Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Memikirkan Ciara.


__ADS_3

Kenzo yang baru saja pulang bertugas dan langsung mandi, kini ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur karena merasa sangat lelah. Di saat itu tiba-tiba saja sosok Ciara muncul di dalam pikirannya, meskipun ia sudah bersusah payah mencoba untuk melupakan wanita tersebut.


"Ada apa ini? Padahal selama ini aku tidak pernah berpacaran karena aku takut nasib percintaanku akan buruk seperti apa yang pernah dialami oleh Kenzie, tapi kenapa sekarang aku terus saja memikirkan Ciara. Aku sendiri juga tahu kalau Ciara itu kekasihnya Kenzie, saudara kembarku sendiri. Apa pantas aku menyukai wanita yang sama dengan Adikku? Lagi pula apa iya aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama? Nggak, ini nggak mungkin. Pasti ini hanya sekedar rasa kagumku saja karena Ciara begitu baik dan juga sangat gesit, serta konsisten dalam bekerja. Ciara … Ciara, kenapa aku bisa menjadi seperti ini setelah mengenalmu," batin Kenzo yang benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri.


Drt … drt … drt …


Terdengar suara getaran ponsel yang Kenzo letakkan di atas nakas. Di saat itu Kenzo melihat ada panggilan dari nomor yang tak dikenal, sehingga ia pun sangat malas untuk meladeninya dan meletakkan ponselnya itu kembali.


Akan tetapi ponselnya kembali bergetar dengan panggilan yang sama hingga beberapa kali, yang membuat Kenzo berdecak kesal dan meraih ponselnya.


"Ck, siapa sih ini ganggu saja malam-malam seperti ini. Apa mungkin ini dari Kantor? Tapi tidak mungkin, karena selama ini yang menghubungiku pasti nomor-nomor yang aku kenal," umpat Kenzo.


Hingga pada akhirnya ia pun menjawab telepon tersebut karena merasa sangat penasaran.


"Halo, ini siapa?" Tanya Kenzo.


"Maaf apa benar ini dengan Sersan Kenzo?" Terdengar suara seorang wanita dari seberang telpon.


"Ya benar, kamu siapa dan ada keperluan apa menghubungi saya malam-malam seperti ini?" Tukas Kenzo yang paling tidak suka untuk berbasa-basi.


"Apa kamu benar-benar tidak mengenal suaraku?" Tanya wanita itu.


"Jika kamu memang tidak ada keperluan lebih baik tutup saja teleponnya. Saya mau beristirahat, jadi jangan mengganggu saya," ucap Kenzo ketus.


"Apa seperti itu sikap seorang Polisi, bagaimana kalau yang menelponmu ini adalah seseorang yang membutuhkan bantuanmu?" Ujar wanita tersebut.


"Sepertinya kamu sengaja ingin menguji kesabaranku. Jika orang yang menelpon membutuhkan bantuan tidak akan bertele-tele sepertimu, jadi sudah pasti kamu hanyalah seorang pengganggu," hardik hardik Kenzo.


"Ya ampun santai saja lah Sersan Kenzo, aku sama sekali nggak bermaksud untuk mengganggumu. Apalagi kita ini sudah saling mengenal, tapi kamu saja yang memang nggak pernah mau menyimpan kontakku. Mungkin memang nggak pernah ada keperluan lain selain di rumah sakit, berbeda dengan Dokter Ciara. Tapi sayangnya sahabatku itu sudah menjadi kekasih kembarannya Sersan Kenzo," ucap wanita itu.


Sehingga membuat Kenzo terkejut dan langsung tahu siapa orang yang sedang menelponnya saat ini. "Maaf Dokter Salsa, jika kamu memang tidak memiliki keperluan lebih baik jangan menggangguku," hardiknya.


"Wow, ternyata Sersan Kenzo bisa menebaknya dengan sangat benar ya. Tapi kalau sekarang kamu sudah tahu, seharusnya jangan galak-galak seperti itu dong. Aku menelponmu hanya ingin mengenalmu lebih dekat saja, itupun kalau season Kenzo mengizinkan," ucap Salsa dengan percaya diri dan tak tahu malu.


"Maaf saya benar-benar mau istirahat," ucap Kenzo yang memutuskan panggilan telepon begitu saja.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Kenzo juga menonaktifkan ponselnya itu agar tidak ada lagi yang mengganggu istirahatnya.


"Ck, ada-ada saja. Apa sih maksud wanita itu, apa dia sengaja ingin memanas-manasiku? Benar-benar sangat menyebalkan," gerutu kenzo, lalu ia pun memejamkan matanya hingga terlelap.


*****


Keesokan hari seperti biasa jika tidak sedang terburu-buru maka si kembar akan menyempatkan waktu untuk sarapan bersama kedua orang tuanya, sebelum mereka akan beraktivitas.


"Papi, mau sampai kapan Papi pergi ke kantor terus. Apa tidak sebaiknya Papi istirahat saja di rumah, apa Papi tidak lelah?" Tanya Dinda di sela-sela sarapan mereka.


"Iya Ma. Ya mau bagaimana lagi Anak-anak Papi yang di sini tidak ada yang mau meneruskan perusahaan Papi, mereka sama sekali tidak ada yang berminat terjun di dunia bisnis. Yang satu sudah menjadi Dokter dan yang satu lagi sudah menjadi Polisi, sementara anak Papi satu-satunya yang minat di dalam dunia bisnis ada di luar negeri mengembangkan usahanya sendiri. Sebenarnya Papi juga capek Ma dan ingin beristirahat, tapi belum saatnya Papi pensiun. Apalagi Mama 'kan tahu perusahaan ini adalah perusahaan peninggalan mendiang Papa, jadi sudah sepantasnya Papi berjuang. Nanti ada saatnya Papi akan pensiun dan menyerahkan perusahaan kepada orang kepercayaan Papi," jawab Nathan, yang membuat kedua anaknya itu merasa bersalah.


"Maaf ya Pi karena di antara kami berdua tidak ada yang berminat menjalankan perusahaan, karena dari kecil 'kan Papi dan Mama tahu kalau kami berdua sudah memiliki cita-cita masing-masing," ucap kenzie.


"Aku juga minta maaf ya Pi, tapi kalau Papi sudah merasa sangat lelah sebaiknya cepat serahkan perusahaan kepada orang kepercayaan Papi. Papi bisa mengawasinya dari rumah, nggak harus bolak-balik ke kantor. Bahkan hari libur Papi juga selalu saja ke kantor." Kenzo menimpali.


"Kalian semua tenang saja ya, tidak usah mengkhawatirkan Papi, apalagi merasa bersalah seperti itu. Papi dan Mama sudah mendukung cita-cita kalian itu sedari kecil, jadi tidak ada masalah sama sekali. Papi baik-baik saja kok. Papi masih kuat, kalian lihat sendiri 'kan Papi masih sehat meskipun Papi sudah memiliki dua cucu, bahkan sebentar lagi ada yang mau menikah juga," ucap Nathan sembari melirik Kenzie.


"Aku belum memikirkan sampai ke situ Pi," ucap Kenzie.


"Oh iya Ma dua minggu lagi 'kan ulang tahun pernikahan kita, Papi sudah memikirkannya bagaimana jika kita merayakannya di hotel teman Papi. Hotel itu baru saja launching bulan lalu, kita bisa sekaligus membantu promosi hotelnya." ujar Nathan.


"Tapi 'kan sudah tua Pi, apa harus dirayakan terus?" Tukas Dinda.


"Tidak apa-apa dong Ma, itu sangat penting untuk mengingat hari pernikahan kalian. Mama tidak usah menolak kalau sudah Papa yang menginginkan dan mengatur semuanya," ujar Kenzo.


"Iya Ma, lagi pula kapan lagi kita bisa party," sambung Kenzie.


"Ya sudah terserah Papi saja," ucap Dinda.


"Ya sudah kalau begitu nanti kita bicarakan lagi ya Sayang," ucap Nathan.


Lalu mereka pun melanjutkan sarapan hingga selesai dan setelah itu beraktivitas masing-masing. Sementara Dinda hanya di rumah saja, melakukan tugasnya di rumah sebagai Ibu Rumah Tangga dengan dibantu satu Asisten Rumah Tangganya. Meskipun Dinda menolak tetapi Nathan tetap mempekerjakan satu ART, karena ia tidak mau istrinya itu merasa kelelahan dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi.


*****

__ADS_1


Meskipun sama sekali tak pernah digubris oleh Kenzo, tetapi tak membuat Salsa menyerah. Ia tetap saja menghubungi pria tersebut, mengirim pesan WhatsApp untuk menanyakan kabar serta keberadaannya. Malah terkadang Salsa juga memberikan perhatian-perhatian kecil, berharap jika Kenzo akan luluh. Karena menurutnya jika tidak bisa mendapatkan Kenzie, maka ia harus mendapatkan kembarannya yaitu Kenzo, setidaknya bisa mengobati sedikit rasa kecewanya.


"Dor … bengong aja, lagi ngapain?" Tanya Ciara yang mengejutkan Salsa saat sedang duduk sendirian dan melamun di kantin.


"Ciara, kamu mengagetkanku saja. Tumben kamu nggak sama pacarmu itu, biasanya nempel terus kemana-mana berdua, sampai lupa deh sama teman baiknya," sindir Salsa.


"Cieh … ngambek. Maaf deh, aku sama sekali nggak bermaksud untuk melupakanmu, tapi kamu saja tuh yang nggak mau kalau kami ajak gabung. Dokter Kenzie masih ada operasi, makanya aku ke sini sendiri," ucap Ciara.


"Oh … pantas saja. Bukan nggak mau Ra, lebih tepatnya aku nggak mau mengganggu atau menjadi obat nyamuk kalian," ujar Salsa yang tampak lesu.


"Ada apa Sa? Kok kamu cemberut gitu," tanya Ciara yang sudah hafal betul dengan sifat teman baiknya itu.


"Aku hanya merasa kesal aja karena selalu dicuekin sama Sersan Kenzo. Padahal aku sudah beberapa kali menghubunginya, mengiris pesan, tapi sama sekali nggak di layan," kata Salsa yang memang selalu bercerita kepada Ciara, kecuali tentang perasaannya terhadap Kenzie.


"Hah kamu menghubungi Sersan Kenzo, memang ada apa? Atau masih ada masalah pekerjaan yang belum selesai?" Tanya Ciara.


"Ya nggak ada Ra, aku hanya ingin menghubungi saja. Entah kenapa aku ingin dekat dengannya, apalagi sekarang 'kan Sersan Kenzo nggak akan ke rumah sakit ini lagi kalau tidak ada kerjasama dengan kita," imbuh Salsa.


"Jadi kamu kangen ya sama Sersan Kenzo atau jangan-jangan kamu naksir sama dia?" Tanya Ciara.


"Ih … apaan sih Ra. Tapi kalau memang bisa dekat dengannya tidak apa-apa juga sih, aku mau banget. Walaupun itu terasa mustahil, sepertinya Sersan Kenzo itu orangnya jutek dan cuek. Sejutek-juteknya Kenzie, tetap Kenzo paling menyeramkan," ujar Salsa.


"Siapa bilang, itu mungkin karena kamu belum terlalu mengenal mereka saja. Sebenarnya Kenzo dan Kenzie itu sifatnya tidak berbeda jauh kok, mereka akan bersikap tegas dan cuek terhadap orang-orang tertentu. Tapi kalau sudah mengenal mereka dengan baik, mereka itu asyik. Bagaimana kalau aku membantumu untuk dekat dengan Sersan Kenzo," ucap Ciara yang membuat Salsa terkejut dan langsung menatap ke arah sahabatnya itu.


Bersambung …


Bonus Visual.


Kenzo Edward Collin.



Kenzie Edward Collin.


__ADS_1


__ADS_2