
Dan rupanya Maman tau masalah yang menimpa diri keponakannya, anak kakaknya itu, dia pun bercerita tentang pengalannya dulu sewaktu dia masih menjadi seorang bujang seperti Teguh.
“Aku juga pernah mengalami hal serupa Guh, sewaktu aku masih bujang dulu...”
Maman masih menjadi seorang santri yang rajin, ini adalah kisah cinta pertama yang dia alami, ada yang sangat mencintainya wanita yang cantik, tapi sayang dia adalah anak orang kaya di kampung bernama Jetis, sedangkan Maman hanyalah seorang anak yang tidak berpunya, sebenarnya Maman juga mencintainya, Warisah adalah namanya.
“Sah! Kamu sadar apa ngga sih sebenarnya?”
“Aku sadar Man, aku mencintai kamu, aku ngga akan bisa hidup tanpa kamu.”
“Bukan itu yang aku tanyakan Sah, kamu sadar ngga sih kalau kita itu beda?”
“Beda bagaimana?”
“Atau kamu hanya berpura-pura tidak mengerti?”
“Aku memang tidak mengerti apa yang kamu maksud Man!” Warisah tidak mengerti sama sekali dia masih terus bertanya-tanya apa yang di maksud orang yang sangat dia cintai itu dengan kata ‘beda’.
“Aku dan kamu itu beda Sah, aku hanyalah seorang anak yang tak berpunya Sah! Sedangkan kamu... kamu...”
“Ngga Man, aku mencintaimu apa adanya Man, aku tidak perduli siapa kamu, dan aku ngga perduli siapa aku, sampai kapan pun, aku akan tetap mencintaimu!”
“Isah! Cobalah kamu mengerti! Kita ngga akan mungkin bisa bersama, lebih baik sekarang kamu pulang, ini sudah malam Sah!” dalam diam Warisah mulai menitikan air mata.
__ADS_1
“Sebenarnya kamu cinta ngga sih sama aku?”
“Jangan tanyakan itu Sah! Jujur aku juga mencintaimu, tapi Ayahmu tidak mau kita bersama, aku ngga akan bisa ngebuat kamu bahagia.” Warisah memeluk tubuh Maman dengan erat, dia tak mau melepasnya, awalnya Maman canggung pada Warisah namun kemudian dia juga membalas pelukan Warisah.
“Kenapa kita tidak perjuangkan cinta kita Man?” sambil terus dia menangis.
“Isah! Apa kamu sadar apa yang kamu katakan baru saja?” Maman memegang kedua pipi Warisah dengan halus, “itu bukan jalan terbaik Sah, kita hidup tidak sendirian, kita punya orang tua, kita punya saudara, kita punya kerabat, kita juga punya harga diri, kita harus menjaganya, apa kamu akan rela bila kamu di buang oleh orang yang telah membesarkanmu? Oleh orang yang melahirkanmu? Kamu mau di cap sebagai anak durhaka? Tidak patuh apa kata orang tuamu?” Maman berani berbicara seperti itu karena dia tau cerita tentang perjalanan cinta kedua orang tuanya, Mad Gasmin dan Lasinah yang di buang oleh keluarga Lasinah dan tidak di akui oleh kerabatnya hanya karena Lasinah memaksakan diri untuk menjadi istri Mad Gasmin yang dia cintai.
“Tapi aku mencintaimu Man!”
“Mereka lebih mencintaimu Sah dari pada aku, mereka bisa membahagiakanmu, sedangkan aku? Aku ingin membuat diriku bahagia saja susahnya minta ampun, demi mereka juga demi aku Sah! Kembali ke rumah! jangan membuat mereka susah!” Warisah pun mulai luluh, tak lagi dia meneteskan air mata.
“Kalau begitu antarkan aku pulang Man!”
“Nah begitu kan bagus, senyum dong!” dengan terpaksa Warisah melebarkan senyum, Maman langsung menghantarkan Warisah pulang ke rumahnya.
“Terima kasih atas kebaikanmu Man!” sambutan Ayah Warisah begitu Warisah sampai di rumahnya.
“Iya pak! Saya minta maaf bila selama ini saya ada salah sama bapak, dan sudah menyusahkan bapak!”
“Saya tau Maman adalah orang yang baik, tapi Warisah bukan jodoh yang tepat untuk nak Maman, bapak harap Maman bisa mengerti!”
“Iya pak saya bisa mengerti kok, saya juga sadar pak! Saya tidak akan bisa membahagiakan dia seperti yang telah bapak lakukan selama ini, saya tidak punya apa-apa pak!”
__ADS_1
“Jangan begitu Man! Bukan itu yang kami permasalahkan! Tapi dia memang bukan jodoh yang tepat untuk nak Maman.” Ayah Warisah mulai kehabisan kata-kata.
“Kalau begitu saya pamit pak! Sekali lagi saya minta maaf telah membuat bapak dan keluarga susah.”
“Iya sama-sama Man!” Maman pun langsung pergi melangkahkan kakinya meninggalkan rumah orang yang dia cintai, rasa dalam dadanya ingin menangis, namun dia terus menahannya, dia pun langsung merencanakan sesuatu, dia harus pergi untuk melupakannya.
“Bagitulah ceritanya Guh.”
“Wah ternyata selama ini aku punya lilik yang hebat ya lik!” Teguh membanggakan Liliknya ternyata apa yang dia alami sekarang ini sudah pernah di alami oleh liliknya, tapi lain perkaranya, kisah Maman adalah kisah tentang dua orang yang mencintai dan mereka terhalang perbedaan antara keduanya, sedangkan sekarang, yang Teguh alami karena hatinya lah yang melarang dan karena Vina tidak pernah mencintainya.
“Terus apa kamu sudah positive Guh pengen ke Malaysia?” sudah ketara banget dia serius begini, masih di tanya begitu.
“Udah dong lik!”
“Terus sampai di Malaysia mau ngapain?”
“Ya kerja lah lik!” terlihat liliknya seperti sedang menyusun kata-kata.
“Ya pesan ku sih, gini Guh!” liliknya masih terus berusaha menyusun kata-katanya, entah kata apa yang akan dia ucapkan untuk pertemuan terakhinya dengan Teguh, “Mungkin di Malaysia nanti, Teguh akan bertemu dengan orang yang sangat Teguh benci, dan mungkin lebih dari benci.” Cara Maman bicara padanya sangat berbeda dengan biasanya, “Tapi aku mau Teguh bisa menahan amara, mengontrol emosi, ingat! Malaysia itu bukan Indonesia, tentu semua berbeda, mama Teguh juga cuman numpang di sana, jadi, sepintar-pintar Teguh lah di sana!” dia pun iya-iya aja hanya saja dia masih tanya-tanya, siapa sih yang di maksud liliknya ‘orang yang sangat dia benci?’ Maman begitu serius bicara soal ini, sepertinya dia bicara sambil terus menahan emosi, dia belum pernah melihat liliknya begitu, kecuali waktu Maman menghajar istrinya habis-habisan, sepertinya ini tidak penting buat di tulis, tidak perlu di bahas! Wajar lah, namanya juga keluarga, berantem kan katanya bumbunya orang berkeluarga.
Kehangatan tak dia rasa lagi, karena hari ini dia sungguh tak kan menyesalinya, walaupun suatu saat nanti dia harus terus mengingat keputusan yang sungguh berat untuk dirasa hatinya, tapi Teguh yakin dia tak sendiri, masih banyak tempat untuk bersandar diri, tuk melabuhkan hati, tuk mengukir cinta pada diri, nikmati saja, tak perlu kecewa, karena semua pasti merasakan hal yang sama setiap manusia sedang jatuh cinta.
Pintu rumah sudah dia buka, santai aja! anggap aja rumah sendiri, jadi ya… ngepel-ngepel kek nyapu-nyapu kek ya kalau ada makanan tinggal di makan aja! tak usah malu! Kamar mandi di sebelah kamar Teguh, shower juga ada jadi tidak usah pake gayung jebar-jebur gitu, tu yang depan, yang ada di sebelah kamarnya adalah kamar Kasmini mamanya sama ayah tirinya Ayob, di dalam sudah ada kamar mandinya kok, tidak usah takut mandi ngantri ya! itu ruang yang bersebelahan sama dapur adalah ruang makan, ada kulkas, kalau mau minum yang dingin sudah tentu ada di dalam kulkas, tinggal ambil aja, tinggal buka pintu kulkasnya! Es krim juga ada, rasa kelapa atau rasa coklat? Atau mau ambil buah, tu yang ada di kulkas paling bawah, ada anggur, apel, pier, ada juga buah jambu biji, tapi katanya jambu biji kok malah tak ada bijinya ya? ini buah kesukaan mamanya, atasnya lagi ada daun singkong, wortel, ceisin, tomat, nah kalau mau nyeplok telor, telornya ada di pintu kulkas, atau mau goreng fread chicken, ayamnya di sini, di tempat yang ngegantung nempel di bawah tempat biasa buat es, nah yang paling atas adalah tempat yang sudah di bilang tadi, yaitu tempat buat bikin es, es apa aja bisa di buat di sini, kalau mau masak mie, mienya ada di lemari di samping depan kulkas, nah ini adalah perabotan makan, yang ada di antara kulkas dan lemari, kalau mau nonton TV di ruang tamu aja ya! kalau mau karaokean tinggal masukin CDnya ke VCD, jangan lupa di nyalain dulu! kalau ini kamarnya, sudah kayak sarang apa gitu deh…kalau mamanya bilang kayak kandang kambing. Di dinding kamarnya ada banyak foto-foto, temen-temennya, guru-gurunya, dan dah tentu foto-foto dirinya sediri, yang sudah tak karuan, gayanya bikin sakit perut orang yang ngeliat. sudah jadi hobinya, memasang banyak foto di dinding kamar, ya kalau di ruang tamu mah dia tidak berani, kalau di kamar kan cuman dia yang ngeliat. Lho kok jadi cerita tentang rumahnya Teguh? Teguh mau nyalain TV, dia mau nonton TV chenelnya Indonesia, dia pun mencari chanel SCTV, acara favoritnya belum selesai, ini sinetron Cinta Fitri, pemeran utamanya adalah Shiren Sungkar, bagus ceritanya menurutnya, mamanya aja tidak bisa pergi dari depan TV kalau sedang nonton Cinta Fitri, tapi memang tidak rugi nonton sinetron ini, komedinya dapet, religinya juga dapet, romantisnya apa lagi dapet banget, dan pemerannya acting dengan totalitas action.
__ADS_1
Shireen Sungkar adalah satu-satunya artis Indonesia yang Teguh sangat mengidolakannya, pertama dia melihat Shireen adalah saat dia main di sinetron Wulan bersama Dini Aminarti, saat itu Shireen masih terlihat sangat muda, masih sangat lugu, bisa di bilang Teguh jatuh cinta pada pandangan pertama sama artis Indonesia berdarah Arab ini, semenjak itulah dia selalu suka dengan apapun yang Shireen lakukan, bahkan sinetron serial Cinta Fitri tidak pernah dia tinggalkan, alasan kenapa dia selalu nonton sinetron ini, karena dia ingin melihat Shireen, dia selalu merindukan senyum manisnya, serak-serak basahnya, phoni di atas matanya, dan sudah tentu wajahnya yang begitu manis.
***