
Farid yang di saat itu merasa kebingungan karena sampai saat ini belum juga mendapatkan kabar Kenzo dan sahabatnya itu juga sama sekali tidak bisa dihubungi, merasa terkejut karena tiba-tiba saja ia didatangi oleh sang komandan di ruang kerjanya.
"Sersan Farid, apa sudah ada kabar tentang Sersan Kenzo?" Tanya Andreas sebagai komandan di markas tempat mereka bekerja.
"Belum ada kabar Komandan, dari tadi saya juga sudah mencoba menghubunginya tapi nomornya sampai sekarang belum aktif. Bahkan keluarganya tadi juga menghubungi saya menanyakan keberadaan Sersan Kenzo," jawab Farid.
"Ada apa dengan Sersan Kenzo? Kenapa dia menjadi seperti ini. Tidak biasanya beliau menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya, padahal setelah penyelidikan ini beliau mempunyai tugas baru. Tetapi bagaimana kalau tugas yang sekarang saja belum tuntas," tukas Andreas.
"Saya juga tidak tahu Komandan, tapi kalau memang pekerjaan itu harus segera diselidiki biar saya saja yang menanganinya. Karena pekerjaan saya juga sudah selesai," ucap Farid.
"Baiklah kalau memang seperti itu," jawab Andreas.
Di saat itu tiba-tiba saja terlihat kedatangan Kenzo dengan wajahnya yang masih terdapat luka memar serta kondisinya yang sangat lemah, bahkan ia terlihat jalan sempoyongan mendekati Farid dan Andreas.
"Sersan Kenzo, ada apa denganmu Sersan?" Tanya Farid yang melihatnya terlebih dahulu dan merasa sangat terkejut melihat kondisi sahabatnya.
"Sersan Kenzo, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu datang dalam kondisi seperti ini?" Tanya Andreas.
Setibanya di dekat rekan kerjanya itu, tak lupa Kenzo memberikan hormat terlebih dulu sebelum ia mengucap kata dan kedua temannya itu juga membalas memberi hormat.
"Maafkan saya Komandan Andreas, saya terlambat datang tapi saya pastikan jika pekerjaan saya akan selesai hari ini," ucap Kenzo.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, tetapi lebih baik selesaikan dulu masalahmu. Dan kenapa wajahmu menjadi babak telur seperti itu, apa kamu berkelahi Sersan Kenzo?" Tanya Andreas.
__ADS_1
"Tidak ada masalah yang serius dan sudah selesai Komandan, ini hanya luka kecil saja. Saya benar-benar minta maaf dan saya janji tidak akan membawa masalah ini dalam pekerjaan, saya akan tetap bertanggung jawab atas pekerjaan saya," ucap Kenzo.
"Ya sudah kalau seperti itu, saya tunggu laporan pekerjaan kamu hari ini. Saya percaya kalau kamu tidak akan mengecewakan saya," ucap Andreas.
"Siap dan terima kasih Komandan Andreas," ucap Kenzo serta memberi hormat kembali kepada komandannya.
Setelah membalas hormat tersebut, segera saja Andreas pergi meninggalkan Farid dan Kenzo di ruangannya itu.
"Ada apa denganmu Ken, kenapa kamu menjadi seperti ini? Kamu juga dari mana saja, apa kamu tahu tadi pagi kembaran kamu menelponku," kata Farid lalu menceritakan saat Kenzie menghubunginya dan mengatakan kondisi Ciara.
"Istriku pingsan?" Tanya Kenzo untuk memastikan.
"Iya Ken, Dokter Kenzie sendiri yang mengatakan padaku dan dia mencari keberadaanmu. Tapi 1 jam yang lalu Tante Dinda juga menelponku menanyakan keberadaanmu dan mengatakan kalau istrimu sudah sadar, Ciara juga mengkhawatirkan kondisimu Ken," ucap Farid.
"Ck, itu hanya formalitas saja. Untuk apa juga dia bertanya kepada Kenzie tentang keberadaanku, sudah jelas Kenzie itu sangat membenciku. Itu hanya alasan Ciara supaya dia ada alasan untuk bersama dengan mantan kekasihnya itu, supaya ada alasan supaya dia bisa berbicara dengan Kenzie pria yang masih sangat dicintainya. Ciara sama sekali tidak pernah peduli denganku Rid, semua pengorbananku selama ini sia-sia karena yang ada di dalam pikirannya hanya Kenzie bukan aku. Aku lelah!" Ucap Kenzo menahan perih di dadanya.
"Sudahlah, itu sama sekali tidak penting. Pernikahanku dan Ciara yang berjalan hampir 3 bulan ini sama sekali tidak ada artinya, aku sama sekali tidak bisa membuat Ciara mencintaiku. Ciara sama sekali tidak pernah menghargai semua pengorbananku karena di dalam otaknya hanya ada Kenzie, bahkan dia terang-terangan mengatakan tidak akan pernah bisa mencintaiku karena dia hanya mencintai Kenzie sampai saat ini," ucap Kenzo dengan tatapan serius.
"Apakah kamu masih berperang dengan Kenzie gara-gara Ciara?" Tanya Farid yang memang mengetahui semuanya.
"Aku rasa sampai kapanpun Kenzie tidak akan pernah memaafkanku dan akan membenciku karena masalah ini. Sudahlah aku tidak ingin membahas mereka lagi, aku lelah! Sekarang aku akan menghubungi Dokter Salsa karena hanya tinggal penyelidikan akhir, aku mau minta tolong Dokter Salsa untuk menyelesaikan penyelidikan itu, untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa bekerja di Rumah Sakit Medica dulu," ucap Kenzo.
"Apa tidak sebaiknya kamu menghubungi Tante Dinda dulu, dari tadi ponselmu tidak aktif. Mereka semua sudah menghubungimu beberapa kali, sama denganku," ucap Farid.
__ADS_1
"Ya memang aku sengaja menonaktifkan ponselku. Nanti aku akan minta tolong Dokter Salsa untuk menyampaikan kepada Mama bahwa aku baik-baik saja, saat ini Mama juga sedang di rumah sakit 'kan seperti yang kamu katakan tadi," ucap Kenzo.
Lalu ia pun merogoh ponsel di dalam saku celananya dan mengaktifkan ponselnya tersebut. Orang yang pertama kali Kenzo hubungi adalah Salsa karena dia memang masih terlibat kerjasama di rumah sakit yang belum selesai.
*****
"Tante Dinda, Ciara, aku sudah mendapatkan kabar Kenzo," ucap Salsa yang masuk ke dalam ruangan Ciara dengan nafas yang ngos-ngosan, bahkan suaranya terdengar tidak jelas.
Setelah mendapat telepon dari Kenzo, ia langsung saja berlari menuju ke ruangan tersebut bahkan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Salsa kamu kenapa lari-lari seperti itu dan kamu bicara apa? Coba tenang dulu, baru kamu bicara pelan-pelan," ucap Dinda seraya mengusap lembut punggung Salsa.
"Salsa, kamu tadi bilang apa? Kamu sudah mendapatkan kabar Kenzo?" Tanya Ciara untuk memastikan.
Di saat itu terlihat Salsa yang mengatur nafasnya, hingga merasa sedikit lebih tenang.
"Maaf tadi aku memang terburu-buru ingin mengabarkan hal ini kepada Tante dan Ciara. Baru saja Sersan Kenzo menghubungiku, dia meminta tolong aku untuk menyelesaikan penyelidikan akhir, Sersan Kenzo tidak bisa datang ke rumah sakit karena dia ada pekerjaan di markas," terang Salsa.
"Maksudmu sekarang Kenzo ada di kantor, maksudku markasnya itu?" Tanya Ciara.
"Iya Salsa, apa benar Kenzo sekarang ada di markasnya?" Tanya Dinda pula.
"Iya Cia, Tante, Kenzo ada di markasnya, dia sendiri yang mengabariku. Oh iya Kenzo juga meminta aku mengabari Tante kalau dia baik-baik saja, jadi Tante tidak perlu khawatir," ucap Salsa.
__ADS_1
Sejujurnya Ciara merasa senang karena ia tahu kondisi Kenzo saat ini baik-baik saja, akan tetapi ia merasa tidak enak hati karena menyadari jika Kenzo benar-benar marah padanya. Buktinya orang yang pertama kali suaminya itu hubungi adalah Salsa, bukan dirinya sebagai istrinya. Bahkan Kenzo juga hanya menitipkan pesan untuk memberikan kabarnya saat ini hanya kepada Dinda, sama sekali tidak menitip pesan apapun kepadanya. Entah kenapa membuat perasaan Ciara begitu sedih.
...*****...