
Mereka bertiga pun sama-sama larut dalam kesedihan dan tidak menyadari bahwa saat itu ada dua anak kecil yang telah menghampiri mereka dengan penuh keheranan.
"Oma, Nenek, Papi, kalian kenapa?" Tanya Keenan.
"Iya, kalian bertiga kenapa? Kok ngobrolnya sampai sedih gitu. Memang lagi pada ngomongin apaan sih?" Tanya Nadine pula.
Bukannya mereda, tetapi tangisan Nathan semakin terdengar seperti anak kecil. Nathan melihat ke arah Nadine, lalu memeluknya dengan sangat erat. Ia tak pernah menyangka jika anak kecil yang begitu cantik dan cerdas, umurnya tidak berbeda jauh dengan Keenan ini adalah Putri kandungnya, buah cintanya bersama Dinda. Begitu juga dengan Cynthia, kenapa ia tak menyadari jika Nadine memiliki bola mata yang indah seperti Nathan, ia juga langsung merasa menyayangi Nadine meskipun ini adalah kedua kalinya ia bertemu anak perempuan tersebut. Sedangkan Keenan dan Nadine merasa kebingungan dengan sikap tiga orang dewasa yang ada di depan mereka saat ini.
"Om, kenapa Om peluk Nadine?" Tanya Nadine kebingunga.
"Maaf Nadine, Om hanya ingin peluk kamu aja. Kan Om nggak punya anak perempuan," jawab Nathan tersenyum seraya melepaskan pelukannya.
"Oh begitu ya Om," ucap Nadine.
"Dinda dimana Bi? Apa boleh aku bertemu dengannya?" Tanya Nathan.
"Dinda sedang tidak berada di sini Tuan, baru saja kira-kira 1 jam yang lalu Dinda pergi ke Surabaya karena ada pelatihan untuk membuat dekorasi kue terbaru. Dinda ingin mendalami ilmu tersebut untuk mengembangkan usahanya ini," jelas Santi.
__ADS_1
Setelah mengetahui rahasia besar yang selama ini telah terpendam. Nathan, Cynthia dan juga Keenan berpamitan untuk pulang. Akan tetapi Nathan berjanji akan kembali lagi jika Dinda sudah kembali dari Surabaya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dinda dan mengatakan bahwa ia telah mengetahui semuanya.
*****
"Ma, Mama kenapa diam saja, apa mama tidak senang sudah bertemu dengan cucu Mama?" Tanya Nathan.
Nathan yang sedari tadi ingin bertanya kepada ibunya tetapi dipendam terlebih dahulu karena ada Keenan, kini di saat Keenan tertidur ia pun langsung saja mengutarakan isi hatinya itu.
"Nathan, bukannya Mama tidak senang bertemu dengan Nadine. Anak itu sangat cantik, pintar, sopan, tentu saja Mama senang memiliki cucu sepertinya. Tapi bagaimanapun juga Nadine itu adalah anak dari hubungan terlarang kalian. Kenapa kamu tidak pernah bercerita kepada Mama soal ini dari dulu Nathan, pasti Mama akan mencarikan jalan keluarnya, akan mencarikan solusinya. Sekarang kamu lihat, kasihan Dinda. Dia hidup tanpa seorang suami, membesarkan anaknya sendirian. Untung saja ada kedua orang tuanya yang begitu menyayanginya, sehingga Dinda dapat bertahan sampai saat ini. Apa kamu tahu betapa pengaruhnya dukungan seorang suami terhadap istri? Apalagi di saat sedang hamil, melahirkan sampai membesarkan anaknya seperti itu," kata Cynthia yang telah menampar hati anaknya.
"Aku tahu Ma, aku juga menyesal karena dulu tidak pernah menceritakannya kepada Mama. Dan aku juga menyesal karena dulu telah membiarkan Dinda pergi begitu saja setelah apa yang terjadi dengan kita Ma. Aku sudah mencari Dinda selama ini, tapi di saat aku bertemu dengannya waktu di Bandung, ternyata dia sudah memiliki seorang suami dan sedang hamil. Aku tidak tahu Ma kalau ternyata Dinda hanya membohongiku, ternyata dia benar-benar hamil anak aku, sama seperti dugaan aku sebelumnya," ucap Nathan.
"Lantas apa rencana kamu sekarang Nathan?" Tanya Cynthia.
"Aku tidak tahu Ma, jika Clara mengizinkan apa Mama juga mengizinkan aku untuk menikah lagi?" Tanya Nathan.
"Tidak ada perempuan yang rela dimadu, jika Clara mengizinkan kamu menikah lagi, apa Dinda mau menjadi istri kedua kamu? Mama tidak menjamin, buktinya Dinda lebih betah sendirian selama ini karena tidak mau mengganggu rumah tangga kalian," ucap Cynthia.
__ADS_1
"Itu karena Dinda tidak tahu Ma kalau aku sudah mengetahui semuanya saat ini. Atau aku berpisah saja dengan Clara, dia juga tidak pernah mencintai aku Ma. Bahkan sikapnya sama sekali tidak mencerminkan sebagai seorang istri ataupun ibu. Aku sudah benar-benar muak dengan sikapnya yang semakin lama semakin keterlaluan," ucap Nathan.
"Berpisah? Apa kamu yakin Nathan? Tapi itu semua terserah kamu. Jujur Mama juga sudah sangat tidak menyukai sikap Clara, tetapi bagaimanapun juga dia adalah menantu Mama. Tidak mungkin Mama sebagai seorang ibu meminta kalian untuk berpisah, kalian berdua yang menjalaninya, bahkan tanpa rasa cinta pun kalian bisa bertahan sampai saat ini sampai Keenan hadir dalam hidup kalian," ucap Cynthia.
"Kalau bukan karena Keenan, sudah lama aku menceraikan Clara Ma. Tapi apa gunanya aku mempertahankan rumah tangga ini, Keenan saja bisa merasakan kalau ibunya sama sekali tidak menyayanginya," ungkap Nathan.
*****
Setelah mempelajari beberapa ilmu dekorasi baru, Dinda pun keluar dari gedung untuk beristirahat makan siang. Tidak sengaja di sana ia bertemu dengan jeny sahabat lamanya. Jeny mengikuti pelatihan kursus memasak, karena ia yang dari dulu bekerja di restoran sangat ingin menjadi chef. Sejak bertemu tadi pagi, mereka ingin sekali mengobrol bersama tetapi ditunda karena kelas mereka yang berbeda. Sehingga waktunya istirahatlah mereka berjanji akan bertemu lagi di kantin. Dinda dan jeny saling menghamburkan pelukan, rasanya sudah sangat lama sekali mereka tidak berkomunikasi dan bertemu, sehingga melampiaskannya itu dengan berpelukan erat.
"Dinda, aku sama sekali nggak nyangka bisa bertemu lagi dengan kamu di sini. Aku sudah mencari kamu kemana-mana tau nggak, bahkan aku sudah mencari informasi tentang keberadaan kamu di sosial media, tapi sosmed kamu nggak ada yang aktif. Kamu apa kabar Din?" Tanya jeny, ia begitu senang karena dapat bertemu lagi dengan sahabat lamanya, sahabat terbaiknya waktu di Jakarta.
"Maafkan aku ya Jen, terlalu banyak masalah dalam hidup aku waktu itu sehingga aku memilih untuk pergi. Tapi alhamdulillah seperti yang kamu lihat sekarang, aku baik-baik saja kok. Kamu juga baik kan?" Tanya Dinda pula.
"Iya alhamdulillah aku juga baik. Oh iya, apa kamu sudah menikah Din? Bagaimana hubungan kamu dengan Nathan?" Tanya Jeny yang teringat saat Nathan mencari Dinda waktu itu.
"Maaf ya Jen karena waktu itu aku nggak cerita ke kamu kalau aku pergi untuk menghindarinya." Dinda pun menceritakan apa yang terjadi dengannya dan Nathan hingga ia memilih untuk pergi.
__ADS_1
"Ya ampun Dinda, masalah seberat itu kamu pendam sendiri tanpa sepengetahuan aku," ucap Jeny. Ia tak menyangka jika sahabatnya mempunyai masalah yang begitu berat dalam hidupnya.
...……… Bersambung ………...