
"Ba ji ngan kau Kenzo! Kau benar-benar pria brengsek. Walaupun malam itu kita melakukannya karena terpengaruh obat, tapi kenapa kamu membohongiku Kenzo, kenapa kamu malah mengaku kalau kamu adalah Kenzie? Kenapa hah! Apa kamu sengaja mau melemparkan kesalahan ini kepada saudara kembarmu yang tidak tahu apa-apa, iya? Dengan bodohnya aku malah percaya begitu saja bahwa kamu adalah Kenzie. Ya ampun, apa yang sudah aku lakukan? Untung saja aku sama sekali tidak pernah membahas masalah ini dengan Kenzie setelah malam itu, ternyata itu adalah kamu, bukan Kenzie," ucap Ciara yang merasa kepalanya terasa semakin sakit dan juga dadanya terasa sesak, bahkan tubuhnya juga mendadak lemah. Sehingga ia hanya terduduk di tepi ranjang.
"Ciara, kamu kenapa Ciara? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kenzo yang merasa sangat khawatir.
"Jangan mendekatiku dan tidak usah sok peduli denganku Kenzo. Aku bukan siapa-siapa kamu, kamu hanyalah seorang pria yang sudah menghancurkan masa depanku. Aku benci sama kamu Kenzo," ucap Ciara dengan tatapan tajam dan sangat murka.
"Aku mohon Ciara, dengarkan aku dulu. Aku tahu aku salah sudah mengaku menjadi Kenzie waktu itu dan aku minta maaf, tapi aku terpaksa melakukannya karena aku takut kamu akan marah kalau mengetahui aku ini adalah Kenzo," ucap Kenzo yang mendekati Ciara dan memegang pundaknya, tetapi Ciara langsung menepisnya dengan kasar.
"Menjauh dariku Kenzo, jangan pernah mencoba menyentuhku lagi. Aku jijik denganmu, aku pikir kamu adalah pria yang baik tapi ternyata kamu hanya seorang penipu kelas kakap. Kamu sudah berhasil membohongiku Kenzo," tukas Ciara.
"Aku tahu kamu marah padaku, aku yang salah dan aku minta maaf. Aku hanya takut Ara, aku takut kamu marah tapi aku sama sekali tidak berniat untuk membohongimu. Waktu itu kamu sendiri yang menganggap aku adalah Kenzie, jadi aku berpikir tidak ada salahnya jika aku berpura-pura untuk menjadi Kenzie hanya sementara waktu," ucap Kenzo yang tetap berusaha untuk menjelaskan dan menghadapi kemarahan Ciara.
"Benar-benar keterlaluan! Enak sekali ya kamu berbicara seperti itu, bagaimana kalau waktu itu aku membahasnya lagi dengan Kenzie sementara dia tidak tahu apa-apa? Apa kamu pernah berpikir sampai ke situ Kenzo?" Tukas Ciara.
"Aku benar-benar minta maaf, tapi ucapanku waktu itu benar kalau aku akan bertanggung jawab. Kalau perlu kita katakan kepada Kenzie sekarang juga apa yang sudah kita lakukan malam itu, aku akan bertanggung jawab karena apa yang kamu katakan tadi benar Ciara, aku memang menyukainya," ucap Kenzo yang akhirnya jujur dengan perasaannya itu.
"Kamu sudah gila ya, kamu pikir semuanya akan semudah itu? Apa kamu tega menyakiti hati Kenzie saat dia tahu aku sudah tidur dengan saudara kembarnya sendiri," ucap Ciara.
"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang Ra? Apa yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkanku. Satu hal yang perlu kamu ingat, malam itu kita dijebak, kita berdua sama-sama terpengaruh obat sampai kita melakukannya. Jadi itu tidak sepenuhnya kesalahanku, tapi bagaimanapun juga aku akan bertanggung jawab karena aku yang melakukannya. Aku-"
"Stop! Stop Kenzo. Jangan bicara apapun lagi, aku benar-benar pusing memikirkan masalah ini dan aku tidak mau melihat wajahmu untuk sekarang ini. Dan aku minta tolong kalau di depan Kenzie dan Salsa tetaplah berpura-pura seakan tidak pernah terjadi apapun di antara kita, aku hanya belum siap Kenzo. Sekarang aku minta kamu keluar dari sini sebelum Kenzie dan Salsa pulang dan mengetahui semuanya," ucap Ciara yang menyela ucapan Kenzo begitu saja.
Hingga pada akhirnya Kenzo pun mengikuti keinginan Ciara dan dan langsung saja ia keluar dari kamarnya tersebut, menuju ke kamarnya sendiri. Karena jika ia terus berbicara pun sama sekali tidak akan ada gunanya, jadi Kenzo berpikir biarlah kemarahan Ciara mereda terlebih dulu, baru nantinya ia akan mengajak wanita itu untuk berbicara kembali.
_____
__ADS_1
"Kenzie, kamu juga sudah selesai berenangnya? Ya ampun kenapa kalian sama sekali tidak ada yang asik sih. Tadi Kenzo yang sudah selesai, Ciara juga tidak jadi berenang. Sekarang aku harus berenang sendiri gitu, aku 'kan belum puas," rengek Salsa.
"Ya itu urusan kamu lah Sa. Kamu 'kan tahu sendiri Ciara itu sedang tidak enak badan, masa iya aku malah berlama-lama berenang di sini. Kalau kamu masih belum puas, ya sudah lanjutkan saja," ucap Kenzie.
"Aku tidak mau ah. Ya sudah kalau begitu aku juga sudah selesai berenangnya," kata Salsa, lalu mereka berdua pun menyudahi aktivitas berenang.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian yang memang tadi sudah dibawa, kini keduanya pun langsung saja masuk ke dalam villa dan menuju ke kamar Ciara.
"Ken, kamu mau ke mana?" Tanya Salsa.
"Ya tentu saja mau melihat kekasihku, aku ingin tahu keadaannya sekarang," jawab Kenzie.
"Oh iya aku lupa. Ya sudah kalau begitu kamu saja yang ketuk pintunya," kata Salsa karena saat ini keduanya sudah tiba di depan pintu.
Tok … tok … tok …
"Sayang, ini aku Kenzie. Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apakah kamu baik-baik saja?"
"Ciara, aku juga ada di sini. Kamu baik-baik saja 'kan?
Ciara yang tadinya menganggap bahwa itu adalah Kenzo, merasa terkejut setelah mendengar suara kekasih dan sahabatnya.
"Apa yang harus aku katakan kepada Kenzie dan Salsa? Bagaimana kalau mereka curiga melihat keadaanku seperti ini dan pasti mereka akan bertanya-tanya," batin Ciara.
"Bagaimana Ken, apa jangan-jangan Ciara tidur? Tapi kenapa pintunya dikunci, terus bagaimana aku mau masuk dong," kata Salsa.
__ADS_1
"Ya mungkin saja Cia memang sedang tidur, tapi kita coba sekali lagi ya," kata Kenzie yang kembali mengulangi mengetuk pintu.
Sehingga Ciara mengusap air matanya dan sebisa mungkin menyembunyikan masalah yang sedang terjadi saat ini. Setelah perasaannya sedikit lebih tenang, ia pun bergegas membuka pintu agar Kenzie dan Salsa tidak merasa curiga padanya.
"Sayang maaf aku mengganggu kamu. Apa kamu sedang tidur?" Ucap Kenzie.
"Iya maaf, aku ketiduran," jawab Ciara lirih, menyembunyikan suara seraknya.
"Ciara, kamu baik-baik saja 'kan?" Tanya Salsa yang melihat mata Ciara tampak sembab, serta hidungnya memerah seperti sehabis menangis.
"Iya Sayang, kamu kenapa? Kamu menangis?" Tanya Kenzie yang juga menyadari akan hal itu.
"Sebenarnya tadi itu sebelum tidur aku nonton film drakor yang direkomendasikan oleh Salsa waktu itu dan ceritanya benar-benar sedih, jadi aku ikut menangis terus aku ketiduran. Makanya jadi seperti ini, mataku jadi bengkak dan suaraku juga serak," ucap Ciara yang membuat Kenzie dan Salsa tertawa.
"Ya ampun Ciara aku pikir kamu kenapa, jadi gara-gara nonton film drakor yang aku bilang waktu itu kamu jadi terbawa suasana?" Kata Salsa.
"Sayang kamu ini benar-benar membuatku khawatir. Lagi pula Kok bisa sih kamu nonton sampai terbawa suasana seperti itu, padahal 'kan film itu hanya rekayasa," ujar Kenzie.
"Namanya juga wanita, 'kan memang lebih sensitif. Apa lagi ceritanya itu benar-benar sedih Sayang," ucap Ciara.
"Ya sudah. Syukurlah kalau kamu ternyata baik-baik saja, aku lega. Kalau begitu aku ke kamar dulu ya, nanti kita makan malam bersama," ucap Kenzie.
"Iya Sayang," jawab Ciara.
Lalu Kenzie pun pergi meninggalkan kamar kekasihnya itu, sementara Salsa masuk ke dalam kamar Ciara.
__ADS_1
Ciara tampak bernafas lega karena Kenzie dan Salsa sama sekali tidak curiga padanya. Untungnya alasan itu tiba-tiba saja terlintas di dalam pikirannya karena mengingat saat itu Salsa memang pernah merekomendasikan sebuah film Korea yang sangat romantis dan juga sedih, sehingga ia menggunakannya sebagai alasan.
Bersambung …