Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Clara Melahirkan


__ADS_3

"Tentu saja Tuan, apa yang Anda lakukan ini benar-benar sangat membantu keluarga mereka dan yang aku dengar keluarga mereka sangat membutuhkan banyak uang untuk anaknya," kata Dimas.


"Anak? Bukankah anak mereka hanya satu yaitu Dinda yang sudah memiliki suami, kenapa Pak Doni harus bertanggung jawab lagi untuk anaknya yang sudah menikah?" Nathan kebingungan.


"Tuan beberapa bulan yang lalu Anda sempat meminta orang untuk mencari tahu informasi tentang Nona Dinda kan? Sebenarnya orang itu sudah mengetahui suatu info penting, tapi apa Anda ingat jika waktu itu Anda menolaknya," ucap Dimas.


Flashback on ...


"Tuan Nathan, Aku ingin bertemu denganmu. Aku sudah mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang Nona Dinda," ucap Roni lewat telepon. Dia merupakan orang suruhan Nathan.


"Aku sudah tidak mau tahu lagi tentang dia, karena aku sudah memutuskan untuk kembali kepada istriku, mencoba menerima dan mencoba untuk mencintainya," tukas Nathan.


"Tapi Tuan, berita ini benar-benar sangat penting," ujar Roni.


"Sudahlah, aku benar-benar sudah tidak mau mendengar apapun lagi tentangnya. Aku sudah mengambil keputusan. Saat ini istriku sedang hamil, jadi aku sudah tidak mau tahu lagi tentang wanita yang telah bersuami," ucap Nathan.


"Tuan, tapi sebenarnya Nona Dinda-" ucapan Roni terhenti karena Nathan memotongnya.


"Sudah aku katakan, aku tidak mau tahu apapun lagi tentang dia. Sudahlah, kau tidak perlu berbicara apa pun lagi. Oh ya kau tenang saja, hasil kerja kerasnya itu tetap akan aku bayar. Aku akan mentransfernya segera," ucap Nathan mengakhiri telepon tersebut.


Flashback Off.


"Tentu saja aku ingat, memang ada apa?" Tanya Nathan.


"Apa sekarang Anda mau mendengarkan informasi itu?" Tanya Dimas pula.


"Tidak, sejak hari itu aku sudah memutuskan untuk melupakannya dan tidak mau tahu tentang wanita itu lagi. Aku hanya merasa bersalah terhadap keluarganya sehingga aku melakukan sesuatu untuk menembus semua kesalahanku itu dengan memperkerjakan Pak Doni di Perusahaan Pak Bram, teman baik Papa. Aku juga sudah memutuskan untuk kembali kepada istriku, jadi aku benar-benar sudah tidak mau tahu lagi tentang dia. Biarlah apapun yang dilakukan olehnya, aku sama sekali sudah tak peduli. Dia sendiri yang terlebih dahulu memutuskan untuk tak lagi berhubungan denganku dan memilih berhubungan dengan orang lain," kata Nathan dengan begitu yakin. Terlihat jelas bahwa ia benar-benar berusaha untuk melupakan wanita yang dicintainya lagi setelah dulu kehilangan Alexa.


"Tapi tuan, Non Dinda-" ucapan Dimas terpotong.


"Stop! Jangan sebut nama itu lagi. Sudahlah Dimas, aku rasa apa yang aku lakukan ini sudah cukup untuk menebus kesalahanku di masa lalu kepada keluarganya. Sekarang aku sudah tidak mau tahu lagi apapun itu tentangnya. Sekarang kau boleh keluar, aku ingin beristirahat," ucap Nathan.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab Dimas dan berlalu dari ruangan CEO.


*****


"Sayang, bagaimana keadaan kamu? Kenapa kamu tidak pernah main ke rumah Mama. Mana merindukan kalian," ungkap Cynthia yang menghubungi menantunya lewat telepon.


"Maaf Ma, bukannya aku tidak mau ke rumah Mama, tapi akhir-akhir ini kan Nathan selalu sibuk dengan pekerjaannya dan selalu pulang terlambat ke rumah. Jadi aku tidak mau ke sana sendirian, Nathan juga melarangku Ma," ucap Clara.


"Oh begitu ya. Berarti kamu sendirian terus di apartemen, tidak ada yang menemani kamu?" Tanya Cynthia.


"Iya Ma, tapi tidak masalah kok buat aku," jawab Clara.


"Sayang, tidak bisa seperti itu lah. Apalagi kamu lagi hamil, usia kandungan kamu juga kan sudah 7 bulan. Bukan Mama mau mendoakan yang bukan bukan, tapi jika terjadi sesuatu itu sangat bahaya Clara," ucap Cynthia


Di saat itu, Clara sudah tak lagi mendengar jelas ucapan dari sang mertua, tiba-tiba ia merasakan perutnya begitu sakit seperti sedang di obrak-abrik oleh sesuatu di dalam sana.


"Ahk … ."


"Clara, kamu kenapa Clara? Ada apa?" Tanya Cynthia, ia terlihat sangat khawatir terhadap menantunya itu.


"Ma, perut aku sakit banget Ma rasanya, seperti sedang diaduk-aduk, terasa keram juga Ma," ucap Clara yang suaranya hampir tak terdengar.


"Ada apa ini? Mama akan segera ke sana dan menghubungi Nathan. Kamu bertahan sebentar ya Sayang," kata Cynthia mengakhiri teleponnya tersebut.


Lalu ia pun segera saja pergi menuju ke kediaman anak dan menantunya. Saat di dalam perjalanan tak lupa pula Cynthia memberi kabar kepada Nathan bahwa ia sedang menuju ke apartemen.


Setibanya di apartemen, Cynthia tergesa-gesa masuk ke dalam. Untungnya Clara sudah sempat mengirimkan pesan kepada Cynthia tentang password apartemen itu, sehingga memudahkan Cynthia untuk masuk ke dalam. Ia mencari keberadaan Clara yang ternyata saat itu sedang merintih kesakitan di atas tempat tidurnya sembari sekali menggeliat hebat. Cynthia sangat terkejut melihat dar** segar dan juga cairan kental yang sudah membasahi sprei, itu adalah air ketuban yang sudah pecah yang artinya Clara akan segera melahirkan.


"Clara … !" Teriak Cynthia.


Cynthia menjadi linglung dan panik sendiri karena tidak mungkin membawa Clara sendirian dalam keadaan seperti ini, ia pun segera saja meminta pertolongan di luar apartemen. Untungnya di saat itu ada sepasang suami istri yang hendak keluar dan bersedia menolongnya untuk membawa Clara ke dalam mobil. Lalu Cynthia pun segera melajukan mobilnya membawa Clara ke rumah sakit.

__ADS_1


*****


Setibanya di rumah sakit, Clara langsung ditangani oleh dokter. Karena kondisi Clara yang sudah sangat lemah, sehingga ia harus segera dioperasi untuk mengeluarkan bayinya. Tepat di saat itu Nathan juga telah tiba di rumah sakit, karena memang Cynthia juga yang mengabari Nathan.


"Ma bagaimana keadaan Clara?" Tanya Nathan yang menghampiri ibunya itu.


"Clara ada di dalam ruang bersalin Sayang, cepat kamu masuk temani dia, kasih istri kamu support agar dia lebih kuat," kata Cynthia.


"Baik Ma," jawab Nathan dan langsung saja berlari masuk ke ruangan bersalin.


"Ada apa ini? Kenapa Clara bisa melahirkan di usia kandungannya yang masih 7 bulan? Itu artinya cucuku akan lahir secara prematur. Pasti penyebabnya karena Clara kelelahan, ini semua salahku yang kurang memperhatikan menantuku itu," gumam Cynthia yang merasa sangat bersalah.


Tidak berapa kemudian …


Owek … owek … suara bayi terdengar mengisi seluruh ruangan, Cynthia yang berada di luar pun mendengar suara tangisan tersebut merasa sangat lega. Dokter yang menolong proses melahirkan cesar tersebut pun segera menyerahkan bayi laki-laki tampan kepada suster untuk segera dibersihkan.


Sedangkan dokter Permisi keluar sebentar untuk mengurus hal lain.


"Dokter bagaimana keadaan menantu dan cucu saya?" Tanya Cynthia yang menghampiri Dokter.


"Alhamdulillah Nyonya, semuanya berjalan lancar. Anak dan ibunya juga sehat," jawab dokter.


"Alhamdulillah. Saya sangat khawatir karena menantu saya melahirkan dalam usia kandungannya yang masih 7 bulan, tentunya cucu saya lahir secara prematur kan Dok, tapi syukurlah semua selamat dan sehat," ucap Cynthia.


"Prematur? 7 bulan? Siapa yang mengatakan hal itu Nyonya. Nona Clara memang sudah saatnya melahirkan. Usia kandungannya sudah memasuki 38 minggu dan itu memang usia melahirkan yang sewajarnya kan," terang dokter.


Cynthia tercengang, tentu saja ia sangat terkejut mendengar pernyataan dari dokter tersebut.


...……… Bersambung ………...


__ADS_1


__ADS_2