Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

"Ma, besok Keenan ulang tahun, apa bisa aku minta tolong Mama untuk mencarikan kue ulang tahun terbaik untuk Keenan," pinta Nathan saat mengantar anaknya itu ke rumah sang Ibu.


"Memangnya kamu dan Clara tidak bisa mencarikannya?" Tanya Cynthia, bukan tidak mau tetapi ia hanya berpikir kenapa kedua orang tuanya itu sama sekali tidak ada waktu untuk anaknya sendiri.


"Ma, Mama kan tahu kalau aku sibuk dengan pekerjaan aku, akhir-akhir ini pekerjaan aku semakin banyak Ma, apalagi semenjak Papa sudah mempercayakannya 100% denganku. Sedangkan Clara sedang banyak jadwal pemotretan, hari ini saja pagi-pagi sekali dia sudah pergi duluan Ma, makanya aku sendiri yang mengantar Keenan ke sini. Kebetulan ini juga kan hari libur, jadi Mama bisa pergi dengan Kinan untuk mencari kue itu, biar dia memilihnya sendiri Ma," kata Nathan.


"Justru ini hari libur Nathan, apa kamu harus pergi ke kantor juga?" Tanya Cynthia yang tak habis pikir dengan anaknya itu, selalu saja mementingkan pekerjaan tanpa memikirkan anaknya.


"Ada pekerjaan yang harus selesai hari ini Ma, tapi besok aku libur, jadi aku bisa merayakan ulang tahun Keenan," terang Nathan.


"Ya sudah, nanti Mama minta tolong supir yang antar kami cari kue langsung untuk Keenan," ucap Cynthia menyetujuinya.


"Terimakasih ya Ma, kalau begitu aku pamit dulu. Keenan, Papi pergi dulu ya Sayang. Kamu baik-baik sama Oma, jangan nakal," ucap Nathan.


"Iya Pi," jawab Keenan.


"Hati-hati ya," pesan Cynthia.


Lalu Nathan pun menyalami tangan ibunya dan mencium pipi kedua orang yang disayanginya. Sedangkan Keenan juga juga menyalami tangan ayahnya itu.


Setelah itu, segera saja Nathan pergi meninggalkan rumah orang tuanya dan melajukan mobil menuju ke Perusahaan.


"Keenan Sayang, kita masuk yuk. Kamu sudah sarapan belum?" Tanya Cynthia.


"Belum Oma," jawab Keenan seraya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah yuk masuk, Oma mau buat spaghetti, kamu mau nggak Oma buatin?" Tanya Cynthia.


"Mau dong Oma," jawab Keenan yang kini beralih menganggukkan kepalanya.


"Memangnya Mami kamu tadi tidak sempat ya buatin kamu dan Papi kamu sarapan?" Tanya Cynthia lagi.


Keenan terdiam lalu menggelengkan kepalanya pelan, terlihat jelas raut wajah sedih yang terpancar dari wajah tampan anak kecil tersebut.


"Sudah Sayang, kamu tidak perlu sedih. Di sini kan ada Oma, Oma yang akan membuatkan sarapannya untuk kita," kata Cynthia.

__ADS_1


"Oke Oma, let's go," ucap Kenan dengan semangat seraya menarik tangan Omanya itu masuk ke dalam rumah.


Memang jika berada di rumah Cynthia, Keenan selalu merasa bahagia. Berbeda saat dia berada di apartemen bersama Clara.


*****


Setelah mencari beberapa informasi di internet tentang lokasi toko kue terenak yang ada di kota Jakarta, serta meminta pendapat dari teman-temannya, akhirnya Cynthia menemukan sebuah toko kue yang lokasinya itu cukup jauh dari tempat tinggalnya. Akan tetapi itu semua tidak menjadi masalah demi cucu kesayangannya, lagipula ia juga penasaran dengan toko kue yang saat ini sedang viral.


Akhirnya pada siang hari Cynthia pun memutuskan untuk pergi ke toko kue tersebut bersama Keenan diantar oleh supir pribadinya.


"Oma, toko kuenya jauh ya?" Tanya Keenan saat mereka sedang dalam perjalanan.


"Iya Sayang. Tapi kamu tenang aja ya, ini adalah toko kue recommended dari teman-teman Oma, dari artikel juga, Oma yakin pasti kuenya enak dan Keenan akan suka," jawab Chintya.


"Oh ya? Makasih ya Oma. Oma benar-benar baik banget sama aku. Nggak seperti Mami, Mami nggak pernah peduli sama aku," ucap Keenan yang menundukkan kepalanya.


Cynthia melihat Keenan yang lagi-lagi tampak sedih jika membicarakan tentang ibunya.


"Keenan sayang, kamu tidak boleh bicara seperti itu ya. Mami kamu itu hanya sibuk saja dengan pekerjaannya. Oma yakin kok kalau ada waktu pasti Mami kamu akan menemani kamu, dan Oma yakin kalau Mami kamu itu sangat menyayangi kamu. Kamu tidak boleh ya berbicara seperti itu lagi," ucap Cynthia lalu meraih tubuh Keenan ke dalam pelukannya.


*****


Cynthia dan Keenan telah tiba di toko kue yang kira-kira menghabiskan waktu selama 2 jam dari tempat tinggalnya. Toko kue tersebut tidak besar, tetapi memang terlihat banyak pengunjungnya, bahkan ada yang mengantri pada bagian kue tertentu. Cynthia semakin penasaran, lalu ia pun masuk ke dalam toko tersebut bersama dengan Keenan. Tapi tiba-tiba …


Bug …


Seorang gadis kecil yang sedang berlari dan tidak memperhatikan jalan tidak sengaja menabrak Cynthia.


"Maaf ya Nek, Nadine nggak sengaja. Apa Nenek baik-baik saja?" Tanya Nadine yang saat itu sedang berlari mengejar kucingnya.


"Sayang, Nenek tidak apa-apa kok, kamu juga tidak kenapa-napa kan?" Tanya Cynthia pula, ia menundukkan dirinya agar sejajar dengan Nadine dan Keenan.


"Nggak kok Nek, maafin Nadine Nek. Nadine mau mengejar kucing itu kasihan kucingnya belum makan, tadi lagi makan tapi digangguin sama temennya, jadinya dia kabur deh," ucap Nadine yang dengan lancar berbicara.


Sungguh anak yang genius dan membuat Cynthia begitu kagum melihatnya.

__ADS_1


"Maaf ya Nek, teman, Nadine ke sana dulu ya," ucap Nadine lalu pergi mengejar kucingnya kembali.


Cynthia tersenyum, baru kali ini yang bertemu dengan anak kecil yang begitu pintar bicara bahkan langsung mengucapkan kata maaf saat tidak sengaja menabraknya, bahkan dia memanggil Keenan dengan sebutan teman. Cynthia berpikir sudah pasti orang tuanya adalah orang tua yang hebat telah mendidiknya. Cynthia pun segera saja menuju ke ke etalase kue ulang tahun, ia mencari-cari kue ulang tahun yang cocok untuk Keenan.


"Selamat siang Nyonya, ada yang bisa dibantu?" Ucap Lala yang menjaga toko kue tersebut.


"Siang Mbak. Saya mau cari kue ulang tahun untuk cucu saya ini," jawab Cynthia menunjuk Keenan.


"Oh ya adik mau kuenya yang seperti apa? Terus mau dalamnya rasa coklat, pandan, strawberry atau mau rasa yang lain?" Tanya Lala.


"Aku mau yang coklat Tante. Kue ulang tahunnya gambar robot ya," pinta Keenan.


"Siap Bos," ucap Lala, lalu ia segera saya menuliskan permintaan kue ulang tahun itu.


"Ulang tahun yang ke berapa ya?" Tanya Lala lagi.


"Yang ke 6 tahun Mbak," jawab Cynthia.


"Baik, terimakasih Nyonya. Ini kuenya mau di antar atau di ambil ya Nyonya, kapan?" Lala bertanya lagi.


"Untuk besok apakah bisa di antar?" Tanya Cynthia balik.


"Tentu saja bisa Bu. Silahkan sebut saja alamatnya biar saya catat sekalian Nyonya," ucap Lala lalu Cynthia pun menyebutkan alamat rumahnya.


Meskipun Lala tahu jika alamatnya cukup jauh, tapi sama sekali tidak masalah bagi toko mereka, karena bagi mereka kepuasan pelanggan adalah nomor satu. Justru Lala merasa senang karena toko kue milik bos-nya itu sudah tersebar sampai ke mana-mana.


Saat itu Cynthia melihat Nadine yang menggendong anak kucing hendak masuk ke dalam.


"Oh ya Mbak, apa boleh saya tahu siapa anak kecil itu?" Cynthia menunjuk Nadine.


"Oh itu anak bos saya Nyonya, pemilik toko kue ini," jawab Lala.


Entah kenapa Cynthia begitu merasa dekat saat tadi bersentuhan dan berbicara dengan Nadine, seperti sudah mengenalnya lama meskipun mereka baru saja bertemu.


...……… Bersambung ………...

__ADS_1



__ADS_2