
Frans segera memberikan air minum untuk sang istri agar lebih tenang setelah mengalami mimpi buruk.
Ma, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apa yang sedang Mama pikirkan? Papa tahu Ma kalau Mama sedang memikirkan sesuatu, maka dari itu Mama bisa mimpi buruk. Mama mimpi apa?" Frans melontarkan beberapa pertanyaan, yang ia tahu istrinya itu tidak akan pernah mengalami mimpi buruk jika tidak ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Terlebih lagi Frans dapat melihat gerak-gerik sang istri akhir-akhir ini yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Tidak ada apa-apa Pa, aku sama sekali sedang tidak memikirkan apapun. Aku hanya sedikit kelelahan saja," jawab Cynthia yang masih enggan untuk memberitahukan kepada suaminya. Ia tetap memilih untuk menyembunyikan rahasia itu sendirian di dalam hatinya.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, sekarang Mama tidur lagi ya. Sudah lebih tenang kan?" Tanya Frans.
"Iya Pa sudah sedikit tenang kok, maaf ya aku jadi mengganggu istirahat kamu. Sekarang kita bisa tidur lagi," ucap Cynthia.
"Tidak Sayang, aku sama sekali tidak terganggu. Malahan aku merasa khawatir melihat keadaan kamu, tadi kamu teriak-teriak sambil tidur," kata Frans.
"Iya Pa, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mimpi buruk," kata Cynthia.
Lalu mereka berdua pun kembali merebahkan tubuh di atas kasur. Cynthia lebih memilih membelakangi suaminya, bukan bermaksud ingin menghindar, ia hanya tak mau suaminya merasa khawatir melihat wajahnya tampak cemas memikirkan sesuatu. Sedangkan Frans kembali memejamkan matanya hingga terlelap.
*****
Di sebuah toko kue, terlihat seorang anak perempuan yang sedang membantu ibu dan neneknya menata kue di etalase. Anak perempuan cantik yang memiliki rambut panjang, bulu mata lentik yang menghiasi mata, bibir mungil, serta kulit putih mulus mirip seperti ibunya, serta hidung mancung dan bola mata indah seperti ayahnya itu bernama Nadine Karina Collin. Ia saat ini berusia 5 tahun dan sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Dia adalah anak Dinda dan Nathan. Meskipun Dinda tak bisa bersama dengan Nathan, tetapi ia tetap memberi nama belakang ayahnya itu pada sang anak, karena bagaimanapun juga memang Nathan lah ayah kandung dari Nadine.
__ADS_1
"Sayang, sebaiknya kamu duduk saja ya di dalam. Kue-kuenya biar Mama yang susun," kata Dinda.
"Nggak mau Ma. Nadine mau bantuin Mama. Nadine kasihan lihat Mama capek," ucap Nadine.
Meskipun usianya masih kecil, tetapi ia begitu sangat pintar bicara, perhatian dan menyayangi ibu, nenek dan kakeknya. Tentu saja itu semua tak lepas dari bimbingan seorang ibu yang hebat seperti Dinda.
Sewaktu kandungan Dinda memasuki usia 9 bulan, Dinda dan ibunya diam-diam meninggalkan kota Bandung dan pindah kembali ke kota Jakarta. Semua itu semata hanya untuk menyembunyikan kelahiran Nadine. Akan tetapi lokasi tempat tinggal mereka itu cukup jauh dari kediaman mereka yang dulu apalagi dengan tempat tinggal Nathan dan keluarganya. Awalnya mereka hanya mengontrak rumah, Santi tetap melanjutkan usahanya dengan membuat kue dan menitipkannya di warung-warung.
Berkat kegigihan Santi dan Dinda, tentunya juga karena bantuan Doni ayahnya Dinda, setelah Nadine berusia 3 tahun, mereka dapat membeli sebuah ruko dua tingkat. Untuk tempat tinggal mereka di lantai atas dan di lantai bawah Dinda mendirikan sebuah toko kue yang lama-kelamaan berangsur kue mereka menjadi terkenal di kota tersebut. Bahkan saat ini setelah tokonya sudah berjalan 2 tahun, Dinda sudah mempunyai 5 orang karyawati yang membantu mereka untuk melayani pembeli dan juga membantu membuat kue tersebut serta mengantar pesanan jika ada yang memesan secara online dan meminta untuk diantar. Dinda dan Santi juga menambah menu kue-kue baru dengan keahlian mereka masing-masing, ada kue basah dan juga kering. Salah satunya adalah kue ulang tahun atau kue hari peringatan yang berhasil Dinda buat dan rasanya tentu saja sangat enak.
Jika ditanya oleh orang sekitar dimana Ayah Nadine? Dinda mengatakan jika suaminya telah meninggal dunia di saat usia kandungannya masih muda. Banyak orang yang merasa iba terhadap Dinda, tapi juga salut karena ia dapat bertahan sampai saat ini hidup bersama dengan anaknya tanpa seorang suami. Tentunya juga karena dukungan dari ibu dan ayahnya. Ayah Dinda sendiri juga memilih untuk pindah ke Jakarta kembali setelah 2 tahun anak dan istrinya pindah terlebih dahulu. Kini Doni pun bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai manager keuangan berkat pengalamannya dulu di perusahaan kota Bandung, namanya di perusahaan kota Jakarta sebagai koruptor juga sudah bersih, karena ternyata Nathan sudah mengklarifikasinya.
"Dinda, sebaiknya kamu ajak Nadine istirahat saja dulu. Kue-kuenya juga kan sudah selesai semua di tata. Sudah ada Tari dan Lala juga yang menjaga tokonya, jadi kamu ajak saja ya Nadine istirahat. Kamu lihat dong anak kamu itu sama persis rajinnya seperti kamu. Kalau tidak disuruh istirahat, pasti tidak akan berhenti," ucap Santi tersenyum.
Terkadang ia masih suka merasa bersalah jika mengingat apa yang telah dilakukannya dulu terhadap Dinda. Akan tetapi semua sudah terjadi, saat ini ia merasa bersyukur karena Dinda bisa melewati semuanya dan sangat bahagia dengan kehadiran Nadine.
"Keturunan dari Neneknya juga dong," ucap Dinda yang juga ikut tersenyum.
"Kamu ini bisa saja, buruan istirahat!" Perintah Santi.
__ADS_1
"Iya Bu iya, Dinda ajak Nadin istirahat dulu ya," ucap Dinda lalu bergegas saja mengajak anaknya itu untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
*****
"Nadine tadi gimana belajarnya di sekolah? Seru nggak?" Tanya Dinda kepada sang anak.
"Seru Ma. Oh ya Ma, tadi Bu guru bahas keluarga. Ada Ayah, Ibu, Nadine sedih deh Ma karena Nadine nggak punya Papa," ucap Nadine yang membuat Dinda tertegun.
"Sayang, maafkan Mama ya karena Mama nggak bisa kasih tahu kamu kalau sebenarnya Papa kamu masih ada. Tetapi dia tidak bisa bersama dengan kita Nak, Papa kamu sudah memiliki keluarga dan kebahagiaan sendiri. Maafkan Mama ya sayang," batin Dinda yang tanpa sadar mengeluarkan air matanya. Ia juga tak menyadari jika Nadine memperhatikannya.
"Mama, kenapa Mama nangis? Pasti Mama sedih ya karena mengingat Papa yang udah meninggal. Maafin Nadine ya Ma, Nadine udah buat Mama sedih. Nadine janji nggak akan bahas itu lagi," ucap Nadine yang merasa bersalah dan membuat Dinda sangat terharu mendengar ucapan yang keluar dari mulut mungil bidadari kecilnya itu.
...……… Bersambung ………...
Visual Nadine …
__ADS_1