Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Mengungkapkan Perasaan.


__ADS_3

"Ken kamu nggak bercanda 'kan?" Tanya Ciara untuk menghilangkan rasa penasarannya itu.


"Ciara, aku minta maaf ya kalau ini terlalu mengejutkan untukmu. Tapi kita sudah cukup lama dekat, waktu itu aku juga pernah mendengar kamu bilang sama Salsa kalau kamu sebenarnya nggak mengerti dengan hubungan kita, karena aku sama sekali nggak pernah mengungkapkannya, sedangkan aku begitu peduli dan perhatian sama kamu selama ini. Aku hanya takut Ciara, karena dulu pengalaman kisah cintaku benar-benar buruk. Tapi sekarang setelah aku sangat yakin, aku langsung membawamu ke hadapan orang tua dan Kakakku. Aku ingin memperjelas hubungan kita, aku ingin menjalin hubungan denganmu kalau kau menyetujuinya." Kenzie mengungkapkan perasaan dengan sangat tulus.


"Kenzie, Papi benar-benar tidak menyangka. Kamu benar-benar luar biasa karena berani langsung menyatakannya di depan kedua orang tuamu dan saudaramu. Papi sangat mendukung, lagi pula Papi juga sudah banyak mendengar cerita tentang Dokter Ciara ini meskipun kamu jarang sekali menceritakannya," kata Nathan yang merasa sangat senang.


"Oh ya? Menang Papi tahu dari mana? Tanya Kenzie.


"Kamu tidak perlu tahu, yang pasti Papi menyetujuinya," jawab Nathan.


"Mama juga setuju, meskipun ini adalah pertama kalinya Mama bertemu dengan Dokter Ciara, tapi waktu itu 'kan kamu pernah cerita kepada Mama jika kamu memiliki sahabat di rumah sakit yaitu dokter Ciara, tapi kamu belum sempat untuk mengenalkannya kepada Mama dan Papi. Sekarang semua itu tergantung Dokter Ciara-nya saja," imbuh Dinda.


"Terima kasih ya Mi, Pi dan kamu Kenzo apakah kamu juga setuju jika aku menjalin hubungan dengan Ciara?" Tanya Kenzie. "Kenzo," panggilnya karena melihat saudara kembarnya itu tampak melamun.


"Oh iya maaf, tentu saja aku setuju. Itu semua terserah kalian saja, aku juga tidak ada hak untuk melarangnya," jawab Kenzo yang menahan sesuatu di dalam dadanya.


"Ciara, meskipun Mama, Papi dan Kenzo setuju kalau kita menjalin hubungan, tapi bukan berarti kamu harus memaksakan dirimu. Jawaban itu harus keluar dari dalam lubuk hatimu, aku juga tidak mau memaksamu untuk bersama denganku. Jika kamu tidak menginginkannya tidak apa-apa, kita masih bisa bersahabat kok seperti biasa," kata Kenzie.


"Apa aku harus menjawab sekarang juga di depan kedua orang tuamu dan juga Kakakmu?" Tanya Ciara yang terlihat gugup.


"Katakan saja Ciara. Kamu tenang saja Om, Tante dan Kenzo juga tidak akan marah walaupun kamu menolak Kenzie," imbuh Dinda.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menjawabnya sekarang. Aku setuju kok untuk menjalin hubungan dengan Kenzie, karena seperti yang Kenzie bilang tadi kalau aku memang pernah bingung tentang hubunganku dengan Kenzie, tapi aku hanya mengatakannya kepada Salsa saja sebagai teman baikku di rumah sakit, tidak menanyakannya langsung kepada Kenzie. Itu sudah pasti karena aku menyukai Kenzie, aku mencintainya Tante, Om, Kenzo," ucap Ciara yang membuat kedua orang tua si kembar dan juga kenzie merasa sangat senang.


Berbeda dengan Kenzo yang rasanya begitu sakit mendengar akan hal itu, tetapi ia terpaksa untuk tetap tersenyum di depan mereka semua. Kenzo sadar, bagaimana pun juga ia memang hadir terlambat, di dalam hati Ciara sudah ada saudara kembarnya itu.


"Terima kasih banyak ya Ciara, aku benar-benar senang mendengarnya. Berarti sekarang kita sudah resmi 'kan menjalin hubungan," ucap Kenzie.


"Iya sama-sama Ken. Kamu ini bagaimana sih, kalau sudah seperti itu ya pasti kita sudah menjalin hubungan lah," jawab Ciara, yang membuat Kenzie pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, menjadi salah tingkah.


Sedangkan Nathan dan Dinda juga tersenyum melihat tingkah laku anaknya yang sedang merasa kasmaran itu.

__ADS_1


"Oh iya Mama mau tanya, ini bagaimana ceritanya kok Kenzo bisa mengenal Dokter Ciara?" Tanya Dinda.


"Oh iya Ma, jadi begini aku 'kan sudah bilang kalau aku menangani suatu kasus kematian tak wajar di rumah sakit tempat Kenzie bekerja, ya aku bekerja sama dengan Dokter Ciara. Dokter Ciara ini adalah Dokter Forensik di rumah sakit itu," jawab Kenzo.


"Oh … seperti itu. Bisa kebetulan sekali ya," jawab Dinda.


Setelah ngobrol-ngobrol hingga 1 jam lamanya, kini Ciara dan keluarga Collin itu pun menikmati makan malam yang telah dipersiapkan oleh Dinda.


*****


Tidak membutuhkan waktu lama, baru saja 2 hari menjalin hubungan antara Dokter Kenzie dan Dokter Ciara, kini sudah tersebar luas di kawasan rumah sakit. Akan tetapi keduanya tetap tidak terlalu menonjolkan hubungan mereka karena bagaimanapun juga harus bersikap profesional sebagai dokter.


Seperti biasa Kenzo akan datang ke rumah sakit karena kasus yang sedang mereka tanganinya belum selesai. Saat ini ia dan Ciara tampak sedang membuat kesimpulan akhir penyelidikan yang telah mereka lakukan di dalam ruang laboratorium.


"Dokter Ciara, terima kasih ya sudah bekerja sama dengan kepolisian untuk menangani kasus ini. Hari ini adalah hari terakhir mayat diotopsi dan seluruh laporan juga sudah lengkap, pelaku akan segera tertangkap. Jadi kerja sama kita akan berakhir hari ini juga," ucap Kenzo.


"Iya Sersan Kenzo sama-sama. Tidak usah sungkan seperti itu, karena ini 'kan memang pekerjaan saya sebagai Dokter Forensik di rumah sakit ini. Saya senang bisa bekerja sama denganmu," ucap Ciara.


"Syukurlah jika memang seperti itu, semoga saja suatu saat nanti kita bisa bekerja sama lagi," ucap Kenzo.


"Kamu benar Dokter Ciara," sahut Kenzo tersenyum manis, padahal ia paling susah untuk memberikan senyumannya kepada siapapun.


Ciara juga membalas senyuman tersebut, yang membuat hati Kenzo rasanya begitu tenang melihat senyuman itu. Sayangnya cinta yang baru saja ia rasakan harus kandas sebelum memulainya, karena wanita di depannya itu adalah kekasih saudara kembarnya sendiri.


"Sersan Kenzo, semuanya sudah selesai 'kan. Kalau begitu ayo kita keluar sama-sama," ajak Ciara dan disetujui oleh pria itu.


Saat mereka baru saja keluar dari laboratorium, di saat itu pula terlihat Salsa dan juga Kenzie yang sama-sama berjalan hendak menghampiri mereka dari arah yang berlawanan.


"Dokter Ciara, Sersan Kenzie, bagaimana apakah tugas kalian kali ini sudah selesai?" Tanya Kenzie.


"Iya Dok, hari ini adalah hari terakhir dan sebentar lagi jenazah akan dikembalikan kepada keluarga untuk segera dimakamkan" jawab Ciara.

__ADS_1


"Iya Dokter Kenzo, tugas kali ini selesai. Mudah-mudahan saja nantinya kami akan kerjasama lagi menangani kasus yang lainnya," jawab Kenzo.


"Syukurlah kalau memang seperti itu. Aku juga berharap kalian berdua sering-sering bekerja sama, jadi Ciara tidak perlu bekerja sama dengan pria lain. Aku juga tidak perlu merasa cemburu," ucap Kenzie yang membuat Ciara tersenyum.


"Berarti Sersan Kenzo tidak akan pernah datang ke sini lagi dong," ujar Salsa.


"Jika tidak ada keperluan ya untuk apa juga saya datang ke sini," jawab Kenzo apa adanya.


"Ya sudah kalau begitu Sersan Kenzo dan Dokter Salsa ngobrol-ngobrol saja duku ya, kami permisi dulu karena sudah ada janji," jawab Ciara.


"Sersan Kenzo, Dokter Salsa, kami permisi dulu ya," ucap Kenzie dan berlalu bersama kekasihnya itu.


Di saat itu Kenzo tampak menatap keduanya dengan tidak suka, menahan perasaan yang terpendam di dalam hatinya. Salsa yang melihat akan hal itu pun menyadari jika ada kecemburuan yang terpancar dari sorot mata Kenzo.


"Mereka berdua itu serasi ya, aku tidak menyangka jika mereka akan menjalin hubungan. Apakah Sersan Kenzo cemburu melihat Dokter Ciara dan Dokter Kenzie bersama?" Tanya Salsa langsung saja, sehingga membuat Kenzo tersentak dan menatap ke arahnya.


"Maaf, maksud Dokter Salsa apa? Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" Tanya Kenzo, ia benar-benar tidak menyangka jika Salsa bisa menebak isi hatinya saat ini.


"Karena aku bisa melihatnya. Lagi pula apa yang kamu rasakan itu sama dengan apa yang aku rasakan," kata Salsa.


"Apa maksudnya kamu menyukai kembaranku?" Tanya Kenzo lagi.


"Apakah belum cukup jelas ucapanku tadi," tukas Salsa


"Lalu, untuk apa juga kamu mengatakannya kepada saya, itu sama sekali bukan urusan saya," hardik Kenzo


"Kita itu sama-sama merasakan hal ini, jadi tidak ada salahnya 'kan kalau kita saling bercerita. Memang sulit sih menerima kenyataan, bukankah katanya mencintai itu rela melihat orang yang kita cintai bahagia? Tapi apakah kita sendiri tidak berhak bahagia?" Ujar Salsa.


"Maaf Dokter Salsa, sebaiknya kamu jangan berpikir terlalu jauh. Saya permisi dulu karena masih ada pekerjaan lain," ucap Kenzo lalu segera saja pergi meninggalkan Salsa.


"Meskipun kamu tidak mau mengakuinya, tapi aku semakin yakin kalau kamu itu menyukai Ciara Kenzo," batin Salsa sembari menatap punggung kepergian polisi tersebut.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2