Ranting Kering Menantikan Hujan

Ranting Kering Menantikan Hujan
Bab 15: Perihnya Setia (3)


__ADS_3

Waktunya untuk berlibur sudah habis, Teguh harus kembali ke Malaysia, beberapa hari di Malaysia seorang cewek dari masa lalunya kembali datang, dia adalah Maryam, dia datang melalui Facebook yang dia miliki, kebahagiaan menyelinap dalam hatinya, sementara dia pun melupakan segalanya, dia mengenang masa-masa indah sewaktu sekolah dan selalu berhadapan dengan cewek manja bernama Maryam, komunikasi berlanjut melalui hape, seperti sebuah reuni hati yang sudah lama tak pernah berjumpa, perasaan Teguh terhadap Maryam pun kembali trubus, kembali subur, dia pun mulai yakin kalau Maryam pasti juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.


Namun begitu dia ingin serius dia curhat pada mamanya, sungguh nahas, perasaan itu tidak boleh lagi tumbuh, sebab Kasmini tidak merestui mereka, meskipun Teguh belum pernah mengutarakan perasaannya pada Maryam.


“Sampai kapanpun mama tidak akan mau punya menantu orang sunda mas!”


“Tapi kenapa ma? Mamas bener-bener ingin serius sama Maryam ma!”


“Kalau mama bilang enggak ya enggak mas, mamas belum tau sih!”


“Tau apa ma?”


“Sudah lah Mas! Tak perlu di bahas, katanya mamas mau sama Fitri? Kalau sama Fitri mama setuju sekarang.” Teguh terkejut begitu dia tau mamanya merestui hubungannya dengan Fitri.


“Jadi mama merestui mamas dengan Fitri?”


“Iya dari pada mamas dengan orang sunda?” akhirnya kembali dia mengikrarkan janji setia pada Firti, kembali dia memupuk perasaannya untuk Fitri seorang.


Di kisah yang lain, kisah tentang Kamisah, dia sudah cerai dengan Wagio, Wagio melarikan diri ke Jambi, rumah orang tuanya dengan membawa wanita yang sudah dia hamili, Kamisah pun mengurus perceraiannya dengan jarak jauh, atau biasa orang jawa bilang ‘rapak’.


Kembali Teguh di uji kesetiannya, kali ini dari Fitri sendiri, ada kabar burung yang mengabarkan bila Teguh sudah berpacaran dengan Linda, teman sejoli Puji adik sepupunya, dan kabar itu sampai telinga Fitri.


“Selamat ya mas!” sms dari Fitri tiba-tiba datang dengan ucapan selamat, itu membuat Teguh terkejut dan penasaran.


“Maksud dedek apa? Mamas ngga ngerti.”


“Mamas kan sudah jadian ma anak karang tawang, jadi ya aku ucapin selamat.”

__ADS_1


“Dedek tau dari siapa, itu kabar ngga bener dek!”


“Bener juga ngga apa-apa kok mas!”


“Dek! Di hati mamas ngga ada orang lain selain kamu dek!”


“Gombal!!!!”


“Dedek ngga percaya sama mamas?” Teguh jadi emosi sendiri, padahal komunikasi ini melalui sms, “oke kalau dedek ngga percaya mamas akan pulang sekarang juga!”


“Ngga perlu mas! Kalau sampai mamas pulang, aku ngga akan mau lagi kenal sama mamas! Mamas akan menjadi satu-satunya orang yang ngga kepengin aku kenal.”


“Terus bagaimana caranya supaya dedek percaya sama mamas?”


“Iya Fitri percaya sama mamas, tapi mamas ngga perlu pulang, pokoknya kalau sampai mamas pulang aku akan sangat marah sama mamas.” Baru Teguh merasa lega setelah kepercayaan Fitri dia dapatkan lagi, hal ini membuat keyakinannya akan pilihannya tidak salah, dia merasa setianya memang hanya untuk Firti, keputusannya semakin kukuh untuk tetap menunggu Fitri, walau saat ini Fitri belum pernah memperjelas hubungannya, Fitri bukan pacar Teguh, dan Teguh juga bukan kekasihnya, tapi Teguh sudah berani mengikrarkan janjinya untuk setia padanya.


“Mas! Mama minta nomernya beti boleh?”


“Buat apa ma!”


“Ya pengen ngobrol aja barang kali kan dia mau jadi menantu mama.”


“Maksud mama apa? Katanya mama sudah merestui mamas sama Fitri?”


“Tapi mama juga merestui mamas sama Beti mas, kalau mamas mau sama Beti.”


“Ngga mungkin mamas sama Beti ma! Dia buat mamas tu seperti saudara, dia sahabat mamas.”

__ADS_1


“Mama pernah hutang budi sama Paerah mas, alangkah baiknya jika mamas menyatukan keluarganya dengan keluarga kita mas, pasti mama akan sangat berterimakasih sama mamas kalau itu terjadi.” Teguh jadi bimbang dengan masalah satu ini, Teguh memang pernah ada rasa sama cewek bernama Beti ini, tapi itu dulu sebelum Teguh mengikhrarkan janji setia pada Fitri.


“Iya deh kalau mama mau minta nomer Beti mamas kasih, tapi mama perlu tau, dia ngga akan mau kalau di jodohkan dengan mamas.”


“Siapa tau mas, jodohkan Alloh yang ngatur.”


Selang beberapa hari kemudian Beti benar-benar di telpon oleh Kasmini, dan benar Kasmini memang menanyakan kesediaan Beti tuk jadi menantunya, namun karena Teguh juga sudah mengabarkan Beti tentang mamanya yang mau menelponnya, dia tak lagi terkejut, Beti pun tetap tidak mau di jodohkan dengan Teguh, saat itulah baru Teguh mengetahui bahwa Beti juga pernah mempunyai rasa padanya, keraguan akan ikhrar janji setia pada Fitri tergoyah walau hanya sedikit.


“Dear


My love


Akhir-akhir ini perasaanku tidak menentu, otak yang aku punya cuman satu ini pun jadi malas untuk berfikir, yang selalu di fikirkan oleh otakku, hanyalah satu orang, satu nama.


Dan orang itu adalah orang yang selama ini aku sayangi, dan nama itu adalah nama yang selama ini sudah terukir membekas di hatiku, siapa orang itu? Kamu! siapa nama itu? Bukan lain, dia adalah kamu! Dian Safitri!


Andai aku memiliki sepasang sayap, seperti seekor burung dara, pasti aku sudah berada di sisimu sekarang, ngga perlu sepasang fit! Satu kepak saja lah, aku pasti sekarang sedang menghibur kamu di situ, tapi nyatanya aku hanyalah seorang manusia biasa.


Dari itu lah Fitri! Kali ini baru aku yakin, bahwa aku memang sudah jatuh cinta kepadamu, entah apa yang harus aku perbuat sekarang, rasa rindu di dadaku ini semakin hari semakin menggebu, ke inginan untuk bertemu dengan kamu semakin membara, meronta, dia sudah tak mau ikuti perintahku Fit. Rindu ini benar-benar sudah menyiksaku, tapi walau begitu aku tidak pernah merasa susah, aku senang, aku gembira bisa memikirkanmu sampai sebegitunya.


Fitri! Aku harap kamu bisa mengerti aku, aku sangat menyayangimu, aku akan menunggu kamu sampai kamu bener-bener bisa mengerti aku, kamu mau kan menunggu aku datang kepadamu? Seperti yang pernah aku bilang ke kamu Fit! Cinta menurut kita adalah perjuangan, maka berjuanglah Fit! Berjuang bersamaku! Aku janji Fit, aku akan membuat kamu bahagia karena mau berjuang denganku,


Fitri! Aku sayang kamu!


06-03-2010”


Sebuah surat yang di tulisnya ketika Teguh benar-benar merindukannya, surat ini dia tulis dengan tangan, dia kirimkan pada Fitri dan kini dia sudah membacanya entah seperti apa reaksi Fitri saat membaca surat ini, sampai saat ini Teguh belum menerima jawaban dari Fitri, Teguh masih mencoba tetap bersabar menerima jawaban darinya, kemesraan mereka masih terjaga walau hanya melalui telphon.

__ADS_1


***


__ADS_2