Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Bersikap Cuek.


__ADS_3

Setelah sekian lama memendam perasaan itu, pada akhirnya Salsa pun memberanikan diri untuk menyatakannya kepada Kenzie. Tak peduli apapun tanggapan pria itu karena ia benar-benar sudah merasa sangat capek dengan sikap cuek Kenzie padanya, berharap sikapnya itu akan berubah setelah mengetahui isi hatinya.


"Kamu serius, kamu tidak sedang bercanda 'kan Salsa? Bagaimana bisa kamu menyatakan perasaan ini untukku?" Tanya Kenzie yang tak bisa mempercayainya begitu saja.


"Memangnya kenapa tidak bisa dan apa kamu melihat aku sedang bercanda sekarang ini? Memangnya kamu pikir berbohong soal perasaan itu lucu, justru aku ini sudah memberanikan diri dan sudah membuang rasa gengsi, serta rasa maluku dengan menyatakan perasaan ini untuk kamu Kenzie. Perlu kamu tahu aku sudah menyukai kamu sejak lama, bahkan sebelum kamu mengenal Ciara, saat pertama kali kita sama-sama magang di rumah sakit Medica. Kamu tidak lupa 'kan?" Ungkap Salsa.


Di saat itu pun Kenzie langsung saja teringat memang ia dan Salsa sama-sama magang di rumah sakit Medica. Waktu itu Salsa terlihat sering sengaja mendekatinya dengan berbagai alasan, memberikan perhatian-perhatian kecil tanpa ia sadari. Bahkan ia sama sekali tidak pernah menganggap perhatian itu berarti. Salsa juga pernah memberikannya sarapan yang sudah susah payah dibuatnya sendiri, tetapi Kenzie malah memberikan kepada orang lain tanpa memikirkan perasaan wanita itu sama sekali.


Akan tetapi siapa yang menyangka jika Salsa tak pernah menyerah, ia terus mendekati Kenzie hingga pada akhirnya mereka sama-sama bisa bekerja di Rumah Sakit Medica kembali dan di saat itu pun Ciara juga bekerja di sana, yang membuat Kenzie pada akhirnya jatuh cinta dengan Ciara yang juga merupakan sahabat Salsa itu.


"Jadi selama ini kamu memendam perasaan itu dan kamu merelakan aku untuk jadian dengan sahabat kamu sendiri, padahal selama ini kamu mencintaiku?" Tanya Kenzie untuk memastikannya lagi.


"Iya, kamu benar kenzie. Aku pernah mendengar bahwa kalau kita mencintai seseorang kita akan merasa bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia, aku akui itu benar. Aku bahagia melihat kamu bahagia dengan Ciara Ken, apalagi Ciara juga wanita yang baik, dia adalah sahabatku. Tapi siapa yang menyangka jika hubungan kalian malah berakhir tragis, baik kamu dan Ciara sama-sama merasakan sakit hati dan kekecewaan. Tapi bedanya sekarang Ciara sudah menikah dan aku yakin nantinya dia pasti akan menemukan kebahagiaan itu dengan suaminya. Sementara kamu, kamu hanya sendiri. Jadi apa salah kalau aku ingin bersama dengan kamu, ingin mengejar cinta aku yang lama sudah aku pendam," ucap Salsa dengan tatapan sendu, yang membuat Kenzie benar-benar mati kutu tidak tahu harus menjawab apa.


Di satu sisi ia memang tidak pernah mencintai Salsa, bahkan ia sadar bagaimana sikapnya selama ini terhadap wanita itu yang selalu saja menghindar dan tampak cuek, sangat berbeda sekali dengan perlakuannya terhadap Ciara. Tetapi di sisi lain ia juga menyadari perilaku baik Salsa terhadapnya, Salsa juga cantik dan tidak jauh beda dengan Ciara. Akan tetapi perasaan juga tidak bisa untuk dipaksa, membuatnya benar-benar sangat bingung.


"Kamu tidak perlu menjawab sekarang Ken, aku juga tahu kalau kamu tidak pernah mencintaiku. Sebenarnya aku juga tidak meminta jawaban itu karena aku juga sudah tahu jawabannya, aku hanya ingin kamu tahu perasaanku saja," ucap Salsa seraya mengulas senyum tipis.


Di saat itu pun pelayan datang mengantar pesanan mereka, sehingga Salsa tak lagi melanjutkan ucapannya.


"Ya sudah ayo sekarang kita makan, setelah ini kita langsung pulang," ucap Salsa yang langsung saja meneguk minumannya hingga setengah gelas, rasanya sangat haus setelah ia mengungkapkan seluruh isi hatinya yang terpendam sejak lama.


*****


Ciara tampak mondar-mandir di kamarnya, ia merasa sangat cemas karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB tetapi Kenzo belum juga pulang ke rumah. Sesekali Ciara juga mengintip dari jendela kamar, berharap jika akan melihat suaminya tersebut.


Beberapa kali Ciara mencoba menghubungi Kenzo tetapi tidak dijawab, ia juga mengirim pesan sama sekali tidak dibaca meskipun nomor ponselnya itu aktif. Membuatnya benar-benar merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu lagi dengan suaminya tersebut.

__ADS_1


Tok … tok … tok …


Hingga di saat itu pun terdengar suara ketukan pintu yang Ciara yakini jika itu adalah Kenzo yang pulang, sehingga ia pun bergegas menuju ke ruang depan dan membuka pintu.


"Akhirnya kamu pulang juga, aku sudah dari tadi menunggu kamu pulang Ken," ucap Ciara yang merasa sangat senang melihat Kenzo ada di depan matanya.


Akan tetapi Kenzo sama sekali tak menjawab, ia bersikap cuek dengan langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya tampak memperdulikan Ciara.


"Kenzo lebih baik sekarang kamu langsung mandi, aku sudah menyiapkan makan malam, nanti kita makan bareng ya," ucap Ciara.


"Aku tidak lapar. Kalau kamu lapar kamu makan saja sendiri, tidak usah menungguku," ucap Kenzo yang keluar dari kamarnya, lalu menuju ke kamar mandi.


Akan tetapi Ciara tak peduli, ia tetap menunggu suaminya itu selesai mandi di ruang makan.


Beberapa menit kemudian …


Kenzo hanya melirik sekilas, lalu ia pun melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam kamar. Ia tetap saja bersikap cuek dan tidak memperdulikan Ciara sama sekali.


Ciara tampak menghela nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara perlahan, ia mencoba untuk bersabar menghadapi sikap cuek Kenzo karena memang ini semua salahnya.


"Ken, kalau kamu tidak mau makan aku juga tidak akan makan. Memangnya kamu nggak kasihan dengan anak kamu di dalam perut," ucap Ciara di balik pintu kamar Kenzo.


"Lebih baik kamu makan saja, tidak usah menungguku," kata Kenzo.


"Pokoknya aku tidak akan makan kalau kamu juga tidak makan," ucap Ciara tetap kekeh.


"Ck, terserah kamu saja. Aku mau lihat apakah kamu bisa menahan lapar itu dan tetap menungguku," gumam Kenzo, lalu ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur karena sudah merasa sangat lelah.

__ADS_1


_____


Hingga satu jam lamanya berada di dalam kamar tiba-tiba saja Kenzo merasa perutnya lapar, sehingga ia berniat untuk mencari makan di luar dan sama sekali tidak mau menyentuh makanan yang sudah dimasak oleh Ciara.


Akan tetapi sebelumnya Kenzo mengintip ke arah dapur dan ia malah melihat Ciara yang masih berada di sana dan tampak tertidur dengan menyandarkan kepalanya di atas meja makan, sehingga Kenzo langsung saja mendekati istrinya tersebut.


"Ciara bangun, bangun Ciara!" Panggil Kenzo yang mengencangkan suaranya, sehingga membuat Ciara pun terbangun dari tidurnya.


"Ken, akhirnya kamu keluar juga. Ayo kita makan," ajak Ciara.


"Sudah aku bilang kalau kamu mau makan ya makan saja, tidak perlu menungguku. Aku tidak lapar," kata Kenzo.


Kruk … kruk … kruk …


Akan tetapi antara mulut dan perutnya itu tidak singkron, sehingga Ciara pun tersenyum mendengar suara yang berasal dari perut Kenzo.


"Katanya nggak lapar, tapi perutnya bunyi-bunyi seperti itu. Sudahlah Ken jangan berpura-pura, ayo sekarang kita makan. Aku tidak peduli ya kamu mau cuek atau mau marah sama aku, yang penting sekarang aku mau kamu makan. Karena kalau kamu tidak makan aku juga tidak akan makan, memangnya kamu tidak kasihan sama anak kita. Kalau aku tidak makan dia juga tidak makan," ucap Ciara seraya memegang perutnya yang sudah tampak membuncit.


Sehingga mau tak mau Kenzo pun duduk di ruang makan dan hendak menikmati makan malam bersama istrinya tersebut. Ciara merasa sangat senang, lalu ia pun segera saja menyendokkan nasi beserta lauk pauk dan menyerahkan kepada suaminya itu.


"Ken, aku benar-benar minta maaf ya soal malam itu, aku mohon kamu jangan marah lagi sama aku," ucap Ciara.


"Memangnya maaf dariku sangat penting ya untukmu. Lagi pula kenapa sih kamu mendadak mengkhawatirkanku, padahal 'kan selama ini kamu sama sekali tidak pernah peduli padaku. Bukankah ini yang kamu mau, kamu ingin aku bersikap cuek padamu dan sama sekali tidak memperdulikanmu, tapi kenapa sekarang malah kamu yang sok peduli seperti ini padaku," tukas Kenzo.


"Aku benar-benar minta maaf Ken masalah itu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Aku sadar kalau aku salah, please kasih aku kesempatan ya untuk menjadi istri yang baik," ucap Ciara yang membuat Kenzo tersentak mendengarnya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2