
Karena melihat akan hal itu membuat Ciara pun tampak terdiam, ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Di dalam hati dan pikirannya sangat yakin jika pria yang malam itu telah menghabiskan waktu bersamanya adalah orang yang memiliki luka tersebut, tetapi bukankah waktu itu pria itu mengakui jika dia adalah Kenzie?
Hal ini benar-benar membuat Ciara kebingungan dan ia berniat akan menanyakan langsung kepada Kenzo untuk memastikannya. Apapun resikonya nanti Ciara akan menerima, karena sudah pasti jika Kenzo tidak mengakui telah melakukan bersamanya pada malam itu, sudah pasti Kenzo akan tahu jika Ciara sudah melakukan hubungan terlarang dengan Kenzie.
"Sayang, kamu kenapa? Ayo kita ke sana," ajak Kenzie yang melihat kekasihnya itu masih tampak bengong, sedangkan Salsa sudah terlebih dulu mendekati Kenzo.
"Aku mendadak pusing Sayang, sepertinya aku tidak jadi berenang. Bagaimana kalau kalian saja yang berenang, aku mau kembali ke villa saja istirahat," ucap Ciara.
"Pantas saja aku melihat wajah kamu sedikit pucat. Ya sudah kalau begitu aku juga akan kembali ke villa, aku temani kamu ya," ucap Kenzie.
"Tidak usah Ken, aku tidak enak sama mereka kalau kau juga juga ikut kembali ke villa. Tidak apa-apa kamu berenang saja sebentar, nanti baru kamu kembali lagi ke villa," ucap Ciara.
"Kamu yakin kamu tidak apa-apa dan bisa sendiri?" Tanya Kenzie yang tampak cemas.
"Aku yakin, hanya sedikit pusing saja. Mungkin ini karena efek mabuk perjalanan tadi, kalau dibawa istirahat pasti akan hilang. Lagi pula 'kan di Villa ada penjaga, ada Bi Lasmi juga, jadi nanti kalau ada perlu apa-apa aku akan minta tolong Bi Lasmi," ucap Ciara yang meyakinkan kekasihnya itu, apalagi saat ini ia benar-benar ingin sendiri.
Bi Lasmi yang dimaksud oleh Ciara adalah istri penjaga villa yang memang ditugaskan untuk melayani setiap tamu yang datang dan menyewa villa tersebut.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, aku hanya berenang sebentar saja dan nanti aku akan kembali lagi ke villa. Kamu istirahat saja ya Sayang," ucap Kenzie.
"Iya Sayang, ya sudah kalau begitu aku kembali ke villa dulu ya," ucap Ciara yang membalikan badannya dan pergi, sedangkan Kenzie melangkahkan kakinya mendekati Kenzo dan Salsa.
"Ya ampun Kenzo, kamu benar-benar keren banget sih. Bukan hanya gaya berenang kamu, tapi tubuh kamu benar-benar menggoda iman," gumam Salsa yang menikmati keindahan ciptaan Tuhan di depan matanya, Kenzo sendiri tidak malu untuk menampakkan tubuhnya sehingga terlihat roti sobek yang membuat Salsa ingin menggigitnya.
"Kamu bicara apa Salsa?" Tanya Kenzo yang melihat Salsa tampak komat-kamit tetapi ia tidak mendengar suaranya karena suara angin yang begitu kencang di tepi pantai.
"Tidak, aku tidak bicara apa-apa kok," jawab Salsa.
"Loh Ken di mana Ciara? Sepertinya tadi aku melihatnya," tanya Kenzo di saat saudara kembarnya itu sudah berada di dekatnya.
"Iya, tadi 'kan memang Ciara datang sama kita ke sini, tapi kenapa Ciara tidak ada sekarang?" Salsa juga ikut bertanya.
__ADS_1
"Ciara bilang dia mendadak tidak enak badan, kepalanya pusing mungkin mabuk perjalanan tadi yang belum hilang dan mau istirahat saja di villa. Aku mau menemaninya tapi Ciara malah meminta aku untuk berenang saja sebentar, karena tidak enak dengan kalian," terang Kenzie.
"Tidak masalah lah Ken, kalau kamu mau menemani Ciara lebih baik kamu kembali saja ke villa. Aku nggak apa-apa kok berdua di sini dengan Kenzo," ucap Salsa tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku hanya berenang sebentar saja. Lagi pula di villa juga ada Bi Lasmi, nanti Ciara bisa minta tolong Bi Lasmi kalau ada perlu apa-apa," kata Kenzie.
"Oh … seperti itu. Tapi Ciara hanya sedikit pusing saja 'kan, maksudku apa tidak ada penyakit lain?" Tanya Kenzo.
"Iya Ken, ya sudah ayo kita lanjut berenangnya," kata Kenzie.
Akan tetapi setelah mengetahui jika saat ini kondisi Ciara sedang tidak baik-baik saja membuat Kenzo menjadi tidak tenang. Entah kenapa pikirannya malah tertuju kepada sosok wanita itu dan ingin mengetahui kondisinya saat ini juga, sehingga ia pun menyudahi berenangnya terlebih dulu.
"Kenzie, Salsa kalian berdua lanjutkan saja berenangnya. Aku sudah dulu ya, aku 'kan sudah dari tadi sebelum kalian datang," ucap Kenzo.
"Kenzo padahal 'kan aku baru saja mulai berenang, masa kamu sudah selesai sih," protes Salsa yang mengerucutkan bibirnya.
"Aku sudah sangat capek, bahkan rasa capek menyetir tadi juga belum hilang." Kenzo mencari alasan agar Kenzie dan Salsa tidak merasa curiga.
"Iya Ken kamu tenang saja," jawab Kenzo dan segera saja ia pergi.
_____
Setelah membersihkan dirinya dari air laut dan juga menggunakan pakaiannya, Kenzo pun memberanikan diri untuk menghampiri Ciara di kamarnya. Ia idak bisa menahan kekhawatirannya terhadap wanita tersebut, apalagi Kenzie dan Salsa masih berada di pantai, sedangkan Bi Lasmi yang sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka. Sehingga membuat Kenzo pun semakin berani untuk memastikan keadaan Ciara saat ini.
Tok … tok … tok …
Mendengar suara ketukan pintu kamar, Ciara yang di saat itu sedang memikirkan apa yang tadi baru saja dilihatnya dan membuat kepalanya begitu terasa sakit, langsung saja beranjak dari tempat tidurnya dan membukakan pintu tersebut.
"Kamu Kenzo?" Tanya Ciara karena ia bisa melihat dari gaya rambut mereka sehari-hari.
"Iya benar aku Kenzo. Maaf mengganggu, aku hanya ingin memastikan apakah keadaan kamu baik-baik saja? Karena tadi kata Kenzie kamu sedang tidak enak badan, maka itu kamu tidak jadi berenang," ucap Kenzo yang terlihat sanga khawatir.
__ADS_1
"Kebetulan ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Ciara.
Ciara tampak melihat di sekelilingnya dan setelah memastikan tidak ada orang satupun di sana, ia pun menarik tangan Kenzo masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar tersebut, yang membuat Kenzo kebingungan.
"Ada apa Ciara? Apa yang ingin kamu bicarakan, kenapa kita tidak bicarakan di luar saja?" Tanya Kenzo yang terlihat sangat gugup.
Ciara tampak menghela nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara perlahan, ia memutuskan untuk menanyakan saat ini juga kepada Kenzo tentang kejadian malam itu. Apakah benar ia melakukannya dengan Kenzo atau memang dengan Kenzie? Karena ini semua sangat berkaitan dengan sikap Kenzie akhir-akhir ini yang terlihat sangat cuek meskipun Ciara yakin jika mereka telah melakukannya, berbeda dengan Kenzo yang malah terlihat begitu perhatian terhadapnya. Ciara ingin memastikan supaya hatinya sedikit lebih tenang.
"Aku mau tanya kenapa selama ini kamu begitu perhatian padaku? Bahkan saat ini saja setelah kamu mengetahui aku sakit kamu langsung menyudahi berenangmu dan kamu rela datang ke sini untuk memastikan keadaanku, apa kamu menyukaiku?" Tanya Ciara to the point.
Deg!
Mendengar pertanyaan tersebut membuat jantung Kenzo rasanya berdetak tak karuan, bahkan saat menunggu hasil tes lolos kepolisian waktu itu rasanya tidak berdebar seperti saat ini. Tetapi ia juga tidak mungkin mengakui perasaan yang sebenarnya kepada Ciara, karena ia sadar betul jika Ciara adalah kekasih saudara kembarnya sendiri.
Ciara, kenapa kamu bertanya seperti itu? Aku hanya ingin memastikan keadaanmu saja, lagi pula ini juga karena Kenzie yang memintanya," ucap Kenzo.
"Kamu yakin ini semua hanya karena Kenzie? Tolong jangan membohongiku Kenzo, dan ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan padamu, apakah di malam pesta ulang tahun kedua orang tuamu kita berdua telah menghabiskan malam bersama?" Tanya Ciara yang benar-benar membuat Kenzo merasa sangat terkejut dan membelalakkan matanya.
Kenzo tidak tahu harus menjawab apa saat ini, ia tidak menyangka dan bertanya-tanya kenapa Ciara bisa mengetahui hal itu. Apa yang harus ia katakan kepada Ciara, jujur atau terus menyembunyikan rahasia ini.
"Jawab aku Kenzo, aku mohon. Pasti kamu bingung dan bertanya-tanya kenapa aku bisa menanyakan hal ini, karena aku melihat ada luka di dadamu itu Ken. Mungkin malam itu aku memang tidak mengingat jelas apa yang sudah kita lakukan karena pengaruh obat, tapi samar-samar aku mengingat jika pria yang bersama denganku malam itu memiliki luka di dadanya. Aku yakin Kenzie tidak memiliki luka itu, aku pernah tidak sengaja melihat Kenzie mengganti pakaian saat di ruangannya. Pantas saja selama ini sikap Kenzie berbeda, padahal aku yakin kami telah melakukannya. Tapi ternyata itu kamu, iya kan?" Tukas Ciara dengan sangat yakin.
Sehingga membuat Kenzo pun tidak bisa mengelak lagi, apalagi melihat tatapan Ciara yang membuatnya sangat tidak tega untuk membohongi wanita tersebut terlalu lama.
"Iya Ciara, itu memang aku. Aku yang malam itu telah menghabiskan waktu bersamamu di kamar belakang dan di kediamanku sendiri. Aku benar-benar minta maaf Ra, Karena kita sama-sama terpengaruh obat dan kita sudah dijebak, jadi aku tidak bisa menghindarinya lagi. Semuanya juga sudah terjadi," ucap Kenzo yang mengakuinya.
Plak!
Dengan sangat emosi Ciara pun menampar wajah Kenzo, tetapi pria itu hanya diam saja karena ia memang pantas untuk menerimanya.
Bersambung …
__ADS_1