
Setibanya di rumah, Kenzie langsung saja mandi dan setelah itu ia merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di atas tempat tidur.
"Huft … rasanya lega sekali. Setelah sebulan begitu banyak jadwal operasi, akhirnya aku bisa istirahat di rumah dengan tenang. Sepertinya sudah saatnya aku mengambil cuti, ya aku harus atur jadwal lagi dan aku akan izin untuk cuti liburan bersama Ciara. Kira-kira Ciara mau nggak ya kalau aku ajak jalan-jalan?" Gumam Kenzie dan di saat itu pun ia teringat belum mengabari sang kekasih, sehingga segera saja Kenzie meraih ponselnya dan menghubungi wanita tersebut.
Tut … tut … tut …
Beberapa kali telepon tersambung tetapi belum ada jawabannya, yang membuat Kenzie pun merasa khawatir terhadap Ciara.
Berulang kali Kenzie mencoba menghubungi Ciara, hingga pada akhirnya terdengar suara kekasihnya itu dari seberang telepon.
"Halo Ken," ucap Ciara lirih.
"Sayang, akhirnya kamu jawab telepon kau juga. Kamu kenapa, kamu baik-baik saja 'kan? Kenapa kamu lama sekali menjawab teleponku, aku benar-benar khawatir dan takut terjadi sesuatu denganmu." Kenzie langsung menimpali dengan beberapa pertanyaan.
"Maaf Sayang, aku ketiduran dan aku tidak tahu kalau ponselnya mode silent, tidak ada getar sama sekali. Maka dari itu aku benar-benar tidak tahu kamu menelpon, ini saja kebetulan aku terbangun," ucap Ciara.
"Ya ampun Sayang aku minta maaf ya karena sudah mengganggu istirahatmu, aku tidak tahu. Pasti kamu sangat lelah ya, aku hanya mau mengabari kamu kalau aku sudah sampai di rumah dan baru saja selesai mandi. Sekarang aku lagi rebahan di atas kasur," ucap Kenzie.
"Syukurlah, tadi aku juga menunggu kabar kamu tapi aku malah ketiduran. Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja, mumpung ada di rumah dan bisa istirahat lebih cepat dari biasanya," kata Ciara.
"Apa kamu mau lanjut tidur?" Tanya Kenzie.
"Iya tapi tidak mungkin bisa langsung juga 'kan, aku baru saja bangun," jawab Ciara.
"Ya sudah kalau begitu aku mau ngobrol sebentar ya dengan kamu, ada yang mau aku katakan," ucap Kenzie.
"Iya boleh, katakan saja. Ada apa Sayang?" Tanya Ciara.
"Begini Sayang, kita 'kan sudah lama sekali tidak mengambil cuti di rumah sakit. Apalagi akhir-akhir ini pekerjaan kita begitu banyak, bagaimana kalau kita mengambil cuti. Ya tapi sebelumnya aku harus mengatur dan mengkonfirmasi dengan Dokter lainnya yang memiliki tugas yang sama denganku, kamu juga seperti itu. Jangan sampai cuti yang kita ambil malah bentrok dengan pekerjaan kita di rumah sakit. Rencananya aku ingin mengajakmu liburan, tidak perlu lama-lama, paling hanya 2 atau 3 hari saja sudah cukup. Supaya tidak terlalu jenuh karena kita hanya memikirkan pekerjaan dan pekerjaan," ucap Kenzie.
"Ini serius, kamu mau mengajak aku liburan?" Tanya Ciara yang merasa sangat senang.
"Iya aku serius. Bagaimana, apa kamu setuju?" Tanya Kenzie.
"Tentu saja aku setuju. Tapi tidak mungkin 'kan kalau kita hanya liburan berdua, kurang seru. Bagaimana kalau kita ajak Kenzo dan Salsa juga," usul Ciara.
__ADS_1
"Boleh, itu ide bagus. Tapi apa bisa di saat kamu cuti, Salsa juga cuti?" Tanya Kenzie.
"Bisa diatur, lagi pula 'kan ada Dokter lain juga nantinya. Yang penting dari jauh hari kita sudah izin dulu sama Profesor," kata Ciara.
"Ya sudah kalau begitu nanti kita bahas lagi ya. Coba kamu bicarakan sama Salsa dan aku juga akan bicarakan hal ini sama Kenzo. Tapi kalau sekarang sepertinya Kenzo belum pulang, nanti kalau dia sudah pulang aku akan bicarakan langsung," ucap Kenzo.
Bertepatan di saat itu terdengar langkah kaki yang ia yakini adalah Kenzo, karena jika hendak menuju ke kamarnya sudah pasti Kenzo akan melewati kamar Kenzie terlebih dulu.
"Nah itu sepertinya Kenzo sudah pulang. Kalau begitu aku akan bicara dengan Kenzo, kalau kamu mau sambung istirahat ya sudah istirahat saja. Aku juga sebentar lagi akan tidur," ucap Kenzie.
"Iya Sayang, selamat istirahat ya. Bye … ," ucap Ciara.
"Selamat istirahat juga Sayang, bye … ," balas Kenzie, lalu panggilan telepon pun berakhir.
*****
Setelah berbicara dengan Kenzo dan Salsa, mereka pun setuju untuk pergi liburan. Mereka juga mengambil cuti dan sudah disetujui oleh pihak atasan mereka.
Kini tiba saatnya mereka semua akan pergi liburan, sesuai usul Ciara dan semua juga menyetujui pada akhirnya mereka pun akan pergi ke salah satu villa yang berada di tepi pantai dan villa tersebut adalah milik sahabat orang tuanya Ciara. Mereka berempat pergi menggunakan satu mobil yaitu mobil Kenzo.
"Hai Salsa," ucap Ciara.
"Hai Ciara, Dokter Kenzie dan Sersan Kenzo," ucap Salsa seraya melambaikan tangannya.
"Cepat masuk!" Titah Kenzo sembari menunjuk kursi di sampingnya.
Karena Kenzie dan Ciara duduk di kursi penumpang, sehingga mau tak mau Kenzo pun harus menerima Salsa untuk duduk di sampingnya. Ia juga tidak mungkin duduk sendirian layaknya hanya menjadi supir untuk mereka. Setelah Salsa masuk ke dalam mobil, kini Kenzo pun kembali melajukan mobilnya menuju ke villa.
*****
Kurang lebih setelah menghabiskan waktu 3 jam di perjalanan, kini Mereka pun telah tiba di villa. Selama 3 jam itu pula Kenzo hanya menyetir sendirian meskipun Kenzie sudah menawarkan diri untuk bergantian, sehingga di antara mereka Kenzo lah yang saat ini merasa paling lelah. Apalagi Salsa, Ciara dan Kenzie juga sempat tidur di mobil yang membuat mereka lebih bersemangat.
"Bagaimana menurut kalian villanya, keren nggak?" Tanya Ciara.
"Wah … Ciara, ini sih benar-benar keren banget. Kenapa nggak dari kemarin-kemarin saja sih kita liburan seperti ini, pasti rasanya akan sangat menyenangkan. Wah … ternyata benar-benar ada pantai di sana," ucap Salsa yang terlihat begitu kagum melihat pemandangan di sekitar, apalagi tidak jauh dari sana terlihat laut yang terbentang luas.
__ADS_1
"Iya dong. Aku juga sudah lama tidak ke sini, dulu waktu aku ke sini aku masih kecil dan aku datang sama kedua orang tua aku. Kalau sekarang tahu sendirilah, orang tua aku sibuk, aku sendiri juga sibuk dengan pekerjaan. Kebetulan Kenzie mengajak kita semua liburan, jadi aku kepikiran sama villa ini," kata Ciara.
"Sayang ide kamu benar-benar luar biasa," ucap Kenzie. "Kamu juga suka 'kan Ken, apalagi kamu paling hobi berenang di air laut," ucapnya kepada saudara kembarnya itu.
"Oh ya? Jadi Sersan Kenzo suka berenang di laut juga ya. Wah … kalau begitu kita sama dong, nanti kita berenang sama-sama ya Sersan," ucap Salsa.
"Ya aku cukup senang berada di sini dan memang benar apa kata Kenzie, aku juga sudah sangat lama tidak berenang di laut karena kesibukanku. Oh ya kita ini 'kan sedang di liburan dan di luar tugas, jadi lebih baik kalian tidak usah memanggilku dengan sebutan Sersan," kata Kenzo yang membuat Salsa begitu sangat senang mendengarnya, karena pada akhirnya Kenzo mau akrab juga dengannya.
"Oke kalau begitu, Kenzo. Dan Dokter Kenzie apakah aku juga harus memanggilmu dengan nama saja?" Tanya Salsa.
"Dari kemarin aku juga sudah mengatakan seperti itu, kalau di luar jam kerja kau tidak perlu memanggilku Dokter. Apalagi sekarang ini kita semua sedang tidak bekerja, jadi lupakan saja masalah title kita masing-masing," ucap Kenzie.
"Itu artinya Kenzo dan Kenzie kalian juga tidak boleh memanggilku dengan sebutan Dokter Salsa, panggil saja namaku," imbuh Salsa.
"Nah benar sekali, kita ini 'kan sedang liburan jadi nikmati saja liburan kita. Ya sudah ayo semuanya kita masuk, di villa ini ada banyak kamar kok dan kita bisa pilih masing-masing mau tidur di kamar yang mana," ajak Ciara.
"Ciara, bagaimana kalau kita tidur berdua saja. Aku takut tidur sendiri di villa sebesar ini, apalagi 'kan kita hanya sekali-sekali datang ke sini. Ditambah lagi villanya juga jarang ditempati 'kan," kata Salsa
"Boleh, lagi pula aku juga membutuhkan teman untuk mengobrol," kata Ciara.
"Kenzo dan Kenzie apa kalian juga mau tidur berdua?" Tanya Salsa.
"Tidak," jawab keduanya secara bersamaan.
"Ya sudah kalau memang kalian tidak mau tidur berdua, kalian bisa pilih kamar kok," ucap Ciara.
Lalu mereka berempat pun segera saja masuk dan menemui penjaga villa. Mereka semua memilih untuk tidur di kamar yang berada di lantai bawah dan untung saja sang penjaga sudah membersihkan kamar-kamar tersebut satu jam yang lalu sebelum mereka tiba di villa, sehingga saat ini pun mereka bisa langsung menuju ke kamar dan beristirahat.
_____
Sore harinya, Kenzo tampak terlebih dulu mengunjungi pantai karena ia sudah tidak sabar lagi ingin berenang di sana. Sedangkan Salsa, Kenzie dan Ciara baru saja melangkahkan kaki menuju ke sana karena mereka baru saja bangun setelah tadi tidur siang.
Di saat itu terlihat Kenzo yang berenang dengan kondisi bertelanjang dada, hanya menggunakan celana pendek saja. Dan di saat mereka semua menghampiri Kenzo, tanpa sengaja Ciara melihat ada luka seperti bekas sayatan di dada sebelah kiri pria tersebut. Membuat Ciara tiba-tiba saja mengingat malam di mana saat ia menyerahkan kesuciannya kepada seorang pria dan ia yakin jika pria tersebut adalah kekasihnya yaitu Kenzie, tetapi samar-samar ia juga mengingat jika pria itu memiliki luka yang sama persis seperti yang Kenzo miliki.
"Tidak, ini tidak mungkin," batin Ciara yang benar-benar tidak bisa percaya dengan pemikirannya saat ini.
__ADS_1
Bersambung …