sedang sibuk, jadi katakan saja apa adanya," tukas Kenzo.


"Kenzo, ayolah. Jangan bersikap seperti anak kecil, jangan hanya gara-gara saat ini ibumu sedang bersama Ciara kamu juga acuh terhadap Ibumu sendiri. Ibumu itu sangat mengkhawatirkanmu, apa salahnya kalau kamu menghubunginya," ucap Farid.


"Tadi aku sudah menitip pesan kepada Dokter Salsa untuk menyampaikan kepada Mama kalau aku sudah di markas dan aku baik-baik saja, apa itu tidakncukup?" Ujar Kenzo yang merasa kesal.


"Tapi Tante Dinda ingin langsung mendengar suaramu Ken, apa salahnya sih kalau kamu menghubunginya sebentar saja. Oke kalau kamu masih marah terhadap Ciara tidak masalah, tapi hubungi saja Ibumu, kasihan Ibumu dari tadi cemas menunggu kabar dari kamu," kata Farid.


"Farid, tolong jangan ikut campur urusanku. Apapun yang mau aku lakukan sekarang sama sekali tidak ada urusannya denganmu, lebih baik sekarang kamu pergi karena aku masih banyak pekerjaan," ucap Kenzo.


"Oke, aku minta maaf kalau aku sudah ikut campur urusanmu. Tapi jangan sampai kamu menyesal karena sikapmu ini," tukas Farid, lalu ia pun pergi meninggalkan Kenzo dengan perasaan dongkol.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2