Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Pertengkaran Saudara.


__ADS_3

Dokter yang berada di dalam ruangan tersebut merasa kebingungan karena Ciara terlihat begitu syok mendengar kabar ini, begitu juga dengan Kenzie seperti tak terima dan sangat marah. Dokter pun menjadi bertanya-tanya, bukankah seharusnya sebagai pasangan suami istri mereka senang mendengar kabar bahagia ini?


"Maaf, Tuan, Nyonya, lebih baik kalian berdua bicara saja dulu di sini. Saya permisi dulu, nanti jika Nyonya Ciara sudah tenang, kalian boleh langsung ke bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran dan ini juga ada resep obat yang harus ditebus, hanya vitamin supaya janin di dalam kandungan selalu sehat. Setelah itu Nyonya Ciara sudah boleh pulang ke rumah, hanya butuh istirahat saja dan tolong dijaga kandungannya baik-baik," ucap Dokter.


Tanpa ada jawaban apapun dari mereka, dokter segera saja pergi meninggalkan ruang pemeriksaan tersebut.


"Apa kamu mau diam saja Cia, jelaskan padaku bagaimana bisa kamu hamil sedangkan kita sama sekali tidak pernah melakukannya. Katakan padaku siapa ayah dari anak itu?" Tanya Kenzie yang masih mencoba untuk bersabar.


"Aku bisa jelaskan Ken, jadi sebenarnya ini semua adalah kecelakaan. Aku juga tidak tahu kenapa waktu itu-"


"Stop Ciara, stop! Sekarang katakan padaku siapa ayah dari anak anak yang kamu kandung, tidak usah bertele-tele untuk menjelaskannya," tukas Kenzie yang menyela ucapan Ciara begitu saja, dengan suaranya yang sedikit keras.


"A-anak, anak ini adalah anak Kenzo Ken," jawab Ciara lirih, ia sangat takut dan yakin jika emosi Kenzie pasti akan semakin meledak setelah mengetahuinya.


"Apa? Jadi kamu menjalin hubungan denganku dan kamu malah melakukan hubungan terlarang dengan saudara kembarku sendiri, iya? Bagaimana ini bisa terjadi Ciara," ucap Kenzie yang menghantukkan kepalanya ke dinding karena merasa sangat stres.


"Ken aku benar-benar minta maaf, malam di pesta pernikahan orang tua kamu waktu itu dan saat kamu sedang menemui Om kamu, tiba-tiba saja kepalaku pusing hingga akhirnya aku dan Kenzo melakukannya di kamar belakang. Tapi aku dan Kenzo sama-sama tidak sadar Ken kami berdua terpengaruh obat, kami dijebak." Ciara mencoba untuk menjelaskan semuanya tetapi Kenzie terlihat tidak mau mendengar, ia malah menutup telinganya rapat-rapat karena benar-benar merasa sangat kecewa dengan kekasihnya itu.


"Sudahlah Ciara, aku tidak tahu harus mengatakan apa sekarang. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu akan mengkhianatiku dengan saudara kembarku sendiri. Ayo kita pergi sekarang, aku akan mengantarmu pulang," ucap Kenzie tanpa membantu Ciara turun dari brankar, padahal kondisi Ciara masih lemah.


Lalu segera saja keduanya keluar dari ruang pemeriksaan dan Kenzie mengurus administrasi serta menebus vitamin untuk Ciara. Saat ini Kenzie masih berusaha untuk bersikap baik dan bertanggung jawab terhadap Ciara, karena ia juga tidak mungkin tega meninggalkan seorang wanita sendiri yang di rumah sakit, apalagi dalam kondisi Ciara seperti sekarang ini.


Setelah semuanya selesai, Kenzie pun membawa Ciara keluar dari rumah sakit dan memberhentikan taksi yang lewat di depan sana.


"Pak, tolong antar wanita ini sampai ke alamat rumahnya di jalan X," ucap Kenzie kepada supir taksi.


"Baik Tuan," jawab supir taksi.


"Ken, kamu tidak jadi mengantarku pulang?" Tanya Ciara.


"Setelah aku pikir-pikir lagi untuk apa, kamu juga pasti aman dengan supir taksi. Tolong mengerti situasinya saat ini," jawab Kenzie.


"Ya sudah kalau memang seperti itu. Aku benar-benar minta maaf Ken, kalau sekarang kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku tidak apa-apa. Tapi aku mohon nanti kalau kamu sudah merasa sedikit tenang hubungi aku ya Ken, percayalah bukan hanya kamu yang terkejut dalam hal ini, tapi aku sendiri juga terkejut dan merasa sangat stres. Aku juga tidak menyangka hal ini akan terjadi di dalam hidupku," ucap Ciara dengan air matanya yang tampak menetes.


Berbeda dengan Kenzie yang berusaha sebisa mungkin menahan agar air matanya tidak jatuh. Sebenarnya ia juga merasa sangat iba melihat kondisi Ciara saat ini dan ingin memeluknya, tetapi rasa kecewanya lebih besar dibandingkan rasa kasihannya itu.


"Silahkan jalan Pak!" Ucap Kenzie.

__ADS_1


Sehingga supir taksi itu pun segera melaju meninggalkan rumah sakit.


"Argh … .!" Teriak Kenzie, ia tak menyangka jika akan mendapatkan pengkhianatan dan kekecewaan dari kekasih yang sangat dicintainya dan saudaranya sendiri.


"Sementara itu Ciara yang saat ini berada di perjalanan menangis sejadi-jadinya. Ia juga tidak pernah menduga jika hidupnya akan hancur seperti ini, menerima kenyataan pahit yang selama ini ia takutkan.


"Kenapa? Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini, kenapa?" Batin Ciara yang menahan perih di dada.


"Nona menangislah jika itu bisa meringankan beban Nona, tapi percayalah masalah seberat apapun pasti semua akan ada jalan keluarnya. Bersabar ya Nona," ucap supir seraya memberikan tisu kepada Ciara.


"Terima kasih banyak Pak, ucap Ciara seraya menerima tisu tersebut.


*****


Setibanya di rumah, Kenzie yang terlihat sangat emosi itu pun segera saja masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki panjang dan langsung menuju ke lantai atas untuk mencari saudara kembarnya. Untungnya di saat itu Nathan belum kembali ke rumah, sementara Dinda berada di kamar sehingga tidak melihat Kenzie yang sudah pulang dalam keadaan seperti itu.


Brak!


Kenzie membanting pintu kamar Kenzo dengan sangat kasar, sehingga membuat kakaknya itu pun merasa sangat terkejut.


"Kenzie, apa yang kamu lakukan?" Tanya Kenzo yang tadinya sedang duduk, kini pun tampak berdiri menatap tajam ke arah saudara kembarnya.


Bukannya menjawab, Kenzie malah melayangkan pukulan tepat di wajah Kenzo, meluapkan emosinya, sehingga menimbulkan luka di sudut bibir kakaknya tersebut.


"Apa yang kamu lakukan Kenzie, kenapa kamu tiba-tiba memukulku, apa salahku?" Tanya Kenzo yang tentu saja merasa sangat terkejut dengan perlakuan adiknya.


"Kamu masih tidak menyadari juga apa kesalahanmu hah! Tidak usah mengelak lagi Kenzo, aku sudah tahu semuanya. Kamu dan Ciara sama saja jahatnya, kalian berdua tega menusukku dari belakang tanpa memikirkan perasaanku sama sekali. Kalian berdua sudah merusak kepercayaanku dengan berkhianat, apa kamu tahu dengan apa yang kalian lakukan waktu itu membuat Ciara sekarang hamil," ucap Kenzie to the point.


"Apa? Ci-Ciara hamil?" Tanya Kenzo yang terlihat gugup serta tak mempercayai akan hal itu.


"Ya Ciara hamil dan sekarang kamu puas 'kan? Kamu sudah menghancurkan hubunganku dengan Ciara dan masa depan yang sudah aku rencanakan untuk hidup bersama dengan Ciara Kenzo!" Bentak Kenzie. "Selamat karena pada akhirnya kamu lah yang akan memiliki Ciara. Karena bagaimanapun juga anak yang berada di dalam kandungan Ciara adalah Anakmu, bukan Anakku," sambungnya.


"Ken, jadi Ciara benar-benar hamil? Aku bisa menjelaskannya Ken, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Malam itu aku dan Ciara dijebak," ucap Kenzo.


"Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun dari kalian berdua, yang jelas klian sudah melakukannya dan kalian sudah berkhianat. Kalian sudah membuat aku kecewa, kalian begitu tega padahal aku sangat menyayangi kalian berdua. Kalau memang kalian dijebak, kenapa dari kemarin kalian tidak mengatakannya padaku, kenapa aku harus mengetahuinya sekarang. Kenapa aku harus mengetahuinya di saat Ciara sudah mengandung Anakmu? Kenapa?" Teriak Kenzie dengan emosi yang kian memuncak, jika tidak bisa mengontrol emosinya sudah pasti ia akan kembali menghajar saudaranya itu.


"Ken, aku benar-benar minta maaf Ken. Tapi aku juga takut, aku bingung apa yang harus aku lakukan waktu itu. Tidak mungkin dengan sengaja aku tega menyakiti atau mengkhianati saudaraku sendiri. Percayalah Kenzie, kamu juga tahu siapa aku," ucap Kenzo mengiba.

__ADS_1


"Ya aku tahu ternyata selama ini kamu hanyalah seorang pengkhianat yang sangat tega menyakiti saudaranya sendiri," tukas Kenzie.


Untungnya kamar mereka berada di lantai atas sehingga pertengkaran saudara itu sama sekali tidak didengar oleh siapapun yang berada di lantai bawah.


"Aku tahu aku salah Kenzie, menjelaskan apapun saat ini juga percuma. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang untuk menebus kesalahanku?" Tanya Kenzo.


"Dasar bodoh, kalau kamu sudah tahu keadaannya sekarang seperti ini lebih baik kamu pergi ke rumah Ciara dan lihat kondisinya. Lihat ibu dari calon Anakmu itu kalau kamu memang mengkhawatirkannya," kata Kenzie yang langsung saja keluar dari kamar Kenzo.


Lalu ia pun masuk ke dalam kamarnya sendiri dan mencuci pintunya. Sementara Kenzo mengejar saudara kembarnya itu karena merasa sangat bersalah.


Tok … tok … tok …


"Ken buka pintunya Ken, dengarkan aku dulu Kenzie. Tolong buka pintunya!" Teriak Kenzo sembari mengetuk pintu, tetapi Kenzie sama sekali tak menggubrisnya.


"Ciara hamil? Aku harus ke rumah Ciara sekarang untuk memastikannya langsung," gumam Kenzo dan bergegas pergi.


*****


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa, kenapa hidup aku harus seperti ini? Kenapa di saat aku mencintai seseorang dan aku ingin menjalin hubungan yang lebih dengan serius dengannya, malah terjadi masalah seperti ini. Kenapa kanu harus hadir di dalam hidupku, kenapa kamu harus merusak kebahagiaanku. Argh … !" Teriak Ciara sembari mengobrak-abrik seluruh barang-barang yang ada di atas nakas dan meja rias, sehingga menjadi porak-poranda seperti kapal pecah.


Ting … tung …


Di saat itu pun terdengar suara bel pintu rumahnya berbunyi, sehingga Ciara langsung saja menghapus air matanya meskipun masih terlihat jelas ia sedang menangis. Lalu bergegas keluar dari kamar dan menuju ke pintu utama, serta membuka pintu tersebut.


"Ken-, untuk apa kamu ke sini hah!" Ucap Ciara ketus saat menyadari jika pria yang berada di hadapannya saat ini adalah Kenzo, bukan Kenzie seperti dugaan awalnya.


"Ciara, apa benar yang dikatakan Kenzie kalau kamu sekarang hamil?" Tanya Kenzo.


"Bukan urusan kamu," tukas Ciara yang hendak menutup pintu rumahnya kembali.


Akan tetapi dengan cepat Kenzo menahannya, lalu ia pun masuk ke dalam rumah Ciara serta menutup pintunya dengan rapat.


"Pergi kamu dari sini Kenzo, jangan pernah menampakkan wajahmu di depanku lagi, aku benci sama kamu. Pergi!" usir Ciara yang kembali menangis.


"Terserah kamu mau bicara apa, kalau kamu mau marah silahkan marah, kamu mau pukul aku silahkan pukul aku sepuasnya, tapi tolong jawab pertanyaanku apa benar kamu hamil dan kamu hamil Anakku?" Tanya Kenzo.


"Iya aku hamil dan sudah jelas ini Anak kamu karena hanya kamu pria yang sudah menyentuhku. Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan minta tanggung jawab karena aku akan menggugurkan kandungan ini," ucap Ciara yang membuat Kenzie sontak terkejut.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2