Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Happy Birthday Keenan


__ADS_3

Dinda dan Cynthia saling menatap dan masih tidak percaya jika mereka bisa bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu, keduanya terasa canggung terutama Cynthia. Karena dialah yang dulu meminta Dinda untuk menjauhi anaknya sampai-sampai Dinda harus keluar dari pekerjaannya dan pindah entah kemana, terbesit rasa bersalah dengan perlakuannya waktu itu karena tidak mempercayai Dinda.


Semenjak Cynthia merasa ada kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada Clara, ia pun memutuskan untuk menemui Dinda pada saat itu, entah kenapa hatinya ingin sekali menceritakan masalahnya kepada Dinda. Tetapi karena Cynthia tidak dapat menemukan wanita itu, akhirnya ia pun mencoba berpikir positif dan menghilangkan rasa curiganya itu kepada Clara. Tapi ternyata kelakuan menantunya semakin lama malah membuatnya stres. Jika bukan karena Keenan, kemungkinan Cynthia sudah tidak akan betah lagi untuk menghadapi sikap menantunya itu, seorang ibu yang sama sekali tidak peduli terhadap anaknya. Cynthia kira Clara hanya tidak peduli kepadanya, tetapi nyatanya dia juga sama sekali tak peduli dengan suami dan anaknya. Clara sangat mementingkan karirnya sendiri dari pada keluarga. Akan tetapi mau bagaimana lagi, karena itu semua juga keputusannya dan Vira sahabatnya untuk menjodohkan anak mereka.


"Tante apa kabar?" Tanya Dinda memecah keheningan.


"Dinda, Tante baik. Kamu sendiri bagaimana?" Cynthia berdiri dan mendekati Dinda.


"Syukurlah kalau Tante baik-baik saja, aku juga baik kok Tante," jawab Dinda.


"Dinda, jadi Nadine ini anak kamu? Kamu sudah menikah?" Tanya Cynthia.


"Iya Nek, jadi Mama Dinda ini Mama aku. Tapi Nadine sudah tidak punya Papa Nek, bahkan Nadine tidak pernah melihat wajah Papa. Papa Nadine sudah berada di surga," jawab Nadine dengan polos sebelum ibunya yang menjawab.


Dinda dan Cynthia secara bersamaan menatap ke arah Nadine, bocah kecil yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang kehidupan mamanya itu, malah hidup dalam kebohongan yang telah keluarganya buat sendiri. Bagaimana jika Nadine tahu bahwa wanita paruh baya yang ia panggil dengan sebutan nenek ini adalah nenek kandungnya? Ibu dari ayahnya sendiri.


"Tante, apa yang dikatakan Nadine memang benar. Kalau begitu saya permisi dulu ya Tante, kami harus segera pulang," ucap Dinda lalu menyalami tangan Chintya, sama halnya dengan yang dilakukan Nadine sehingga membuat Chyntia begitu terharu.


"Seandainya saja aku mempunyai menantu seperti Dinda… ," batin Cynthia dalam khayalannya.


"Kami permisi dulu Tante," pamit Dinda lalu menggandeng tangan Nadine untuk membawanya segera pergi.


"Dinda … !" Tiba-tiba dengan cepat Cynthia menarik tangan Dinda hingga langkahnya terhenti.

__ADS_1


"Ada apa Tante?" Tanya Dinda.


"Dinda, apa boleh kita berbicara sebentar saja, Tante mohon," pinta Cynthia dengan sorotan mata mendamba.


Dinda yang pada dasarnya memang memiliki hati yang tidak tega, akhirnya pun mengiyakan permintaan Cynthia. Akan tetapi tak bisa dipungkiri jika Dinda juga takut berlama-lama di sini, ia takut akan bertemu dengan Nathan, rasanya ia belum siap. Dinda juga menebak sendiri jika Keenan ini pasti anak Nathan dan Clara, karena setahunnya Cynthia hanya memiliki satu anak yaitu Nathan, sedangkan Keenan adalah cucunya. Itu artinya Keenan adalah saudara Nadine satu ayah.


Kini mereka pun segera saja duduk di kursi yang ada di dekat mereka itu. Sebelum Cynthia menyampaikan apa yang ingin ia katakan, Dinda menyuruh Nadine dan Keenan untuk pergi sebentar bermain bersama yang agak jauh, tetapi tetap dalam pengawasan Dinda.


"Tante tidak menyangka kita akan bertemu lagi di sini Dinda. Maafkan Tante ya, karena selama ini Tante sudah berburuk sangka kepadamu. Bahkan Tante meminta kamu untuk menjauhi Nathan," ucap Cynthia.


"Tante tidak perlu berbicara seperti itu. Apa yang tante lakukan sudah benar kok. Tante ingin menjaga keutuhan rumah tangga anak Tante, Tante tidak mau ada orang lain yang akan mengganggu hubungan mereka. Lagipula aku sadar diri Tante, maka dari itu aku memilih untuk pergi," ucap Dinda.


"Tapi karena dulu Tante tidak tahu dan tidak percaya kalau kalian berdua tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tante malah menganggapnya kamu dan Nathan mempunyai hubungan spesial, padahal sama sekali tidak ada. Tante dengar sendiri dari mulut Nathan dan Tante bisa lihat jika waktu itu Nathan telah mengucapkannya dengan sungguh-sungguh," ucap Cynthia.


"Tante salah, aku dan anak Tante memang mempunyai hubungan terlarang waktu itu," batin Dinda. "Sudahlah Tante, semuanya juga sudah berlalu kan. Sekarang Nathan sudah punya anak dengan istrinya dan Dinda juga sudah punya anak, kita berdua sudah sama-sama memiliki kehidupan lain. Jadi Tante tidak perlu khawatir kalau Dinda akan mengganggu rumah tangga anak Tante."


"Terimakasih ya Dinda," ucap Cynthia seraya menggenggam tangan Dinda dan mendapat balasan dari Dinda yang juga menggenggam tangannya.


"Sama-sama Tante," jawab Dinda.


Kini keduanya saling bertatapan dan tersenyum.


"Dinda, kalau kamu tidak keberatan, apakah kamu mau ikut merayakan ulang tahun Keenan?" Tanya Cynthia.

__ADS_1


"Maaf Tante, aku harus pulang. Karena rumah kita kan jauh dari sini dan besok juga Nadine harus bersekolah," Tolak Dinda begitu saja, tentunya ia sangat tidak ingin bertemu dengan Nathan.


"Ya sudah, tapi boleh kan jika suatu saat nanti Tante ingin bertemu lagi dengan kamu. Jujur Tante sangat kagum dengan kepintaran Nadine, ternyata dia adalah anak dari seorang ibu yang hebat seperti kamu," puji Cynthia.


"Tante bisa saja, tidak usah berlebihan memujinya Tante. Tapi Tante juga ibu yang hebat kok, sehingga mempunyai anak sehebat Nathan. Dan Dinda yakin jika Keenan juga adalah anak yang hebat seperti ayahnya," ucap Dinda. Dalam hatinya juga berkata jika Nadine tumbuh menjadi anak genius juga karena keturunan dari gen ayahnya sendiri.


*****


Kini tiba saatnya Dinda dan Nadine berpamitan untuk pulang. Sedangkan Cynthia langsung saja masuk ke lokasi birthday party bersama Keenan karena acara akan segera dimulai.


Nathan tiba di lokasi acara bertepatan dengan Dinda dan Nadine yang baru saja keluar dari restoran tersebut, akan tetapi mereka tidak bertemu karena ramainya orang berlalu lalang di sekitar mereka saat itu hingga Dinda dan Nadine masuk ke dalam mobil dan meninggalkan restoran.


Dengan langkah terburu-buru dan nafas yang ngos-ngosan kini Nathan telah tiba di ruang acara.


"Sayang maafkan Papi ya, Papi baru bisa datang. Happy birthday Keenan, anak kesayangan Papi," ucap Nathan lalu memeluk buah hatinya dengan erat beberapa saat.


"Makasih Papi ucapannya," ucap Keenan.


"Sama-sama Sayang, Oh iya ini ada kado dari Mami buat kamu. Mami titip ke Papi dan happy birthday," ucap Nathan sembari memberikan kado mainan robot seri terbaru yang sangat diinginkan Keenan.


Akan tetapi di saat itu Keenan dan Cynthia malah mencari sosok Clara.


"Mami mana Pi?" Tanya Nathan.

__ADS_1


"Iya, dimana Clara? Kenapa Mama tidak melihatnya?" Tanya Cynthia pula.


...……… Bersambung ………...


__ADS_2