Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Keputusan Nathan


__ADS_3

Meskipun berhasil menghindari Nathan, tetapi tetap saja Dinda terpikir terus oleh wajah pria yang sudah pernah mengisi hatinya itu. Terlebih lagi pria itu telah menanam benih pada dirinya tanpa ia akui hal tersebut di depannya. Menurut Dinda itu sama sekali sudah tidak penting, ia sendiri yang sudah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Nathan dan ia tidak akan pernah mengingkarinya itu. Biarlah ia menanggung ini semuanya sendirian, meskipun semua begitu terasa berat, terlebih lagi saat ia sudah bertemu dengan Nathan kembali.


"Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Padahal aku sudah berusaha untuk pergi jauh dan menghindar darinya. Kehidupanku juga sudah mulai tenang, kenapa Tuhan? Kenapa cobaan seberat ini datang padaku. Aku benar-benar tidak sanggup jika harus seperti ini terus. Tolong beri aku kekuatan yang lebih Tuhan, aku benar-benar ingin memulai hidupku sendiri tanpa bayang-bayangnya lagi," ucap Dinda dalam doanya.


*****


Setelah tiga hari berada di kota Bandung dan memastikan proyek yang sedang sedang dibangun saat ini berjalan dengan baik, Nathan pun kembali ke Jakarta. Ia akan kembali lagi ke Bandung bulan depan untuk memastikan proyek pembangunan itu telah selesai dan akan mengajak Tuan Alex untuk bekerja sama.


Setibanya di Jakarta, ia langsung menuju ke apartemennya untuk menemui sang istri. Dilihatnya saat itu Clara sedang memasak karena tahu jika Nathan akan pulang ke rumah. Clara ingin mencoba cara lain untuk mengambil hati Nathan agar belajar untuk mencintainya. Clara sadar jika selama ini ia memang tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Nathan menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang, tentu saja Clara terkejut dengan perlakuan yang dilakukan oleh suaminya itu. Ada apa dengannya? Ini adalah pertama kalinya Nathan memeluknya seperti itu.


"Kau sudah sampai rumah? Kau kenapa?" Tanya Clara sembari memegang tangan kekar yang melingkar di pinggangnya itu, sama sekali tidak ada penolakan seperti yang biasa Nathan lakukan.


"Izinkan aku memelukmu seperti ini, sebentar saja," ucap Nathan.


Clara tersenyum, tentu saja ia tidak akan melarang perlakuan Nathan, justru dia sangat senang dengan apa yang Nathan lakukan saat ini. Lalu Nathan pun melepaskan pelukannya itu dan memusingkan tubuh Clara hingga menghadap ke arahnya.

__ADS_1


"Kau sedang apa?" Tanya Nathan mencoba menatap mata Clara.


"Aku sedang memasak untukmu. Sewaktu kau mengabariku akan pulang, aku langsung saja pergi berbelanja dan ini aku sedang masak. Aku tahu Nathan jika masakanku selama ini sangat tidak enak, tapi selama kau berada di Bandung aku sudah mengikuti kursus masak dan hari ini aku akan mempraktekkannya langsung untukmu," terang Clara.


Terbesit sedikit rasa terharu di dalam hati Nathan mendengar ucapan istrinya itu.


"Clara maafkan aku jika selama ini aku selalu saja bersikap tidak baik padamu, aku selalu memarahimu bahkan aku bersikap angkuh dan arogan terhadapmu, padahal kau sama sekali tidak ada salah. Pernikahan kita awalnya hanyalah dijodohkan, memang selama ini aku sangat tidak menyukai sikapmu itu yang selalu mementingkan diri sendiri daripada suamimu. Padahal selama ini aku sudah belajar untuk mencintaimu, untuk menerimamu, tetapi kelakuanmu selalu saja membuat perasaanku itu menjadi bertolak belakang. Tetapi di saat kau mulai merubah segalanya, kau mulai mencintaiku dan mencoba menjadi istri yang baik, aku malah mengabaikanmu bahkan tidak peduli di saat kau sedang mengandung anakku. Maafkan aku Clara, beri aku kesempatan untuk merubah segalanya, aku janji akan mencoba untuk menerimamu. Bagaimanapun juga kau adalah istriku dan ibu dari anakku," ucap Nathan.


Clara begitu sangat senang mendengarnya, hatinya bagaikan sedang dihinggapi ribuan kupu-kupu. Dia tidak menyangka jika kata-kata tersebut bisa keluar dari mulut Nathan yang selama ini selalu bersikap arogan kepadanya. Apa yang terjadi dengan Nathan? Kenapa dia bisa tiba-tiba mengucapkan kata-kata yang sangat menyentuh hatinya? Tetapi Clara sama sekali tidak peduli, yang penting saat ini Nathan sudah mau memberinya kesempatan untuk menjadi istri yang baik dan akan berusaha juga untuk menjadi suami yang baik.


Tanpa menjawab apapun, Clara langsung saja menghamburkan pelukannya ke dalam tubuh sang suami, Nathan sendiri langsung membalas pelukan itu dengan sangat erat serta mencium kening istrinya itu.


Clara mengangguk. "Tentu saja, bukan hanya kau tetapi aku juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik. Seiring berjalannya waktu aku yakin cinta di antara kita akan tumbuh. Meskipun saat ini aku belum 100% mencintaimu, tapi aku yakin lama-lama aku akan mencintaimu sepenuhnya Nathan," ucap Clara.


"Ya mudah-mudahan saja aku bisa dengan cepat mencintaimu," ucap Nathan lalu mereka pun mengeratkan pelukan antara keduanya.


Baru kali ini Clara merasakan begitu hangat berada di pelukan pria. Meskipun selama ini ia sudah menjalin hubungan dengan Bryan, ia tidak pernah merasakan senyaman ini. Mungkin karena ia dan Bryan hanya diliputi rasa nafsu dan kesenangan saja, tidak seperti saat ia bersama Nathan. Clara menjadi menyesal karena telah mengkhianati Nathan, akan tetapi saat ini dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri akan benar-benar menjadi istri seutuhnya untuk Nathan dan tidak akan lagi berhubungan dengan Bryan.

__ADS_1


*****


Akan tetapi itu hanyalah keinginan Clara saja, tidak dengan Bryan. Tentunya Bryan tidak akan membiarkan Clara kembali kepada suaminya dan membuangnya begitu saja setelah apa yang mereka lakukan. Ia yang sangat membutuhkan uang dan juga kehangatan selalu saja menghubungi Clara dan memintanya kepada wanita itu.


Hingga pada malam hari di saat Nathan sedang tertidur akibat kelelahan akibat perjalanannya dari Bandung, Clara menjawab telepon dari Bryan. Ia memilih untuk menjawab telepon tersebut di area kolam renang agar Nathan tidak mendengarnya.


"Sudah kukatakan jangan pernah menghubungiku lagi Bryan, apa maumu itu!" Bentak Clara.


"Ups santai Sayang, kau tidak perlu membentakku seperti itu. Apa kau lupa jika kau masih mempunyai kewajiban," kata Bryan menekankan ujung kalimatnya itu.


"Kewajiban apa yang kau maksud?" Tanya Clara.


"Baby, kau belum mengirimkan aku uang bulanan. Aku benar-benar membutuhkannya. Kau sudah tidak pernah memberikan tubuhmu itu lagi kepadaku, sudah jelas aku harus mencari wanita lain dan aku tidak bisa membayarnya karena tidak memiliki uang," kata Bryan tanpa berbasa-basi.


"Pria brengsek! Itu urusanmu bukan urusanku Bryan. Kau mencari kesenangan dengan wanita lain tapi malah meminta uang kepadaku, dasar pria tidak tahu malu. Kenapa aku baru menyadarinya jika kau itu benar-benar pria yang bajingan, jika aku tahu sudah dari dulu aku meninggalkanmu. Jelas-jelas suamiku lebih baik darimu," kata Clara sehingga membuat Bryan begitu muka mendengarnya.


"Jaga ucapanmu itu Clara! Setelah apa yang kita lakukan selama ini, seenaknya kau mencampakkanku begitu saja. Aku tidak terima, kau akan tahu apa akibatnya karena sudah berani bermain-main denganku Clara," ucap Bryan.

__ADS_1


"Kau-" Ucapan Clara terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.


...……… Bersambung ………...


__ADS_2