
Kasian si Teguh, dia bingung dengan keadaannya saat ini, kenapa begitu banyak wanita yang bisa dia sukai, tapi ternyata tak ada satupun dari mereka yang bisa menyukainya. Mungkin benar orang bilang dalam hal Hati antara pria dan wanita itu berbeda, seorang pria bisa suka pada banyak wanita dan dia bisa membaginya yang kemudian dia harus memilih salah satu di antaranya, tapi seorang wanita hanya bisa suka pada satu pria, bila ada pria lain yang lebih dari pria yang sedang dia sukai, maka dengan mudah si wanita bisa memindahkan hatinya dari pria satu ke pria yang lainnya, pantas saja pria mudah melupakan wanita yang menyakitinya, tapi untuk wanita akan sulit melupakan pria meski dia sudah tersakiti, hem teori ngawur ini, tapi bila mau membuktikannya ya silahkan di survei.
Waktu terus berlalu, bulan april pun meninggalkannya dengan segudang ke sia-siaan, sekarang dia hanya punya satu harapan, meskipun dia dan Intan sudah sedikit dekat, dia juga sering ketemu dan berkomunikasi, tapi dia masih merasa takut untuk mengutarakan perasaan padanya padahal pendekatannya sudah memakan waktu lebih dari satu semester.
Tiba-tiba pada tahun baru 2005, Yani yang Teguh anggap sebagai sosok sahabat, marah padanya. Mungkinkah Yani tau kalau Teguh naksir sama banyak cewek? awalnya Teguh juga tak tau, Lima hari semenjak tahun baru tiba Yani tak mau bicara dengannya, Teguh kan jadi bingung, Ya akhirnya Teguh mengintrogasi Yani.
“Sebenernya salah gue apa sih Yan? Kok elu tiba-tiba marah sama gue?”
“Ngga apa-apa kok.”
“Kalau ngga apa-apa, kenapa apa-apa?” Yani masih belum mau banyak ngomong sama Teguh. Tapi dia mulai mau bertanya.
“Kamu ngga marah kalau aku tanya sesuatu sama kamu?”
“Kenapa gue harus marah?”
“Sebenarnya kamu nganggep aku tu apanya kamu sih Guh?” Teguh terkejut bukan kepalang, dia masih bingung dia masih terus berfikir, maksud dari pertanyaannya ini apa?
“Jawab Guh! Aku tanya kamu!” Teguh makin terpojok, dia bingung, dia ngga tau harus ngomong apa, tak mungkin dia menyakiti orang yang selama ini perduli dan perhatian padanya.
__ADS_1
“Elu buat gue?” Teguh berfikir keras, dalam hatinya berkata ‘Intan belum tentu mau jadi cewek gue, ya seenggaknya masih ada cewek yang suka sama gue.’ “Elu buat gue adalah orang yang istimewa, elu bisa ngerti gue, elu juga selalu perhatian sama gue.” dia berkata begitu saja, sedikit dia tidak sadar dengan apa yang sedang dia bicarakan, begitu dia tersadar dia bingung.
“Makasih Guh! Jadi mulai sekarang kita pacaran?” ‘hah?’ Teguh terkejut lagi, dia bingung dengan apa yang terjadi, dia masih terus kepikiran Intan Sari Indah Sundari Tamrin, karena dia berharap Intanlah yang seharusnya bertanya hal ini kepadanya. Intan memiliki semua yang di Inginkan Teguh. Yani sekarang sudah tak di depannya lagi, otaknya terus berputar memikirkan hal ini, tapi akhirnya Teguh memutuskan untuk belajar mencintai Yani, Terjalinlah pasangan romantis Teguh Prayitno-Diah Herayani, dia lah pacar pertama Teguh Prayitno, dialah yang terpilih oleh Teguh dari sekian banyak cewek.
Setahun berjalan hubungan mereka dengan normal, Teguh pun sudah berhasil mencintai Yani apa adanya walaupun dalam perjalanan hubungan mereka ada aja cewek yang perhatian lebih pada Teguh, terutama adik-adik kelasnya, nama Teguh Prayitno pun semakin men-Zaytun, bahkan adik kelas mereka memberi nama beken untuk Teguh yaitu “KTP” yang berkepanjangan Kak Teguh Prayitno, orang pertama yang menyebut nama itu adalah Maryam Thowilah Akmaliyah, yang sekarang masih kelas tiga SMP salah satu cewek yang semakin dekat dengannya, kesetiaan masih tetap dia berikan pada Yani, bahkan sampai ada seorang cewek kelas satu SMA yang memaksa Taguh untuk menjadi kakak angkatnya, atas izin dari Yani juga lah kemudian cewek bernama Santi Setiani cewek dari Bandung menjadi adik angkatnya, yang kemudian mereka selalu bermasalah karena Yani sering cemburu kalau Teguh menemui Santi, dan Santi selalu cemburu melihat kemesraan Teguh dan Yani, pernah juga mereka berdua bertengkar di belakang Teguh.
Hingga hari ini tiba Teguh dan Yani sedang asyik ngedate, mesra banget, Teguh pegang tangan Yani dan Yani pegang tangan Teguh, mata Teguh tertuju pada wajah Yani, tapi Yani malah nunduk. Yani nunduk karena malu, mereka bener-bener pasangan yang sangat amat romantis, mereka mesra abiz. Tapi Teguh masih tau aturan, selama mereka berpacaran mereka tak pernah melakun sesuatu yang di larang agama, lebih sering mereka berkomunikasi dengan surat kertas, tapi tiba-tiba ayahnya Yani datang menghampirinya dan merusak suasana.
“Lagi pada ngapain kalian hah? Masih kecil sudah mesra-mesraan gini? Yani! Balik ke asrama!” bapaknya galak banget, tapi sebenernya ada yang aneh dari bapaknya Yani, sebelumnya bapaknya Yani tu baik banget sama Teguh, apa yang terjadi? kenapa bisa berubah seratus delapan puluh drajat? Yani di pegang tangannya lalu di paksa pulang ke asrama, Tapi tidak segampang itu Yani di pisahin dari Teguh, tarnyata Yani mencoba membrontak.
“Lepasin tangan Yani yah! Apa-apaan sih ayah ni? Ini kan tempat umum, malu yah!” Teguh hanya duduk terdiam di atas kursi yang terbuat dari beton di dalam taman, Teguh bener-bener kecewa.
“Tapi yah, apa maksud ayah? Yani ngga ngerti.” Kali ini Yani tak bisa berbuat apa-apa, karena selain tenaga Yani jauh lebih lemah dari ayahnya, Yani juga paling takut kalau ayahnya sedang marah. Teguh masih bingung, Sebelumnya bapaknya Yani tu baik banget, waktu liburan Teguh kencan ke rumah Yani, bapaknya pasti menyambutnya dengan begitu istimewa, ibunya juga tak jauh beda.
“Eh...calon mantu, ayo masuk atuh anggap aja rumah sendiri!” ampe segitunya sambutan untuk Teguh. “Yani! Nih nak Teguh datang!” ibu Yani adalah orang sunda dan Ayahnya Jawa, bapaknya karyawan di sekolah ini sama seperti Sunar.
“Iya…ma! Bentar lagi!” Terus kenapa bisa berubah gitu? ternyata ada yang tak suka sama hubungan mereka, masalah ini berawal dari masalah sepele, hanya karena dia melerai temanya yang ribut dengan keamanan Al-Zaytun, dan keamanan itu ternyata adalah kawan bapaknya Yani, kemudian si keamanan itu melaporkan Teguh pada bapaknya Yani, padahal Teguh hanya melerai mereka si keamanan dan temannya, akhirnya Teguh dan Yani bekstrit secara diam-diam, itu berjalan sampi sebulan lebih bapaknya tak tau. Saat mereka bertemu, Yani curhat sama Teguh, begini curhatnya.
“Guh!...Yani pengen curhat sama Teguh”
__ADS_1
“Tentang apa say?”
“Tentang ayah.” Yani nangis, tapi cuman keluar air mata.
“Semalam Yani berantem sama Ayah.”
“Masalahnya? Bukan karena ayah tau kita backstrit kan?”
“Yani ngga tau Guh, dari mana ayah tau kalau kita masih pacaran.” Teguh mulai kerepotan, karena selain di tempat ini sepi, alias tak ada orang, dan tak ada tissue, tapi Yani masih nangis, makin banyak air mata yang mengalir.
“Ya sudah ngga usah sedih gitu dong sayang! Kan masih ada mas Teguh yang selalu setia menemani Yani.”
“Sepertinya ayah bener-bener ngga suka sama kamu Guh.”
“Maksud Yani?”
“Iya, semalam Yani di tampar sama ayah, karena Yani ngga terima ayah bilang kalau Teguh itu anak urakan, anak brandalan, anak jalanan… anak… pokoknya yang jelek-jelek deh!”
“Samapi segitunya kebencian ayah Yani sama Teguh?” sambil memeluk tubuh Yani, Teguh geram, Teguh emosi, Teguh bener-bener marah saat itu.
__ADS_1
***