Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Bertemu Nadine


__ADS_3

"Papi, Papi marah ya sama Keenan?" Tanya Keenan saat mereka dalam perjalanan.


"Keenan, Papi tidak marah sama kamu. Tapi Papi juga tidak membenarkan perbuatan kamu, seharusnya kamu tidak melakukan hal itu lagi. Kenapa kamu mengganggu teman kamu itu?" Jawab Nathan dan bertanya.


"Roni duluan Pi yang mengganggu Keenan. Keenan lagi duduk, tiba-tiba saja dia datang dan mengambil pensil warna Keenan, bagaimana Keenan tidak marah," jelas Keenan dan ditanggapi senyuman oleh Nathan, ia mencoba untuk percaya dengan ucapan anaknya itu.


*****


"Mama rasa sikap istri kamu itu benar-benar sudah keterlaluan. Dia benar-benar tidak pantas dikatakan sebagai seorang istri, apalagi seorang ibu," ucap Cynthia kesal, saat Nathan sudah menceritakan semuanya kepada mamanya itu.


"Lantas aku harus bagaimana Ma sekarang? Aku kasihan melihat Keenan terus-terusan diperlakukan seperti itu dengan Clara, sedangkan aku tidak bisa mengawasinya 24 jam. Aku juga harus bekerja Ma," kata Nathan.


"Ya sudah, lebih baik biarkan saja Keenan tinggal di sini bersama Mama. Papa juga jarang ada di rumah kan, Mama kesepian hanya tinggal bersama pembantu. Kalian juga Mama suruh tinggal di sini tidak mau, jadi lebih baik Keenan saja yang tinggal di sini. Keenan apa kamu mau Sayang?" Usul Cynthia dan bertanya langsung kepada yang bersangkutan


"Keenan mau Oma," Jawab Keenan langsung tanpa memikirkannya lagi.


Keenan sudah merasa sangat jenuh dengan sikap ibunya, terkadang ia juga selalu terbayang-bayang wajah ibu dari teman barunya, Nadine, yang terlihat begitu sangat menyayanginya.


"Papi, tadi pagi Papi sudah janji kan, boleh tidak kalau kita pergi ke toko kuenya sekarang? Keenan mau bertemu dengan Nadine," pinta Keenan.


Cynthia tertegun, bagaimana jika Nathan mengikuti permintaan Keenan untuk pergi ke toko kue tersebut, bukankah itu artinya Nathan akan bertemu dengan Dinda? Lalu bagaimana dengan Dinda nanti saat melihat Nathan? Sebenarnya Cynthia juga tidak tahu kenapa Dinda tidak mau bertemu dengan Nathan, bukankah mereka sama sekali tidak mempunyai hubungan apapun? Jika dipikirkan itu semua membuat Cynthia menjadi penasaran dan ingin mencari tahu ada apa sebenarnya.


"Keenan toko kue itu kan cukup jauh. Papi kamu juga capek baru pulang kerja, jadi kapan-kapan aja ya kita ke sana nya," pujuk Cynthia.


"Tapi Oma, Oma kemarin kan juga bilang sama mamanya Nadine kalau kita akan ke sana lagi kalau Oma merindukan Nadine," ucap Keenan.


"Ma, kenapa Mama sepertinya tidak ingin membawa Keenan ke sana lagi?" Tanya Nathan.

__ADS_1


"Bukan Mama tidak mau Nathan, tapi memang lokasinya cukup jauh. Lagipula Mama takut akan mengganggu mereka yang sibuk dengan pelanggannya." Cynthia mencoba mencari alasan agar Nathan tidak curiga.


"Oh ya? Tapi apa salahnya Ma, kita bilang saja mau beli kue. Ini juga permintaan Keenan, lebih baik sekarang kita pergi saja ke sana. Kasihan Keenan, sepertinya dia sangat merindukan temannya, terlebih lagi saat ini teman-teman di sekolah sepertinya sudah tidak ada yang menyukainya sama sekali, sehingga mereka mengganggu Keenan," ucap Nathan.


Cynthia terdiam karena bingung, apakah ia harus mengikuti permintaan cucunya itu? Jika hanya berdua dengan Keenan sudah pasti Cynthia akan setuju untuk pergi ke sana. Tetapi saat ini bersama dengan Nathan yang membuat Cynthia merasa khawatir, ia takut Dinda nanti malah akan marah kepadanya karena telah mengingkari janji. Akan tetapi sepertinya kali ini Cynthia sama sekali tidak bisa menolak, hingga akhirnya ia pun menuruti permintaan cucunya itu.


*****


"Bu aku titip Nadine ya. Aku janji kok nggak lama-lama, hanya 3 hari saja di Surabaya," ucap Dinda.


"Iya Sayang, kamu hati-hati ya. Semoga saja pelatihan kamu di sana sukses dan kamu akan pulang dengan membawa ilmu yang baru," ucap Santi.


"Aamiin," makasih ya Bu. "Nadine maaf ya kali ini Mama tidak bisa ajak kamu pergi, karena Mama mau pelatihan dan di sana tidak ada satupun orang yang membawa anak kecil. Kamu mengerti kan?"


"Iya Ma, Nadine mengerti kok," jawab Nadine diiringi anggukan kepalanya.


Setengah jam kemudian setelah Dinda pergi, kini Nathan bersama keluarganya baru saja tiba di toko kue tersebut. Keenan langsung turun dari mobil dan dengan sangat antusias berlari ingin mencari keberadaan Nadine.


"Sayang, jangan lari-lari!" Teriak Nathan.


Di waktu yang bersamaan terlihat Santi bersama Nadine yang keluar dari toko kue tersebut.


"Santi," ucap Cynthia. Ia tidak percaya setelah beberapa tahun akan bertemu lagi dengan mantan ART-nya yang dulu telah ia pecat karena salah paham dengan suaminya. Yang membuat Cyntia lebih terkejut lagi, saat itu ia melihat Santi yang menggandeng tangan Nadine juga terlihat sangat akrab.


"Nyonya Cynthia, ada apa Nyonya ke sini?" Tanya Santi setelah mereka saling berhadapan.


"Hai Nadine," sapa Keenan.

__ADS_1


"Hai juga Keenan," balas Nadine lalu menyalami tangan Cynthia dan juga Nathan.


Nathan begitu kagum melihat anak kecil yang cantik dan sikapnya yang anggun, entah kenapa ia juga merasa begitu dekat dengan Nadine meskipun ia baru pertama kali melihatnya.


"Santi, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Cynthia.


Sedangkan Nathan tampak gugup, karena sebenarnya dia sudah tahu semuanya. Hanya saja ia belum memberitahukan kepada ibunya itu.


Sepertinya anak Nyonya, Tuan Nathan belum memberitahu Nyonya tentang rahasia besar. Dan saya adalah ibunya Dinda, pemilik toko kue ini," jawab Santi sembari melirik Nathan.


"Apa jadi ini toko Dinda, jadi Nadine anak Dinda?" batin Nathan yang terkejut mendengarnya.


"Rahasia apa Santi? Jadi kamu ibunya Dinda, Dinda anak kamu?" Tanya Cynthia untuk memastikan.


"Iya Nyonya benar, sebaiknya Nyonya masuk saja dulu ke dalam. Kita ngobrol di dalam saja," ajak Santi.


Lalu mereka pun mengikuti Santi masuk ke dalam toko. Sedangkan Keenan yang sangat ingin bertemu dengan Nadine segera saja pergi bermain dengannya.


"Santi kebetulan kita bertemu di sini, saya mau minta maaf sama kamu. Jadi beberapa tahun yang lalu kami benar-benar sudah salah paham terhadap Pak Doni karena menuduhnya mengkorupsi uang perusahaan. Tapi Nathan sudah mencari kalian kemana-mana dan pada akhirnya Nathan mendapat kabar bahwa kalian waktu itu berada di kota Bandung. Karena Nathan tidak ada nyali untuk mendekatkan diri kepada kalian, jadi dia hanya meminta tolong kepada rekan bisnis suami saya yang berada di Bandung, yaitu Pak Bram untuk membantu Pak Doni dengan memperkerjakan Pak Doni di perusahaannya," ucap Cynthia.


"Pantas saja waktu itu saya merasa ada yang janggal. Jadi ini semua karena kalian yang sudah merencanakannya? Tapi syukurlah sekarang suami saya sudah tidak bekerja di sana lagi dan sudah bisa bekerja kembali di sini," ucap Santi.


"Bi, aku benar-benar minta maaf, karena waktu itu tidak percaya dengan kalian, aku langsung saja memecat Pak Doni dengan tidak hormat bahkan memecatnya. Bahkan kalian malah mengorbankan Dinda untuk membayar hutang tersebut," ucap Nathan yang langsung saja berbicara terbuka di depan orang tuanya, ia tidak mau lagi menutupinya lagi dari Cynthia.


"Mengorbankan Dinda untuk membayar hutang? Apa maksudnya ini Nathan?" Tanya Cynthia penuh kebingungan.


...……… Bersambung ………...

__ADS_1



__ADS_2