Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang
Panik.


__ADS_3

Ciara berteriak histeris melihat kondisi Kenzo yang di saat itu sangat memprihatinkan dengan luka-luka di wajahnya. Memang tadi ia sudah mendapatkan kabar dari Dinda mengenai kondisi Kenzo karena bertengkar dengan ayah dan saudaranya, tetapi tidak separah itu, sehingga membuat Ciara pun panik dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi dengan suaminya.


Dalam kondisinya yang saat ini sedang hamil, Ciara bersusah payah membantu suaminya untuk bangun dan juga memapah tubuhnya menuju ke kursi panjang yang berada di ruang depan. Lalu Ciara juga membantunya untuk berbaring dan melepas sepatunya itu. Saat ini Kenzo dalam keadaan sadar, hanya saja ia begitu sangat lemah yang membuat Ciara merasa sangat khawatir melihat kondisinya.


"Ken, apa yang terjadi sama kamu? Kenapa kamu bisa menjadi seperti ini?" Tanya Ciara.


"Kamu tidak perlu khawatir Ra, aku baik-baik saja," ucap Kenzie diiringi senyumannya.


"Baik-baik saja bagaimana, sudah jelas kamu terluka seperti ini. Maafkan aku Ken, semua gara-gara aku sampai kamu menjadi seperti ini. Seharusnya kamu tidak bertengkar dengan Kenzie dan Papi hanya karena aku," ucap Ciara yang merasa sangat bersalah.


Kenzo cukup terkejut karena ternyata istrinya itu sudah tahu jika ia baru saja pulang dari kediaman Collin dan bertengkar dengan orang tua serta saudaranya.


Lalu Ciara pun pergi sebentar meninggalkan Kenzie dan di tidak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebaskom air hangat dan juga kotak P3K. Meskipun Ciara hanya Dokter Forensik, tentunya ia juga tahu bagaimana caranya mengobati orang yang terkena luka luar seperti ini, bahkan siapapun juga bisa melakukannya walaupun bukan dokter.


"Kamu mau apa?" Tanya Kenzo.


"Mungkin ini akan terasa sedikit perih, tapi kalau tidak dibersihkan aku takut luka-luka di wajahmu akan terkena infeksi," ucap Ciara.


Pertama-tama Ciara membantu Kenzo untuk bersandar di bantal yang tinggi agar bisa memudahkannya untuk membersihkan luka tersebut, lalu Ciara pun membasahi handuk kecil dengan air hangat dan mengompres di setiap luka yang terdapat di wajah Kenzo dengan sangat lembut.


"Akh," rintih Kenzo yang merasa sangat perih.


"Maafkan aku Ken, tapi perihnya hanya sebentar kok. Nanti setelah aku obati pasti perihnya akan berkurang," ucap Ciara yang kembali membersihkan luka itu.


Setelah membersihkannya dengan air hangat dan mengering, kini Ciara pun memberikannya obat luka yang membuat Kenzo lagi-lagi merintih dan kali ini tanpa sengaja ia memegang tangan istrinya itu, sehingga membuat keduanya saling bertatapan.


"Maaf aku tidak sengaja," ucap Kenzo yang sadar akan hal itu, lalu ia pun melepaskan pegangan tangannya.


Sedangkan Ciara hanya diam saja dan melanjutkan untuk mengobati Kenzo.


Ini ada obat untuk menghilangkan nyeri dari dalam, kamu minum ya. Besok kalau masih terasa sakit, kamu ikut aku ke rumah sakit dulu supaya Dokter bisa menanganinya. Karena aku juga tidak tahu apakah terdapat luka di dalam tubuh kamu, yang di luar ini saja sudah cukup parah. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, kamu berkelahi dengan siapa selain sama Kenzie dan Papi?" Tanya Ciara, yang sangat yakin jika Kenzo berkelahi dengan orang lain selain keluarganya.


"Maaf sudah membuatmu khawatir, tapi aku baik-baik saja dan terima kasih karena kamu sudah mengobatiku," ucap Kenzo yang beranjak dari kursi lalu berjalan hendak menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Ciara ingin membantunya tetapi Kenzo menolak, sehingga Ciara pun tidak berani untuk mengganggu pria tersebut. Akan tetapi ia tetap mengawasi Kenzo dari belakang dan di saat melihat Kenzo hendak terjatuh karena jalannya sempoyongan, Ciara langsung saja menangkap tangan Kenzo.


"Lepaskan aku Ra, aku bukan laki-laki lemah. Kamu tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja," ucap Kenzo, sehingga Ciara melepaskannya dan membiarkan Kenzo hingga tiba di dalam kamarnya.


Kenzo langsung saja membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di atas tempat tidur. Tak hanya lelah tetapi rasanya juga sakit semua, bahkan membuatnya hampir tak sadarkan diri. Di saat itu Kenzo mengingat bagaimana saat tadi Ciara mengobatinya dan terlihat begitu khawatir, membuatnya mendadak tersenyum sinis.


"Aku tahu Ra, pasti kamu khawatir hanya karena takut aku mati 'kan? Tenang saja Ra, aku baik-baik saja. Aku tidak selemah yang kamu pikirkan," gumam Kenzo lalu memejamkan matanya hingga terlelap.


_____


Setengah jam yang lalu, Kenzo yang hendak pergi dari danau bertemu dengan sekelompok preman yang menghampirinya dan meminta uang. Akan tetapi Kenzo tidak memberikannya sehingga membuat preman di tersebut sangat marah dan perkelahian pun terjadi di antara mereka. Meskipun Kenzo ada sangat handal dalam berkelahi, tetapi karena tadi ia sudah berkelahi terlebih dahulu dengan saudara kembarnya, membuatnya pun menjadi lemah. Apalagi jumlah preman yang lebih dari 5 orang itu membuatnya tidak sanggup untuk melawan, hingga pada akhirnya Kenzo pun kalah dan terkapar di atas tanah.


Untungnya di saat itu ada seorang pengendara yang berbaik hati dan menolongnya, serta hendak mengantarnya pulang ke rumah. Akan tetapi Kenzo tidak mau diantar pulang ke rumah dan meminta turun di jalan yang sudah dekat dengan kediamannya.


_____


Ciara langsung saja mengabari Dinda bahwa saat ini Kenzie sudah berada di rumah, membuat ibu mertuanya yang sejak tadi tidak bisa tidur memikirkan sang anak kini bisa bernafas lega setelah mendapatkan kabar darinya. Akan tetapi Ciara tidak mengatakan kepada Dinda bagaimana Kenzo yang pulang dalam kondisi babak belur, lebih parah dari apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu.


*****


Tok … tok … tok …


"Ken, bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Ciara sembari mengetuk pintu kamar.


Tok … tok … tok …


"Ken, jawab aku. Apa kamu sudah bangun, bagaimana kondisi kamu sekarang?" Tanya Ciara sekali lagi.


Karena Kenzo tak juga menjawab apalagi membuka pintu kamarnya, Ciara pun mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut yang ternyata tidak dikunci. Lalu Ciara masuk dan tidak melihat keberadaan Kenzo di dalam.


"Kenzo kamu dimana Ken?"


Ciara memanggil nama suaminya dan mencari ke kamar mandi, ke depan rumah, ke setiap sudut ruangan tetapi ia tidak menemukannya sama sekali. Ciara baru menyadari jika seragam serta sepatu Kenzo tidak ada, yang itu artinya Kenzo sudah pergi dari rumah sebelum ia bangun. Sehingga Ciara langsung saja mengambil tasnya dan pergi menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


*****


"Kenzie … Kenzie … tunggu aku Kenzie!" Panggil Ciara yang melihat pria tersebut saat ia baru saja tiba di rumah sakit.


Ia tak peduli bagaimanapun sikap adik iparnya itu padanya, karena saat ini tujuannya hanya untuk mencari informasi tentang Kenzo.


"Tunggu aku Ken," ucap Ciara hingga ia pun berhasil meraih tangan Kenzie dan membuat langkah kaki pria tersebut terhenti.


"Terserah kamu mau marah, mau benci atau apapun itu padaku, tapi tolong Ken dengarkan aku," ujar Ciara yang langsung saja menceritakan bagaimana kondisi Kenzo saat tadi malam ia pulang ke rumah.


"Lalu untuk apa kamu mengatakannya padaku?" Tanya Kenzie ketus.


"Ken, aku tahu tadi malam dia habis bertengkar sama kamu tapi kondisi yang Mama katakan itu tidak separah kondisinya saat pulang ke rumah. Tapi aku tidak mengatakannya kepada Mama karena aku tidak mau Mama khawatir. Lalu luka kamu bagaimana Ken, apa sudah diobati?" Kata Ciara yang melihat luka memar di wajah Kenzie.


"Kamu tidak perlu mengurusiku dan seharusnya kamu juga tidak perlu menceritakan kondisi Kenzo kepadaku, kamu pikir aku peduli? Sama sekali tidak. Aku dan Kenzo sudah tidak memiliki hubungan apapun sejak hari itu," tukas Kenzie.


"Kamu benar-benar keterlaluan Kenzie, hanya gara-gara satu masalah yang dibuat oleh Kenzo kamu jadi sangat membencinya bahkan memutuskan tali persaudaraan kalian begitu saja. Kamu juga tidak peduli meskipun aku mengabarkan bagaimana kondisi Kenzo saat ini. Sepertinya aku sudah salah mengatakan hal ini padamu dan sepertinya aku juga sudah salah menilai kamu Kenzie, aku pikir kamu adalah pria yang baik tapi ternyata kamu sama sekali tidak memiliki hati," ucap Ciara yang merasa sangat sedih tetapi berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Kamu yang sudah membuat aku menjadi seperti ini Ciara, seharusnya kamu sadar itu," tukas Kenzie.


"Aku tahu, tapi itu semua juga sudah berlalu dan sekarang yang lebih penting adalah kondisi Kenzo. Kenzo terluka dan aku tidak tahu di mana keberadaannya, kalau kamu punya nomor salah satu temannya aku mohon berikan padaku, aku hanya ingin mencari tahu informasi tentang Kenzo apakah dia ada di sana atau tidak. Aku juga tidak tahu di mana kantor Kenzo bekerja, sebegitu tidak pedulinya aku terhadap suami aku sendiri Kenzie," ucap Ciara dengan tatapan sendu, membuat Kenzie merasa kasihan terhadap wanita yang berada di sampingnya itu.


Tiba-tiba saja Kenzie teringat jika ia memang memiliki kontak sahabat Kenzo, bahkan ia sendiri juga cukup akrab dengannya.


"Aku punya nomor sahabat Kenzo dan kamu bisa menyimpannya supaya kamu tidak perlu lagi memintanya dariku," kata Kenzie yang membuat Ciara merasa senang mendengarnya.


"Iya Ken," jawab Ciara.


Akan tetapi tiba-tiba saja Ciara merasakan kepalanya begitu pusing serta pandangannya yang berkunang-kunang, perutnya juga terasa begitu sakit yang membuat tubuhnya terhuyung begitu saja.


Kenzie yang melihat akan hal itu merasa sangat panik seraya menangkap tubuh Ciara hingga terjatuh ke dalam dekapannya.


"Ciara, Ciara kamu kenapa Cia? Bangun Cia," ucap Kenzo seraya mengguncang pelan tubuh mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2